BerandaBeritaKiai Nashirul Haq: Guru Bukan Sekadar Pengajar, tetapi Pejuang Generasi

Kiai Nashirul Haq: Guru Bukan Sekadar Pengajar, tetapi Pejuang Generasi

BALIKPAPAN (HidayatullahSulsel.or.id) — Guru dan dosen di lingkungan Hidayatullah didorong untuk memandang tugas pendidikan bukan semata sebagai profesi, melainkan sebagai bentuk pengabdian untuk menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah Ustaz Kiai H. Dr. Nashirul Haq dalam Pembinaan Guru dan Dosen bertema “Meneguhkan Jati Diri Guru dan Dosen Pejuang, Demi Lahirnya Kader Rabbani” di Aula LPPH, Balikpapan, Sabtu (11/7/2026).

Kiai Nashirul Haq menekankan bahwa ukuran keberhasilan seorang pendidik tidak semestinya diletakkan pada aspek materi. Lebih dari itu, seorang guru dinilai dari nilai dan pengaruh yang ditinggalkannya pada peserta didik.

“Jangan biarkan nilai seorang pendidik ditentukan oleh besarnya upah yang diterima. Kemuliaan guru terletak pada pengaruh yang ia tinggalkan dalam kehidupan murid-muridnya,” ujarnya.

Menurutnya, guru dan dosen memiliki posisi strategis dalam membentuk manusia. Mereka tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai, membangun karakter, serta mempersiapkan generasi yang akan melanjutkan estafet kehidupan.

Karena itu, Kiai Nashirul Haq mengingatkan pentingnya niat yang lurus, ketulusan, dan kesungguhan dalam menjalankan amanah sebagai pendidik. Ketiga hal tersebut menjadi modal penting agar aktivitas pendidikan tidak kehilangan orientasi pengabdiannya.

Untuk menggambarkan makna pengabdian tersebut, ia mengisahkan seorang guru di daerah terpencil yang harus berjalan kaki puluhan kilometer setiap hari untuk menjalankan tugas mengajar. Meski hanya memperoleh honor sekitar Rp150 ribu per bulan, guru tersebut tetap bertahan menjalankan tugasnya.

“Bukan karena besar kecilnya upah, tetapi karena ia memahami bahwa mendidik adalah panggilan jiwa dan bentuk pengabdian yang nilainya jauh melampaui materi,” tuturnya.

Kiai Nashirul Haq juga mengingatkan bahwa hasil perjuangan seorang guru tidak selalu dapat disaksikan secara langsung. Nilai yang ditanamkan melalui proses pendidikan dapat terus tumbuh dan memberikan dampak jauh setelah seorang pendidik menyelesaikan tugasnya.

“Ketika seorang pendidik bekerja dengan totalitas, ia sedang menanam benih yang mungkin tidak ia panen sendiri. Namun, dari benih itulah akan tumbuh pemimpin, ulama, dan orang-orang yang memberi manfaat bagi masyarakat. Itulah warisan terbesar seorang guru,” katanya.

Pembinaan yang diikuti puluhan guru dan dosen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kembali jati diri pendidik di lingkungan Hidayatullah. Guru dan dosen diharapkan tidak berhenti pada fungsi pengajaran, tetapi juga tampil sebagai teladan dalam proses pembentukan kepribadian peserta didik.

Melalui penguatan tersebut, para pendidik diharapkan mampu menjalankan amanah pendidikan secara lebih utuh dan konsisten, sekaligus mengambil peran dalam menyiapkan kader rabbani yang kelak dapat memberikan kontribusi bagi umat dan bangsa.*/Abana

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_imgspot_img

Terbaru lainnya

Recent Comments