MAKASSAR (HidayatullahSulsel.or.id) — Sebanyak 62 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Bayan Hidayatullah Makassar mengikuti pembekalan dan asesmen calon sarjana sebagai persiapan menghadapi Wisuda Angkatan II Tahun 2026 sekaligus sebelum menjalani penugasan di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dibuka di Aula Kampus Utama Al Bayan Hidayatullah Makassar, BTP Tamalanrea, Selasa (18/8/2026), dengan menghadirkan Kepala Departemen Pendidikan Tinggi (Kadep Dikti) DPP Hidayatullah Usatdz Muh. Saddam, M.Ak. sebagai pemateri tunggal.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua Yayasan Al Bayan Hidayatullah Makassar Ustadz Muh. Arfah, M.M. dan Ketua STAI Al Bayan Usatdz Dr. Abdul Qadir Mahmud, M.Pd.
Ketua STAI Al Bayan menjelaskan, pembekalan dan asesmen tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju wisuda. Kegiatan dirancang untuk memastikan calon sarjana memiliki kesiapan yang memadai, baik dari sisi kompetensi maupun mental, sebelum memasuki medan pengabdian.
“Ini merupakan salah satu dari rangkaian wisuda angkatan II STAI Al Bayan tahun 2026. Harapannya, para calon sarjana di seluruh Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH), termasuk STAI Al Bayan, memiliki kesiapan matang sebelum menjalankan tugasnya kelak,” ujar Usatdz Abdul Qadir.
Ia menyebutkan, 62 mahasiswa pada periode ini dijadwalkan mengikuti prosesi Wisuda Angkatan II STAI Al Bayan yang akan dilaksanakan pada akhir Agustus 2026.
Dalam arahannya, Usatdz Muh. Saddam menekankan bahwa kelulusan dari perguruan tinggi Hidayatullah bukan sekadar pencapaian akademik. Para alumni diharapkan mampu membawa kompetensi yang dimiliki untuk memberikan kontribusi nyata dalam dakwah dan pendidikan.
Menurutnya, asesmen menjadi instrumen penting untuk melihat potensi dan kesiapan setiap calon sarjana sekaligus memetakan penempatannya sesuai kebutuhan di lapangan.
“Asesmen ini penting untuk memetakan potensi para sarjana sesuai dengan kebutuhan pondok pesantren serta mengakomodasi berbagai saran dan masukan pengembangan. Kami berharap lulusan yang ditugaskan nanti benar-benar menjadi solusi bagi dakwah dan tarbiyah,” tegas Usatdz Saddam.
Ia berharap para calon sarjana tidak hanya siap menjalankan tugas secara teknis, tetapi juga mampu membaca kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi dalam bidang dakwah maupun pendidikan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al Bayan Hidayatullah Makassar Ustadz Muh. Arfah mengingatkan para calon wisudawan untuk menjaga integritas dan nama baik almamater setelah kembali mengabdi di tengah masyarakat.
“Seluruh mahasiswa yang telah dididik di kampus ini diharapkan dapat menjaga muru’ah STAI Al Bayan dan membuktikan dedikasi terbaik mereka saat bertugas di tengah masyarakat,” katanya.
Pembekalan dan asesmen tersebut berlangsung sehari penuh dengan pola pelaksanaan secara hybrid, memadukan kehadiran langsung dan partisipasi secara daring. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan akhir pembinaan calon alumni sebelum mereka resmi menyandang gelar sarjana dan memasuki fase pengabdian.*/Lafiri



