Home Berita Berita Daerah Delapan Santri Hidayatullah Soppeng Berlaga di Festival Hari Santri IAIN Parepare 2026

Delapan Santri Hidayatullah Soppeng Berlaga di Festival Hari Santri IAIN Parepare 2026

0
6
Santri Hidayatullah Soppeng mengikuti Festival Hari Santri Nasional 2026 di IAIN Parepare.

PAREPARE (HidayatullahSulsel.or.id) — Sebanyak delapan santri Pondok Pesantren Hidayatullah Salaonro, Yayasan Qalam Nusantara Soppeng, mengikuti Festival Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Sulawesi Selatan. Mereka diterjunkan untuk berkompetisi dalam sejumlah cabang lomba keagamaan dan olahraga sekaligus membawa nama Kabupaten Soppeng di tingkat regional.

Festival yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” tersebut berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Kampus IAIN Parepare. Kegiatan ini diikuti 681 peserta dari 39 pondok pesantren dan dua madrasah yang berasal dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Keikutsertaan PP Hidayatullah Salaonro Soppeng menjadi bagian dari upaya pesantren memberikan ruang kepada para santri untuk mengembangkan potensi, menguji kemampuan, serta memperoleh pengalaman berkompetisi bersama peserta dari berbagai daerah.

Delapan santri yang diutus mengikuti sejumlah cabang lomba, meliputi Hifzhil Qur’an kategori satu dan lima juz, tilawah, pidato multibahasa, serta sepak takraw.

Pada cabang Hifzhil Qur’an kategori satu juz, PP Hidayatullah Salaonro Soppeng mengutus Umar Al-Faruq dan Rismawati. Sementara pada kategori lima juz, pesantren mempercayakan Aswa Dewa Al-Madani dan Maryam Sawiah untuk tampil sebagai peserta.

Aswa Dewa Al-Madani juga mengikuti cabang lomba tilawah. Adapun Ahmad Jumadi dipercaya mewakili pesantren pada cabang pidato multibahasa.

Di bidang olahraga, PP Hidayatullah Soppeng menurunkan tim sepak takraw yang diperkuat enam santri, yakni Ahmad Jumadi, Nasrullah, Umar Al-Faruq, Aswa Dewa Al-Madani, Arif Rahman, dan Bustamin.

Keterlibatan para santri dalam cabang yang beragam tersebut menunjukkan bahwa pengembangan potensi peserta didik di lingkungan pesantren tidak hanya diarahkan pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga mencakup kemampuan komunikasi, seni membaca Al-Qur’an, serta keterampilan olahraga.

Dua Pimpinan Kawal Kontingen Hidayatullah Soppeng

Untuk mendampingi dan mengawal keikutsertaan para santri selama festival berlangsung, kontingen PP Hidayatullah Soppeng dipimpin oleh Ustadz Ir. H. Muhammad Arif, S.Sos., M.I.Kom., bersama Usatdzah Wildanun Rofiatul Arif, S.Pd.

Kehadiran pimpinan kontingen menjadi bagian dari dukungan pesantren terhadap para santri yang tengah mengikuti rangkaian perlombaan. Pendampingan tersebut juga diharapkan membantu peserta menjaga kesiapan, kedisiplinan, dan semangat selama mengikuti kompetisi.

Keluarga besar PP Hidayatullah Salaonro Soppeng turut mengharapkan doa dan dukungan masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Soppeng, agar seluruh santri dapat mengikuti setiap perlombaan dengan maksimal.

Harapan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada perolehan gelar juara. Pengalaman berkompetisi, keberanian menunjukkan kemampuan, serta kesempatan menjalin silaturahmi dengan santri dari berbagai pesantren juga menjadi bagian penting dari tujuan keikutsertaan mereka.

Festival Hari Santri Jadi Ruang Pengembangan Potensi Santri

Festival Hari Santri Nasional 2026 IAIN Parepare menghadirkan 12 cabang perlombaan, meliputi Qira’atul Kutub, Hifzhil Qur’an satu juz, Hifzhil Qur’an lima juz, tilawah, pidato multibahasa, Barzanji, video ekoteologi, cerdas cermat fikih, hadrah, tenis meja, sepak takraw, dan bola voli.

Beragam cabang tersebut memberikan kesempatan kepada para santri untuk menampilkan kemampuan sesuai bidang masing-masing. Festival ini sekaligus menjadi ruang pertemuan antarpesantren untuk memperkuat persaudaraan dan memperluas pengalaman para peserta.

Dalam sambutan pembukaan, Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd., mengingatkan pentingnya penguasaan ilmu agama yang berjalan beriringan dengan penguasaan sains, teknologi, dan informasi. Ia juga menekankan pentingnya menjaga akhlak serta identitas budaya dalam membentuk generasi santri masa depan.

Rektor mengajak para peserta menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar dan mempererat persaudaraan. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam sebuah perlombaan. Adab, kerendahan hati, dan kedekatan kepada Allah SWT tetap menjadi nilai utama yang harus dijaga.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat keikutsertaan santri PP Hidayatullah Salaonro Soppeng. Melalui Festival Hari Santri Nasional 2026, mereka memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus menunjukkan kontribusi pesantren dalam membina generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki keterampilan.

Dengan membawa semangat tersebut, delapan santri Hidayatullah Soppeng diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik dalam setiap cabang lomba yang diikuti serta mengharumkan nama pesantren dan Kabupaten Soppeng.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here