LUWU TIMUR (HidayatullahSulsel.or.id) – Penguatan sumber daya insani (SDI), pembenahan tata kelola kelembagaan, dan peningkatan kualitas spiritual menjadi tiga agenda utama yang ditekankan dalam Rapat Gabungan Pembina, Pengawas, dan Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Towuti, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tersebut membahas laporan perkembangan capaian kerja yayasan periode Juli–September 2026. Forum ini sekaligus menjadi ruang evaluasi dan konsolidasi untuk menyatukan arah kebijakan serta memperkuat sinergi antarelemen yayasan.
Rapat dihadiri Ketua Badan Pembina Yayasan, Ust. KH. Ahkam Sumadiyana, MA; Anggota Pembina sekaligus Kepala Departemen Ekonomi DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, Ust. Jabbar Ambo Upa; Badan Pengawas Yayasan sekaligus Ketua DPD Hidayatullah Luwu Timur, Ust. Tasrun; serta seluruh jajaran Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Towuti.
Dalam arahannya, KH. Ahkam Sumadiyana menegaskan tiga pilar yang harus menjadi perhatian bersama dalam pengembangan pondok pesantren. Ketiganya meliputi optimalisasi sumber daya insani, penertiban program dan administrasi serta keuangan, dan penguatan nilai-nilai spiritual seluruh warga pondok.
“Kita harus kembali kepada tiga hal: pertama optimalisasi SDI (Sumber Daya Insani), kedua tertib di tiga hal, yakni tertib program, tertib administrasi, dan tertib keuangan, dan ketiga nilai spiritual seluruh warga pondok,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa sumber daya insani merupakan aset utama dalam menjalankan misi dakwah dan pendidikan. Karena itu, pengembangan kapasitas, kualitas, dan integritas para pengelola lembaga perlu menjadi perhatian berkelanjutan.
Penekanan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11).
Selain penguatan SDI, KH. Ahkam juga mengingatkan pentingnya ketertiban dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, program kerja yang baik harus berjalan beriringan dengan administrasi dan pengelolaan keuangan yang tertib.
Ia turut menekankan pentingnya membangun kehidupan spiritual sebagai fondasi penyelenggaraan pendidikan dan dakwah. Salah satu bentuk konkretnya adalah membudayakan shalat lail berjamaah di lingkungan pondok.
Transparansi Keuangan dan Penertiban Aset Lembaga
Sementara itu, Ust. Jabbar Ambo Upa menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan yayasan. Ia menilai keterbukaan administrasi keuangan menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kepercayaan serta mencegah munculnya persoalan internal maupun eksternal.
“Keterbukaan administrasi keuangan menjadi kunci paling kuat untuk mengurangi gonjang-ganjing dan fitnah, baik dari internal maupun eksternal,” ungkapnya.
Selain itu, ia menginstruksikan agar seluruh aset lembaga segera diinventarisasi dan dimasukkan ke dalam data aset Perkumpulan Hidayatullah. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kejelasan administrasi, status, dan pertanggungjawaban aset yang dikelola lembaga.
Penekanan ini mengingatkan kembali tanggung jawab setiap pengelola terhadap amanah yang dipercayakan kepadanya. Rasulullah SAW bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bahasa Arab dan Tahfidz Menjadi Program Prioritas
Pada sesi berikutnya, Ust. Tasrun memberikan penekanan terhadap arah pengembangan pendidikan Pondok Pesantren Hidayatullah Towuti, khususnya melalui penguatan dua program prioritas, yakni Bahasa Arab dan Tahfidz Al-Qur’an.
Ia mendorong pengurus agar mampu menentukan skala prioritas secara terukur apabila kedua program tersebut belum dapat diwujudkan secara optimal dalam waktu bersamaan.
“Jika keduanya dirasa berat perwujudannya secara bersamaan, maka harus ada program prioritas. Target kita adalah menjadi kampus Hidayatullah pertama di Sulsel yang terwujud bahasa Arabnya,” ujarnya.
Arahan tersebut menegaskan pentingnya membangun keunggulan pendidikan pesantren melalui penguasaan Bahasa Arab dan penguatan hafalan Al-Qur’an. Keduanya merupakan kompetensi penting dalam membentuk generasi Muslim yang memiliki kedalaman ilmu dan kedekatan dengan sumber ajaran Islam.
Rasulullah SAW juga menegaskan keutamaan mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an melalui sabdanya:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
Perkuat Sinergi dan Komitmen Pengembangan Pesantren
Rapat gabungan yang berlangsung selama satu hari tersebut menjadi momentum konsolidasi kelembagaan untuk memastikan seluruh unsur yayasan bergerak dalam arah dan tujuan yang sama.
Evaluasi capaian kerja, penertiban administrasi dan keuangan, pengelolaan aset, serta penajaman program pendidikan menjadi bagian penting dari pembahasan strategis dalam forum tersebut.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk mengawal hasil rapat dan menindaklanjuti berbagai arahan yang telah disampaikan. Sinergi antara Pembina, Pengawas, dan Pengurus diharapkan semakin memperkuat tata kelola yayasan serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan dakwah Hidayatullah di Towuti dan Kabupaten Luwu Timur.*/Rilis




