JENEPONTO (HidayatullahSulsel.or.id) – Menyambut Hari Santri Nasional 2026, Pondok Pesantren Auladi Hidayatullah Jeneponto menggelar Rihlah Akbar Santri pada 20–21 Oktober 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi sarana penyegaran sekaligus pembelajaran di luar lingkungan pesantren untuk mempererat ukhuwah dan menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para santri.
Rihlah Akbar tahun ini menghadirkan pengalaman berbeda. Para santri berkesempatan mengunjungi dua destinasi wisata alam di Sulawesi Selatan, yakni Pantai Mandala Ria di Kabupaten Bulukumba dan Permandian Alam Erbol di Kabupaten Bantaeng.
Kedua destinasi tersebut menjadi ruang bagi para santri untuk menikmati keindahan alam sekaligus melakukan tadabbur alam. Mereka diajak menyaksikan secara langsung beragam keindahan ciptaan Allah Swt. dan menjadikannya sebagai sarana untuk merenungi kebesaran-Nya.
Rihlah sebagai Sarana Tadabbur Alam
Bagi santri, perjalanan ini bukan sekadar kesempatan untuk berwisata. Pengalaman menikmati panorama pantai dan suasana alam terbuka juga menjadi bagian dari proses pendidikan yang memperluas wawasan, menumbuhkan rasa syukur, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui tadabbur alam, para santri diharapkan semakin menyadari bahwa keindahan alam merupakan salah satu tanda kebesaran Allah Swt. Kesadaran tersebut perlu tumbuh menjadi sikap nyata, seperti menjaga kebersihan, merawat lingkungan, dan memanfaatkan alam secara bertanggung jawab.
Selain tadabbur alam, Rihlah Akbar juga diisi dengan berbagai permainan edukatif yang mendorong kebersamaan, kekompakan, dan semangat para santri. Kegiatan kultum turut mewarnai perjalanan sebagai sarana menyampaikan nasihat serta memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam.
Perpaduan rekreasi, interaksi sosial, dan pembinaan keagamaan tersebut menjadikan rihlah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Santri tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga belajar membangun kerja sama, menjaga kebersamaan, dan menerapkan adab dalam berbagai situasi.
Mondok Itu Keren, Belajar Tidak Hanya di Kelas
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Auladi Hidayatullah Jeneponto berharap para santri mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendidik. Rihlah menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa kehidupan pesantren tidak hanya diisi dengan kegiatan belajar, menghafal Al-Qur’an, dan mendalami ilmu agama.
Lebih dari itu, pesantren juga memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan keterampilan sosial, memperkuat persaudaraan, dan membentuk karakter melalui pengalaman langsung. Proses pendidikan berlangsung tidak hanya di ruang kelas atau masjid, tetapi juga melalui interaksi, kebersamaan, dan pembelajaran dari lingkungan sekitar.
Semangat “Mondok Itu Keren” tercermin dalam upaya menghadirkan kehidupan pesantren yang mendidik sekaligus menyenangkan. Dengan pengalaman yang beragam, santri diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.
Momentum Hari Santri Nasional 2026 juga menjadi pengingat akan peran strategis santri dalam membangun masa depan bangsa. Bekal ilmu agama, akhlak mulia, dan semangat pengabdian diharapkan menjadi landasan bagi mereka untuk berkontribusi dalam kehidupan masyarakat dan menghadirkan perubahan positif bagi Indonesia.
Selamat Hari Santri Nasional 2026!
“Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas.”
Penulis: Ibaz




