JENEPONTO (HidayatullahSulsel.or.id) — Pondok Tahfizh Cilik Auladi Jeneponto kembali menggelar Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) dengan mengangkat tema “Iman adalah Kunci Menumbuhkan Ketakwaan”, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tahunan yang diikuti santri dari berbagai unit pendidikan tersebut menjadi momentum penguatan keimanan sekaligus pembinaan karakter santri. Dalam tausiyahnya, Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, Al-Ustaz Dr. Muhammad Saleh, S.S., M.I.Kom., mengingatkan pentingnya menjaga iman dalam lingkungan keluarga.
Dr. Muhammad Saleh menegaskan, orang tua memiliki tanggung jawab bukan hanya mendidik anak agar menjadi pribadi saleh dan salehah, tetapi juga terus memperbaiki kualitas iman dan ketakwaan dirinya.
“Keimanan merupakan modal utama untuk meraih keselamatan,” pesan Ustadz Saleh dalam tausiyah Mabit yang dihadiri para santri, orang tua, dan tamu undangan tersebut.
Ia kemudian mengangkat kisah Nabi Nuh AS sebagai pelajaran tentang pentingnya keimanan dalam keluarga. Menurutnya, hubungan nasab tidak dengan sendirinya menjadi jaminan keselamatan apabila tidak disertai keimanan.
Dari kisah tersebut, para orang tua diajak memahami bahwa iman dan amal saleh merupakan fondasi utama keselamatan manusia.
Karena itu, memiliki anak yang saleh dan salehah, terlebih menjadi penghafal Al-Qur’an, merupakan karunia sekaligus modal besar bagi orang tua. Namun, hal tersebut harus diiringi kesungguhan orang tua dalam menjaga iman dan ketakwaan.
Diikuti Santri dari Tiga Unit Pendidikan
Mabit Pondok Tahfizh Cilik Auladi Jeneponto diikuti santri dari tiga unit pendidikan, yakni Unit Siswa Madrasah, Santri Tahfizh Cilik, dan Santri Pendidikan Takhassus Murabbiyah (PTM).
Selain sebagai sarana pembinaan iman dan ketakwaan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi santri untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di pondok.
Rangkaian Mabit dimulai pada siang hari dan dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Auladi Hidayatullah Jeneponto, Ustaz Armin, S.H.I.
Usai salat Asar, kegiatan dilanjutkan dengan Cerdas Cermat Qur’an. Para santri berkompetisi dengan materi seputar ilmu tajwid, khususnya yang berkaitan dengan Matan Al-Jazariyah.
Cerdas Cermat Qur’an tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman santri terhadap ilmu Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an.
Santri Tampilkan Nasyid hingga Parade Al-Qur’an
Memasuki malam hari, kegiatan Mabit dilanjutkan dengan berbagai persembahan santri putra dan putri di hadapan para orang tua dan tamu undangan.
Sejumlah penampilan disuguhkan, antara lain nasyid, parade Al-Qur’an, pembacaan hadis, tilawah Al-Qur’an, puisi, dan antraksi Pandu Hidayatullah.
Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan dalam rangkaian Mabit, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi bagi santri untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas yang mereka kembangkan selama mengikuti proses pendidikan di Pondok Auladi Hidayatullah Jeneponto.
Melalui Mabit, Pondok Tahfizh Cilik Auladi Jeneponto terus memperkuat pembinaan santri agar memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an, akhlak mulia, keimanan yang kokoh, serta kemampuan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ikhtiar bersama antara pondok dan orang tua dalam membentuk generasi saleh dan salehah dengan iman sebagai fondasi dan ketakwaan sebagai tujuan.*/Bsr




