Oleh: Ust Drs Nasri Bukhari MPd, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel
HidayatullahSulsel.com — Sungguh manusia itu sangat teristimewakan kedudukan bagi Allah di permukaan bumi ini. Dia sebagai makhluk sebaik-baik penciptaanNya (ahsanu taqwiin), dia pula diberi akal untuk ‘bebas’ memilih jalan hidup.
Eksistensi akal pada manusia menjadi pembeda (furqan) dengan makhluk lain. Sekalipun beberapa makhluk lain, seperti binatang tertentu memiliki kecerdasan lebih, tapi tetaplah dengan kecerdasannya manusia lebih tinggi kedudukannya dari makhluk hidup lainnya
Manusia diberi ilham, yakni berupa bisikan dari pengetahuan yang dimiliki yang dengannya bisa menentukan pilihan jalan hidup, antara kedurhakaan dan ketaqwaan “maka Dia (Allah) mengilhamkan kepadanya jalan kedurhakaan dan ketaqwaan” (QS.91;8).
Dengan ilham tersebut menjadikan manusia berada di dua pilihan, yang membebaskannya untuk memilih sesuai kondisi spritualitas dan keyakinan yang dimilikinya.
Ketika imannya baik dan stabil, dia mampu memilih jalan yang baik. Sebaliknya di saat iman goyah dan tipis membuat seseorang gamang dan dia akan memilih jalan kedurhakaan yang berakibatkan pada kerusakan dan kerugian pada diri sendiri
Sehingga terdapat hubungan sebab akibat dalam setiap keputusan terhadap pilihan suatu jalan kehidupan. Dimana setiap pilihan memiliki akibat dan juga resiko masing-masing.
Di sinilah fungsionalisasinya alat deteksi dini seseorang, apakah kepada kecendrungan ketaqwaan ataukah kepada kecendrungan kedurhakaan dalam dirinya.
Kecenderungan itu akan mengarahkan pada konsekuensi logis pilihan antara beruntung atau merugi. Ketika seseorang mengikuti jalan ketakwaan maka dia beruntung, memilih jalan kedurhakaan maka dia merugi (QS.91;9-10)
Jalan Hidup
Hidup ini hanya sekali, karena hanya sekali maka harus dipenuhi dengan kehidupan berkualitas dan bermakna agar senantiasa beruntung dalam kesempatan hidup yang terbatas ini.
Kehidupan juga adalah sebuah perjalanan menuju titik akhir kehidupan, sebagai fitrah dari sebuah kehidupan yang memiliki keterbatasan ruang dan waktu.
Pemahaman bebas pilih yang tidak benar tentang arti kehidupan membuat manusia memanfaatkan semaksimal mungkin kesempatan hidup ini untuk dinikmati tanpa memperdulikan keteraturan dan keseimbangan.
Jadilah manusia itu bebas memilih berbuat apa saja sekehendaknya, sekalipun harus bertarung hingga mencelakakan dirinya atau pun orang lain.
Tentang hal tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam bersabda; “Setiap hari semua orang melanjutkan perjalanan hidupnya, keluar mempertaruhkan dirinya, ada yang membebaskan dirinya dan ada pula yang mencelakakannya!” (Hadits Riwayat Imam Muslim)
Tujuan Hidup
Kegamangan manusia dalam memilih jalan menyebabkan dia berada di persimpangan yang mengbingunkan.
Dalam posisi tersebut ketika yang datang adalah bimbingan dan hidayah akan menuntunkan jalan hidup ke arah yang benar.
Namun ketika yang mendatangi alam bawa sadarnya adalah jalan hidup yang salah maka dia akan terjerumus ke jalan yang salah juga.
Disinilah pentingnya sebuah tujuan hidup yang jelas dan benar, serta petunjuk jalan menuju ke jalan hidup yang benar.
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.” (Al-Qur’an, 7:172)
Berdasarkan ayat teraebut sangat jelas bahwa saat Allah ta’ala menciptakan jiwa semua manusia, maka pertama yang dilakukan adalah mengambil sumpah semua manusia dengan pertanyaan penting tentang hakikat penciptaan dirinya.
Manusia pun bersaksi tentang Ketuhanan-Nya. Sumpah ini fakta yang menunjukkan bahwa semua manusia disadarkan akan fakta bahwa Allah ta’ala adalah Tuhan mereka.
Ayat ini mengingatkan kepada manusia yang terlahir ke bumi bahwa dia membawa sumpah yang berisi tentang tujuan utama keberadaan manusia yaitu mengenal Tuhan atau mengakui eksistensi Tuhan.
Tujuan utama keberadaan manusia, yang juga bermakna tujuan utama hidup manusia adalah ber-Tuhan.
Setelah memahami tujuan hakiki manusia, akan tergambar pula dengan jelas jalan benar mencapai tujuan.Jalan yang benar akan menjadi petunjuk arah ketercapain tujuan yang benar.
Allah ta’ala berfirman dalam QS.Yusf;108 “Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.”
Ibnu Katsir mengatakan “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada Rasul-Nya untuk menyampaikan kepada manusia dan jin bahwa inilah jalan agamaku dan sunnahku, yaitu menyeru kepada persaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku menyeru kepada Allah dengan hujah yang nyata, keyakinan dan bukti akan kebenaran seruan ini. Seruan ini dilakukan pula oleh semua orang yang mengikuti jalanku atas dasar hujah yang nyata dan bukti yang jelas menurut rasio dan syara’ “.
Jalaluddin as-Suyuthi dalam Tafsir Jalalain mengatakan bahwa “pengertian jalan di sini dijelaskan oleh firman berikutnya, yaitu:
(aku mengajak kepada) agama (Allah dengan hujah yang nyata) hujah yang jelas lagi gamblang (yaitu aku dan orang-orang yang mengikutiku) orang-orang yang beriman kepadaku.
Dengan demikian jelaslah bahwa seseorang itu hidup dengan tujuan yang jelas dan jalan yang benar. Dan hdup benar ketika sesuai dengan tujuan.
Sehingga maksud bahwa Allah menciptakan manusia dengan tujuan yang jelas. “Apakah kamu mengira bahwa Kami telah menciptakan kamu dalam permainan (tanpa tujuan) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al-Quran 23:115)
Bukti nyata lebih kongkrit bahwa setelah manusia membuat ikrar perjanjian kelahirnya untuk BerTuhan.
Konsekuensi logis selanjutnya adalah bahwa dalam semua aktivitas kehidupannya hanya memilih satu pillihan tujuan hidup di muka bumi yakni menjadi penyembah Allah. “Aku telah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (Al-Qur’an, 51:56)
Walla Alam bishshawaf.(*)
Hidup Adalah Pilihan
Tausiyah Ketua DMW Sultra di Hidayatullah Parepare, Kematian Kewenangan Allah
PAREPARE, HidayatullahSulsel. com — Selasa adalah hari istimewa bagi Muslimat Hidayatullah Parepare, sebagai hari halaqah setiap pekan.
Halaqah untuk menghidupkan suasana majelis ilmu, setelah Dzuhur dimulai dengan halaqah Qur’an khusus memperbaiki bacaan al-Qur’an, setelah Ashar lanjut untuk halaqah kader mushida.
Dalam lingkup Hidayatullah, sudah menjadi kultur tatkala kedatangan tamu kader-kader senior dari luar daerah, maka sudah sepatutnya menyiapkan forum untuk berbagi spirit.
Bertepatan pada Selasa (7/2/2023), Kampus Madya Hidayatullah Kota Parepare kedatangan tamu. Sehingga Muslimat Hidayatullah pada akhirnya memutuskan untuk halaqah gabungan bersama santri Putri SMP dan SMA Hidayatullah Parepare selepas Ashar berkumpul untuk mendengarkan tausiyah dari ustadz Ahmad MS.
Dihadapan puluhan jamaah, Ketua Dewan Murobbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Sulawesi Tenggara ini banyak mengingatkan hal-hal yang berkaitan pemutus kenikmatan dunia yaitu kematian.
“Hidup di dunia hanyalah sebentar. Kenikmatan dunia ini sementara dan selalu berubah. Begitu fananya dunia ini, kita bisa mengiqra’ ketika terjadinya bencana, berubahnya pemangunan sekitar, terjadinya proses pembusukan pada buah-buahan atau lainnya, serta adanya peradaban masa lalu, dan lain-lain. Semuanya terbilang sesaat,” terangnya
“Apabila Allah berkehendak maka dalam hitungan detik saja, gedung-gedung yang kokoh bisa hancur berkeping. Musibah bisa terjadi kapan dan dimana saja, baik di udara, di laut, di darat. Kematian bisa terjadi seketika, dan kita sebagai makhluk tidak mengetahui akan berakhir dimana,” lanjut kader yang sudah bertugas di berbagai wilayah.
Selama kajian berlangsung sesekali ia menunjukkan lewat rekaman video, berbagai macam bencana baik dalam negeri maupun luar negeri, hatta bencana yang terjadi di negara yang terkenal memiliki tekhnologi canggih dalam antisipasi bencana sekalipun, seperti Jepang.
“Allah Ta’ala akan menujukkan ke-Maha Besaran-Nya, sehebat dan secanggih apapun tekhnologi buata manusia dalam menanggulangi bencana. Tidak ada yang mampu menahan Kehedak-Nya. Baik itu dari Ancaman Eksternal dan internal dari dalam tubuh itu sendiri.
Maka, urainya, sudah menjadi sunnatullah bahwa detik demi detik semakin mengantarkan pada titik kematian yang sudah menjadi kewenangan penuh dari Allah Ta’ala, maka sudah sepatutnyalah memperbanyak amal sholeh hari ini yang kelak menjadi harapan terbaik penolong di akhirat,” pesannya. (Sahlah al-Ghumaishaa’)
Mushalla Pondok Tahfizh Uraso Berlantaikan Papan. BMH Lutra Buka Donasi Pembangunan Mushallah
LUTRA, HidayatullahSulsel.com –– Gerai Baitul Mal Hidayatullah (BMH) Luwu Utara menawarkan program donasi bagi pembangunan masjid Pondok Pesantren Tahfizh Hidayatullah Uraso Kecamatan Mappideceng, Luwu Utara.
“Program donasi ini untuk memenuhi kebutuhan anggaran pembangunan masjid sekitar Rp 500 juta,” jelas Ketua LAZ BMH Gerai Luwu Utara ust Syukron Amin di Lutra, Selasa (7/2/2023).
Saat ini santri Pondok Tahfidz Hidayatullah Uraso masih menggunakan mushallah dengan lantai dari papan kayu. Mushallah selain untuk ibadah shalat dan mengaji juga digunakan untuk kegiatan belajar dan mengajar.
Ketua DPD Hidayatullah Kab Luwu Utara, Ust Abd Wahab mengharapkan doa dan dukungan masyarakat serta berterima kasih atas keterlibatan penuh BMH Lutra untuk rencana pembangunan masjid tersebut.
“Kehadiran Gerai BMH di Luwu Utara sangat diharapkan untuk berkontribusi untuk pembangunan masjid Tahfidz ini bisa terwujud,” ujarnya.
BMH Lutra juga menawarkan program Beasiswa Tahfidz. “Kami mengajak kaum muslimin dan muslimat yang ingin membantu menghubungi ust Syukron Amin di 081336651815,” tambah Ust Abd Wahab.
*) Donasi program pembangunan masjid dan beasiswa tahfizh melalui BRI Masamba nomor rek 064101026423503 An Yayasan Al Hijrah Hidayatullah Masamba dan Bank Sulselbar Masamba
No 5202610000044633 Yayasan Al Hijrah Hidayatullah Masamba atau A.n Baitul Maal Hidayatullah
Bank Syariah Indonesia No rek 1000258222. Konfirmasi 08590652314
Rapat Pleno DPW Hidayatullah Sulsel Bersama DMW. Evaluasi Kinerja dan Transformasi Jatidiri
MAKASSAR, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan mengadakan rapat pleno Februari di kantor DPW, BTP Tamalanrea, Makassar, Selasa 16 Rajab 1444 H (7/2/2023) .
Rapat dihadiri seluruh pengurus DPW Hidayatullah Sulsel, dipimpin langsung Ketua DPW Ust Drs Nasri Bohari MPd juga dibersamai Ketua Dewan Murobbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Sulsel KH Abdul Majid MA.
Rapat pleno tersebut, jelas Sekretaris DPW Ust Sumariadi untuk membahas implementasi program kerja DPW Hidayatullah Sulsel 2023 hasil Rakerwil bulan lalu di Luwu Timur.

“Sekaligus untuk memberikan contoh yang baik kepada DPD-DPD agar serius dalam bermusyawarah dan optimalisasi pendampingan di DPD-DPD melalui analisis dan kajian terhadap problematika dan dinamika yang terjadi,” jelasnya.
Sedangkan kehadiran Ketua DMW dalam rapat tersebut, tambahnya, untuk memastikan optimalnya transformasi jatidiri Hidayatullah kepada para pengurus.
Ust Nasri menyampaikan 2023 adalah tahun pertengahan periode kepengurusan DPW Hidayatullah Sulsel periode ini, maka perlu mengidentifikasi mencapaian kinerja.
“Maka dari itu, pengurus perlu memperhatikan beberapa hal, mulai dari program kerja harus ditingkatkan dengan mengacu pada hasil asesmen DPP. Kedua, pengurus mengusahakan diri untuk berkantor dan saling mendoakan, terutama kepada pemimpin dan yang dipimpin (tim),” urainya.
Sementara itu, KH Abdul Majid mereview taujih Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad tentang Al-Qur’an pada Rakernas Dewan Murobbi Tahun 2023 di menara Al-Qur’an, Solo.
“Kita perlu dekat dengan Al-Qur’an karena Al-Qur’an adalah mukjizat. Kader yang terlibat dalam kepengurusan perlu untuk menonjolkan sikap al-wala wal bara, tambahnya.(sumariadi)
Ketua DPD Pangkep Bahas SW dan Jatidiri Hidayatullah di Masjid Siti Halijah Maros
MAROS, HidayatullahSulsel.com — Ketua DPD Hidayatullah Pangkep Ust Karding mengulas urgensi manhaj sistimatika wahyu dan jati diri Hidayatullah pada tausiah ba’da Dhuhur di Masjid Andi St Halijah Pondok Tahfidz Darul Hijrah Tanralili Kab Maros, Rabu (1/2/2023).
Ust Karding juga merupakan Ketua Yayasan Insan Kamil kampus Hidayatullah Balloci Pangkep.
Ust Karding menguraikan penting membaca dan sangat sejalan dengan manhaj Sistimatika Wahyu (SW) Hidayatullah pada surah Al Alaq ayat 1-5.
Ia juga memberikan motivasi kepada santri dan jamaah pentingnya memahami jatidiri Hidayatullah sebagai seorang kader Hidayatullah.
Kepala Departemen Tarbiyah DPD Hidayatullah Maros ust Abd Karim menjelaskan setiap ada pengurus Hidayatullah yang berkunjung ke pondok ini akan diberi kesempatan untuk memberikan motivasi kepada santri dan jamaah.(*)
*) Program wakaf untuk masjid pondok Tahfidz mulai Rp.50.000, Rp.500.000, Rp.1.000.000 dan Rp.5.000.000. Bagi yang ingin berwakaf dalam pembangun masjid bisa menghubungi : ust Muhammad Kaisar 081342563546 Mengirim ke Rek Bank BRI Tanralili 497001020065532 an/DPD Hidayatullah Maros atau bisa datang langsung ke alamat : Dusun Baku Desa Lekoancing Kecamatan Tanralili Kab Maros
Mau Tambah Kuat? Amalkan ini
Oleh: Ust Nasri Bukhari MPd, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel
HidayatullahSulsel.com — Sering kali manusia itu aneh-aneh keinginannya. Sudah kuat dia, eeh masih mau bertambah kuat lagi. Itu karena Allah memberikannya potensi kekhalifaan untuk menjadi pemimpin bumi yang tumbuh, maju menjadi lebih terbaik, paling sukses, bahkan paling kuat.
Sebagai Sang Maha Pencipta, tentulah Allah ta’ala memahami betul akan kebutuhan hambanya untuk menjadi manusia atau orang terbaik dalam karya dan prestasi hidupnya (ahsanu amala).
Resep utama, mudah dan efektif menjadi orang terbaik, kuat bahkan lebih kuat kepribadiannya adalah sebagaimana firman Allah
“Wahai kaumku, beristighfarlah kepada Tuhanmu kemudian Bertaubatlah kepadaNya, niscaya Ia akan menurunkan hujan lebat kepada kalian dan akan menambah Kekuatan kalian, dan janganlah kalian berpaling dengan berbuat dosa”. (Q.S Huud: 52).
Rupanya rahasia istighfar sangat dahsyad sebagai sesuatu yang kuat dan menguatkan. Istighfar juga adalah problem solving terbaik dari segala kerumitan hidup dan kelapangan hati.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri menguraikan begitu dahsyadnya efek dan manfaat dari istighfar, Sebagaimana sabdanya, “Barangsiapa senantiasa beristighfar, niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya kelapangan dan untuk setiap kesempitannya jalan keluar, dan akan diberi-Nya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (HR. Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan Hakim)
Dengan istighfar menjadikan semua permasalah dapat terselesaikan dengan mudah, semua kesulitan jadi termudahkan penyelesaiannya. Bahkan Allah mengkaruniai baginya rezeki yang tak terduga dan tak disangka-sangka, Rasulullah bersabda
“مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مَنْ كُلِّ هَم فَرَجًا، وَمَنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”.
Barang siapa yang tetap melakukan istigfar, Allah menjadikan baginya kemudahan dari setiap kesulitan dan dari setiap kesempitan jalan keluarnya, serta Allah memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duganya.
Kekuatan yang dimiliki dari seorang yang gemar beristighfar adalah selalu terbuka ruang untuknya untuk terampuni dosanya. Segala permasalahannya walaupun setinggi langit, selama nyawa belum sampai ketenggorokan, akan terselesaikan dengan baik.
Dalam hadits Tirmidzi No.3540 juga disebutkan bahwa Anas bin Malik menceritakan “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah ta’ala berfirman dalam haditsnya:
“Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap kepada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku peduilkan. Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikitpun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-mu dengan ampunan sepenuh bumi pula”.(HR Tirmidzi No.3540)
MasyaAllah, begitu luar biasanya ganjaran dan fasilitas bagi yang beristighfar, sampai Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Pemurah akan mendatangi langsung hambanya yang senantiasa beristighfar.
Waktu Terbaik Meraih Kekuatan
Terdapat waktu terbaik untuk meraih kekuatan spritual dari Allah ketika hambanya memperbanyak beristighfar. Uniknya, waktu itu adalah saat yang paling nikmat untuk istirahat, terlelap tidur, yakni waktu sahur atau menjelang terbit fajar.
Dan eksistensinya waktu ini akan dikejar dan disergap oleh hanya orang yang memiliki komitmen kesadaran untuk menjadi manusia yang meraih dan memiliki kekuatan terbaik. Manusia pun dengan kesabaran, dan ketekunan ibadahnya menjadikan dirinya selalu bersama Allah (QS.2;153)
Terdapat kekuatan besar yang diraih bagi orang yang beriman manakala dia sabar, tekun beribaidah, dermawan dan istighfar. Dan istighfar yang paling dahsyat adalah saat fajar atau sahur.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali ‘Imran Ayat 17 “(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar.”
Sahur adalah waktu terbaik untuk taqarrub ilallah (mendekarkan diri pada Allah) dengan shalat, dzikir atau beristighfar. Dalam kebeningan hati dan pikiran, serta keheningan akhir malam adalah momen terbaik meraih petunjuk dan solusi dr permasalahan hidup.
Dengan istighfar diwaktu sahur, disamping istighfar sendiri dapat kekuatan hakiki dari Allah, juga momentum sahur sendiri adalah saat terbaik untuk dzikir, sholat, baca Quran dan istighfar pada Allah.(QS.73;1-8)
Tersinergilah dua kekuatan dahsyad antara istighfar dan waktu sahur sebagai sesuatu modal membentuk kekuatan karakter muslim yang kuat dan menguatkan.
Perbanyaklah amalan istighfar, niscaya kekuatan iman telah ada dalam diri akan semakin terkuatkan dengan memperbanyak istighfar.
Wallahu A’lam bishshowaf.(*)
Maret, Hidayatullah Balocci Tuan Rumah Rapat Koordinasi FKPP Pangkep
PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Ketua Yayasan Dinul Kamil Al-Muhajirin Boarding School Pesantren Hidayatullah Pangkep, Ustadz Karding, turut serta menghadiri Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pondok Pesantren (Rakor FKPP) se-kabupaten Pangkep di Rumah Apung Male’leng Pangkep, Senin, (6/02/2023).
Pesantren Hidayatullah Pangkep salah satu anggota FKPP yang secara aktif mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) rutin diadakan sekali dalam 1 bulan.
Pada pertemuan tersebut dihadiri oleh Bupati Pangkep, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Pangkep, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Pangkep, Kepala Seksi PD.Pontren Kemenag Pangkep, Pimpinan Pontren se-Kabupaten Pangkep dan Pengurus FKPP Kabupaten Pangkep.

Pada kegiatan tersebut dibahas jenis bantuan untuk Pontren tahun anggaran 2023, dana Bansos untuk masjid pondok pesantren dan PERDA Pondok Pesantren.
Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren se-Pangkep, KH M Nazwarulhaq MM, mengatakan, rakor FKPP Pangkep selanjutnya untuk bulan Maret akan dilaksanakan di Ponpes Hidayatullah Balloci Pangkep.
“Kami izin Pondok Pesantren Hidayatullah rapat di sini dulu, Insya Allah bulan depan baru kita ke Hidayatullah,” ujarnya.
Karding menyatakan, Pesantren Hidayatullah Pangkep sebenarnya sudah siap menjadi tuan rumah Rapat Rutin FKPP se Pangkep untuk menjalin sinergitas bersama seluru pondok pesantren dan pemeritah daerah.
Pada kesempatan yang sama, hadir pula sebagai pembicara Kakan Kemenag Pangkep H Muhammad Nur Halik. Ia menjelaskan Kementerian Agama melihat pondok pesantren sesuatu yang tidak boleh hilang di Republik Indonesia ini.
Karena yang memerdekakan negeri ini adalah para kyai dan ulama. Yang teriakan takbirbya sehingga rakyat bisa menikmati kemerdekaan.
“Kami sangat berharap 14 pondok pesantren yang ada ini dan sudah mendapatkan izin operasional. Bisa berkiprah dengan bagus ” elasnya.
Beberapa hasil yang dicapai dari rakor tersebut di antaranya membudayakan setiap pondok ada pengajian kitab kuning di malam Jumat dan berbahasa Arab untuk semakin menguatkan citra ponpes yang identik dengan kemampuan berbahasa asing, dan menjaga pondok dari pengaruh radikalisme. (Abu Wildan)
Hadirnya kembali Masjid di Desa Issong Kalua Toraja Utara. Butuh Dukungan Selesaikan Pembangunan
HidayatullahSulsel.com — Inilah sekelumit cerita keberadaan warga beragama Islam di Desa Issong Kalua Kecamatan Buntao’ Toraja Utara. Kanan adalah nama kampung bagian selatan Desa Issong Kalua, di sini di sebuah lembah didirikan sebuah masjid oleh penduduk yang mayoritas muallaf.
Pembangunan masjid tersebut berkat motivasi dari seorang guru bernama Nek Turri’ dan Nek Sodang karena kearifan dan kepiawaian mereka dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat yang rata-rata menganut kepercayaan animisme (aluk todolo) secara turun temurun.
Dari tahun ke tahun Nek Turri’ dan Nek Sodang berhasil memikat hati banyak orang. Apa lagi setelah anak laki-laki dari Nek Turri bernama Tammu melanjutkan pendidikannya di PGA empat tahun di Sangalla.’

Setelah Nek Turri meninggal maka pembinaan umat Islam dilanjutkan oleh putranya tersebut.
Seiring berjalannya waktu ummat Islam bertambah, pengajian dasar dan lanjutan sore dan subuh semakin ramai.
Para guru PGAN Sangalla’ sering melakukan safari Ramadhan Semangat dan syiar Islam saat itu semakin bersinar.
Pada suatu musim sekitar tahun 1979 badai topan melanda, tidak jauh dari masjid ada pohon beringin tumbang hingga mengenai masjid hingga roboh.
Seiring robohnya masjid masyarakat berusaha mendirikan lagi namun pemilik tanah tidak lagi mengizinkan lahannya ditempati membangun masjid.
Sehingga kemudian masjid dibangun kembali secara darurat sekitar 100 meter dari lokasi semula tetapi hanya bertahan kurang lebih 3 tahun si pemilik tanah menarik tanahnya kembali.
Mulai saat itu warga beragama Islam tidakk lagi memiliki masjid untuk beribadah.
Dari tahun ke tahun warga beragama Islam satu per satu kembali murtad, karena kecewa dan putus asa. Secara drastis kegiatan ibadah seperti shalat berjama’ah, pengajian tidak terlaksana.
Sementara untuk shalat Jum’at masyararat harus memempuh jarak 10 km berjalan kaki ke Masjid Kampung to’Pondan.
Pak Tammu satu-satunya harapan warga Islam. Kemudian terjadilah
Skenario dahsyat dari yang maha kuasa.
Suatu ketika salah seorang ponakan dari seorang ibu PNS di Palopo warga asli Desa Issong, Hj Rosdiana, memberi sugesti “Ibu di kampung kita masih ada kurang lebih 10 keluarga yang beragama Islam tapi tidak ada Masjid disana,” bisiknya.
Entah kenapa, tutur Rosdiana, setelah mendengar seakan tersadar dari mimpi, “Hatiku berkata ya Allah …inikah pertanda jawababan atas do’a ku, selama ini ingin membangun sebuah masjid/ musallah tapi nda tahu dimana,” ujarnya,
Hari itu juga Rossiana bertanya kepada kakak tertuaku, adakah tanah yg bisa ditempati membangun masjid di sekitar rumah tongkonan adat To’Barana’.
Kata kakaknya adatapi harus melalui prosedure, yaitu izin dari semua rumpun, dari warga sekitar, ketua adat dan pemerintah setempat.
Alhamdulillah tidak cukup dua minggu, surat tanda waqaf dari para ketua rumpun, surat izin dari pemerintah dan ketua adat, dan surat persetujuan dari warga sekita selesai dan minggu keempat tepatnya 28 Oktober 2021 dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan masjid,
Kegiatan tersebut dihadiri Bimas Islam dari kementrian Agama Toraja Utara, KUA pemerintah dan tokoh adat setempat.
“Pembangunan Masjid yang kami lakukan tidak membebani masyarakat khususnya umat Islam setempat karena kami sadar akan keterbatasan ekonomi dan ilmu agama mereka,” jelas Rosdiana.
Alhamdulillah ia mengaku, respon masyarakat terkait pembangunan masjid sangat positif tidak hanya dari masyarakat Muslim tetapi juga dari non muslim utamanya yang sempat murtad dengan alasan tidak ada masjid.
terbukti ketika ada pekerjaan yang membutuhkan banyak tenaga mereka berdatangan membantu tanpa pamri, berhubung lokasi pembangunan masjid kemiringan tanahnya 50% maka harus diratakan dengan exa, tapi skrg pembangunan sudah berjalan 60 %?
“Karena keterbatasan dana maka tentu kami sangat membutuhkan dukungan dari para dermawan pemerhati Masjid. Terlebih krn RAB yang kami rancang dari awal membengkak akibat harga semua material mengalami kenaikan harga sekitar 20%,” harapnya.(*)
Bupati Luwu Pastikan Semua Pesantren Terima Pendanaan Pemkab
LUWU, HidayatullahSulsel.com — Sebanyak 17 pimpinan pondok pesantren se-Kab Luwu diterima di Ruang Pertemuan Kantor Bupati Luwu, Senin (6/2/2023).
Didampingi oleh Kasi Pendis Kemenag Luwu, H Fakhruddin Umar MSi para pimpinan pondok pesantren menyampaikan aspirasi terkait dengan Pendanaan Pondok Pesantren sebagaimana yang tertuang dalam Perpres No. 82 tahun 2021.
Pertemuan diterima langsung oleh Bupati Luwu, DR H Basmin Mattayang ini berlangsung cukup hangat, diselingi dengan canda tawa yang menunjukkan tak ada sekat antara pemda dengan pesantren.

Dalam aspirasinya, pihak pesantren yang diwakili oleh Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Luwu Drs Pahruddin MPd menyampaikan keinginan para pimpinan ponpes yang berharap agar pihak Pemda Luwu bersedia mengalokasikan dana APBD untuk pembangunan asrama dan Bantuan Operasional Pesantren.
Menanggapi hal tersebut, Bupati langsung menghadirkan Asisten 1 bidang Kesra dan Asisten 2 bidang Pembangunan.
Dalam penyampaiannya, Basmin sangat mengapresiasi adanya pertemuan seperti ini. Bahwa pemda dan pesantren bisa bersinergi dalam mencerdaskan anak-anak dan masyarakat Luwu pada umumnya.

Ia berharap agar pihak pesantren bisa lebih menampakkan diri di masyarakat dengan menghasilkan output yang berkualitas dan bisa berguna di tengah-tengah masyarakat.
“Santri dan alumni pesantren harus tampil di masyarakat memberikan pencerahan
dan pengajaran Al-Qur’an. Luwu ini dikenal sebagai daerah yang religius. Kami sudah menggalakkan Gerakan sejuta Qur’an, saya tidak mau ada 1 rumah muslim, yang tdk punya Qur’an, ” katanya.
Ia juga berjanji akan mengupayakan di 2024, semua pondok pesantren akan dibantu secara bertahap.
“Di 2023 ini, Pesantren Salubanga sudah kami bantu. insya Allah di 2024 yang lain juga akan dibantu, tapi secara bertahap,” janjinya.
Bupati tak lupa mengingatkan agar semua persyaratan untuk mendapatkan bantuan dipenuhi, utamanya Izin Operasional Pondok Pesantren dan sertakan master plan kebutuhan pondok seperti RKB atau asrama.
Di akhir pertemuan, Bupati Luwu berkenan menyerahkan langsung Piagam Izin Operasional kepada para pimpinan pondok pesantren.
Pimpinan Ponpes Hidayatullah Belopa Ust Hamzah Sulthan yang juga sekaligus Ketua DPD Hidayatullah Luwu sangat antusias menyambut pernyataan dari Bupati Luwu.
“Sejalan dengan program kerja Hidayatullah Luwu, kita akan menjawab tantangan ini dan bersinergi dengan Pemkab Luwu untuk menghadirkan Rumah Qur’an di sejumlah daerah di Kabupaten Luwu.” harapnya. (hbs)
*) Bantu penyelesaian Asrama Tahfidz Hidayatullah Belopa dengan berdonasi ke :
Rekening
Bank BRI No. Rek : 499101013562535 a.n: Yayasan Al Jihad Hidayatullah Belopa
Bank BSI No. Rek : 454-555-555-2
a.n: Pesantren Hidayatullah Belopa
Bank Sulselbar No. Rek : 092-202-000004492-7 a.n: Pesantren Hidayatullah Belopa
INFO & DONASI
WA / Telpon 0852-3127-5664 / Ust. Hamzah Sulthan
Wadir II Poltekes Kemenkes Makassar Serahkan Rumahnya untuk Rumah Tahfidzul Qur’an
MAKASSAR, HidayatullahSulsel.com — Dewan pengurus daerah Hidayatullah Makassar melakukan silaturahim di kediaman Wakil Direktur II Poltekes Kemenkes Makassar. Ahad (5/2/2023).
Dalam kunjungannya Ketua DPD Hidayatullah Makassar, ustadz Dr Nasrullah Sapa Lc MM menyampaikan tujuan silaturahim untuk menawarkan kerjasama dengan Hairuddin Hady SSos MKes dalam pengembangan rumah tahfidz sebagai gerakan dakwah.
Turut hadir pula dalam kunjungan ini Bendahara DPD -lZulfikar SH dan Muh Firdaus Umar SH Kadep Dakwah dan Sosial.
Hairuddin Hady sangat meyambut baik kunjungan ini, apalagi meyangkut program Rumah Tahfidz
“Sudah sejak lama saya menunggu program seperti ini dan kami telah meniatkan rumah yang kami bangun tepat disamping rumah tempat tinggal kami ini untuk dijadikan tempat menghafal quran agar menjadi infvestasi akhirat kami sekeluarga,” ujarnya.
Ustadz Firdaus menyampaikan bahwa hal ini merupakan langkah awal untuk merealisasikan Rumah Tahfidz di bawah pengelolaan DPD Hidayatullah Makassar pada tahun ini.(edy q)












