Beranda blog Halaman 76

Ust Ramadhan dari Malinau Hijrah ke Hidayatullah Pangkep

0

• Jejak Dakwah dan Tarbiyah di Hidayatullah Pangkep (2)

HidayatullahSulsel.com — Pada Selasa 7 Februari 2023, saya Ramadhan bersama keluarga kecil tercinta berangkat dari Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara) menuju Sulawesi Selatan dengan tujuan hijrah ke Hidayatullah Pangkep.

Jauh hari sebelum berangkat hijrah ke Hidayatullah Pangkep, saya dan istri sudah berfikir lebih matang untuk berhijrah.

Sebelum beranjak ke Pangkep, saya minta nasehat kepada salah seorang ustadz yang biasa disapa Pak Aris, beliau merupakan pribadi yang disiplin, teguh pendirian dan taat pada agama.

Sekitar 3 hari sebelum berangkat, setelah saya minta nasehat dari pak Aris, beliau berpesan “Pahami orang lain, jangan minta dipahami orang lain, agar kita teguh pendirian, tidak mudah goyah dan harus atas landasan Lillah.”

Nasehat ini merupakan bekal buat saya agar tidak mudah goyah, karena fitrahnya manusia itu butuh nutrisi rohani berupa nasehat dari siapa saja, agar tetap berjalan sesuai titah yang Allah tetapkan.

Suka-duka perjalanan yang kami lalui, ada perasaan was-was, sebab kami pergi dengan mujahid kami yang masih bayi baru berusia 1 bulan.

Selama perjalanan, kami hanya berpasrah kepada Allah atas hidup dan mati, sebab kita tidak tahu kapan dan di mana Allah ta’ala memanggil untuk menghadap-Nya dan bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan selama hidup ini.

Dengan pertolongan-Nya, perjalanan kami dimudahkan, banyak orang yang kami tidak kenal begitu antusias membantu kami mengangkat barang kami ketika naik turun kendaraan.

Seorang kakek berusia sekitar 50 an ke atas, beliau asal suku Dayak, menghampiri saya seraya mengajak mengobrol ringan. Beliau merupakan orang tua yang memiliki jiwa sosial yang tinggi, saya amati dari cara pendekatan beliau yang kemudian langsung mengajak ngobrol.

Dalam mengobrol singkat itu, satu pesan beliau yang membuat saya begitu kagum padanya. “Nak, jika ada manusia yang membutuhkan pertolongan, maka tolonglah. Tidak harus manusia itu dari golongan yang satu suku atau satu ras dengan kita, siapapun harus kita memberikan pertolongan”

Ia membantu kami kengangkat tas besar dan kecil naik-turun kendaraan. Saya terharu dengan bantuannya, hanya bisa mengucapkan terimakasih dan berdoa. Semoga ia sehat dan murah rezeki serta dikelilingi oleh orang-orang baik.

Perjalanan dari Kaltara, menuju Sulawesi Selatan (Pangkep) membutuhkan waktu yang cukup lama. Dari Malinau Kaltara, harus menempuh 7 jam perjalanan darat hingga ke perbatasan Malaysia-Indonesia (sungai ular) , kemudian naik spead boad menuju Nunukan yang juga daerah perbatasan, lanjut naik fery ke Parepare Sulsel membutuhkan waktu 2 malam 1 hari. Dan lanjut lagi menuju Pangkep, kurang lebih 2 jam perjalanan darat.

Dengan rasa syukur kepada Allah SWT, atas berkat dan pertolongan-Nya kami sampai di Sulawesi Selatan, Pangkep tepatnya pada Jumat 10 Februari 2023 jam 11:30 dan langsung sholat Jum’at di Pangkep, Balocci.

Kami, disambut oleh Ketua DPD Pangkep ustadz Karding dengan penuh semangat bersama jajaran pengurus Hidayatullah Pangkep.

Alhamdulillah, Ustadz Karding selalu memberikan penguatan untuk terus hidup di barisan pejuang, semoga Istiqomah hingga akhir penutup usia kami.

Sekilas Hidayatullah Pangkep

Hidayatullah Pangkep merupakan salah satu cabang Hidayatullah di Sulawesi Selatan, dirintis oleh ustadz Karding SSos pada akhir 2018.

Akses menuju pondok pesantren Hidayatullah Pangkep kurang lebih 1 Km. Untuk menuju ke pesabtren harus melewati jalan dengan kondisi sangat rusak dan ekstrim.

Jalanya yang berliku-liku, tanjakan yang cukup terjal tinggi, menjadi tantangan tersendiri bagi para da’i yang tugas di sini. Jalannya yang terjal dipenuhi oleh lumut, belum lagi ketika musim hujan yang membuat jalan ini semakin licin.

Disisi lain, da’i harus keluar masuk di pondok untuk belanja kebutuhan santri dan kebutuhan para da’i yang tugas di Hidayatullah Langkep ini, sebab tidak ada akses lain menuju jalan poros.

Jatuh bangun hingga luka ringan menjadi hal biasa bagi da’i yang tugas disini. Tugas di Pangkep punya tantangan yang tidak biasa, harus persiapkan mental kuat dan tenaga yang sangat ekstra.

Semoga ada para dermawan yang tulus dan ikhlas, membantu akses perjalanan santri dan daii menuju pondok pesantren Hidayatullah Pangkep. Kelak menjadi amal jariyah yang mengantarkan para dermawan menuju Jannah-Nya.(*)

Pemimpin Umum Hidayatullah : “Ustadz Jamaluddin Nur Miliki Kelebihan Khusus”

0

HidayatullahSulsel.com — Berikut kutipan ceramah takziyah Ustadz Jamaluddin Nur oleh Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad di masjid ar-Riyadh Gunung Tembak, Jumat bakda Ashar (10/2/2023) :

Saya ke Surabaya dan besok pagi jam lima ke Batam bisa sampai di sana jam tujuh. Tapi karena dimakamkan malam ini sehingga saya urungkan tidak ke sana. Menyusul saja kalau ada waktu nanti untuk takziyah langsung. Diminta oleh keluarga dimakamkan malam ini bakda Maghrib atau bakda Isya nanti.

Banyak santri utamanya yang belum pernah melihat sosok ini. Ini sosok yang luar biasa. Memiliki kelebihan yang saya belum temukan kelebihan itu pada sosok (kader) Hidayatullah yang lain pada hari ini, belum saya lihat belum menemukannya.

Mengenal sejak di sini sejak awal masuk di Hidayatullah, sampai saat ini tidak pernah ada putus hubungan. Karena beliau orang yang sangat perhatian dengan sesepuh Hidayatullah. Selalu mengundang rombongan ke Batam, selalu mengundang ibu-ibu bapak-bapak, luar biasa.

Tapi ada yang saya katakan tadi unik ya, yang belum bisa digantikan oleh siapa-siapa. Yaitu kemampuan komunikasi politik yang luar biasa high politik. Berapa kali saya diundang yang mengumpulkan para pejabat dan anggota DPR di satu ruangan. Saya diundang mengikuti acara tersebut. Gubernur, walikota, anggota DPR Fraksi Golkar, PPP, PAN, itu dikumpul berapa kali oleh beliau.

Ini yang saya katakan belum ada yang bisa gantikan. Bisa mengumpulkan semua partai di satu ruangan dan diledekin, dimain-maini saja gubernur itu oleh Pak Jamal. Walikota, bupati, dan apa semua. Tokoh-toloh nasional yang berkunjung ke Batam pasti Pak Jamal diundang dan pasti Pak Jamal yang disuruh berdoa. Dan biasanya kalau diminta berdoa bicara dulu ngomong dulu seperti orang sambutan, panjang.

Terakhir itu peresmian masjid besar di bandara (di Batam). Masjidnya unik ini. Ini diresmikan oleh Menteri. Pak Jamal diundang baca doa tapi dia ceramah dulu. Jadi diceramahi dulu Menteri, dia mau jadi calon presiden juga. Dia bilang, wajib bapak jadi calon presiden. Senang dia dan Menteri apa itu ya? Ketua Golkar atau Menko ya?

Jadi ini orang yang sangat unik ya. Komunikasinya luar biasa kedermawannya luar biasa dan komitmen dan loyalitasnya. Dia punya tiga Perguruan Tinggi (PT) di sana. Ada Institut juga. Namanya Tanjung Uncang. Inia da kurang lebih 4000 santrinya. Jadi ramai sekali kalau hari-hari sekolah. Ini sebagian khusus yang jamaah datang tiap pagi anaknya. Selain ada yang mondok juga. Kemudian ada kampus khusus putri, mahasiswi dan Aliyah di sana ya itu ribuan juga.

Kemudian ada kampus khusus mahasiswa, baru juga diresmikan. Dan dia memang apa namanya ya tidak ada waktu tidak berdakwah, setiap hari. Mungkin satu dan berapa kali setiap hari. Di sana kan kota industri kelihatan Singapura. Kalau mau ke Singapura dari Batam itu gampang, naik speedboat. Kelihatan Singapura dari sebelah apalagi kalau dibawa makan di rumah makan itu, dekat sekali Singapura

Sejak saya diundang ke Batam waktu itu masih baru pindah dari Padang, Sumatera Barat lalu ditugaskan ke Batam. Waktu itu saya diundang pertama kali datang ke Batam nyewa rumah, masih perintisan lokasi. Ini ustadz tapi belum ada perintisan lokasi (katanya).

Berikutnya saya datang lagi, diundang lagi sudah masuk lokasi baru sudah mendirikan barak masih kayu belum selesai. Waktu itu saya dibawa naik gunung. Dia bilang lokasi ini mau dibebaskan, saya bilang ya memang harus dibebaskan, Pak Jamal.

Jadi beliau ini adalah tokoh yang luar biasa di Batam. Tidak ada tokoh yang tidak kenal Pak Jamal ini. Semua harakah dekat dengan Pak Jamal. Kemampuan komunikasi yang luar biasa makanya saya bilang belum ada yang sama itu dengan beliau.

Kalau tokoh perintisan banyak yang sama. Tokoh-tokoh perintis yang disebut di Hidayatullah itu perintis senior dan yunior. Kalau perintis senior Pak Sarbini, Ustadz Amin Mahmud, Ustadz Yusuf Suraji, Ustadz Hasan Suraji itu perintis senior.

Kalau perintis yunior seperti saya ini, belakangan datang, datang ke sini tahun 1979, Hidayatullah Gunung Tembak ini tahun 1976, jadi tiga tahun setelah diresmikan. Tapi masih sangat bersahaja juga masjidnya masih masjid kayu.

Ada banyak perintis yunior, Pak Jamal ini perintis yunior anak-anakku sekalian. Ini perlu ditransformasikan pribadi-pribadi ini. Ada namanya Ustadz Haris Amin. Ini tokoh juga yang meninggal di Irian, ini tokoh Aceh dan tokoh Papua, lintas pulau dari Sabang sampai Merauke. Tidak banyak yang begitu. Kalau yang senior ini yang saya kenal dua orang. Ustadz Sarbini di Papua pernah di Sumatera, yang saya tahu. Kemudian siapa lagi ya.

Kemudian kalau yunior tadi seperti itu. Luar biasa. Ada juga tokoh perintis Aceh Ustadz Ahmad Nurdin, ayahnya Hamdan mahasiwa PUZ, dia pendiri yayasan pendidikan di Karang Bugis.

(Oh iya), Ustadz Majid Aziz perintis Lampung perintis di Papua juga. Dua orang itu yang saya kenal dari Sabang sampai ke Merauke yang lain ini luar biasa. Ini perlu ditransformasikan saat ada yang meninggal takziyah seperti ini.

Saya kira itu yang penting saya sampaikan. Semoga harapan takziyah itu mengungkap tidak adap diulang-ulang itu generasi perintis yang luar bias aini. Menghadirkan Hidayatullah yang meng-Indonesia bahkan mendunia.

Saya selalu ingatkan Pak Jamal, kelihatan itu (kita) sakit-sakitan. Siapkan kader di situ. Jangan kalau jalan, jalan sendiri saja. Kalau menemui gubernunr atau siapa saja, ikutkan. Saya lihat Pak Hamzah begitu di sini. Kalau bepergian bawa beberapa orang. Karena itu perlu, bagaimana cara berkomunikasi orang-orang, pejabat militer atau sipil, profesional. Itu saya ingatkan Pak Jamal itu.

Saya bilang weh tidak ada yang bisa memikul bebannya Batam. Ini hanya bisa dipikul dengan secara bersama. Makanya ketika meninggal almarhum pendiri Hidayatullah Ustadz Abdullah Said, itu syaratnya saya.

Bahwa kepemimpinan yang kita akan bangun ini adalah kolektif atau kepemimpinan syura. Memang sedikit melelahkan kepemimpin kolektif itu. Panjang proses-proses syura itu yang harus dilewati sedemikian rupa.

Perlu minta (pendapat) itu namanya istisyarah, memberi saran kepada yang lain. Tasywur saling berdebat. Panjang ini dalam kepemimpinan awal kolektif Hidayatullah, panjang luar biasa pertarungan. Di Jakarta luar biasa perjalanan membangun kepemimpinan kolektif ini luar biasa. Alhamdulillah dengan cara ini aman Hidayatullah

Banyak pemikir-pemikir yang muncul diberi ruang untuk memberi pendapat untuk meminta pendapat. Terkadang memang kita mau cepat. Tapi kalau belum bulat kira-kira kalau belum bulat ini kalau diambil keputusan ditunda jangan dulu. Masih beda tokoh sana dengan tokoh sana masih perlu pendekatan dulu.

Jadi ini perlu saya sampaikan supaya jangan nanti besok-besok yang akan datang, Hidayatullah seketika sesepuhnya sudah pada pergi, muncul fraksi atau apa namanya faksi-faksi. Tidak boleh muncul. Kalau muncul faksi-faksi (itu) merusak. Tidak boleh ada faksi-faksi.

Ini saya belajar panjang dari almarhum. Bisikan-bisikannya itu, kenapa begini kenapa begitu kenapa saya ambil keputusan begini, itu disampaikan. Sehingga keputusan keluar setelah meminta pandangan-pandangan dari hal yang banyak berbeda.

Pendapat sana lain pendapat situ lain, ini bagaimana mendekatkan? Itu perlu seni pendekatan. Kalau terasa ada pendekatan ada apa namanya kesepahaman baru bisa diambil keputusan. Ini saja. Kalaupun masih bisa berbeda sedikit, itu bisa dipahami bahwa memang itulah keputusan yang tepat.

Saya selalu sampaikan ke Ustadz Jamal itu, beri pembelajaran sama adik-adik ini, karena tidak ada lagi tokoh sekaliber antum setelah kepergiananya. Hanya bisa dipikul dengan tim dengan cara kolektif.

Alhamdulillah itu dilakukan. Saya tanya teman-teman alhamdulillah. Sebab biasa pemimpin hebat itu sangat otoriter. Apalagi pemimpin seperti Pak Jamal ini merintis sejak awal sampai besar seperti ini, besar sekali kansnya itu untuk jadi otoriter.

Saya selalu ingatkan itu, jangan. Ini yang paling penting. Karena kalau sudah ada kelompok ini dan itu saling menguatkan kelompoknya. Sehingga harus sedemikian rupa didekatkan para pemimpin-pemimpin wilayah dan para pemimpin di pusat.

Sehingga terasa ternyata yang paling efektif dalam kepemimpinan itu ketika kita terikat dengan kebersamaan kekeluargaan ukhuwah Islamiyah. Tapi kalau itu apa namanya ada faksi-faksi ada rentang itu melelahkan dan kelelahan tidak akan pernah selesai. Jadi ini yang paling efektif yang harus dijaga.

Karena itulah salah satu sasaran doa pemimpin itu “allhumma allif baina qulubina wa ashlih dzata bainina” ini tidak boleh dilupakan oleh para pemimpin karena kalau ini hilang sudah ada bibit-bibit di dalam, itu berbahaya.

Makanya salah satu kelelahan saya kalau mendengar oh ada orang belum satu kesepahaman padahal satu tim. Bahkan biasa deadlock putus komunikasi putus pembicaraan ini harus segera disambung didoakan dilakukan pedekatan insyaAllah kalau sudah bisa bertemu bisa salaman sudah bisa jalan dengan baik untuk efektifnya perjalanan kepemimpinan.

Alhamulillah saya tanya anak muda yang mengelilingi di sana dari Gunung Tembak dari Surabaya kebanyakan. Jadi muda-muda itu semua. Muda-muda sekarang ini. Ada beberapa tamatan Aliyah juga di sini sudah di sana. Seperti panggilan Anca dari Surabaya yang selalu bergaul ke Surabaya.

Saya mencoba mengoreknya. Saya sudah membayangkan kalau Pak Jamal pergi ini baru tidak solid tidak terbentuk tim, weh luar biasa bebannya Batam itu dan luar biasa menggiurkannya. Itu bisa membangun massa (dengan) dua saja.

(Yaitu) pertama, kemampuan komunikasi politik luar biasa. Jadi tidak pernah ada tahun APBD (Hidayatullah) Batam tidak dapat tidak pernah. Apakah lewat bupati lewat walikota lewat gubernur lewat DPR tidak pernah tidak ada.

Kedua, karena banyaknya mahasiswanya, walaupun anak-anak apa namanya itu, karena banyak anak pengurus anak jamaah dari timur dari barat, banyak sekali, dari seluruh daerah itu dipermudah oleh Pak Jamal.

Tapi anak-anak setempat anak orang kaya anak professional anak pengusaha di sana itu benar-benar pundi-pundi uang dari santri-santri membiayai gedung-gedung itu. Luar biasa banyaknya gedung bertingkat semua

Sosok pak jamal masyaAllah. Eh saya selalu panggil eh jalan-jalan ke Gunung Tembak kita ini sudah sakit-sakitan. Jalan-jalan supaya dikenal. Kita itu perlu dikenal oleh santri-santri ada namanya Jamal Nur, kira-kira ada berapa tahun tidak injak di sini? Ada dua tiga tahun tidak injak di sini.

Iya. Tentu pembelajaran ini kita harapakan seperti Allah memberi pelajaran dalam kisah-kisah dalam al-Qur’an itu. Untuk menguatkan semangat juang. Allah bilang begitu: linutasbbita bihi fuadak “… Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya,” (Al-Furqan [25]: 32)

Kisah para nabi untuk menguatkan semangatmu dan hatimu ini. Jadi kisah para perintis Hidayatullah ini untuk menguatkan bahwa orang-orang yang merintis adalah orang sederhana seperti kita dan adik-adik ini.

Bahkan kalau dari segi pendidikan sudah lebih hebat mahasiswa PUZ (STIS Hidayatullah). Para perintis ini orang sederhana saja. Modalnya hanya, kesatu keyakinan bahwa Allah ada dan pasti membantu. Kedua ketaatan. Kalau ilmunya sedikit sekali.

Tapi seperti apa yang pernah dikatakan oleh ustadz Amin Baharun, tokoh pendiri Hidayatullah ini. Ada sahabat Nabi hanya mengetahui (hafalan) tiga qul saja. Qulhuwallah Qul audzu birabbil falaq Qul audzu birabbinnas. Dia sudah pergi dakwah dan dia sukses. Modal keyakinan dan ketaatan saja.

Bagaimana kira-kira zaman ini? Zaman ilmu terbuka lebar fasilitas luar biasa. Yang namanya alat komunikasi luar biasa. Seketika dunia bisa digenggam. Saya katakan dari segi nilai tidak bisa tandingi orang terdahulu itu.

Tapi dari segi kapasitas ilmu dan juga keterampilan tidak bisa terkalahkan generasi yang akan datang ini. Tidak bisa terkalahkan jadi ada kesempatan untuk berbuat hebat juga.

Kalau para perintis (Hidayatullah) lalu itu hebat dengan kehebatannya seperti itu. Kalau yang akan datang ini diberikan peluang oleh Allah untuk menggenggam dunia. Makin hebat juga jadi kesempatan untuk hebat.

Al-Qur’an adalah mukjizat sepanjang masa. Masih kalah mukjizatnya Nabi Musa masih kalah mukjizatnya Nabi Sulaiman, yang bisa dibawa oleh angin, perjalanan sore sama dengan perjalanan sebulan, yang bisa dibawa angin perjalanan pagi sama dengan perjalanan sebulan, sore sama dengan sebulan.

Tapi tidak sebanding dengan Nabi Muhammad yang bisa Isra Mikraj sampai ke hadapan Allah perjalanannya itu dikatakan Allah. “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun,” (Al-Ma’arij [70]: 4)

Perjalanan nabi Muhammad sebanding lima puluh ribu tahun jadi tidak sebanding dengan nabi Sulaiman. Jadi ada kesempatan hebat itu dengan kemukjizatan al-Qur’an.

Saya selalu berdoa ya Allah berikanlah kehebatan-kehebatan mukjizat al-Qur’an sehingga akan lahir suatu peradaban ilmu yang luar biasa di bumi dan itu akan berakhir dunia. Maka rebutlah anak-anakku sekalian.

Mungkin bukan kita tapi kita telah membikin tangganya. Mungkin bukan adik-adik tapi adik-adik juga sudah membikin tangganya. Tangga-tangga dunia tangga-tangga mikraj. Mungkin bukan adik tapi cucunya atau cicitnya nanti.

Tapi saya yakin tidak terlalu lama. Mungkin dua atau tiga generasi yang akan datang itu sudah terjadi hal ini. Atau mungkin kita sudah mati semua juga. Tapi saya yakin itu mukjizat al-Qur’an. Itu akan muncul kembali.

Itu iman, keimanan kepada Allah. Siapa yang tidak mengimani ini imannya tidak sah karena al-Qur’an adalah mukjizat. Itulah pentingnya terus ditransformasikan perjuangan ini, para perintis-peritis Hidayatullah yang luar biasa.

Kalau bukan karena kemukjizatan al-Qur’an melahirkan orang-orang yang yakin dan orang-orang yang taat. Tidak mungkin semua akan terjadi. Astaghfirullah subhanaka allahumma wa bihamdihi.

Semoga Allah menerima semua amal kebaikan semuanya Ustadz Jamal sesuai dengan perjuangan yang telah diberikan dan pengorbanan yang diberikan. Allahumma amin ya Allah
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuhu.(*)

*) Sumber : Postingan Ketua DPD Hidayatullah Pangkep di WAG Hidayatullah Sulsel

Setiap Kebebasan ada Batasnya

0

Oleh: Ust Drs Nasri Bukhari MPd, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel

HidayatullahSulsel.com — Menghirup udara kebebasan, ungkapan yang sering muncul dari seseorang yang baru saja keluar dari tahanan atau terlepas dari keterpenjaraan fikiran dan hati menuju ke kebebasan yang luas tanpa batas

Dari keterkungkungan berkreasi dan berkarya kepada kebebasan mengekplorasi potensi, ketrampilan dan kemampuan diri tanpa ada yang menghalangi dan melarangnya

Pemahaman Ini sejalan dengan teori kebebasan. Bahwa kebebasan adalah kemampuan untuk melakukan apa yang diinginkan, atau hak dengan anugerah dan kelebihan yang dimiliki. Kebebasan, juga dapat diartikan memiliki kemampuan untuk bertindak atau berubah tanpa batasan.

Sesuatu itu “bebas” jika dapat berbuat dan berubah dengan mudah dan tidak dibatasi dalam keadaan sekarang.

Lebih lanjut kebebasan dibedakan menjadi dua hal. Pertama, kebebasan (freedom) berarti kemampuan untuk melakukan apa yang diinginkan dan apa yang memiliki kekuatan untuk dilakukan.

Sementara kebebasan (liberty) berarti tidak adanya pembatasan sewenang-wenang, dengan mempertimbangkan hak-hak semua yang terlibat (di.m.wilipesia.org)

Berdasarkan teori tersebut, bahwa yang mengindikasikan manusia sebagai makhluk yang bebas adalah manusia mampu menetapkan tujuan dan cita-cita hidupnya dan tidak berada dalam tekanan tertentu ataukah sebagai seorang feedom.

Sisi lain di dalam kebebasan akan dilakukannya sepanjang tidak mengganggu hak individu atau masyarakat dan wilayah tertentu.

Falsafah kebebasan ini berasas pada penghargaan ekspresi potensi diri dan penghargaan hak individu dan hak umum yang berlaku oleh kesepakatan bersama.

Sepanjang memenuhi standar penghargaan akan potensi diri dan tetap tidak mengganggu hak dan kepentingan orang lain maka itulah makna dan arti sebuah kebebasan.

Pandangan kebebasan ini sangat menghargai potensi, budaya dan hak individu, yang melahirkan hak azazi manusia. Dan juga menghargai budaya dn kearifan lokal, bangsa dan negara.

Karena tumbuh dan berkembang dari budaya dan karakteristik masing-masing membuat antara satu daerah dengan daerah lain hingga antara satu negara memiliki perbedaan kesepakatan dan aturan yang beda.

Dampaknya, menciptakan berbagai perbedaan sistem sosial dan sistem budaya yang disepakati masing-masing. Kebebasan dalam persfektif ini tidak bersifat universal,

Dari persepsi kebebasan individual juga lebih mengedepankan kemerdekaan berbuat terhadap apa saja. Dimana seseorang bebas beraktivitas dan berkreasi sepanjang tidak ada yang merasa terganggu.

Kebebasan dari ekstensial individu ini cendrung mengesampingkan persoalan moral, etika apalagi agama yang mencakup aturan dan sistem bersifat universal.

Perbedaan sudut pandang yang beda tersebut wajar bila sering terjadi kontra produktif pemikiran dan reaksi negatif hingga terjadi besekan dan gerakan sosial dari penganut faham kebebasan dengan yang selainnya.

Itulah sisi negatif dari kebebasan yang berpusat kepada penghargaan kemanusiaan dan eksistensi individulitas dalam sistem sosial yang berlaku.

Walau selalu mengusung kearifan namun justru sebaliknya tidak arif secara universal di semua budaya dan sistem sosial lokal, daerah ataupun negara.

Kebebasan Yang Tidak Bebas

Kalau kebebasan manusia dalam arti tidak pernah terbatas dan tak bisa dibatasi oleh kondisi. Maka dia sesungguhnya telah menyalahi fitrah kehidupan tentang makna kebebasan

Kebebasan yang terjebak pada memperturutkan keinginan nafsu dan syahwat yang mengendalikan dan memenjaraka dirinya. Membuat dirinya tidak lagi sebagai manusia yang berbuat sesuai panggilan batin dan hati nurani. Sehingga! dia pun menjadi manusia serakah, sombong dan dhzolim.

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.(QS.Yusuf;53)

Ketika virus nafsu dan syahwat itu menjangkit diri seorang, maka akan merugikan diri sendiri. Lebih bahaya lagi ketika dia adalah pemimpin atau pemegamg tumpuk dan pengendali kekuasaan maka akan menjadi orang yang dhzolim, otoriter dan berlaku tidak adil.

Dalam perspektif Al-Quran, memandang semua mahluk hidup diberi fitrah untuk bebas tumbuh dan berkembang. Namun pada kehidupan itu sendiri adalah sesuatu yang serba terbatas. Karena semua yang namanya mahluk yang diciptakan pasti akan berakhir.

Kehidupan ini sendiri adalah sebuah proses menuju titik akhir yakni berakhir pada kematian dan kebinasaan, كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ _Semua yang ada di bumi itu akan binasa (Q.S.55;26).

Berdasarkan ayat di atas, manusia sebagai mahluk hidup pun akan mengalami hal yang sama, akan berakhir pada kematian. Hal itu sejalan dengan firmanNya;

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.(QS.Al-Araf:34)

Dengan demikian tidak ada manusia yang bebas dan sepenuhnya bebas, dia tetap dikendalikan oleh unsur diluar dirinya.

Bagi orang beriman, berkeyakinan Allah lah sebagai pengendalinya.

Dia pun menyadari sebagai mahluk yang memiliki keterbatasan masa dan kemampuan diri. Bahwa pada akhirnya dia akan mati dan punah

Manfaatkan Kesempatan Yang Terbatas

Kesempatan adalah momen terbatas yang tidak bisa dikembalikan lagi ketika berlalu. Kehidupan ini harus dimaknai sebagaj momen terbaik dari batasan waktu yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Rasulullah SAW menuntun kita bagaimana pentingnya untuk menghargai apapun kesempatan yang Allah ta’ala berikan, sebagai sebuah kesempatan untuk berbuat kebaikan.

Dari Ibnu Umar ra berkata : Rasulullah saw memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu (Riwayat Bukhori)

Demikianlah betapa orang beriman itu sangat hebat, serta sangat bermakna hidupnya. Sehingga apapun kesempatan yang diperolehnya adalah peluang emas menjadi orang yang lebih baik.

Oleh karenanya, nikmatilah kebebasan yang terbatas ini, menjadi hamba yang bersyukur, bermujahadah menggapai karunia Allah ta’ala Dzat yang memiliki kekuasaan tak terbatas.

Waallahu A’lam Bishshowaf. (*)

Ust Jamal Nur, Ustad Pejuang itu Telah Pergi

0

Oleh: Ust Sarmadani, Ketua DPD Hidayatullah Sidrap

HidayatullahSulsel.com – “Innalilahi wa Inna ilaihi rojiun. Selamat Jalan Kandakuuu
Daeng Jamaluddin Nur Batam
Saya bersaksi kanda Orang baik dan Sholeh. Insya Allah surga u Daeng.”

Ini status FB seorang kawan, Sutiar, Ketua DPD Hidayatullah DKI. Tanpa sadar, air mata ini menetes. Kenapa orang baik seperti itu begitu cepat pergi…

Ustad Jamal Nur, ustad pejuang itu telah pergi, baru saja. Jumat siang ini, (10/02) di Batam. Aku tidak begitu dekat dengan beliau. Tapi beliau dekat dengan semua orang.

“Apa kabarnya Dinda?” ungkap beliau menanyakan kabar ku. Entah seberapa sering beliau menelpon. Hanya sekedar menanyakan kabar. Saya kadang malu, karena beliau, yg senior, yang Ustad Kabir, yang menelpon duluan.

Beliau orang Jeneponto, asli Makassar. Dari Makassar, hijrah ke Gunung Tembak, Hidayatullah Balikpapan. “Saya dipengaruhi Ustad Aziz Qahhar untuk masuk Hidayatullah” ungkap beliau suatu waktu.

Masuk pesantren, beliau seperti sosok Singa Padang Pasir. Asli Jeneponto nya nampak, dibingkai dengan manhaj nubuwah Hidayatullah, sistematika Wahyu. Hal itu bisa terlihat dari ceramah-ceramah beliau yang selalu bertema al Alaq. Iqra bismirabbik nya saban hari menggetarkan podium.

Dari Balikpapan, beliau bertugas untuk merintis Hidayatullah Batam dari nol, hingga kini memiliki 5 kampus.

Di tangan beliau, Hidayatullah Batam berkembang pesat, sehingga secara fisik, Hidayatullah Batam termasuk Hidayatullah yang sangat berkembang.

Ada hal sangat menarik dari beliau, yakni sangat mudah dalam bergaul. Mulai dari kaum melarat, teman sejawat, kerabat, aparat dan pejabat, semua terasa dekat dekat dengan beliau.

Jasa dan amalan beliau begitu banyak. Semoga Allah menerima segala amalan dab ibadah beliau. Husnul khatimah Ustad Jamal.
(Abu Fathun)

Ust Massiara : Memulai dari TPA dan Bekas Penggilingan Padi

0

• Jejak Perintisan Dakwah dan Tarbiyah di Hidayatullah Pangkep (1)

HidayatullahSulsel.com — Pada awal bertugas di Pangkep pertengahan 2006 silam, kami sekeluarga tinggal mengontrak rumah di kota Pangkajene, ibukota Kabupaten Pangkep.

Kadang dakwah pertama kami membuka Taman Pendidikan Alquran (TPA) di rumah kontrakan perumahan Bungoro Indah, bersama istri Sitti Aisya Amil (alm.). Setiap pekan juga menemaninya ke Makassar untuk halaqah dan rapat rutin Muslimat Hidayatullah (Mushida).

Kebetulan istri saya menjabat Ketua PW Mushida Sulsel (waktu itu masih gabung Sulbar) periode 2005-2010.

Tahun kedua bertugas pada 2007-2008, kami pindah kontrakan ke Jl. Matahari kota Pangkajene. Selain masih menyelenggarakan TPA, juga mengedarkan majalah Suara Hidayatullah (Sahid) .

Selama tinggal (bertugas) di Pangkep, saya lebih banyak jalan menemani kegiatan istri, sampai saya sering diolok bapak Mushida.

Saya lupa apakah 2007 atau 2008 Ustadz Yani pindah ke Pangkep. Awal keberadaan Ustadz Yani, kami berkenalan dengan H. Bora pemilik lokasi di Tabotabo.

Awalnya kami kerja bakti membersihkan di Tabotabo melibatkan Ustadz-ustad dari Makassar diantaranya ustadz Abdul Majid Ketua Dewan Murabbi Wilayah Hidayatullah Sulsel saat ini dan Ustadz Abdul Qadir Mahmud Rektor STAI Al Bayan sekarang, bersama beberapa santri.

Kemudian 2008-2009 kami kembali ngontrak ke perumahan Bungoro Indah dan kami membangun bakal pondok pesanteen dari bekas penggilingan padi di Tabotabo. Dan yang tempati waktu itu Ustadz Yani

Ustadz Muh Yunus selain memang beliau dulunya nikah di Hidayatullah, sehingga pada awal kami bertugas di Pangkep sosok humoris itu banyak membantu.

Termasuk awal masuk di Pangkep, kami tinggal di rumah beliau sebelum mendapatkan kontrakan. Dan di kepengurusan DPD Hidayatullah Pangkep pertama, Ust Yani sekretaris saya bersama Ustadz Amal sebagai bendahara SPD Pangkep.

Bersama almarhumah istri saya, mengenal baik, karena pernah mengisi pelatihan baca quran metode Grand MBA di Kemenag dan pesertanya dari karyawan Kemenag dan jajarannya.(*)

Laznas BMH Sulsel Aksi Peduli Pray for Turkiy

0

HidayatullahSulsel.com — Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mengadakan kegiatan Pray for Turkiy mengajak siswa-siwi untuk ikut peduli terhadap bencana alam gempa bumi yang dialami oleh warga Turki, Kamis (9/2/2023).

“Aksi Pray For Turkiy dilaksanakan di beberapa titik sekolah yang coba kita ajak untuk sama-sama gotong royong meringankan beban derita yang dialami saudara kita di Turki,” jelas Ketua Laznas BMH Sulsel, Ust Kadir.

Siang tasi aksi peduli tersebut berlangsung di dua titik, SD Inpres dan SMA Negeri 7 Makassar. Kepala sekolah SD Inpres Pacerakkang Yunus menyampaikan kegitan seperti ini bagus untuk murid-murid supaya terlatih sejak dini kepeduliannya.

“Mohon kita (BMH) disampaikan ke anak-anak untuk meniatkan infaknya agar kita di Indonesia terhindar dari musibah serupa di Turki,” harapnya.

Kepsek SMA 7 Negri Makassar, Rahma, juga bersyukur dengan adanya kegiatan Galang Dana yang diinisiasi Laznas BMH.

“Kami guru-guru juga ikut prihatin dengan kondisi Turki tapi bingung mau berbuat apa. Syukur ada ji BMH yang selalu hadir sebagai jembatan untuk kita bisa tetap ikut bantu ringankan beban korban khususnya di Turki saat ini,” ujarnya.

Alhamdulillah, kegitan Pray For Turkiy, Penggalangan dana dengan mengajak sekolah-sekolah berjalan lancer.

“Antusias guru dan murid dari sekolah yang kami datangi hari ini luar biasa, semoga para guru dan murid yang telah ikut berdonasi dan mendoakan sodara kita di Turkiy menjadi wasilah Allah, mudahkan juga urusannya di dunia dan akhirat,” ujar Koordinator Lapangan
BMH Sulsel, Nasrun.(rezki/*)

Hidayatullah Torut Tinjau Lokasi Pembangunan Ponpes. Dekat Kawasan Lapangan Tembak Kodim Tator

0

TORUT, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Toraja Utara melakukan survei lokasi pondok pesantren di Dusun Karangan Desa Sumalu Kecamatan Rantebua, Toraja Utara (Torut), Rabu (8/2/2023).

Lokasi bakal pembangunan Ponpes Hidayatullah Torut tersebut, menurut Ketua DPD Hidayatullah Torut Ust Ikhsan Saleh berada di dekat kawasan lapangan tembak Kodim 1414 Tator.

Kunjungan survei itu dilakukan pengurus DPD Hidayatullah Torut, pendamping Hidayatullah kawasan Toraja ust Burhanuddin dan Sekertaris DPW Hidayatullah Sulsel, Ust Sumariadi serta Ketua DPD hidayatullah Tator ust Aziz Ibnu Basyir SH.

Kunjungan ini, kata Ust Iksan, sebagai bentuk keseriusan DPD Hidayatullah Torut dalam upaya mewujudkan keberadaan pondok pesantren di Torut.

Hal ini juga yang diharapkan oleh pewakaf tanah H Hafiz bahwa dia mencita-citakan di tempat ini nantinya akan menjadi pusat pendidikan Islam mulai dari tingkat SD sampai SMA.

“Untuk itu kami mengajak ummat yang ingin membantu program dakwah Hidayatullah Torut melalui BRI rek 4941 01 033538 53 7 DPD Hidayatullah Toraja Utara,” ajaknya.(rls/*)

Sepenuh Jiwa Mendidik dengan Cinta dan Keteladanan

0

◼️ Oleh : Dra. Sitti Syamsiah Abdullah, Ketua RA Yaa Bunayya Makassar/Ketua MMW Hidayatullah Sulsel

HidayatullahSulsel.com — Sudah menjadi fitrah bahwa siapapun pasti menyukai kelembutan dan sikap simpatik. Hal ini sudah menjadi tabiat manusia, mereka lebih menyenangi sosok-sosok yang penampilannya sejuk nan indah.

Cerminan implemenatsi kasih-sayang ini telah dicontohkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau mencela orang yang tidak mempunyai rasa kasih-sayang pada anak-anak.

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ

“Barang siapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi.” [HR. Muslim no. 2318]

Untuk dapat mentranformasikan nilai dari apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di atas, maka dibutuhkan pola pendekatan secara independen terhadap anak yang mempromosikan nilai cinta terhadap anak didik.

Konsekuensi dari amanah semua pendidik dituntut untuk memberikan perhatian, mencurahkannya kepada sang anak dengan penuh kkesungguhan.

Sudah menjadi harapan semua orangtua agar si anak dapat tumbuh menjadi seseorang yang berkarakter baik melalui perkataan dan perbuatan

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Manusia terbaik adalah manusia yang menjadikan hidup bermanfaat bagi orang lain yang merupakan pribadi dan karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim.

Setiap Muslim diperintahkan untuk menjadikan hidup bermanfaat bagi orang lain. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman:

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ

“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)

Seorang pendidik mempunyai kewajiban memberi bimbingan demi kebaikan dan keselamatan anak baik yang berbentuk material maupun psikis. Tidak ada yang sia-sia jika kita melakukan sesuatu untuk anak-anak.

Menjadi Pendidik adalah belajar mendidik diri sendiri agar mampu memahami dan mendidik orang lain

Didiklah anak-anak dengan Cinta dan Ketauladanan. (*)

Kunjungi Tokoh Muslim, Hidayatullah Tator Jajaki Lokasi Pesantren di Rembon

0

TATOR, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Tana Toraja (Tator) terus bergerak merealisasikan program-program kerja 2023. Ketua DPD Abdul Aziz didampingi Bendahara DPD Ustadz Abdullah Wahid bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat setempat, Alexs di kediamannya di Kelurahan Tengan, Toraja, Kamis (9/2/2023).

Kunjungan ke salah tokoh masyarakat Muslim Toraja tersebut turut dibersamai Ustadz Burhanuddin, petugas pertama Hidayatullah di Toraja.

Ustadz Burhanuddin yang kini menjabat Ketua DPD Hidayatullah Kota Palopo, didapuk juga sebagai pendamping DPD Hidayatullah Tana Toraja dan Toraja Utara.

Pak Alexs mengaku bahagia bisa kembali berjumpa dengan petugas Hidayatullah.

“Lama sekali ki tidak ke sini lagi, pak ustadz,” katanya ramah ketika menjabat tangan Ustadz Burhanuddin.

Sambil saling bertukar kabar dengan Pak Alexs, Ustadz Burhanuddin juga mengenalkan kehadiran petugas baru Hidayatullah untuk Kabupaten Tana Toraja periode 2023-2025.

Selain itu, kunjungan tersebut juga dimaksudkan untuk penjajakan kembali lokasi tanah wakaf di Kecamatan Rembon, Tana Toraja. DPW Hidayatullah Sulsel di periode sebelumnya pernah mendapatkan tawaran lahan untuk diwakafkan di kecamatan mayoritas muslim tersebut.

“Arahan Ketua DPW (ketika mendampingi Rakerda) memang kami diminta banyak silaturahmi untuk mengenalkan Hidayatullah (sebagai ormas dakwah),” terang mantan sekertaris DPD Hidayatullah Enrekang tersebut.

Ditambahkan Abdul Aziz, itulah yang menjadi dasar kunjungan tersebut ke Pak Alexs. Sayang sekali, jelas dia, informasi soal lokasi di Kecamatan Rembon perlu penelusuran lebih jauh.

Imam Masjid Al-Madinah Kel. Tengan, Kec. Mengkendek tersebut mengaku belum bisa memastikan kembali. Sebab informasi itu didapatnya dari orang lain dan juga itu bukan informasi baru.

“Dako pa na dipemassayi i,” katanya sambil menawarkan kopi khas Toraja. (Aym-Trj)

Keputrian Pesantren Hidayatullah Bone Lantik Pengurus GPH

0

BONE, Hidayatullahsulsel.com – Keputrian Hidayatullah Bone menggelar pelantikan pengurus Gerakan Pandu Hidayatullah (GPH) periode 2023/2024 di gazebo utama Kampus Madya Hidayatullah Bone, Rabu (8/2/2023).

GPH merupakan wadah santri untuk membangun dan mengembangkan jiwa berkempimpinan. Sebagaimana tema pelantikan kali ini, “Mencetak Generasi Berjiwa Kepemimpinan, Berakhlak Qur’ani, Kreatif dan Inovatif”.

“Besar harapan bahwa melalui organisasi santri ini akan lahir generasi yang bukan hanya memiliki jiwa berkempimpinan yang baik, tetapi juga berakhlak Qur’ani, tentunya kreatif dan inovatif,” ujar Wakil Kepala Sekolah Wustha Hidayatullah Bone, Kasmawati.

Menurutnya GPH sebagai penggerak sistem kedisiplinan dan kegiatan keasramaan. “Maka diharapkan menjadi contoh yang baik untuk santri lainnya,” ucapnya.

Ia berharap semoga dengan adanya pelantikan GPH ini, menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan beramanah generasi Islam.(dwi)