Beranda blog Halaman 57

Santri Tahfidz Al Mubarak Hidayatullah Parepare Ujian Matan dan Hafalan

0

Parepare, HidayatullahSulsel.com — Santri Tahfidz Al Mubarak Hidayatullah Parepare mengikuti ujian matan al Jazariyah dan kenaikan hafalan Qur’an di Masjid Al Mubarak Hidayatullah Parepare, Jum’at (23/6/2023).

“Ujian hafalan Qur’an ini adalah salahsatu rangkaian dari seluruh kegiatan kediniyahan atau kepesantrenan yang diselenggarakan, harapannya Santri tidak hanya dibekali ilmu ulumuddin tetapi juga ditekankan agar santri memiliki hafalan
yang mutqin, serta baik dan benar,” jelas Kepala Kepesantrenan Putra Ruslan Hanif Lc.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Team kepesantrenan (Diniyyah) atas upaya dan usahanya dalam membimbing santri dan membekali dengan ilmu, adab serta hafalan. “Semoga program seperti ini terus dilanjutkan dan ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya,” harapnya.

Kepala Tahfidz Putra Ahmad Syahril SPd menambahkan, ujian Hifzil Qur’an tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga kekuatan hafalan para santri.

“Karena semakin sering diuji hafalan akan semakin itqon tentunya dibarengi dengan muroja’ah ekstra. Juga menjadi syarat bagi setiap santri untuk naik te tingkat juz hafalan berikutnya,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut para penguji tampak cermat mendengarkan setiap lantunan ayat yang dibacakan oleh setiap santri yang diuji.

Para penguji ini adalah asaatidz berkompeten di bidang Qur’an khususnya. Mereka adalah alumni dari Sekolah Dai Bogor, Sekolah Dai Hidayatullah Parepare, dan alumni STIS Balikpapan yang sudah teruji kualitas bacaan Qur’annya.

Selain ujian hafalan Qur’an juga para santri diuji pemahaman hafalan matan al jazariyah sebagai penguat penunjang standarisasi bacaan Qur’annya, terutama dalam muatan makharijul Huruf.

“Karena memang ikhtiar kita di Pesantren Hidayatullah Parepare ini adalah melahirkan generasi Rabbani yang Itqon hafalannya dan bacaan Qur’annya berstandar,” tegas Ahmad Syahril. (Abu Haniyyah)

Santri Pondok Putri Al Hijrah Hidayatullah Masamba Ikuti Ujian Hafalan

0

Luwu, HidayatullahSulsel com — Santri Pondok Putri Al Hijrah Hidayatullah Masamba tingkat MTS dan SMK Putri mengikuti Ujian Hafalan di Aula Pondok Tahfidz PutriAl Hijrah Masamba, Rabu (21/6/2023).

Menurut Ketua Yayasan Al Hijrah Pondok Pesantren Hidayatullah Masamba Ust Hamzah kegiatan ini merupakan evaluasi hafalan yang merupakan program unggulan pondok ini

Yayasan Al Hijrah Masamba mengelola TK SD MTS SMK dan Tahfidz.

Untuk tahun 2023 MTS Integral Al Hijrah mulai menerima pendaftaran bagi masyarakat Masamba yang ingin memasukkan anaknya dan bisa mendaftar di Kampus Madya Al Hijrah Hidayatullah Masamba Jl Lamarancina Incor Masamba. (kaisar)

Yayasan Al Islam Yaa Bunayya Terima Wakaf Al Quran Dari Majelis Quran An-Nisa’ Makassar

0

Makassar, HidayatullahSulsel.com — Yayasan Al Islam Yaa Bunayya Hidayatullah Makassar melalui Kepala Madrasah MI Terpadu Edy Qays SE MM menerima Wakaf Al Quran sebanyak 20 mushab Al-Quran dari Majelis Quran An-Nisa’ Makassar, Rabu (21/6/2023).

Penyerahan wakaf Quran dari Majelis Quran An-Nisa’ Makassar oleh Hj Ellinda Sofyan didampingi bunda Andi Erna aktivis Muslimah Center.

Pihaknya menyampaikan, “Al-quran dapat menjadi obat penyakit hati yang dialami manusia, sehingga majelis Quran yang dikelola dari berbagi macam usia, kalangan, dan profesi.”

Ia juga menyampaikan bahwa salah satu programnya berbagi wakaf Quran dan kepada Yayasan Al Islam Yaa Bunayya sebagai awal dari kerjasama berbagai hal.

Edi Qays menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak yang bersedia berwakaf pada Al Islam Yaa Bunayya.

“Terimakasih kepada Majelis Quran An Nisa’ karena telah peduli kepada kami, terutama wakaf Quran dan atas kerjasama program yang akan datang. Semoga Al-quran tersebut dapat dipergunakan dengan baik sehingga menjadi penuntun ke jalan yang benar ” Ujar Edi.(rls/*)

Berqurban Bukan Soal Kemampuan tapi Kebutuhan

0

Oleh : Ust Drs Nasri Bukhari MPd, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel

HidayatullahSulsel.com — Dua orang kawan sekantor ngobrol tentang qurban. Sebagai orang dekat, kawan yang satu menyampaikan perihal keinginan besarnya berqurban sebagaimana kebiasaan yang diamalkannya setiap tahun. Namun bersamaan dengan itu terdapat juga kebutuhan yang penting dan mendesak.

Kawan saya pun menasehati untuk tidak memaksakan berqurban ketika tidak mampu, dan lebih memprioritaskan pada kebutuhan yang wajib dipenuhi baru setelah itu melakukan qurban.

Karena kami ngobrol di dekat parkiran motor, dimana banyak motor yang baru terparkir. Saya pun menimpali, ‘kalo berqurban dipersepsikan sekedar amalan sunnah dan tidak dipentingkan untuk diamalkan yang membuat dipaksakannya untuk dilaksanakan. Maka amalan itu tentu akan berat dilaksanakan.

Sambil menunjuk ke beberapa motor baru yang terparkir rapi, saya pun katakan, “Sesuatu yang penting dan mendesak itu seperti orang membeli motor, karena kebutuhan memiliki motor penting dan mendesak maka dia pun akan memaksakan dirinya untuk membelinya.”

Demikian halnya dengan amalan qurban, manakala dianggap penting dan mendesak serta hanya memiliki momen tertentu saja. Maka akan dilaksanakan dengan pemaksaan apapun dan bagaimana pun caranya.

Sangat tepat apa yang disabdakan oleh Rasulullah, bahwasanya menyembelih qurban termasuk amal salih yang paling utama. ‘Aisyah menceritakan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iedul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (kurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Hakim)

Karena merupakan amalan paling utama maka berqurban haruslah menjadi kebutuhan skala prioritas utama untuk diwujudkan, khususnya bagi yang diberi kelapangan harta.

Manifestasi Keimanan yang Membahagiakan

Begitu banyak kisah mengharukan di tanah air, dimana terdapat pequrban yang justru dari kalangan sangat di bawah garis kemiskinan. Tapi karena dorongan kuat dari kesadaran keimanannya, maka dia pun ‘memaksakan’ dirinya untuk bisa berqurban

Itulah sebabnya ibadah qurban merupakan manifestasi kedekatan dengan Allah, Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan kurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah sebagai qurban di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Tanpa disadari, dengan berqurban, begitu banyak orang yang dapat merasakan kebahagiaan. Mulai dari para peternak hewan qurban, penjual hewan qurban, para panitia qurban, orang yang berqurban, hingga para penerima daging qurban.

Lebih terasa kebahagiaan ketika daging qurban sampai tepat sasaran seperti fakir miskin, orang yang merantau ke daerah lain, anak kos yang sangat jarang memakan daging, korban perang, korban bencana alam, masyarakat terasing dan terpencil, dan lain-lain.

Selagi ada waktu segeralah berqurban

Kaum muslimin yang budiman, masih ada beberapa hari untuk melaksanakan ibadah qurban. Bersegeralah, jangan lewatkan kesempatan tahun ini. Kesempatan yang tak pasti kita mendapatinya di tahun depan.

Sementara menyembelih qurban adalah termasuk amal salih yang paling utama. Amalan paling utama di hari nahar, hari raya Idul Adha adalah menyembeli hewan qurban, demikian halnya setelahnya di hari tasyrik, yakni hari pertama, kedua dan ketiga setelah hari nahar.

Bahkan menyembelih hewan qurban pada hari Idul Adha lebih utama dari pada sedekah yang senilai dengan harga hewan qurban, atau bahkan sedekah yang lebih banyak daripada nilai hewan qurban. Karena maksud terpenting dalam berqurban adalah mendekatkan diri kepada Allah. Di samping itu, menyembelih qurban lebih menampakkan syi’ar Islam dan lebih sesuai dengan sunnah. (Sahih Fiqh Sunnah)

Oleh karenanya, tidak ada alasan bagi orang beriman untuk tidak berqurban, karena terdapat berbagai fasilitas lengkap dan mudah di masyarakat untuk bisa melaksanakan ibadah qurban. Mulai dari tersedianya kepanitiaan di masjid-masjid, tersedianya pasar hewan qurban hingga terbentuknya lembaga qurban online  yang terpercaya dimana urusannya lebih mudah, praktis dan cepat beres.  

Masihkah kita beralasan untuk tidak berqurban hingga kita termasuk dalam ancaman orang enggang berqurban “Barang siapa memiliki kemampuan dan tidak mau berqurban, maka hendaknya dia tidak mendekati tempat shalat kami.” (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

Selagi Allah Ta’ala masih memberi kesempatan kepada kita, terlebih lagi bagi yang banyak harta atau pun sedikit kemampuannya maka segeralah berqurban agar luasnya Rahmat dan kasih sayang Allah dapat diraih.(*)

Ketua DPD Maros dan Luwu Ikuti Pelatihan Kepemimpinan di Hidayatullah Institut

0

Jakarta, HidayatullahSulsel.com — Dua orang Ketua DPD Hidayatullah utusan DPW Hidayatullah Sulsel mengikuti Pelatihan Kepemimpinan di Jakarta pada 18 Juni 2023.

Ketua DPD Hidayatullah Maros Muhammad Kaisar dan Ketua DPD Luwu Hamzah Sultan mengikuti Pelatihan Kepemimpinan angkatan kedua yang diselenggarakan Hidayatullah Institut, bersama yang para Ketua DPD se-Indonesia.

“Kami akan mengikuti pelatihan yang akan berlangsung hingga 24 Juni mendatang di Wisma Hidayatullah di Jakarta,” jelas Ust Kaisar.

Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ust Drs Nasri Bukhari MPd berharap melalui pelatihan tersebut membekal para ketua DPD dalam melaksanakan program Tarbiyah dan Dakwah di daerah masing-masing.

Pada pelatihan tersebut akan diisi oleh pemateri Ketua DPP Hidayatullah Dr KH Nasirul Haq Lc MA dan Anggota Badan Pertimbangan Dr Abd Azis Qahhar Muzakkar MSi dan beberapa pemateri dari tim Hidayatullah Institut Jakarta.(*/fir)

Halaqah RQH Istiqomah Parepare Gelar Daurah Tahsin

0

Parepare, HidayatullahSulsel.com — Majelis Ta’lim Al-Latif mengadakan Daurah Tahsin Talaqqi Qur’an Surah Al-Fatihah di Masjid Al-Latief Perumahan Yasmin kota Parepare kemarin di hari Sabtu (17/6/2023)

Halaqah Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) Istiqomah Perum. Yasmin Parepare selaku panitia pelaksana mengangkat tema “Memulai Kefasihan dari Surah Al-Fatihah.” Kegiatan yang berlangsung dari pukul 14.00-17.30 WITA dihadiri oleh 31 orang peserta.

Daurah ini juga sinergi antara Majelis Ta’lim Al-Latief bersama Muslimat Hidayatullah (Mushida) Parepare dan RQH Istiqomah Parepare. Pemateri pada daurah tersebut ustadz Ahmad Syahril, S.Pd, Kadep. Dakwah PW Pemuda Hidayatullah Sulawesi Selatan.

Selain talaqqi bacaan surah Al-Fatihah, pengajar Sekolah Da’i Hidayatullah Sultanbatara (Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara) ini juga berbagi tips-tips cepat fasih membaca al-Qur’an.

Menurutnya belajar al Quran harus dibimbing guru yang berkompeten atau dengan talaqqi, kedua memulai dari perbaikan huruf dan penyempurnaan harakat, ketiga Tahsin, Tilawah Surah Al-Fatihah sebagai pengamalan awal dari makharij dan shifat huruf, dan menghafal Al-Mufashshol yaitu surah-surah pendek.

Ketua Departemen Dakwah Pengurus Daerah (PD) Mushida Parepare, Ustazah Nasran, mengapresiasi semangat seluruh peserta yang hadir.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur sebab kalangan ibu-ibu yang tentu berbagai tugas di rumah yang banyak masih meluangkan waktunya untuk bersama-sama dalam mempelajari al-Qur’an, sungguh ini adalah suatu kebaikan, semoga Allah Ta’ala memberikan balasan ajrun ghairu mamnun,” ujarnya.

Beberapa peserta adalah anggota Halaqah RQH Istiqomah yang sebelumnya dengan pertemuan setiap sekali sepekan saat ini sudah menuntaskan materi Tahsin Qiro’ah yaitu perbaikan Makharijul Huruf serta sifat-sifatnya, yang didampingi oleh pengajar dari PD Mushida Parepare.

Ibu-ibu Majelis Ta’lim Al-Latif dan RQH Istiqomah dengan semangat ber-Qur’an terus berproses dalam perbaikan bacaan. Daurah Tahsin Talaqqi Surah Al-Fatihah salah saru ikhtiar perbaikan bacaan.

Sebelum, Hj. Eni selaku Ketua Panitia menjelaskan para peserta sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan sampai selesai.

Ibu Miftahul Khairah peserta yang merupakan dosen di Institut Teknologi BJ. Habibie mengaku menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk lebih bersemangat lagi dalam mempelajari al-Qur’an.

“Daurah Tahsin, Talaqqi surah Al Fatihah ini menambah pemahaman peserta mengenai konsep kehati-hatian dalam melafalkan Al Fatihah, walaupun sudah sering dibaca, namun bisa jadi kita tidak menyadari kesalahan huruf yang kita ucapkan. Semoga dengan kegiatan daurah ini menjadi momentun peserta untuk lebih semangat lagi membaca, mempelajari memahami, dan mengamalkan isi Al Quran,” ujarnya.

Selain itu, ibu Susanti selaku ibu RT di lingkungan Perum Yasmin turut mengapresiasi terselenggarakannya Daurah Tahsin ini, “Masya Allah, saya sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan Daurah tahsin Surah Al-Fatihah. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat serta menambah semangat dalam memperbaiki bacaan Al Qur’an. Barakallah,” ujarnya.(Sahlah al-Ghuamishaa’)

TK dan SD Integral Al Hijrah Hidayatullah Masamba Larihan Manasik Haji

0

Luwu, HidayatullahSulsel.com — Murid TK dan SD Integral Al Hijrah Hidayatullah Masamba mengikuti latihan manasik haji di KBIH Fastabiqul Khairat Masamba, Sabtu (10/6/2023).

Kepsek SD Integral Al Hijrah Hidayatullah Masamba ust Qayyum menjelaskan kegiatan tersebut sebagai proses pembiasaan sejak dini untuk mengenalkan ibadah Umrah dan Haji.

Selain TK dan SD, Yayasan Al Hijrah Masamba juga mengelola MTS SMK dan Tahfidz. Untuk di 2023 SD Integral Al Hijrah menerima pendaftaran bagi masyarakat Masamba yang ingin anaknya menjadi penghafal Quran.

Pendaftaran di Kampus Madya Al Hijrah Hidayatullah Masamba Jl Lamarancina Incor Masamba.(kaisar/*)

Pemimpin Umum Hidayatullah Berkunjung ke Pondok Tahfidz Darul Hijrah Hidayatullah Maros

0

Maros, HidayatullahSulsel.com — Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurahman Muhammad menyempatkan berkunjung ke Pondok Tahfidz Darul Hijrah Hidayatullah Maros, Selasa (7/6/2023).

Dalam kunjungan tersebut KH Abdurrahman melihat progres pengerjaan masjid lantai dua Pondok Tahfidz Darul Hijrah. Pembangunan sedang dilaksanakn untuk penyelesaian kubah, tangga dan dinding lantai dua.

Ketua DPD Hidayatullah Maros ust Muhammad Kaisar sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Darul Hijrah Hidayatullah Tanralili Maros meminta didoakan semoga pembangunan lantai dua berjalan dengan lancar sesuai waktu ditargetkan.

“Kami juga tetap mengharapkan bantuan kaum muslimin dan Muslimat membantu berupa wakaf, infak dan sedekah dengan menghubungi kami di 081342563546,” harapnya.(rls/*)

Dari Wisuda dan Pelepasan di MIS Darul Ilmi, Siswa Pidato Tiga Bahasa

0

Lutim, HidayatullahSulsel.com — Siswa MIS Darul Ilmi Hidayatullah Towuti tampil membawakan pidato tiga bahasa pada acara wisuda dan pelepasan siswa-siswi kelas enam MIS Darulilmi Hidayatullah Towuti, Luwu Timur, di Gedung Bantea, Kecamatan Towuti, Ahad (4/6/2023).

Pidato tersebut oleh Ananda Akifah Zakiyyah Hagny, Raffi Jamaluddin dan Hanan Huriyah bertema tentang pendidikan di hadapan pengurus yayasan, komite sekolah, segenap guru, orangtua, siswa serta tamu undangan yang hadir.

Kepala Sekolah MIS Darul Ilmi Hidayatullah Towuti Ustadzah Ega Linzawati menyampaikan tiga siswa yang tampil adalah siswa berprestasi di sekolah.

“Alhamdulillah mereka semua cukup baik, siswa-siswi ini pintar-pintar semua. Alhamdulillah, termasuk materi pidato yang mereka sampaikan ini tidak lama mereka sudah kuasai.” Kata Ustadzah Ega

Ustadza Ega melanjutkan, bahwa Pidato yang disampaikan tersebut sengaja mengambil tema pendidikan agar siswa siswi MIS darul Ilmi Hidayatullah Towuti kedepan memiliki kedalaman Ilmu, cerdas dan berprestasi Sehingga mereka bermanfaat bukan hanya kepada dirinya tapi juga keluarga dan masyarakat.

“Yah. Materi pidato anak anak kita ini bertema pendidikan untuk selalu mereka kenang bahwa pendidikan itu penting. dengan kesadaran itu kemudian mereka memnjadi anak anak yang berilmu. sehingga bisa berguna untuk semua. khusuanya untuk agama.”Kata Ustadzah Ega

Penampilan tersebut harapnya bisa merangsang mereka untuk lebih giat lagi dalam belajar, terutama mampu menguasai tiga bahasa yang ditampilkan.

“Semoga mereka dapat menguasai minimal tiga bahasa itu. agar mereka semakin matang dan bisa lebih baik lagi ketika kedepan diminta tampil dimanapun,” harap Ustadza Ega.(ridwan)

MIS Darul Ilmi Hidayatullah Towuti Wisuda dan Pelepasan Siswa

0

Lutim, HidayatullahSulsel.com — MIS Darul Ilmi Hidayatullah Towuti, Luwu Timur menggelar acara wisuda dan pelepasan siswa kelas VI di Gedung Bantea, Kecamatan Towuti, Luwu Timur, Ahad (4/6/2023).

Kegiatan ini mengangkat tema “Mencetak Generasi Qur’ani Unggul dan Berkarakter” dihadiri pemerintah setempat, pengurus yayasan, komite sekolah, para guru, orang tua wali dan siswa.

Acara dimeriahkan oleh berbagai atraksi siswa kelas 6 yang membawakan berbagai macam lagu Islami, hafalan surat pendek, pidato serta puisi. Hal ini menjadikan acara lebih khidmat dan membuat suasana penuh haru.

Kepala Sekolah MI Darul Ilmi, Ustadzah Ega Linzawati menyampaikan wisuda dan pelepasan ini adalah acara yang sengaja dilaksanakan untuk menciptakan kedekatan siswa dan guru serta orangtua siswa, disamping itu agar kelak siswa-siswi MI Darul Ilmi ini akan selalu mengingat dan mengenang masa-masa indah di sekolahnya dulu.

“Semoga anak-anak kita ini kelak menjadi orang-orang sukses di bidangnya masing-masing, lebih khusus sukses di bidang agamanya. Semoga pula acara ini dapat mengingatkan mereka semua bahwa ada kenangan di masa sekolah dulu bersama para guru dan teman-temannya di Pesantren Hidayatullah Towuti.” harap Ustadzah Ega

Ketua Yayasan Ponpes Hidayatullah Towuti, Ustadz Irwan Mujahid, menyampaikan penghargaan kepada para guru dan pegawai yang telah sukses mengantar anak didiknya lulus di Madrasah Hidayatullah serta apresiasi atas suksesnya acara penyelenggaraan wisuda dan pelepasan yang dilaksanakan tersebut.

“Terima kasih kepada para guru yang telah bersabar mendidik dan mengantarkan anak anak kita ini sehingga bisa menyelesaikan sekolahnya. Semoga Allah Ta’ala memberikan balasan yang besar,” ucap Ustadz Irwan.

Ia juga memberikan ucapan selamat dan berpesan kepada para siswa yang telah lulus di MIS Darul Ilmi Hidayatullah Towuti agar senantiasa menjadi anak anak yang shaleh dan shalehah, berbakti kepada ibu dan bapaknya dan berguna di tengah-tengah masyarakat melalui ilmu yang dipelajarinya.

“Selamat dan sukses kepada anak-anakku sekalian atas prestasi yang kalian raih. Semoga ilmu yang diperoleh di madrasah ini bisa menjadi bekal dalam kehidupan sehari hari. Berbaktilah kepada orangtua dan berlaku baiklah di masyarakat. Junjunglah nama baik orangtua, guru dan sekolah dengan prestasi dan perilaku yang baik dimanapun kalian berada nantinya.” harap Ustadz Irwan. (ridwan)