Beranda blog Halaman 56

DPD Hidayatullah Maros Lakukan Pergantian Bendahara

0

Maros, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Maros menggelar rapat peralihan pemegang amanah jabatan bendahara DPD di Masjid perumahan A Mulia 3, Maros, Jum’at (14/7/2023).

Ketua DPD Hidayatullah Maros Ust Drs Muhammad Kaisar menjelaskan peralihan ini sebagai proses organisasi yang senantiasa dinamis. “Proses transisi ini menjadi pembelajaran dalam organisasi, sehingga memberikan kekuatan untuk menjalani amanah dengan lebih baik,” jelasnya.

Ia berharap kolaborasi antara BMH, DPD dan yayasan unit usaha dapat berjalan dengan baik, “Sinergi merupakan energi untuk menyapai visi membangun peradaban Islam,” tambahnya.

Pejabat demisioner Bendahara DPD Hidayatullah Maros Fatahillah Abu Sitta, memberikan laporan keuangan sebagai wujud transparansi dengan meninggalkan saldo kurang lebih Rp 88.650 880.

Fatahillah menegaskan peralihan ini agar ia bisa fokus memajukan BMH gerai Maros. Ia berjanji akan menjadikan Maros sebagai kota zakat, infak, dan wakaf (ZISWAF)

Menurut Ketua BMH Gerai Maros ini bila tata kelola ZISWAF benar-benar maksimal maka akan melahirkan perubahan dan perbaikan terhadap masyarakat.

“Pentingnya fokus dan memahami fungsi dan tugas masing-masing, dengan berpedoman pada sistem standar kelembagaan. Sehingga arah tujuan dapat berjalan dengan baik,” tutur pria enam anak ini.

Sementara Ustadz Firdaus pemegang baru amanat Bendahara DPD Hidayatullah Maros berharap komunikasi dan sinergi terus tertawat, sehingga bisa menjalani amanah yang sangat berat ini menjadi lebih ringan.

Ust Firdaus juga merupakan bendahara dari yayasan pengelola pondok tahfizh Hidayatullah Tanralili itu.(rls/*)

BMH Gerai Maros Serahkan Bantuan Tegel Pembangunan Masjid Ponpes Daarul Hijrah

0

Maros, HidayatullahSulsel.com — Baitul Mal Hidayatullah (BMH) gerai Maros menyerahkan bantuan tegel granit 40 dos senilai Rp 12 juta bagi pembangunan masjid di Pondok Tahfidz Darul Hijrah Tanralili, Kamis (13/7/2023).

“BMH juga membantu menggencarkan penawaran ke masyarakat untuk membantu pembangunan masjid,” jelas Ketua DPD Hidayatullah Maros Ust Drs Muhammad Kaisar.

Pembangunan masjid di Ponpes Hidayatullah Tanralili saat ini sedang membutuhkan bantuan untuk penyelesaian pengerjaan kubah dan pengadaan tegel.

Harga tegel Rp 300.000 per dos. Dana yang dibutuhkan Rp 100 juta.

Masjid Pondok Tahfidz Hidayatullah Tanralili sekarang sudah memasuki tahun ketiga untuk pembangunannya.
“Pengurus akan melelang pengerjaan lantai dua ini karena membutuhkan dana yang cukup besar dan Alhamdulillah untuk pengerjaan lantai satu sudah dimanfaatkan santri untuk ibadah dan pembelajaran,” jelasnya.(rls/*)

Pengurus DPD Hidayatullah Maros kembali mengangkat program wakaf untuk pembanguan masjid lantai dua Pondok Tahfifz Hidayatullah Tanralili Kan Maros membuat 4 paket wakaf.dengan donasi adapun dana yang di butuhkan 100 juta kubah dan tegel granit

Ketua DPD Hidaytullah Maros Ust Muhammad Kaisar kembali membuka program wakaf untuk masjid pondok Tahfidz mulai
1.Rp.50.000
2.Rp.500.000
3.Rp.1.000.000
4.Rp.5.000.000

Bagi yang ingin berwakaf dalam pembangun masjid bisa menghubungi : Ust Muhammad Kaisar 📱081342563546 .
mengirim ke Rek Bank BRI Tanralili 497001020065532 an/DPD Hidayatullah Maros atau bisa datang langsung ke alamat Dusun Baku Desa Lekoancing Kecamatan Tanralili Kab Maros

Lima Santri Hidayatullah Pangkep Ikuti Pelatihan Santri Digitalpreneur

0

Pangkep, HidayatullahSulsel.com Kegiatan Santri Digitalpreneur Indonesia (SDI) kembali digelar di Sulawesi Selatan melibatkan berbagi pondok pesantren.

Sebanyak 10 pesantren mengikutkan 5 santri dan 1 pendamping termasuk dari Ponpes Hidayatullah Balocci, Pangkep.

Pelatihan berlangsung di sekolah Putra SMP IT Shohwatul Is’ad Pangkep pada 8-10 Juli 2023 lalu, untuk menginspirasi dan memberdayakan santri sebagai pengusaha digital di era modern.

Pembukaan oleh Direktur PPMI Shohwatul Is’ad, Muhammad Mukhlis Lc MA. Juga dihadiri beberapa tokoh, di antaranya Direktur Aplikasi, Permainan dan Radio Kemenparekraf RI Iman Santosa dan Direktur Pencegahan BNPT RI Prof Irfan Idris.

Ustadz Ramadhan, selaku Ketua Departemen Pendidikan Hidayatullah Pangkep, memberikan arahan kepada santri yang diikutkan pada kegiatan ini agar serius memperhatikan penyampaian para narasumber untuk bisa menambah wawasan keilmuan digital.

“Kegiatan SDI bertujuan untuk menginspirasi santri dalam menciptakan inovasi dan kreativitas dalam bisnis digital. Melalui kompetisi, diskusi, dan interaksi dengan para ahli dan praktisi bisnis terkemuka, SDI ingin mendorong para santri untuk berpikir out-of-the-box dan menciptakan solusi baru yang dapat menghasilkan nilai tambah di dunia digital,” terangnya.(karyadin)

Belajar Al Alaq dan Amanah

0

Oleh : Fatahillah Abu Sitta, Pengurus DPD Hidayatullah Maros

HidayatullahSulsel.com — Alhamdulillah, kemajuan spektakuler senantiasa disupport kendaraan keikhlasan, dengan bahan bakar kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab penuh, dengan integritas spiritual yang selalu bersih dari segala macam berhala

Nilai Al alaq menjadi sumber utama dalam menjalani roda pergerakan, amanah adalah alat terbaik mengokohkan akar Al Alaq, disokong fasilitas materi dengan kekuatan spiritual, maka denyut nadi pergerakan melestarikan nilai-nilai Al alaq akan terus bergerak tanpa tapi, tanpa nanti, tanpa letih

Perencanaan, komitmen aturan, SDM yang tersibgoh Al alaq, melaksanakan strategi bumi dan langit, controling dan evaluasi kinerja, adalah kunci sukses dalam menahkodai sebuah kendaraan bernama amanah

Menyadari akan kelemahan diri, kesalahan yang pasti terjadi baik sengaja ataupun tidak, maka mengelola jamaah menjadi sebuah kebutuhan yang utama agar dapat meminimalisir terjadinya kesalahan

Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tak teroganisir kata imam Ali,

kebatilan dan kebenaran tidak akan pernah bersatu, memahami peran kebatilan dalam operasi serangkaian kegiatan yang sangat terstruktur, Massif, bagaimana jenderal setan dkk fokus dengan kerja masing-masing, ada setan’ fokus menggarap di area masjid, di rumah, di kantor hingga pasar

Kebaikan pun juga seperti itu. Ada malaikat khusus mencatat kebaikan dan keburukan,
Ini menunjukkan bahwa untuk mencapai tujuan dalam kehidupan perlunya fokus, bisa dibayangkan bila malaikat pencabut nyawa dia tonji pencatatan amal buruk, maka akan terjadi kekacauan dan hasilnya bukan kemajuan tapi kehancuran nauzubillah min Zalik

Belajar dari sepakbola, Masing-masing memiliki peran dan fungsi untuk mencapai tujuan yakni menciptakan gol-gol cantik, sehebat apapun Messi jika dia mengambil peran sebagai kiper sekaligus penyerang maka tim akan kesulitan dan cenderung berantakan. Ini pentingnya meletakkan sesuatu pada tempatnya the right Man on the Right place, kira-kira begitu aksiomatiknya

Menyegarkan dan terus belajar memahami literasi Al alaq dan membawa nilai-nilai alaq ke ruang amanah agar memiliki identitas diri yang lebih baik, keberhasilan pendidikan yang diterapkan nabi kepada sahabat selain keteladanan juga tertanam, terawat dengan baik akar Aqidah, indikasinya setiap ada perintah langsung diterkam oleh para sahabat

Apabila Al alaq bermasalah, maka konsekuensinya sangat fatal, amanah akan dijadikan “berhala” menindas rakyat, kekuasaan dijadikan alat untuk mengambil keuntungan dengan cara yang tidak dibenarkan, menempatkan kroni-kroninya, tidak lagi menggunakan orang yang layak dan memiliki potensi akhirnya berantakalah negara ini

Gerakan Al alaq adalah gerakan pencerah semesta, agar nafas juang tidak terjebak pada tataran pragmatis, agar nilai-nilai prinsip tidak terbaikan, kader adalah no satu, menyapa, mengajak dan memberikan ruang kesempatan adalah sebuah nilai fundamental, ketibang menjustifikasi bahwa dia tidak mampu dan belum layak, disaat yang bersamaan ada orang memiliki banyak amanah, maka ini menjadi bahan perenungan bersama agar sukses berkah berjamaah dapat terlihat menjadi kenyataan

Al alaq yang baik menjadi penjaga nyalanya semangat menjalani amanah, deklarasi Al alaq melahirkan arus gelombang untuk terus menggelar keadilan, kesejahteraan, dan kebahagiaan jiwa raga melalui metodologi GNHalaqohMabit

Al alaq adalah jalan pendakian menuju puncak kenikmatan menjalani amanah dengan menuntaskan semua tanggung jawab, mengevaluasi semua program dan tentu dengan semangat persatuan ingin menjadi lebih berkah.(*)

Halaqah Wustha Zona Selatan, Penguatan Kekaderan dan Wawasan

0

Bulukumba, HidayatullahSulsel.com — Kader Wustho Zona selatan mengadakan halaqoh gabungan di objek wisata Appalarang, Bulukumba, Jum’at (8/7/2023)

Acara yang diselenggarakan DPD Hidayatullah Bulukumba sebagai tuan rumah tersebut berlangsung selama dua hari di mulai Jum’at sampai dengan Sabtu (9/7/2023).

Peserta merupakan seluruh kader daurah wustho yang berada di zona Selatan, mulai dari Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Selayar, Sinjai dan Bone Selatan.

Murobbi Halaqoh Zona Selatan Dr Khairun Misjaya menyampaikan bahwa halaqah gabungan ini merupakan ajang silaturrahim bagi para kader khususnya yang telah mengikuti marhala wustho, sekaligus menjadi tempat atau wadah untuk menambah wawasan keilmuan

“Halaqah ini merupakan sarana bagi para kader Hidayatullah untuk menguatkan silaturrahim. Dengan berhalaqah akan menguatkan ukhuwah, menghadirkan kesamaan rasa dan kita bisa saling mengetahui kondisi saudara-saudara kita yang ada di antara satu daerah dengan daerah yang lain, menguatkan garis komando,” jelasnya

Selain itu, tambahnya, dengan halaqoh juga menjadi wadah untuk menambah wawasan keilmuan. “Kita bermajelis ilmu, sedang menuntut ilmu itu adalah salah satu bentuk ibadah tertinggi yang dimana Rasulullah memuji orang-orang yang duduk di majelis ilmu dan malaikat mendo’akan, sehingga kemudian rahmat Allah turun kepada penuntut ilmu” sambung anggota Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Sulsel ini.

Halaqah diisi dengan beberapa sesi diskusi terkait pengembangan halaqah serta masalah-masalah yang lain yang dihadapi dalam program dakwah dan tarbiyah di daerah

Turut hadir instruktur nasional Hidayatullah Ustadz Ahkan Sumadiana memberikan materi. Juga hadir Kadep Perkaderan DPW Hidayatullah Sulsel Ust. Nasrullah Alwi Lc dan Kadep. Sosial Ust Armin SHI. (Mansur)

BMH Salurkan 124 Hewan Qurban di Sulawesi Selatan

0

HidayatullahSulsel.com — Idul Adha 1444 H, BMH hadirkan 124 ekor hewan qurban di Sulawesi Selatan.

“Proses penyembelihan berlangsung selama hari raya dan hari tasyrik berakhir. Titik pemotongan dilakukan di pesantren binaan, kemudian desa binaan di Toraja, kemudian Seko dan titik pesantren rintisan lainnya,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Sulsel, Basori Shobirin, Selasa (4/7/2023).

Sebaran titik penyaluran hewan qurban merata di sebagian besar daerah Sulsel.

“Ada 12 daerah yang menjadi titik penyaluran. Mulai dari Makassar, Maros, Parepare, Pinrang, Palopo, Masamba, Seko, Luwu Timur, Toraja, Toraja Utara, Bone dan Bulukumba,” imbuhnya.

Penerima manfaat dari 62 ekor sapi dan 62 ekor kambing adalah anak bangsa, seperti para santri, kemudian masyarakat umum, terkhusus mualaf dan warga pedalaman.(*/fir)

DPW Hidayatullah Sulsel Silaturahmi Bersama Wakil Ketua MPR Tamsil Linrung

0

Makassar, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel melakukan silaturahmi dengan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Tamsil Linrung, Ahad (2/7/2023).

Silaturahmi dan temu tokoh itu dalam suasana santai di salah satu resto di Jl Perintis Kemerdekaan Makassar. Dipimpin Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ust Drs Nasri Bukhari MPd dan Ketua Dewan Murabi Wilayah (DMW) Hidayatullah Sulsel Ust Ir H Abdul Majid MA.

Tampak hadir pula jajaran pengurus DPW, Kadep Hubungan Antar Lembaga Ust M Imran Djufri, Anggota DMW Ust Dr Misjaya Khairun MA dan sejumlah pengurus DPD Hidayatullah Makassar Dr Nasrullah Sapa Lc MA, Ketua DPD Gowa Ust Mustaqim, Sekretaris DPD Maros Ust Abdul Hadi, Ketua DPD Pangkep Ust Karding SSos dan Ketua DPD Takalar Ust Arham Jabbar.

Hadir pula Ketua FUIB Sulsel Ust Muhtar Dg Lau, Ketua Yayasan Al Bayan kampus utama Hidayatullah Makassar Ust Suwito Fatah MM, Ketua BMH Sulsel Ust Kadir dan Ketua BTH Makassar Ust Baso Zulfikar serta Ketua Pemuda Hidayatullah Sulsel Ust Abdurahman Sibghatullah Lc.

Ust Majid mengatakan silaturahmi yang diagendakan rutin dengan tokoh-tokoh diharapkan semakin menguatkan jaringan dan kebersamaan bagi kepentingan ummat.

Apalagi menurut Ust Nasri dalam merealisasikan visi dan misi membangun peradaban Islam dibutuhkan sinergi. “Tidak ada keberhasilan apalagi dalam kerja dan program dakwah tarbiyah tanpa sinergi dan kebersamaan,” tegasnya.

Senada dengan harapan tersebut, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tersebut, mengatakan sinergi dan kolaborasi sangat diperlukan bukan saja dalam dakwah, termasuk juga tambahnya dalam perjuangan di politik bagi kepentingan ummat.

Apalagi dengan realitas saat ini ungkapnya, hanya 10 persen rakyat yang memilih karena idiologi dan idealisme keislamannya, selebihnya 60 persen lebih pada kepentingan sesaat atau transaksional.

“Kita sangat berharap ormas Islam termasuk Hidayatullah memberikan pemahaman pentingnya perjuangan politik untuk kepentingan ummat,” tambahnya.

Untuk itu, Tamsil juga mendorong agar aktivis dan pengurus ormas Islam terjun ke politik praktis khususnya untuk menduduki kursi legislatif di tingkat kabupaten/kota.

Ust Nasri pada kesempatan itu mengutarakan sejumlah program dan agenda saat ini Hidayatullah Sulsel. Dakwah di wilayah minoritas untuk mualaf di Toraja Utara hingga rencana penyelenggaraan kegiatan Silaturahmi Nasional Hidayatullah di Balikpapan yang akan dihadiri delegasi dari Sulsel 1000 peserta.(fir)

Yayasan Al Islam Yaa Bunayya Hidayatullah Makassar-Swiss Belcourt Sinergi untuk Kebutuhan Pondok

0

HidayatullahSulsel.com — Yayasan Al Islam Yaa Bunayya Hidayatullah Makassar bersinergi dengan Swiss-Belcourt Makassar memberikan bantuan kebutuhan perlengkapan pesantren tahfidzul Quran Al Islam Yaa Bunayya, Jumat (30/6/2023).

Program ini merupakan salah satu program sedekah yang melibatkan lembaga atau perorangan dermawan yang ingin berbagi amaliah kebajikan membangun pesantren tahfidz

Ketua Yayasan Al Islam Yaa Bunayya Hidayatullah Makassar, Ustadz Dr Nasrullah Sapa Lc MM memberi apresiasi atas kepedulian pihak Swiss Belcourt.

“Terimakasih kepada GM Swiss-belcourt dan tim yang sempat hadir atas bantuan yang diberikan untuk santri di sini, insyaAllah bantuan ini sangat bermanfaat untuk penunjang kebutuhan di asrama,” tutur anggota dewan komisi fatwa MUI Sulsel dan Ketua DPD Hidayatullah Makassar ini.

Hadir dalam kunjungan general manager I Made Sudana, Erwin Ticoalu, Albert, Dewi , dan bunda Ernawati.

“Harapan melalui program ini bisa ikut berkontribusi dalam memberikan sedikit kebutuhan pondok berupa selimut, seprei, handuk dan sandal. Program ini bagian dari komitmen sosial kami dalam membantu ponpes ataupun yayasan yang masih membutuhkan bantuan dan ini adalah awal dari membangun kerjasama yang baik berkelanjutan,” ujar Sudana.

Mudir pesantren tahfidz Al Islam Munir Salahuddin SPdI mengatakan, pesan tahfidz Yayasan Al Islam Yaa Bunayya menyediakan fasilitas asrama sebagai sarana tempat tinggal untuk para santri bebasbiaya, “Tentu membutuhkan pihak lain yang ingin berpartisipasi membantu mengurangi beban biaya,” tuturnya.

Pesantren tahfidz kampus putri telah full yang beralamat di BTP blok K Tamalanrea yang merupakan fasilitas tempat yang diberikan oleh bapak Khairuddin. “Adapun kampus putra masih menerima sampai saat ini,” jelas ust Munir.(edi Qays)

Gerakan Perjuangan dan Puncak Pengorbanan

0

Oleh : Fatahillah Abu Sita, Pengurus DPD Hidayatullah Maros

HidayatullahSulsel.com — Memahami sejarah 50% menuju kesuksesan, menghirup udara hikmah dari sejarah adalah modal utama dalam merancang masa depan yang gemilang. Belajar sejarah bahan bakar bagi seorang dalam menenun generasi berkelas Ismail.

Momentum Idul Adha memiliki rekam jejak sejarah, tercatat indah bagaimana proses pembelajaran kisah Nabi Ibrahim, dalam meniti kehidupan menuju gerbang kemenangan haqiqi dalam pentas pertarungan antara yang Haq dan yang batil

Keistimewaan sejarah, dan hikmah yang terkandung menjadi pedoman bagi pelanjut perjuangan bahwa ada hal penting menjadi prioritas dalam mengarungi laut perjuangan, untuk tiba di dermaga kemenangan ada syarat yang harus diperhatikan

Kisah Ibarahim jelas menggambarkan perjalanan Intelektual menjadi sandaran dalam mengokohkan akar keimanan, surat Al an’am ayat 76-78 sejatinya proses menuju Tuhan, bagaimana dijelaskan disitu Nabi Ibrahim membaca Alam ini, dalam kajian kita ayat terhubung dengan Al Alaq 1-5

Bila pondasi Al alaq 1-5 menjadi nafas kehidupan, sehari-hari menambah wawasan pengetahuan, menjadi manusia baca, akan melahirkan satu arus perubahan iklim jiwa yang melahirkan gagasan, ide dan maha karya

Dengan itu akan ada pentas pertarungan antar Haq dan batil, tujuannya untuk menguji sejauh mana energi cahaya Tauhid tersebut, mampukah ia menetralisir berhala godaan setan dalam bentuk konro, Coto, dan daging qurban secukupnya, sehingga tidak terlalaikan dalam ber GNHalaqohMabit

Ketika Tauhid dideklarasikan, akan ada konsekuensi yang dihadapi, penjegalan dari jenderal setan akan terus terjadi ia akan berhadapan dengan ideologi non tauhid, puncaknya bersikap dan bersiap diusir dari keluarga, dan harus dibakar oleh penguasa zalim bernama namrud, maka petarung sejati tidak pernah gentar dan mundur dalam sebuah kebenaran meski kejahatan selalu menerkam dari internal dan eksternal

Akar tauhid yang baik seiring hadirnya buah yang baik. Siapapun bertauhid senantiasa berusaha melahirkan generasi pelanjut, berusaha menjaga , membimbing dan merawat, porsi waktu lebih banyak menguatkan jiwa raga kader, ini kepastian aksiomatik, maka tidak heran kita meneguk sejarah Nabi Ibrahim, beliau benar-benar galau dengan kehadiran generasi

Alhamdulillah Ketika diberikan kader maka ia benar-benar memperhatikan meskipun ditengah kesibukan sebagai seorang Nabi, buah dari perhatian menghasilkan produk unggulan yang selalu setia melaksanakan apa yg diperintahkan, terekam dalam kamera Qur’an di surat as-saffat ayat 102

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Wujud dari keseriusan terhadap generasi Ibrahim mencari lokasi tanah wakaf dari Allah, disanalah dibangun program pendidikan efektif efesien dan nol biaya, apa itu ? Program Sholat, dengan sholat yang baik dan benar meskipun lokasinya kering kerontang, Allah akan memberikan hasil yang maksimal dari usaha yang dilakukan, Al ajru Ala Qodri masaqqoh ini aksimatiknya

diabadikan dalam Alquran Surah Ibrahim ayat 37.
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan sholat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”

Para pengurus generasi harus memiliki jiwa sa’i dan tawwaf, kesungguhan, konsisten,dan tangguh menghadapi tantangan dan selalu siap tanpa tapi, tanpa nanti dan tanpa letih didalam mengawal generasi, ini menjadi kebutuhan pokok dalam merawat generasi,

Tidak pernah alpa untuk wukuf, dalam kajian kekinian bisa dimaknai halaqoh dan mabit, untuk melakukan perencanaan, evaluasi yang tersambung arus kekuatan doa ke langit, sehingga buah dari persenyawaan strategi langit dan bumi melahirkan sikap dan sifat berani berkorban untuk sebuah kebaikan.(*)

Ponpes Hidayatullah Belopa Haflah Akhirussanah, Begini Pesan Ketua DPD Hidayatullah Luwu

0

Luwu, HidayatullahSulsel.com — Menandai berakhirnya proses belajar mengajar tahun ajaran 2022/2023, Yayasan Al-Jihad Islamic Boarding School Ponpes Putri Hidayatullah Belopa menggelar kegiatan Haflah Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz Santri Putri Pesantren Hidayatullah Belopa. Senin, (26/06/2023).

Berlokasi di gedung aula Badan Perencanaan Pembangunan dan Litbang Daerah (Bappeda), Luwu, acara tahunan yang turut disemarakkan oleh kehadiran puluhan orang tua dan wali santri tersebut berlangsung meriah.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Luwu, Ustadz Hamzah Sultan SPd, menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh panitia, tamu undangan dan secara khusus kepada seluruh orang tua/wali santri.

“Kami ucapkan banyak terimakasih kepada bapak/ibu wali santri yang meluangkan waktunya untuk hadir. Semoga langkah kaki kita merupakan wujud kolaborasi agar bisa bersama-sama mewujudkan generasi sholehah,” kata Hamzah.

Lebih lanjut, Hamzah menitik beratkan pesan terkait kemajuan teknologi yang tidak terbendung. Menurutnya, smartphone yang saat ini hampir semua kalangan memilikinya dapat mendatangkan manfaat, akan tetapi juga bisa membawa mudharat yang sangat besar.

“Manfaat ataukah mudharatbya sangat bergantung terhadap siapa yang mengendalikannya. Maka dari itu, kita perlu mempersiapakan generasi ini agar tidak “hanyut”, tetapi juga tidak “buta” dengan perkembangan zaman. Itulah kenapa Hidayatullah memiliki pola Pendidikan Integral Berbasis Tauhid. Sebuah pola pendidikan yang Insya Allah sejalan dengan kemajuan zaman,” urainya penuh antusias.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Luwu, Drs H Nurul Haq MH dalam sambutannya memberikan motivasi kepada para santri untuk tidak menganggap bahwa hafalan Qur’an tidak memberikan manfaat di dunia.

“Anak-anaku, para santri, perlu kalian ingat bahwa banyak dari keluaran pesantren itu menjadi orang-orang sukses. Itu menandakan bahwa, belajar agama atau belajar Qur’an juga berguna untuk kehidupan dunia. Jadi jangan berpikir belajar Qur’an itu tidak ada manfaatnya. Justru, anak-anaku jangan berhenti di 1 Juz saja. Tingkatkan menjadi 10 Juz atau hafal secara keseluruhan.” Tutur Nurul Haq di depan para santri putri Hidayatullah Belopa dan ratusan tamu undangan. (Ian Kassa)