Beranda blog Halaman 55

Pondok Tahfizh Darul Hijrah Hidayatullah Maros Gelar Masa Perkenalan Lingkungan Pesantren Bagi Santri Baru

0

Maros, HidayatullahSulsel.com — Pondok Tahfizh Darul Hijrah Putra Hidayatullah Maros kembali menggelar kegiatan Masa Perkenalan Lingkungan Pesantren bagi Santri Baru, dari Jumat-Ahad (21-23/7/2023).

Sekretaris Yayasan Darul Hijrah Hidayatullah Maros Ust Karim mengatakan target penerimaan santri baru tahun ajaran ini hanya 20 orang karena sarana asrama yang masih kurang.

“Belum kita promosi dengan pasang baliho tapi sudah banyak yang daftar,” ungkap Ketua Departemen Pendidikan dan Perkaderan DPD Hidayatullah Maros tersebut.

Ia memastikan pengurus yayasan akan memaksimalkan sarana yang ada untuk menyelenggarakan pendidikan Tahfizh agar para santri menjadi generasi penghafal Al Qur an dan bisa menjadi harapan sebagai kader di Hidayatullah.(MK/*)

Al Muharram, Kader dan Gerakan Organisasi

0

Oleh : Fatahillah Abu Sitta, Ketua BMH Maros

HidayatullahSulsel.com — Alhamdulillah, momentum Tahun Baru Islam bulan Al Muharram 1445 Hijrah menjadi rekonstruksi sejarah perjalanan pergerakan, bertujuan melahirkan kader disiplin, bersih jiwa raga, dan melaksanakan amanah dengan penuh totalitas tanpa tapi, tanpa nanti, tanpa letih, yang dalam bahasa Al Qur’an manusia Taqwa

Siapapun yang tidak memahami sejarah sesungguhnya telah kehilangan arah, akan kesulitan merancang masa depan yang gemilang, dan cenderung menjadi penikmat dan akhirnya menjadi benalu pergerakan, naudzubillah min zalik

Makna hijrah sejatinya bertambah kedekatan diri kepada Allah, jika ada orang berpindah dari suatu tempat tapi tidak menambah kedekatan kepada Allah maka bukan dinamakan hijrah, tapi dikenal dalam bahasa Arab Intiqol (pindah), secara hakiki hijrah meningkatkan segala aspek jasadiayah dan ruhuhiyah untuk lebih dekat kepada pemilik langit dan bumi

Banyak hikmah dalam lautan sejarah, perjalan hijrah Nabi Muhammad mempertegas segala bentuk gerakan yang dilakukan bermuara pada peningkatan taqwa kepada Allah

Perjalanan Nabi dari fase pra Wahyu Hingga mendapatkan amanah kenabian, memberikan pesan kepada kita, bahwa lembaran perjuangan dalam buku meniti jalan juang, senantiasa diliputi ujian-ujian, bertujuan menguatkan mentalitas, intelektualitas dan spiritualitas, sehingga ketika mendapat amanah benar-benar digunakan untuk kemajuan perjuangan

Dalam kajian bapak pemimpin umum dikenal dengan bayani, Irfani dan Furqoni, seorang yang telah memahami, menjiwai gerakan perjuangan akan memiliki nilai-nilai Qur’ani, selalu meningkatkan GNHalaqohmabit, mengokohkan Al Alaq, Al qolam, dan menyerap serta menerapkan Al Muzammil, lalu diterjemahkan dalam Al quwah Al amaliyah dalam hal ini Al Mudatsir menuntaskan segala amanah dengan totalitas demi mencapai ridho ilahi

Puncaknya kader adalah prioritas utama, apa yang dilakukan untuk memberikan perawatan, bimbingan dan arahan agar arah kader pada rel perjuangan, ketika ada kader tidak terlibat ia akan risau dan galau, dan mencari cara agar terlibat, meski harus merelakan jabatan itu

Kehadiran organisasi untuk menata, mengelola sedemikian indah agar roda pergerakan kader berjalan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan, organisasi memiliki peran dan fungsi besar untuk memikirkan yang tidak dipikirkan oleh kader, sehingga melahirkan kader-kader militan progresif berjiwa ksatria GNahalaqohmabit

Tugas dan fungsi organisasi sangatlah banyak, peran dan tanggung jawab dunia akhirat untuk kemajuan jamaah sangat ditentukan oleh organisasi , sehingga rangkap jabatan perlu ada evaluasi total demi sebuah Hijrah, menata dan memelihara dan memperbaiki banyaknya persoalan di daerah, mengedukasi tugas dan fungsi DPD sehingga ada “hijrah”

Berharap turun menyapa dan menyerap aspirasi, sehingga setiap keputusan diambil berdasarkan pembacaan Al alaq, dan harapannya setiap kebijakan melahirkan kekuatan jamaah, kita kenal spirit alfatihah, atau bahasa saya sukses berkah berjamaah.

Pendidikan Anak Tanggung Kita

0

Oleh : Ust Drs Nasri Bukhari MPd, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel

HidayatullahSulsel.com — Semakin tinggi kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan anak akan semakin serius mencari pendidikan terbaik bagi anaknya.

Demikian pula semakin tinggi kualitas pengelolaan pendidikan semakin tinggi pula kepercayaan masyarakat ke sekolah. Kepercayaan masyarakat itu ditunjukkan dengan dipercayakannya pendidikan anaknya pada sebuah lembaga terpilih.

Sebaliknya salah satu indikator penilaian kurangnya mutu sebuah lembaga pendidikan adalah dari tingkat respon orangtua mempercayakan pendidikan anaknya pada lembaga pendidikan tertentu.

Hal itu ditandai dengan kurangnya minat masyarakat kepada sebuah lembaga pendidikan. Bahkan jumlah siswanya cenderung semakin menurun dari tahun ke tahun hingga tak ada peminat seorang pun.

Memilih dan mempercayakan pendidikan anak pada lembaga, baik itu pendidikan umum maupun pesantren adalah sebuah nilai dari bentuk tingginya tanggung jawab dan kepeduliaan orang tua pada pendidikan anaknya

Ketika telah mempercayakan pada lembaga pendidikan yang diyakini baik menciptakan suasana bahagia bagi orang tua. Karena telah menemukan lembaga pendidikan yang tepat, mampu mendidik anak dengan baik sesuai ekspektasi dari orangtua.

Ekspektasi orangtua lebih tinggi adalah mengharapkan anaknya terbangun karakter cerdas, sholeh dan mandiri. Sehingga menitipkan dan mempercayakan pendidikan anaknya pada pendidikan agama, khususnya pesantren sistem boarding.

Ironisnya manakala orangtua merasa bahagia bukan karena telah mendapatkan tempat terbaik bagi pendidikan anaknya. Tapi juga karena lepasnya sebagian beban beratnya mendidik anak di rumah. Khususnya ketika anaknya telah tumbuh memasuki masa remaja yang penuh perubahan perkembangan psikologis dan gejolak jiwa yang kadang memusingkan orangtua.

Beban berat dan susahnya mendidik anak itu lebih terasa di zaman digital ini. Melalui berbagai media yang melekat pada kehidupan modern, dimana disamping mempercepat kecerdasan perkembangan keilmuan anak, juga bisa berdampak negatif merongrong dan menggerogoti mentalitas dan kepribadian anak.

Benteng perlindungan dan pengamanan dari kekhawatidan itu adalah dengan memilihkan lembaga pendidikan yang diyakini dapat mengcover harapan dan keinginan orang itu.

Walaupun langkah orangtua mempercayakan pendidikan anak pada lembaga pendidikan yang dinilai baik itu, khususnya pada pendidikan agama seperti pesantren tentu adalah sebuah keputusan yang dipandang lebih baik dibanding dengan sebagian orangtua yang tidak memperdulikan masa depan pendidikan anaknya.

Pendidikan Tanggung jawab Siapa ?


Apakah dengan mempercayakan dan memberi harapan sepenuhnya pendidikan anak kepada lembaga pendidikan yang dipilih adalah sudah dinilai sebagai langkah paling tepat dari orang tua dalam mendidik dan mempersiapkan masa depan anak.

Sementara esensi pendidikan adalah sesuatu yang memerlukan perhatian serius dan tanggung jawab utama dari orangtua. Setelah fungsi dan tanggung jawab orangtua telah ditunaikan terlebih dahulu barulah melibatkan pohak lain diluar peran orangtua.

Sebagaimana dipahami bahwa saat ini sudah menjadi kebutuhan yang melahirkan sistem dan pola kerja bahwa pendidikan anak harus melibatkan berbagai pihak. Maka pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga masyarakat dan pemerintah.

Mengingat esensi pendidikan sebagai suatu usaha terencana untuk membina dan kepribadiannya agar sesuai dengan norma-norma atau aturan sesuai yang disepakai dalam masyaratakat.

Sehingga orang tua tidak boleh menganggap bahwa pendidikan anak sepenuhnya merupakan tanggung jawab dari lembaga pendidikan, baik sekolah ataupun pesantren. Atau sebaliknya sekolah tidak mengoptimalkan peran dan fungsi orangtua dalam proses pendidikan yang dijalankan di Sekolah.

Secara ideal seharusnya tercipta sinergi baik secara harmonis antara orang tua, sekolah dan juga pemerintah. Secara berkolaborasi membangun kerja sama dalam proses pendidikan anak sesuai fungsi masing-masing guna tumbuh menjadi genarasi yang diharapkan.

Peran utama dalam pendidikan adalah orang tua, sebagai lingkungan pertama dan utama dimana anak berinteraksi dalam lembaga pendidikan rumah tangga. Khususnya peran ibu sebagai “Ummu Madrosah”, memperankan diri sebagai guru dan pendidik utama dalam sebuah rumah tangga

Seharusnya seorang ibu dan juga bapak lebih banyak waktu mendampingi anak-anaknya baik di rumah, lingkungan dan masyarakat. Sekalipun orangtua memiliki banyak kesibukan mencari nafkah atau dengan alasan mengabdikan diri pada bangsa negara atau sebagai aktivis dakwah. Hak-hak anak tetap diberikan sebagaimana mestinya.

Disamping peran aktif orang tua tentu saja perlu didukung oleh komunikasi dan kerjasama yang baik antara orang tua dengan pihak sekolah.

Peran dan keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak-anak akan berdampak positif bagi anak-anak dan terhadap perkembang karakter anak dalam mencapai kesuksesan tatkala mereka menginjak usia dewasa

Adapun fungsi sekolah diadakan sebagai lembaga atau institusi pengganti dan penguat peran keorangtuaan. Secara sengaja dan penuh kesadaran tanggung jawab dikembangkan menjadi lembaga pembinaan karakter dan pengembangan potensi keilmuan dan life skill anak

Terdapat pula eksistensi pemerintah dan masyakat. Secara umum kedua unsur itu melahirkan kebijakan dan menciptakan lingkungan yang kondusif yang berpihak dan mendukung proses tumbuh kembangnya anak sesuai karakteristik dan psikologi perkembangan usia anak didik

Peran dan fungsi tiga unsur yakni orangtua, sekolah dan pemerintah -masyarakat adalah suatu kesatuan integrasi sistem dan kultur yang harus selalu bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun pendidikan bermutu.

Peran dari tiga unsur itu adalah peran keorangtuaan secara tanggungjawab dan fungsi dalam pendidikan anak, sebagai mana tergambar dalam firman Allah Swt. dalam surah At Tahrim: 6 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

Dalam pandangan Islam menurut al-Ghazali, tujuan pendidikan Islam adalah kesempurnaan manusia di dunia dan akhirat. Manusia dapat mencapai kesempurnaan melalui ilmu untuk memberi kebahagiaan di dunia dan sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah.

Untuk mencapai kesempurnaan manusia berdasarkan tujuan pendidikan tersebut lalu ketika muncul pertanyaan, pendidikan tanggung jawab siapa ?, Ya, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, Sekolah masyarakat dan pemerintah.

Sehingga orang tua tidak boleh menganggap bahwa pendidikan anak hanyalah tanggung jawab sekolah. Dan sekolah harus senantiasa membangun komunikasi dan kolaborasi yang efektif dalam mewujudkan keberhasila pensidikan anak

Harus ada kesadaran bersama, khususnya fungsi orang tua dan guru Sehingga sesibuk apapun kegiatan orang tua tanggung jawab mereka terhadap anak tidak pernah bisa diwakilkan kepada siapapun selama hayat masih dikandung badan.

Tidak ada yang namanya mantan orangtua termasuk mantan guru sebagaimana tak ada mantan murid. Sementara orang tua punya dua profesi utama, sebagai orang tua dan guru bagi anaknya. Dan juga peran guru, punya tanggung jawab sebagai orangtua di sekolah.

Fungsi dan peran keduanya lah yang menjadi energi dahsyad mengalit ke petala jiwa dan batin anak, kelak tumbuh kembang menjadi anak yang sukses meraih masa depannya sebagai hamba dan khalifah.(*)

Bangun Masjid dan Persaudaraan

0

Oleh : Ust Drs Muhammad Kaisar, Ketua Pembina Yayasan Darul Hijrah Hidayatullah Maros

HidayatullahSulsel.com — Saat ini kita telah memasuki tahun baru Hijriyah 1445 H. Tahun Hijriyah ditandai oleh hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah.

Hijrah tersebut menandai pula dimulainya dibangun peradaban Islam. Membangun peradaban Islam, Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wa salam memulainya dari membangun masjid ketika beliau tiba di Madinah.

Kedua membangun persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Ashar.
Dalam membangun Islam menjadi masyarakat yang berperadaban maka persaudaraan harus terjaga begitupun juga ekonomi jamaah.

Ekonomi jamaah bisa terwujud dalam memenangkan pertarungan kehidupan hari ini. Maka sekecil apapun mari terbiasa berbelanja kepada sesama muslim.

Ada tiga hal yang tidak bisa terlepas dari kita sebagai sebagai seorang muslim. Sebagaimana Allah jelaskan dalam surah Al Baqarah ayat 218.

“Sesungguhnya orang orang yang beriman, orang-orang berhijrah dan berjihad di jalan Allah mereka itu mengharapkan Rahmat Allah dan Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (rls/*)

*) Disarikan dari Tausiah di Kampus Pondok Tahfidz Darul Hijrah Putra 18 Juli 2023 bertempat.

BMH-DPD Hidayatullah Maros Memberi dan Berbagi

0

Maros, HidayatullahSulsel.com — Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Gerai Maros dan DPD Hidayatullah Maros bersama mengajak kepedulian ummat berbagi melalui donasi pembangunan masjid dan wakaf Qur’an

“Alhamdulillah, berkat kerjasama BMH dengan ibu Hj Muliati sejak tahun lalu memberikan dana untuk merampungkan pembangunan masjid di Pondok Tahfizh Hidayatullah Tanralili,” jelas Ketua BMH Maros Ust Fatahillah Abu Sitta.

Saat ini sedang pengerjaan kubah panel berukuran 5 meter dari Surabaya seharga Rp 115 juta, pengerjaan, dinding dan akan dilanjut pemasangan granit lantai dua, hingga plafon.

Sementara pengurus DPD Hidayatullah Maros berbagi Al Qur an ke penghafal dan komunitas tukang batu.

Ketua DPD Hidayatullah Maros ust Drs Muhammad Kaisar telah sepakat dengan Yayasan Wakaf Suara Hidayatullah untuk program mencetak dan membagi Al Qur an khususnya di Maros dan seluruh Sulsel.

Tebar Qur’an tersebut melalui program Wakaf Al Qur an Rp 150 ribu yang sudah berjalan selama ini.(rls/*)

Bagi yang ingin berwakaf Al Qur an dan Pembangunan Masjid bisa menghubungi :
ust Muhammad Kaisar📱081342563546 mengirim ke Rek Bank BRI Tanralili 497001020065532 an/DPD Hidayatullah Maros

Hidayatullah Maros Gelar Mabit Kader dan Santri Tahfidz. Hadirkan Ketua DPW Sulut

0

Maros, HidayatullahSulsel.com — DPD Hidayatullah Maros mengadakan Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) bagi kader dan santri di di Kampus Pondok Tahfidz Darul Hijrah Putra, Sabtu-Ahad (15 -16/7/ 2023).

Kegiatan diisi dengan agenda pada malam hari spirit berdakwah di daerah minoritas oleh Ketua DPW Sulawesi Utara Ust Syamsul Arifin.

Ia menceritakan pengalaman berdakwah di daerah minoritas dan mengajar para kader dan santri yang ingin bertugas di daerah Sulawesi Utara pada 6 kabupaten yang belum eksis dakwah oleh Hidayatullah.

Ust Syamsul memberikan spirit kemenangan dengan mengangkat kisah perjuangan Muhammad Al Fatih yang kurang lebih 80 tahun berjuang baru bisa mendapat kemenangan.

“Perjuangan dilakukan dengan sederhana dan konsisten melalui mengaji dan halaqah. Jadi jangan kita bosan ikut halaqah dan tetap menjaga GNH kita untuk bisa mendapatkan kemenangan,” tegasnya.

Pada pukul 2.30 dilaksanakan shalat lail berjamaah dipimpin oleh Ust Nabil. Bada subuh diisi dengan kajian kepemimpinan Islam oleh KH Ahkam Sumadiyana MA.

Ia menguraikan kekurangan kepemimpinan Islam saat ini selalu kalah dalam perhelatan memilih pemimpin karena kurangnya orang baik dan masih dominan orang tidak baik sehingga masyarakat memilih orang tidak baik.

Ust Ahkam memberi contoh bangunan yang kokoh ada sebagai semen pasir besi dan ada cet dan jangan ada yang egois maunya sendiri dan tidak mau menyatu dalam tiang atau wadah kepemimpinan.

Padahal kepemimpinan ibarat anatomi tubuh, ada kepala yaitu pemimpin siap mengatur dan ada yang siap dipimpin atau jadi anak buah. “Menjadi anak buah mudah saja hanya butuh ketaatan. Sedangkan seorang pemimpin lebih berat karena diperlukan kesabaran dan skill dalam memimpin

Di acara mabit ini menurut Ketua DPD Hidayatullah Maros Muhammad Kaisar mengagendakan kajian kepemipinan yang akan terus diadakan sebagai miniatur dari kajian serupa di tingkat nasional yang dilembagakan dengan kehadiran Hidayatullah Institute.(rls/*)

Shalat Lail Sumber Energi Seorang Murobbi

0

Oleh : Ust Drs Nasri Buhari MPd, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel

HidayatullahSulsel.com — Betapa pentingnya shalat malam bagi seorang murobbi. Karena melalui sholat lail, amalan tersebut menjadi bekal utama seorang murobbi. Sehingga tidak layak dianggap seorang murobbi jika tidak istiqamah mendawamkan shalat lail.

Seorang murobbi mungkin biasa-biasa saja dari segi kualitas keilmuan, tetapi seorang Murobbi harus memiliki spiritual yang kuat. Sehingga seorang murobbi itu bisa mencerahkan.

Ambillah spirit dari sholat lail itu. Kalau sholat lail ini mantap maka urusan-urusan kita akan dimudahkan.

Karena Allah telah perintah kita untuk menunaikan sholat lail di QS. Al Muzammil, 1-3.

{ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ (١) قُمِ ٱلَّیۡلَ إِلَّا قَلِیلࣰا (٢) نِّصۡفَهُۥۤ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِیلًا (٣) }
[سُورَةُ المُزَّمِّلِ: ١-٣]
Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!
Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, (Yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu.

Mohonlah segala bentuk kekurangan yang kita milik pada sholat lail.

Senantiasalah ciptakan kondisi yang mana kita selalu merasa tertantang dan selalu butuh akan Allah sehingga akan mengantarkan kita untuk selalu meratap di hadapan Allah lewat sholat lail.


Selain ibadah, pentingnya pula seorang murrabi memiliki sikap tabattul. Sikap tabattul ini dimulai dengan wudhu sebelum tidur.

Selain ibadah dan tabattul, tatkala pentingnya adalah sikap tawakkal. Tawakkal bermula dibangun di malam hari, sebagai persiapan menjalani aktivitas di siang hari.

Murabbi juga harus sabar, lebih dari mutarabbi. Murobbi adalah sosok yang menjadi fokus perhatian, titik pusat Spirit dan teladan dalam berbagai kebaikan; kesabaran, fokus program, konsistensi, semangat, tabattul, tawakkal yang terus menerus terjaga.

Semoga kita semua bisa menjadi Murobbi yang baik.(Abu Fathun)

*) Disarikan dari tausiyah kelembagaan pada Daurah dan Upgrading Murobbi Sulsel di Pesantren Hidayatullah Salaonro, Soppeng, Sabtu, (15/7/2023).

Nurul, Santri Ponpes Al Hijrah Hidayatullah Masamba Terbaik Tingkat MTS se Lutra

0

Lutra, HidayatullahSulsel.com — Santri pondok putri Al Hijrah Hidayatullah Masamba meraih juara 1 untuk kategori mata pelajaran IPS Terpadu Tingkat MTS se-Luwu Utara.

Ketua Yayasan Al Hijrah Pondok Pesantren Hidayatullah Masamba Ust Abd Wahab mengaku sangat bangga dengan prestasi diraih santri Nurul Azizah.

“Terima kasih kepada Kepsek MTS Al Hijrah dengan kerja keras semua tim pengajar, santri bisa meraih prestasi ini,” ujarnya

Yayasan Al Hijrah Masamba saat ini mengelola pendidikan tingkat TK SD MTS SMK dan Tahfidz

Ust Wahab mengaku prestasi yang diraih santri akan menjadi motivasi untuk meraih prestasi dan bisa bertahan dengan prestasi ini dan tahun depan.

“Para pengajar akan lebih bekerja maksimal dan promosi sekolah MTS dan menjadi rujukan dengan keunggulan dengan Pendidikan Berbasis Tauhid yang sudah diterapkan sejak pondok ini berdiri,” urainya.

Pondok pesantren Al Hijrah Hidayatullah Masamba berlokasi di Jl Lamarancina Incor Masamba.(rls/*)

Depdikdasmen Hidayatullah Sulsel Gelar Upgrading Guru Qur’an

0

Pinrang, HidayatullahSulsel.com — Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan menggelar Upgrading Guru Qur’an jenjang SD/MI Hidayatullah Se Sulawesi Selatan.

“Upgrading ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Al Quran di sekolah,” jelas Ketua Depdikdasmen DPW Hidayatullah Sulsel Ust H Dwi Subagyo.

Kegiatan bertema “Standarisasi Pembelajaran Al Qur’an Sebagai Program Unggulan Sekolah” dilaksanakan selama 2 hari di Kampus Hidayatullah Menro, Pinrang, Sabtu-Ahad (15-16/7/2023). Menghadirkan 4 pemateri utama dari unsur Pengurus DPW, Guru Metode Ummi, Guru Tahsin dan pengelola sekolah unggul berbasis Al Qur’,an.

Kegiatan upgrading tahap pertama ini diikuti oleh 20 orang guru Qur’an SD dan MI dari beberapa daerah di Sulsel uang masuk dalam Zona Bosowa, Ajatapareng dan Zona Selatan. Kegiatan serupa untuk zona Luwu Raya digelar awal Agustus 2023 mendatang.

“Al Qur’an adalah ruh dan sekaligus program unggulan utama sekolah dan madrasah yang berada dalam naungan Lembaga Pendidikan Integral Hidayatullah sehingga harus mendapat porsi yang lebih besar baik dalam pengalokasian waktu maupun SDM gurunya,” harap Ust H Dwi.

Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan Ust Drs Nasri Bohari MPd dalam sambutan pembukaan acara juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Qur’ani kepada peserta didik baik dalam tataran konsep maupun aplikasinya.

Ia juga berharap dengan standarisasi pembelajaran Al Qur’an di sekolah akan mempercepat kebangkitan lembaga pendidikan Hidayatullah di Sulawesi Selatan.(rls/*)

Standarkan Kualitas Murabbi Ula, Hidayatullah Sulsel Adakan Daurah di Soppeng

0

Soppeng, Hidayatullah Sulsel.com — “Siapa yang menganggap penting acara murobbi ini?” tanya Drs KH Ahkam Sumadiana MA.

Pertanyaan itu muncul saat Instruktur Nasional Hidayatullah ini membawakan materi di hari kedua acara Daurah dan Upgrading Mutabbi Ula Hidayatullah Sulsel di Hidayatullah Salaonro, Soppeng, 14-16 Juli 2023.

Ustad Ahkam memberikan materi pada bayani di Surah Al Alaq, Al Qalam dan Al Muzammil. Menurutnya menjadi Murobbi adalah sesuatu yang begitu penting bagi kelangsungan Hidayatullah ke depan.

Daurah ditargetkan diikuti 30 peserta Murabbi Ula se-Sulsel. Daurah tersebut didampingi salah seorang anggota Dewan Murobbi Wilayah Sulsel, Ustad. Dr Khairun Misjaya. (Abu Fathun)