Beranda blog Halaman 54

Mushida Maros Laksanakan Pengajian Majelis Taklim di Moncongloe Bulu

0

Maros, HidayatullahSulsel.com — Muslimat Hidayatullah (Mushida) Maros mulai merambah wilayah dakwah di Moncongloe Bulu melalui pengajian di Masjid Nurul Muflihun Desa Moncongloe Bulu Kec Moncingloe, Maros, Ahad (6/8/2023).

Pengajian para anggota Majelis taklim Nurul Muflihub itu khusus bagi ibu-ibu yang di isi oleh Ketua DPD Hidayatullah Maros Ust Muhammad Kaisar.

Dalam tausiyahnya Ust Kaisar menyampaikan pembahasan seputar kandungan Surah Al Jumah ayat 2. “Kita sebagai seorang muslimat pentingnya proses tilawah dan Nabi Muhammad bersama para sahabat butuh waktu 23 tahun untuk belajar Al Qur an dan posisi keadaan ummi belum bisa baca tulis dan dibimbing langsung oleh Malaikat Jibril,” urainya.

Tarbiyah Qur’an tersebut juga harus dilakukan masyarakat sekarang, “Jangan malu belajar kembali alif ba karena ini akan menguatkan keimanan kita,” ujarnya.

Departemen Dakwah Muslimat Hidayatullah Maros Ustadzah Anita mengatakan semangat ibu-ibu binaan Mushida Maros belajar Al Qur an setelah pelaksanaan wisuda pekan lalu sangat tinggi termasuk di Kecamatan Simbang dan Tanralili. Mushida Maros akan menurunkan tim pengajar Al Quran

Hj Armawati inisiator pengajian tersebut memberi motivasi bagaimana pentingnya belajar Al Qur an karena ini merupakan bekal di akhirat kelak.(rls/*)

Pengurus DPD Hidayatullah Maros kembali menawarkan program Wakaf Masjid Rp 50.000 Pembangunan Masjid dan Wakaf Al Qur an Rp 150.000

Bagi yang ingin berwakaf dalam pembangunan masjid dan wakaf Al Qur an bisa menghubungi : ust Muhammad Kaisar📱081342563546 .
mengirim ke Rek Bank BRI Tanralili 497001020065532 an/DPD Hidayatullah Maros
atau bisa datang langsung ke alamat Dusun Baku Desa Lekoancing Kecamatan Tanralili Kab Maros

Ketua DPW Tinjau Pembangunan MCK Pondok Tahfidz Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar

0

Takalar, HidayatullahSulsel.com — Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, Ust Drs Nasri Bukhari MPd melakukan kunjungan ke kampus Hidayatullah Takalar, Sabtu (5/8/2023).

Kunjungan tersebut sebagai penyemangat kepada pengurus Hidayatullah Takalar yang saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan membangun infrastruktur di kampusnya.

Ust Nasri meninjau langsung perkembangan pengerjaan MCK Pondok Tahfidz Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar.

Pembangunan MCK bantuan dari pemerintah melalui Kemenag Kota Takalar yang beberapa bulan yang lalu diterima dan ditanda tangani langsung Oleh Ust. Arham Ketua DPD Hidayatullah Takalar.

“Alhamdulillah, perkembangan pondok kita di Takalar relatif cepat, terus melakukan upaya-upaya sehingga setiap kita datang berkunjung ada saja perubahan yang terjadi di tempat perintisan ini,” ujar Ust. Nasri

Sementara itu menurut Ketua DPD Hidayatullah Takalar, apa yang menjadi perkembangan di DPD Takalar saat ini wujud dari do’a-do’a jama’ah yang dibarengi ikhtiar pengurus.

“Apa yang kita peroleh Saat ini tidak terlepas dari do’a-doa kita semua, dengan hadirnya ketua DPW datang meninjau langsung menjadi spirit tersendiri bagi kami dan seluruh pengurus untuk semakin berupaya bekerja maksimal,” tuturnya.(Mansur)

Hidayatullah Maros-Bank Mega Syariah Sinergi Gerakan Wakaf

0

Maros, HidayatullahSulsel com — DPD Hidayatullah Maros akan bermitra dengan Bank Mega Syariah untuk Gerakan Wakaf. Hal ini terungkap pada pertemuan di Kantor BTH Makassar, akhir pekan lalu, (4/8/2023).

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua DPD Hidayatullah Maros Ust Muhammad Kaisar didampingi Ketua BTH Makassar Ust Baso Zulfikar. Bank Mega

Program yang direncanakan kemitraannya untuk Program Wakaf Uang. Program ini sudah di jalankan dengan Badan Wakaf Indonesia, Jakarta.

Program wakaf yang dilaksanakan DPD Hidayatullah Maros selama ini masih terbatas pada wakaf langsung berupa pembangunan masjid.
“Untuk selanjutnya akan menggarap program wakaf produktif bersama Bank Mega Syariah dengan Pemilik Bapak Chairul Tanjung,” ujarnya.

Ust Kaisar juga mengatakan pihaknya juga tetap akan menggerakkan program wakaf langsung berupa pembangunan Masjid yang sedang berjalan di beberapa tempat.

Adapun dana yang di butuhkan Rp 100.000.000
Masjid Pondok Tahfidz Hidayatullah Tanralili sekarang sudah memasuki tahun ketiga untuk pembangunan masjid ini.

Pengurus melelang pengerjaan lantai dua karena membutuhkan dana yang cukup besar dan “Alhamdulillah untuk pengerjaan lantai satu sudah dimanfaatkan santri untuk ibadah berupa shalat jamaah dan shalat sunat seperti shalat dhuha dan shalat tahajud serta pembelajaran,” tambahnya.(rls/*)

DPD Hidaytullah Maros Ust Muhammad Kaisar kembali membuka program wakaf untuk masjid pondok Tahfidz mulai
1.Rp.50.000
2.Rp.500.000
3.Rp.1.000.000
4.Rp.5.000.000

Bagi yang ingin berwakaf dalam pembangun masjid bisa menghubungi :
ust Muhammad Kaisar
📱081342563546 .
mengirim ke Rek Bank BRI Tanralili
497001020065532 an/DPD Hidayatullah Maros atau bisa datang langsung ke alamat Dusun Baku Desa Lekopancing Kecamatan Tanralili Kab Maros

Alumnus Sekolah Dai Hidayatullah Putri Bone Pemateri Roadshow Daurah Tansin dan Bahasa Arab

0

Bone, HidayatullahSulsel.com — Alumnus terbaik Sekolah Dai Hidayatullah (SDH) Putri Sultanbatara Bone angkatan Pertama 2022 Ustadzah Istiqomah Tul Aulia menjadi pemateri pada Road show Daurah Tahsin dan Bahasa Arab Untuk guru dan Santri.

Daurah dilaksanakan oleh Departemen Dikdasmen dan Kepesantrenan DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan di 6 kampus Pesantren Hidayatullah di Sulawesi Selatan.

“Daurah ini dilaksanakan di Pesantren Putri Hidayatullah Bone, Belopa, Bungadidi, Palopo, Pesantren Cilik Auladi Jeneponto, dan Pesantren Hidayatullah Menro Pinrang,” urai Kadep Dikdasmen DPW Hidayatullah Sulsel Ust H Dwi Fii Amanilah di Bone, Jum’at (4/7/2023).

Kegiatan daurah telah dilaksanakan sejak 22 Juli lalu hingga 24 Agustus mendatang. Menurut Ust Dwi, pesertanya dikhususkan untuk guru-guru putri dan santri putri sekolah tingkat menengah (Wustho dan Ulya).

Daurah dengan durasi waktu 4-5 hari di tiap kampus yang melaksanakan itu juga diisi narasumber utama Ustadz Nasrullah Alwi Lc (Kadep Perkaderan dan Kepesantrenan DPW Hidayatullah Sulsel) dan Ustadzah Ummu Syifa M (mahasiswi S1 Tahfizh bersanad Markazul Qur’an Wal Lughoh STAIL Surabaya).

“Target jumlah peserta di setiap titik pelaksanaan daurah adalah 40 orang yang terbagi menjadi 2 rombongan belajar,” jelas Ust Dwi yang juga Penangggungjawab SDH Putri Sultanbatara Bone dan inisiator Road Show Daurah Tahsin dan Bahasa Arab Tahun 2023 itu.

Daurah tersebut jelasnya, dimaksudkan untuk penguatan program pembelajaran Al Qur’an dan bahasa Arab sebagai program unggulan utama di sekolah dan pesantren Hidayatullah.

“Ini juga sebagai wujud penerapan kurikulum Pendidikan Integral berbasis Tauhid (PIBT). Diharapkan dengan daurah tahsin dan bahasa Arab yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan akan memberikan daya dukung untuk mewujudkan kebangkitan Pendidikan Hidayatullah di Sulsel.

Kebangkitan Pendidikan Hidayatullah di Sulawesi Selatan telah dicanangkan pada oleh Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan Ust Drs Nasri Bukhari MPd sebagai fokus program kerja tahun 2023.(rls/*)

Tantangan Mendidik Anak di Era Digital

0

Oleh : Ust Drs Nasri Bukhari MPd, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel

HidayatullahSulsel.com — Kilatnya laju teknologi digital kini terus merangsek ke setiap level dan bidang kehidupan, tak terkecuali masuk ke lingkup terkecil yakni keluarga. Kemajuan ini mendorong perubahan terhadap banyak pola hidup, salah satunya adalah pola mendidik anak.

Disadari, betapa banyak orangtua yang memanfaatkan kemajuan teknologi digital untuk membantu dalam pendidikan anak. Namun pemanfaatannya di masa transisi dalam tumbuh kembang anak tak selamanya berjalan baik tanpa kendala sebagaimana yang diharapkan.

Kemajuan teknologi digital bisa jadi adalah tantangan berat bagi orangtua dan pendidik dalam pendidikan anak. Teknologi digital ibarat pedang bermata dua, satu sisi memberi kemudahan mendapatkan informasi baru, juga memudahkan mengakses dengan cepat berbagai ilmu pengetahuan yang diperlukan.

Terlebih lagi tentu sangat membantu dan memudahkan para orang dewasa (orang tua) untuk bekerja di rumah ataupun dimana saja. Sebaliknya sisi lain, bisa akan berbahaya jika langsung diserap tanpa disaring terlebih dahulu khususnya untuk kebutuhan proses pendidikan anak.

Penelitian berjudul Permasalahan Pola Asuh dalam Mendidik Anak di Era Digital oleh Atmojo dkk. menyatakan bahwa pesatnya arus informasi dan teknologi berpotensi menjerumuskan anak-anak dalam perilaku buruk. Seperti misalnya, anak-anak akan terpengaruh untuk melontarkan kata-kata umpatan sehingga akan terjadi degradasi moral di kalangan anak-anak.

Dampak lain turut muncul ketika anak-anak lebih cenderung asyik bermain dengan layar teknologi seperti gawai, membuat mereka tak memiliki pola pendidikan sosial kemasyarakatan. Keasyikan bermain di dunia digital dan media sosial dapat menciptakan kondisi lupa berinteraksi sosial.

Dalam proses selanjutnya jika terus dibiarkan dapat berpengaruh terhadap perkembangan karakter dan pola interaksi anak dengan lingkungannya. Di saat dimana pembentukan karakter anak memerlukan hubungan interaksi dengan teman sebaya, yang menciptakan motivasi anak untuk kompetitif belajar. Sementara hidup berinteraksi adalah belajar hidup bersosialisasi dalam kelompok dan dengan masyarakat secara umum

Namun tentunya di zaman seperti saat ini untuk maju dan berkembang tak bisa lepas dari teknologi informasi, media digital dan maya, termasuk dalam dunia pendidikan.

Cara bijak menyikapi kemajuan dunia digital dalam proses pendidikan anak, bukan menjauhkan sepenuhnya teknologi digital dari anak-anak. Pada saat yang sama pendidikan terkini memerlukan media belajar, teknologi digital dan dunia maya dalam proses belajar anak.

Belum lagi realitas kehidupan saat ini, hampir tak ada lagi aktivitas dan bidang kehidupan yang tidak memanfaatkan teknologi informasi yang berbasis digital. Kecanggihan teknologi menciptakan kemudahan, kecepatan dan keluasan akses, menjadikan teknologi digital semakin tak terelakkan untuk digunakan.

Ironisnya sebagian orang tua merasa nyaman dan terbantu pada saat ketika melakukan acara tertentu atau aktivitas kesibukan lainnya yakni dengan memberikan kebebasan seperti handphone kepada anaknya dengan maksud tidak rewel dan mengganggunya. Terkadang orangtua tanpa mau tahu dan memahami dampak bagi anaknya dari penggunaan media tersebut.

Oleh karenya, agar tidak terlalu jauh terpapar dampak buruk teknologi digital pada anak, para orang tua atau pendidik sebaiknya melakukan beberapa hal, sebagai langkah preventif. Mengubah dunia digital dan dunia maya dari ancaman menjadi kebutuhan yang termanfaatkan secara baik dan tepat.

Pertama bahwa dunia anak-anak sebagaimana kita sebagai orang tua dulu tak sama dengan dunia anak-anak saat ini. Perkembangan dunia modern yang serba digital dalam kehidupan keseharian tak mungkin dijauhi atau dipisahkan dengan teknologi digital

Yang dibutuhkan adalah sikap bijak menyikapi pola pendidikan sesuai zaman seperti saat ini. Sangat bijak nasehat Ali bin Abi Thalib dalam mendidik anak, begitu mengena dan layak kita renungkan. “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu

Era orangtua dulu, sangat alami dan penuh keakraban dengan lingkungan sekitar, sangat beda dengan era yang dihadapi anak-anak di zaman digital sekarang ini. Sehingga orangtua atau ayah dan ibu mengharuskan untuk berubah dalam mendidik sesuai tantangan anak-anaknya seperti zaman ini.

Kedua adalah seoptimal mungkin orangtua dan pendidik mengawasi dan mengarahkan penggunaan perangkat dan media digital dan maya dengan tepat. Meminimalisir anak bisa mengakses konten-konten negatif ataupun konten yang belum sesuai dengan usia sang anak.

Dikhawatirkan anak-anak keasyikan bermain dengan perangkat digital. Sebab apabila sudah kecanduan bisa membuat sang anak kurang berinteraksi dengan dunia yang sebenarnya, bahkan lebih jauh lagi dari segi kesehatan bisa merusak otak dan pikirannya.

Anak-anak diantar untuk menyeimbangkan antara menggunakan teknologi digital dengan memperkenalkan aktivitas-aktivitas fisik dan keterampilan lainnya seperti berkebun, piknik, bersosialisasi dengan tetangga, ataupun berolahraga.

Ketiga, memilih wadah pendidikan yang baik adalah cara tepat mendidik anak di dunia serba digital ini. Sebab, disamping akan menjauhkan dari sifat ketertutupan dan egoisme dengan lingkungan sebenarnya. Juga mempersiapkan ilmu, jiwa dan mentalitas anak menjadi siap menghadapi tantangan dan kompetisi zaman ke depan.

Tak bisa dipungkiri, pendidikan yang baik dan tepat seperti sekolah yang banyak memberi waktu dan ruang untuk pembentukan jiwa dan akhlak anak adalah langkah benar. Terlebih lagi saat ini sebagian orangtua semakin sadar memasukkan anak harapan dan buah hatinya ke pendidikan agama ataupun pesantren.

Keempat, mengingat waktu mendidik anak sangatlah cepat dan singkat. Sejak jenjang PAUD, TK, SD serta SMP dan SMA atau saat-saat anak berseragam hingga memasuki usia dewasa terus dan tetap menjadi orangtua baik, sebagai pendidik yang.akrab dan dekat dengan anak-anaknya..

Jangan sampai dunia digital dan dunia maya mengambil alih peran orangtua dalam pendidikan dan pembentukan karakter anak. Sehingga anak tidak mengenal orangtua dan dan guru sebagai pendidik yang baik secara hakiki. Jangan sampai seharusnya anak seharusnya menghormati dan patuh pada orangtua dan guru menjadi pribadi yang sebaliknya.

Keakraban, kedekatan dan kedekapan pada hati dan jiwa anak buah dari kasih sayang orangtua dan guru akan menjadi termudahkannya transfortasi nilai dan akhlak pada anak.

Lebih efektif lagi adalah ketika figur yang dikagumi di dunia digital dan maya menjadi tenggelam oleh sosok figuritas keteladan orangtua yang difragmetasikan dan dirasakan anak setiap di rumahnya.

Pada hakekatnya mendidik anak bukan sisa dan sekedar waktu, mendidik anak adalah investasi terbesar dan terbaik dari orangtua, dengan memberinya sepenuh waktu dan sepenuh jiwa untuk kesuksesan masa anak tercinta.(*)

.

Muslimat Hidayatullah Maros Gelar Wisuda Santri Dewasa

0

Maros, HidayatullahSulsel.com — Muslimat Hidayatullah Maros menggelar wisuda bagi santri dewasa di pondok Tahfidz Putri Darul Hijrah Hidayatullah Tanralili Maros, Ahad (30/8/2023).

Ketua Muslimat Hidayatullah (Mushida) Maros St Umrah mengatakan semangat ibu-ibu binaan Mushida Maros belajar Qur’an sangat tinggi maka diapresiasi dengan pelaksanaan wisuda.

Salah seorang peserta wisuda mengaku sangat bersyukur bisa diajarkan oleh pengurus Nushida belajar Al Qur an

Ketua DPD Hidayatullah Maros Ust Drs Muhammad Kaisar mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Mushida sebagai organisasi pendukung DPD Hidayatullah Maros.

“Terutama dalam program tarbiyah Qur’an bagi para ibu-ibu di Maros. Dengan keberadaan Mushida sehingga tak melibatkan ustad dalam mengajarkan ibu-ibu, tapi oleh ustadzah,” jelasnya.(rls/*)

*) DPD Hidayatullah Maros kembali menawarkan program Wakaf Masjid Rp 50.000 Pembangunan Masjid dan Wakaf Al Qur an Rp 150.000

Bagi yang ingin berwakaf dalam pembangunan masjid dan wakaf Al Qur an bisa menghubungi :
ust Muhammad Kaisar
📱081342563546 .
mengirim ke *Rek Bank BRI* Tanralili
*497001020065532 an/DPD Hidayatullah Maros*

Atau bisa datang langsung ke alamat Dusun Baku Desa Lekoancing Kecamatan Tanralili Kab Maros
Jl Elang Perumahan Batangase Permai Kec Mandai Kab Maros

Hidayatullah Sulsel Rakor Persiapan Pelaksanaan Silatnas

0

Soppeng, HidayatullahSulsel.id — Silaturahmi Nasional Hidayatullah akan digelar akhir November 2023 di Kampus Induk Ummul Quro, Hidayatullah Pusat Balikpapan.

Untuk memaksimalkan persiapan keikutsertaan di acara Silatnas ini, DPW Hidayatullah Sulsel menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Silatnas Hidayatullah di Kampus Hidayatullah Salaonro, Soppeng, Ahad, (30/7/2023).

Rakor dihadiri 50-an orang peserta dari unsur Pengurus DPW Sulsel, Ketua dan Bendahara DPD Se Sulsel, Direktur STAI Al Bayan, Direktur BTH, dan secara khusus dihadiri oleh Kabid Dakwah dan Layanan Ummat DPP Hidayatullah, Ustad Drs. Nursyamsa Hadits.

Dalam sambutannya, Ketua DPW Sulsel, Drs Nasri Buhari MPd, meminta keseriusan seluruh pengurus DPD Hidayatullah Se-Sulsel untuk mensukseskan acara Silatnas Hidayatullah di Balikpapan.

“Kita sukseskan Silatnas Hidayatullah di Balikpapan, dari Sulsel kita hadirkan 1.000 kader,” harap Ketua DPW Hidayatullah Sulsel.

Senada dengan Ustad Nasri Buhari, Ustad Nursyamsa pun mempertegas keterlibatan seluruh kader Hidayatullah untuk acara Silatnas tersebut.

“Komitmen kontribusi setiap cabang dan amal usaha harus kita tunaikan. Sulsel wajib mensukseskan Silatnas ini, sebagai bentuk komitmen kekaderan kita,” ujarnya.

Disela Rakor, DPW Sulsel juga memberikan kesempatan kepada Sekolah Dai Hidayatullah (SDH) untuk memaparkan programnya. Juga dari Direktur STAI Al Bayan dalam mempromosikan sekolah tinggi pertama Hidayatullah di Sulsel tersebut.(Abu Fathun)

Yayasan Al Hijrah Hidayatullah Masamba Adakan Bina Aqidah bagi Orangtua Siswa SD dan Pengajian Warga

0

Luwu, HidayatullahSulsel.com — Yayasan Al Hijrah Hidayatullah Masamba menggelar kegiatan Bina Aqidah bagi orangtua dan wali siswa SD di Aula SD Integral Al Hijrah Pondok Pesantren Hidayatullah Masamba, Sabtu (29/7/2023).

Hadir menyampaikan materi Bina Aqidah Ust Muhammad Kaisar. Sebelumnya Kepsek SD Integral Al Hijrah Ust Muh Qayyum menyampaikan materi pengenalan Hidayatullah bagi para orangtua siswa baru SD Integral Al Hijrah.

“Sesi penjelasan Bina Aqidah sangat penting karena di Hidayatullah diterapkan kurikulum pendidikan berbasis tauhid dan orangtua pun juga perlu di bina aqidahnya lewat pembinaan berkesinambungan dan akan berlanjut dengan halaqah taklim,” jelas Ust Kaisar

Menurut Ketua Yayasan Al Hijrah Pondok Pesantren Hidayatullah Masamba Ust Abd Wahab Bina Aqidah merupakan program kerja pengurus yayasan yang diperuntukkan bagi orangtua siswa.

“Materi pembinaan sudah disiapkan Departemen Dakwah dan Pembinaan Anggota DPP Hidayatullah untuk disampaikan hingga ke seluruh tingkatan kepengurusan,” urainya.

Sebelumnya Yayasan Al Hijrah Hidayatullah Masamba juga telah melaksanakan pengajian bagi warga pada Jumat (28/7/2023). Pengajian juga bertepatan dengan momentum 10 Muharram.

Pengajian bagi pengurus dan warga pondok dan orangtua santri yang dekat dari pondok sekaligus untuk mengukuhkan kebersamaan itu tampil panel Ketua DPD Hidayatullah Luwu Utara dan Anggota Badan Pembina Ust Muh Kaisar.

Menurut Ketua Yayasan Al Hijrah Pondok Pesantren Hidayatullah Masamba bulan Muharram ini momentum memberi spirit untuk kemajuan kampus agar berkembang terus menjadi miniatur peradaban Islam di Luwu Utara.(rls/*)

Hidayatullah Tugaskan 29 Alumni Sekolah Dai Dakwah di Sulawesi

0

Parepare, HidayatullahSulsel.com — Menyiapkan dai muda yang siap untuk berdakwah di berbagai wilayah di kawasan Indonesia Timur, Sekolah Dai Hidayatulluh Sultanbatara Parepare Sulawesi Selatan  melaksanakan pendidikan selama setahun penuh bagi para Mahasantrinya.

Terdapat 29 orang yang mengikuti program khusus di angkatan ke 4 ini. Setelah menamatkan pendidikan mereka akan mengamban tugas dakwah ke daerah masing masing. Dalam proses tugas tersebut pihak kampus akan tetap membimbing dan melakukan upgrading  secara  berkala.

Kegiatan penamatan mahasantri Sekolah Dai dilaksanakan Sabtu (29/7/2023). Kegiatan dihadiri oleh unsur Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah, Ustadz Drs. Nursyamsa Hadist, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah (DPW) Ustadz Nasri Bohari dan jajaran.

Juga hadir Ketua DPW Hidayatullah Gorontalo Ustadz Saparuddin, Pengurus DPW Hidayatullah Sulbar Ustadz Masiara dan Ust Hafidz Kadep Dakwah DPW Hidayatullah Sultra, STAI Al Bayan Makassar, dan juga hadir Anwar Amir, SSTP. M.S.I, staf ahli  Walikota Parepare.

Serimonial penamatan diawali dengan ujian terbuka syarah matan manzumah Al Jazariyyahmatan untuk para wisudawan. Matan Al Jazariyyah merupakan ilmu tajwid cara membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf Al Quran yang terdiri dari 109 bait berbentuk syair.

Berkolaborasi untuk pendidikan dai, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul maal Hidayatullah (Laznas BMH) menjadi salah satu mitra penyandang dana untuk suksesnya program pendidikan dai tersebut, donasi yang berhasil terserap sebesar Rp 53 juta dalam dua semester pembelajaran.

“Terimakasih kepada Laznas BMH yang sudah membersamai dan menjadikan kami mitra implementasi program, semoga kolaborasi ini bisa semakin menguatkan dakwah untuk masyarakat pedalaman,” ujar Ketua Sekolah Dai Hidayatullah Sultanbatara Parepare, Ustadz Habibi Nursalam.

Program ini terlaksana berkat kerja sama lintas pengurus wilayah Hidayatullah  se Sulawesi, Pos Dai, Laznas BMH, Yayasan Arrisalah dan para pihak terkait. (Sb/*)

Ponpes Al Hijrah Hidayatullah Masamba Up Grading bagi Guru Tahfidz

0

Luwu, HidayatullahSulsel.com — Yayasan Ponpes Al Hijrah Hidayatullah Masamba melaksanakan Up Grading bagi Guru SD Integral Al Hijrah Masamba dan MI Al Azhar Bungadidi di Aula SD Integral Al Hijrah Masamba, Sabtu (22/7/2023)

Menurut Ketua Yayasan Al Hijrah Pondok Pesantren Hidayatullah Masamba ust Abd Wahab menjelaskan up grading ini bagian dari program tahfidz yang sangat dibutuhkan anak didik khususnya tingkat dasar dan hafalan.

“Ini merupakan program unggulan kami. Alhamdulillah Yayasan Al Hijrah Masamba terus membenahi kompetensi Guru dengan up Grading ini,” tambahnya.

Menurut Kepsek SD Integral Al Hijrah Masamba ust Muh Qayyum program tahfidz ini akan lebih dimaksimalkan untuk pencapaian target hafalan santri.

“Karena orangtua banyak memasukkan anaknya di sekolah kami karena adanya program tahfidz ini sehingga ini yang mendorong diadakan up grading ini,” jelasnya.(MK/*)