HidayatullahSulsel.com –– Sekolah Dai Hidayatullah (SDH) SultanBatara menyelenggarakan kegiatan rihlah bagi mahasantrinya di Parengki, Pinrang, Sabtu-Ahad (7-8/1/2021).
Rihlah bertemakan Membangun Semangat Spiritual Da’i Lewat Tadabbur Alam itu berlangsung di taman Qur’an Hidayatullah Pinrang dengan beberapa rangkaian agenda refresing, lomba serta penguatan rohani dari beberapa asaatidz.
Mudir SDH Ust Habibi Nursalam memberikan spirit agar setelah rihlah iman para mahasantri semakin bertambah dan semangat dalam beribadah, serta belajarnya makin meningkat.
Dosen Qur’an SDH Sultanbatara Ust Ahmad Syahril juga memberikan penguatan. Turut juga hadir membersamai Ketua DPD Hidayatullah Parepare Ust Muharram, juga memberikan penguatan kelembagaan dan pengalamannya.
“Seorang da’i harus menjadi mujahid yang kuat dimanapun berada dan jadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran,” ujarnya.
Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ust Drs Nasri Buhari hadir pada hari kedua rihla dan menitipkan nasihat.
Segenap pembina di SDH agar membuat program setiap pekan berupa gerakan bersih-bersih masjid di Kota Parepare , bekerja sama dengan DPD Hidayatullah Parepare.
SDH SultanBatara di bawah naungan 3 DPW 2DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara Dan lewat dukungan full Kolaborasi BMH dan Posdai Sulsel.
Sekolah dengan pendidikan pengkaderan akselersi da’i ini sudah memasuki angkatan ke 3 tahun berasrama di Pesantren Hidayatullah Parepare.■ agus sail/*
PALOPO, HidayatullahSulsel.com — Hidayatullah Kota Palopo bersiap melakukan lompatan selama 2022. Peran Hidayatullah Palopo dalam segala aspek kehidupan memang semuanya belum dirasakan oleh masyarakat.
Namun melalui layanan pendidikan formal mulai dari jenjang TK sampai SMA masyarakat sudah mulai merasakan bahkan banyak yang berharap agar pendidikan yang dikelola oleh Pondok Pesantren Hidayatullah Palopo bisa menjadi sekolah tujuan mereka.
Beberapa orang tua yang menjemput pulang liburan baru-baru ini memberikan kesan bahwa kelak Pesantren Hidayatullah Palopo akan menjadi pilihan para orangtua untuk menyekolahkan anaknya di semua level pendidikan formal.
“Itulah sebabnya maka kami dari pengurus yayasan dan pengelolah pendidikan formal dalam hal ini LPIH dan semua kepala sekolah serta guru-guru berkomitmen bahwa insya Allah tahun 2022 Hidayatullah Palopo akan menjadikan sekolah Hidayatullah mulai dari TK-SMA sebagai sekolah tujuan oleh orangtua, baik yang berasal dari Kota Palopo maupun yang berasal dari luar Kota Palopo,” ujar Ketua DPD Hidayatullah Kota Palopo, Amrullah, S.Fil.I,
Menurutnya, harapan tersebut realistis mengingat pendidikan dihadirkan memang berkualitas, mulai dari sarana prasarana maupun tenaga pendidik atau guru-guru sudah sangat siap.
“Mungkin ada sebagian orang menilai bahwa apa yang dikatakan oleh pengurus Hidayatullah Palopo itu hanya sebatas mimpi, tapi hal ini kami akan buktikan karena itu kami mengharap bantuan dan do’a dari segenap jama’ah Hidayatullah dan para simpatisan kaum muslimin agar apa yang menjadi cita-cita kami serta harapan dari orangtua bisa terwujud,”harapnya.
Pihaknya menyadari untuk menghadirkan sebuah pendidikan formal yang menjadi tujuan memang tidak mudah tapi dengan layanan pendidikan saat ini melalui program-program unggulan sebagai Kampus yang ilmiah, ilahiyah dan alamiah telah dirasakan sebagai hal yang sangat bermanfaat oleh para orangtua santri.(*)
SINJAI, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Sinjai melakukan audiensi kepada Bupati Sinjai di kediaman resmi bupati, Jumat (7/1/2021).
Kunjungan silaturrahim tersebut sebagai rangkaian menyukseskan menyelenggaraan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) gabungan Hidayatullah Sinjai, Bulukumba dan Selayar, Sabtu (8/1/2021).
Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa sangat merespon program dakwah Hidayatullah, di antaranya adalah rumah Qur’an/rumah tahfidz dan pondok pesantren.
Hadir pada kunjungan tersebut jajaran pengurus DPD Hidayatullah Sinjai, dipimpin Ketua DPD Ust Ahmad Tanwir Qulub. Turut hadir Kadep Dakwah DPW Hidayatullah Sulsel Ust Reskyaman.
Selain memaparkan program Rumah Qur’an/rumah tahfidz serta penyelenggaraan rakerda, juga diutarakan rencana pendirian ponpes Hidayatullah Sinjai di Kecamatan Sinjai Tengah.
Respon bupati yang positif terhadap program Hidayatullah, dinilai karena memiliki visi dan misi yang sama dengan pemerintah, salah satunya dibidang keagamaan yakni mencetak penghafal Quran.
“Saat ini sudah ada 40 penghafal Qur’an yang telah dicetak melalui program pemerintah Sinjai,” ungkap Andi Seto.
Ia berjanji akan meminta Sekda Sinjai untuk berkoordinasi lebih lanjut sehingga terjalin kerjasama antara Pemda dan Hidayatullah di Sinjai.
“Pemda Sinjai akan menyiapkan anggaran khusus bagi pembangunan ponpes Hidayatullah Sinjai, apabila telah berjalan program kepesantrenan. Segera masukkan proposal, khusus untuk pengadaan pinjam pakai mobil Pemda,” lugasnya.
Terungkap pula pada kesempatan tersebut, rencana pembentukan yayasan Islamic Centre untuk mengelola gedung tersebut.
“Ada 10 ruangan di gedung tersebut, dan salah satu ruangan bisa diupayakan untuk sekretariat Hidayatullah Sinjai,” harapnya.■
PAREPARE, hidayatullahsulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kota Parepare , Pemuda Hidayatullah Sulawesi Selatan dan Muslimat Hidayatullah (Mushida) berkolaborasi dan bersinergi untuk pembentukan Rumah Qur’an di Kota Parepare.
Ketua DPD Hidayatullah Parepare Ustadz Muharram, S.Pd.I kembali meresmikan Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) ketiga yaitu Rumah Qur’an Istiqomah di Perumahan Yasmin Garden 1, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare, Ahad (9/1/2021).
“Program RQH adalah program nasional gerakan dakwah Hidayatullah yang disepakati pada pergelaran Munas Hidayatullah V 2020 lalu, sehingga menuntut upaya bersama menghadirkan titik-titik cahaya al-Qur’an di Kota Parepare,” ungkapnya.
Menurutnya RQH menjadi keharusan untuk kemuliaan bersama sebab al-Qur’an adalah dari zat yang mulia, dibawa oleh malaikat yang mulia yaitu Jibril untuk disampaikan kepada manusia yang mulia yaitu Rasulullah shallallahu alaihi wa shallam.
Kemuliaannya juga diraih tempat diturunkannya yakni Kota Makkah dan Madinah, lanjutnya, sehingga Makkah dan Madinah menjadi kota yang diberkahi.
“Maka dengan mempelajari dan mengajarkan al-Qur’an di RQH, kita berharap turut menjadi manusia terbaik,” terang ustadz Muharram dalam sambutannya.
Salah satu hadits yang menjadi spirit yaitu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خيركم من تعلم القرآن وعلمه
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan yang mengajarkannya.” (H.R. Bukhari)
Sehingga katanya, sudah sepantasnya mempersiapkan ruang dan waktu untuk al-Qur’an, menjadi manusia yang bermanfaat dengan al-Qur’an.
“Sebab, dengan al-Qur’an akan tersentuh dan memberikan rahmat kepada seluruh tingkatan status, ibaratnya mulai dari tingkatan akar rumput sampai presiden. Mereka akan mulia dan menjadi manusia yang bermanfaat apabila tersibghah oleh al-Qur’an,” lanjutnya.
Oleh karena itu, tuturnya, dengan adanya kesepakatan menghadirkan sarana RQH maka salah satu harapan untuk memperoleh bimbingan dan kemuliaan dari Allah azza wa jalla, yang tidak hanya di dunia tetapi hingga ke akhirat.
“Semoga RQH ini hadir di setiap tingkat Kecamatan, Kelurahan, RT hingga di setiap rumah warga Kota Parepare,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Departemen Dakwah dan Pelayanan Umat Hidayatullah Parepare ustadz Habibi Nursalam memberikan gambaran dari metode dari Gerakan Dakwah Mengajar dan Belajar Membaca Al-Qur’an (Grand MBA).
Dalam gerakan Grand MBA ini terdapat metode al-Qira’ah (metode 8 jam pintar membaca al-Qur’an) ini sebagai al-Busyra (berita gembira) buat orang tua kita yang memiliki kesibukan yang padat.
Serta al-Qira’ah memliki beberapa tingkatan lanjutan yaitu tahsin al-Qira’ah, terjemah al-Qur’an dengan mudah, dan Majelis al-Qur’an yaitu mengkaji isinya untuk diamalkan. “Sehingga untuk menjadi amal jariyah maka perlu diajarkan,” terangnya.
Turut hadir juga Kadept Dakwah PW Pemhida Sulsel Ust Ahmad Syahril sebagai parnert sinergi (Orpen) Program Qur’an di Parepare.
Ibu-ibu warga perumahan Yasmin menyiapkan nama RQH yaitu Istiqomah. Agar menjadi spirit untuk senantiasa istiqomah fastabiqul khairat dalam memuliakan al-Qur’an.
“Alhamdulillah, salah satu kesyukuran dan kami berterima kasih atas terbentuknya RQH Istiqomah ini, semoga dengan adanya bimbingan untuk mempelajari al-Qur’an akan mengantarkan kita untuk memperoleh syafa’at di akhirat kelak,” harap tuan rumah RQG Istiqomah H Ir Mansur yang juga owner CV Karajaya tersebut.■
*) Laporan: Sahlah al-Ghumaishaa’, Ketua PD Mushida Parepare
Oleh : Ahmad Sabil, Ketua Lembaga Pendidikan Integral Hidayatullah (LPIH) Parepare
HidayatullahSulsel.com — Salah satu kesyukuran kita bergabung di organisasi Hidayatullah, karena wadah ini memiliki visi yang besar dan mempunyai cita-cita besar, yaitu membangun peradaban Islam.
Cita-cita yang mulia, cita-cita untuk menegakkan keadilan, menghadirkan Islam yang menjadi rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam.
Untuk mencapai visi besar ini dibutuhkan potensi yang besar pula. Dibutuhkan kekuatan personal dan jamaah. Dibarengi ikhtiar dan senantiasa bermunajat kepada Allah agar terlibat membantu setiap usaha menggapainya. Inilah misi mulia untuk mencapai visi mulia.
Tidak seperti kebanyakan manusia pada umumnya yang mengejar dunia yang sedikit ini. Waktunya habis siang dan malam hanya memenuhi orientasi keduniaan. Pergi pagi dan pulang malam menjalani rutinitas tanpa visi yang jelas.
Sehingga tiba saat usia produktifnya lewat. Saat usia pensiun tiba. Berbagai penyakit pun menghampiri. Harta yang dikumpulkan ludes untuk mengobati penyakit yang menghampiri.
Tiba-tiba diri tersadar bahwa bukan ini kebahagiaan dan kenikmatan yang sejati. Barulah tersadar akan kelalaian selama ini. Ada hal yang terlupakan. Iya! Ilmu agama yang harusnya dipelajari, diamalkan dan diperjuangkan terabaikan.
Barulah tersadar akan potensi yang Allah berikan dan titipkan betul-betul tidak termaksimalkan. Apalah daya waktu tidak kembali lagi.
Sebenarnya manusia ini punya potensi yang besar melebihi apa yang ia fikirkan akan dirinya tersebut. Manusia bisa terbang layaknya burung padahal dia tidak bersayap. Manusia bisa menyelam layaknya ikan. Allah telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk. Tidak lain punya tujuan yang besar.
Tujuan untuk mengangkat beban besar, menjadi khalifah, menjadi stabilisator di muka bumi ini. Di samping itu dengan mengangkat beban besar demi visi mulia maka fisik dan badan akan menjadi sehat.
Inilah kenikmatan besar di Hidayatullah. Kadernya diantar dengan sedemikian rupa melalui pola dan sistematika yang telah dilakoni oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya dalam menyajikan Islam ke tengah umat.
Kader diantar untuk mengangkat beban-beban besar di tengah segala keterbatasan dan kelemahan sebagai manusia.
Satu hal yang menjadi keyakinan setiap kader bahwa Allah tidak pernah terlambat terlibat membantu para hambaNya yang membela agamaNya. Saat kemenangan dan pertolongan silih berganti datang, para kader semakin yakin akan hal tersebut. Inilah kenikmatan sejati ber-Hidayatullah. Terasa iman dan pertolongan dari Allah Subhanahu wata’ala.(*)
HidayatullahSulsel.com — Baitul Maal Hidayatullah ( BMH ) Gerai Maros berbagi beras , majalah dan Al Qur’an di kota Maros, Sabtu, ( 1/1/2022).
Alhamdulillah kiprah BMH Gerai Maros telah masuk kurang lebih 4 tahun. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan suport positif untuk kemajuan pendidikan, dakwah, sosial dan kemanusiaan.
Terkait pendidikan kami telah bermitra dengan Pesantren Hidayatullah, adalah 120an santri baik berasrama dan non Asrama.
Untuk dakwah, BMH Maros bersinergi dengan dai Hidayatullah, mengisi ta’lim, khutbah Jum’at dan mengajar ngaji.
Terkai sosial, kami menyiapkan ambulance gratis, beras gratis untuk kaum lemah, guru ngaji dan imam masjid.
Di bidang kemanusiaan, BMH Maros berkolaborasi dengan Tim SAR seperti saat bencana di Mamuju , Masamba, beberapa waktu lalu.
Tentu BMH masih banyak kekurangan, tapi kami berupaya kekurangan itu menjadi kekuatan , dan kekuatan menjadi keberkahan dan keberkahan menjadi kesuksesan bersama. Insya Allah.■
■ Oleh : Irwan Mujahid,Ketua Yayasan Pesantren Hidayatullah Towuti
HidayatullahSulsel.com — Hari berganti, tahun 2021 pun berakhir, masa kerja setahun lalu sudah usai. Pengurus struktural kampus madya Pesantren Hidayatullah Towuti baru-baru ini usai mengikuti erta Rakerwil Hidayatullah Sulsel 2022.
Rakerwil dilaksanakan di kampus utama Hidayatullah Makassar pada 29-31 Desember 2021 lalu.
Di antara sekian banyak dan padatnya rangkaian kegiatan Rakerwil tersebut peserta mendapatkan banyak masukan dan arahan dari narasumber dan pengurus wilayah Hidayatullah Sulsel terkait dengan rencana program kerja organisasi dan amal usaha dari level daerah sampai unit usaha di tingkat paling bawah untuk tahun 2022.
Pesantren Hidayatullah Towuti akan lebih fokus pada layanan pendidikan yang berkualitas khususnya pada pengelolaan pondok tahfidz.
Apalagi selama ini masyarakat Luwu Timur merasa sangat terbantu dengan keberadaan Hidayatullah, termasuk pemerintah daerah mengapresiasi keberadaan pondok-pondok pesantren Hidayatullah yang ada di Luwu Timur.
Seperti apresiasi Ust Maulana seorang dai kondang Towuti, “Alhamdulillah keberadaan Hidayatullah sangat terasa keberadaannya di luwu timur khususnya di Towuti.”
Bahkan sebagian imam masjid di Towuti adalah alumni pesantren Hidayatullah.
Semoga program tahfiz yang sudah berjalan ini dapat kita tingkatkan di tahun 2022 ini, tentu dengan do’a dan dukungan para jama’ah dan masyarakat Luwu Timur. Sehingga apa yang menjadi rencana kerja setahun kedepan dapat berjalan sesuai harapan dan manfaatnya lebih dirasakan masyarakat Towuti dan kaum muslimin secara umum di Luwu Timur.■
BONE, HidayatullahSulsel.com –Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bone Haerul Amran dan jajaran pengurus berkunjung ke Pesantren Hidayatullah Panyula, Bone, Sabtu (8/1/2021).
Kunjungan tersebut sebagai rangkaian kegiatan bakti sosial menyemarakkan peringati hari lahir partai PPP yang ke 49.
Hadir pula anggota DPRD Bone Fraksi PPP Rangga Risa Swara. Pengurus DPC PPP menyerahkan bantuan sembako bagi santri dan pembina di Pesantren Hidayatullah Panyula.
“Saat ini kami sedang berusaha mengawal pembuatan perda dana abadi pesantren di tingkat daerah setelah 2021 lalu Lresiden Jokowi menandatangani (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren yang di dalamnya mengatur mengenai dana abadi pesantren agar bantuan ke pesantren mudah didapatkan di tingkat daerah,” ujar Haerul Amran.■ subhan
HidayatullahSulsel.com — Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Se-Sulawesi Selatan tahun 2022 akan diselenggarakan secara serentak pada 8-23 Januari.
Dimulai Sabtu, 8 Januari 2022 untuk DPD Hidayatullah Gowa dan Sinjai serta akan diakhiri pada Ahad, 23 Januari 2022 di DPD Maros dan Makassar.
“Agenda tahunan ini menjadi agenda rutin yang harus digelar sebagai forum musyawarah kerja organisasi tingkat daerah sebagai agenda lanjutan dari Rakernas di tingkat nasional dan Rakerwil di tingkat wilayah,” jelas Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, Ust Drs Nashri Buhari MPd.
Rapat Kerja Daerah diselenggarakan rincinya dalam rangka mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja dan realiasai anggaran pendapatan dan belanja organisasi, maupun untuk menyusun program kerja dan anggaran pendapatan dan belanja organisasi serta menetapkan keputusan-keputusan lainnya.
Rapat kerja daerah tersebut akan dihadiri oleh unsur DPW sebagai pengarah dan pendamping, Pengurus DPD, unsur pengurus DPC, unsur organisasi pendukung tingkat daerah serta amal usaha dan badan usaha tingkat daerah.
Selain itu, tambah Sekretaris DPW Hidayatullah Sulsel, Ust Sumariadi, rakerda kali ini juga akan dibersamai oleh Ketua dan Anggota Dewan Murabbi Wilayah Hidayatullah Sulawesi Selatan untuk dioptimalkan memberikan penguatan dan penajaman jati diri kader pengurus sebagaimana tema Rakerda 2022 “Konsolidasi Jati Diri, Organisasi dan Wawasan Menuju Standarisasi, Sentralisasi dan Integrasi Sistemik”.
“Walau dilaksanakan serentak, pelaksanaan Rakerda beberapa DPD diformat dalam bentuk rakerda gabungan dengan mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi pelaksananya sesuai dengan target organisasi yang dicanangkan.1,” jelasnya.
Di antara yang akan menjadi fokus progam kerja tahun ini rincinya mulai dari optimalisasi dan standarisasi Murabbi dan halaqah kader, mengoptimalkan gerakan dakwah dan layanan keumatan sebagai media rekrutmen.
Juga pelaksanaan upgrading leadership dan manajerial skill pengurus struktural organisasi, pengembangan jaringan organisasi di tingkat kecamatan, pengembangan kemandirian lembaga serta berprosesnya sekolah unggulan.■ fir
“Jika kalian melewati taman syurga maka singgahlah. Mereka bertanya: ”Apakah taman syurga itu?” Beliau menjawab: ”Halaqoh dzikir (majelis Ilmu).” HR. Tirmidzi No. 3510 dan Ahmad III/150
2. Belajar Ilmu Agama Mendapatkan Ketenangan Jiwa Bahkan Pujian dari Allah ﷻ
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allah, mereka membacakan kitabullah dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, dan rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada di dekatnya. Barangsiapa yang kurang amalannya, maka nasabnya tidak akan mengangkatnya.”HR. Muslim No. 6793
3. Diampuni Dosa Dan Diganti Keburukan Dengan Berbagai Kebaikan
“Tidaklah duduk suatu kaum, kemudian mereka berzikir kepada Allah تَعَالىَ dalam duduknya hingga mereka berdiri, melainkan dikatakan (oleh malaikat) kepada mereka: Berdirilah kalian, sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosa kalian dan keburukan-keburukan kalian pun telah diganti dengan berbagai kebaikan.” HR. Thabrani, Shahihul Jami’
“Seandainya mereka bertanya..! Sesungguhnya obatnya kebodohan adalah bertanya.”()Riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad
NASEHAT ULAMA
Semakin Berilmu Harusnya Semakin Takut Kepada Allah ﷻ..
Ibnu Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Cukuplah rasa takut kepada Allah itu disebut sebagai ilmu. Dan cukuplah tertipu dengan tidak mengingat Allah disebut sebagai suatu kebodohan.” (Thabrani, Al-Kabir No. 8927, Ibnu ‘Abdil Barr, Al-Jaami’ II/812 No. 1514)
Imam Ahmad rahimahullaah berkata: “Pokok ilmu adalah rasa takut kepada ALLAH ﷻ.” )Fadhlu ‘Ilmi Salaf ‘alal Khalaf, 52)
Menuntut Ilmu Syar’i (Agama) Adalah Bagian Dari Jihad
Abu Darda radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa yang berpendapat bahwa pergi mencari ilmu tidak termasuk jihad, sungguh, ia kurang akalnya.” (Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu 145)
Apabila seseorang bertambah ilmunya, maka akan bertambah rasa takutnya kepada Allah
Ketika hendak bermaksiat; zina, korupsi, riba, maka mereka langsung mengingat Allah ﷻ dan membatalkan maksiatnya
Inilah hakikat ilmu, yakni takut kepada Allah ﷻ. Merasa Allah ﷻ senantiasa Melihat dan Mengawasi hidupnya
Karena itulah kedudukan ilmu sangat tinggi di sisi Allah ﷻ dan Rasul Nya ﷺ, yakni merupakan bagian dari jihad di jalan Allah ﷻ
Maka, semangatlah menuntut ilmu syar’i (agama) dan semakin takutlah kepada Allah ﷻ, juga semakin berharap pada Nya.
*) Oleh: Departemen Dakwah dan Tarbiyah DPD Hidayatullah Barru.