Beranda blog Halaman 138

Karena Sumber Kekuatan dan Kemudahan dari Allah

0

■ Oleh : Fatahullah, Kepala BMH Gerai Maros

HidayatullahSulsel.com — Siti Hajar merupakan perempuan lemah namun memilki semangat dan optimisme yang kuat, terdeteksi dalam catatan sejarah. Ia dan bayi mungilnya ditempatkan oleh suami bernama Nabi Ibrahim di tempat tandus dan tak ada tanda kehidupan.

Namun gelora semangatlah yang menjadikan Siti Hajar terus bergerak yang dikenal dengan “sa’i” , memaksimalkan anugrah Allah kaki dan tangan agar sang hamba terus berupaya maksimal berusaha.

Usaha yang diupayakan Insya Allah, Allah akan perlihatkan. Bagaimana Kisah Nabi Musa, justru musuhnyalah yang merawatnya. Bagaimana Ibrahim meminta agar keyakinannya semakin kuat kepada Allah, kisah-kisah ini tentu menjadi penguat dalam meniti perjuangan.

Semangat berkorban merupakan identitas seorang pejuang dengan dasar panduan Al Qur’an. Spirit surah Al Ma’un, Ad Duha Alam Nasrah, Al Adiayat, menjadi pusat kajian sebagai tambahan wawasan, tambahan semangat karna telah diinjeksi melalui wahyu ilahia,

Dalam sholat ketika membaca iyyaka na’budu , ketika hatimu tidak terpaut maka perlu muhasabah jangan-jangan dalam hidup yang diandalkan bukan Allah. Bagaimana sholat merupakan sarana efektif untuk meminta pertolongan. Jika ini benar dijiwai dan dirasakan maka akan ada sinyal bahwa benar kita menyembah Allah.

Keyakinan yang tajam bahwa sumber kekuatan dari Allah. Setiap malam khususnya akhir malam, Allah semakin lebih dekat, sebagai hamba yang berjuang terasa ada kekuatan besar yang diberikan Allah, maka inilah yang mesti dikejar.

Seorang pejuang pasti bangkit menerkam kedatangab Allah disepertiga malam, karna merasakan banyak beban, bahwa tidak ada yang mampu menyelesaikan beban berat kecuali Allah. Maka bangun sholat malam menjadi program utama.

Setelah tahajjud sudah jelas yang akan dikerja esok hari, ditambah penguatan agar yang dikerja lebih berkah maka dipertajam dengan
Sholat dhuha.

Selain meminta agar senantiasa diistiqomahkan , maka perlu diikuti muhasabah/evaluasi, untuk menguatkan maka kita harus senantiasa merasa dimonitor oleh Allah.

Energi orang beriman tidak pernah habis, ia terus di assah dengan infak. Senatiasa pantang menolak panggilan Allah, karena iman adalah kekayaan sesungguhnya, maka menjadi wajib agar senantiasa menikmati berita dari langit. Wallahua’lam.■

Buka Rakerda Hidayatullah Luwu, Kadep Sosial DPW Hidayatullah Minta Kader Teguhkan Jati Diri

0

LUWU, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Luwu menyelenggarakan rapat kerja daerah. Hadir Kepala Departemen Sosial DPW Hidayatullah Sulsel, Ustadz Armin Karim, membuka Rapat Kerja Daerah Hidayatullah Luwu, Kamis, (13/01/2022).

Dalam sambutan pada rakerda bertema, “Konsolidasi Jati Diri, Organisasi dan Wawasan Menuju Standarisasi, Sentralisasi dan Integrasi Sistemik”, tersebut, Ustadz Armin meneguhkan dan mempertajam kembali akan pentingnya pelaksanaan enam Jati Diri Hidayatullah.

Menurut sosok yang senantiasa tampil enerjik itu, jika Jati Diri Hidayatullah tidak dihayati maksimal oleh seorang kader dalam dirinya, maka hal tersebut bisa memunculkan “tuhan-tuhan” baru.

“Kita perlu waspada. Jika ‘Jati Diri Hidayatullah’ tidak meresap ke dalam diri kita, bukan tidak mungkin akan memunculkan “tuhan-tuhan” baru,” kata Ustadz Armin mengingatkan puluhan peserta Rakerda Hidayatullah Luwu.

Lebih lanjut, Ustadz Armin menjelaskan, yang dimaksud “tuhan-tuhan” baru adalah sikap atau perasaan paling. Seperti paling benar, paling berpengalaman atau bahkan paling berjasa. Jika perasaan ini muncul, implikasinya yakni egoisme dan kesombongan.

“Perasaan ‘paling’, seperti merasa paling berpengalaman atau bahkan paling berjasa, maka itulah yang disebut “tuhan-tuhan” baru. Bisa membuat kita egois dan sombong. Kita harus waspada akan perkara ini,” imbuh Ustadz penggemar coto kuda tersebut.

Dalam pembukaan Rapat Kerja Daerah Hidayatullah yang diselenggarakan di Pesantren Hidayatullah Belopa tersebut, turut diramaikan dengan hadirnya Anggota Dewan Murobbi Hidayatullah Sulsel serta Kepala Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Sulsel.■ Ian Kassa

Baraa Masoud Bagi 4 Cara Muda Hafal AlQur’an

0

SOSOK, HidayatullahSulsel.com — Qori Internasionan yang juga hafidz Qur’an 30 Juz asal Gaza Palestina, Baraa Masoud, berbagi empat tips cara mudah menghafal Al-Qur’an dalam acara Pengajian Road Show 2022.

Kegiatan yang mengangkat tema “Back To Qur’an” ini diselenggarakan oleh Sahabat Hidayah Sorowako (SHS) di Magani Park Nuha, Sorowako, Luwu Timur, Selasa (11/01).

Mengawali pemaparannya, Baraa menceritakan kisahnya. Bahwa sejak kecil sudah cinta Qur’an dan syukurnya kesenangan dengan Al-Qur’an ini didukung penuh oleh kedua orangtuanya dengan memberikan motivasi yang baik terhadap Baraa kala itu.

“Saya suka menghafal Qur’an itu sejak umur 10 tahun, kata orang tua saya, saya juga punya suara yang bagus dan merdu. Tentu motivasi orang tua itu yang membuat semakin semangat belajar,” katanya.

Lebih jauh, Baraa memaparkan empat cara mudah dan cepat dalam menghafal Al-Qur’an.

Pertama ialah sesering mungkin mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Cara ini agar pendengaran kita terbiasa dengan lantunan ayat Al-Quran.

Kedua membaca Al-Qur’an sesuai tajwid, makharijul huruf dan tahu harakat dalam membaca Al-Qur’an. Ini agar kita bukan hanya sekadar menghafal saja tapi benar-benar memahami hukum-hukum bacaan.

Ketiga membaca Al-Qur’an serta memahami tafsirnya. Tentu jika kita sudah memahami tafsir sebuah ayat maka Al Qur’an itu akan membekas bukan hanya di kepala tapi juga di hati.

Dan yang keempat harus selalu muraja’ah atau mengulang-ngulang hafalan. Nah yang terakhir ini yang terpenting sebab dengan mengulang ulang bacaan makan kulaitas hafalan akan semakin baik.

“Empat metode ini yang saya gunakan hingga saya bisa hafal 30 Juz,” terang Baraa.■ ridwan gagah

Kolaboraksi DPD-BMH Maros Gelar Mabit. Ust Ahkam Beber Taktik Dakwah Hidayatullah

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Maros dan Baitul Mal Hidayatullah (BMH ) Maros melaksanakan malam Bina Iman dirangkai muswarah persiapan rapat kerja daerah 2022, Sabtu- Ahad, ( 8-9/1/2022).

Kegiatan malam bina iman dan taqwa (Mabit) dihadir ketua DPC Maros baru, Moncongloe, Tanralili dan Turikale, ketua Asosiasi Pengusaha Hidayatullah Sulsel, pengurus Harian DPD, dan Amil BMH,

Ketua DPD Hidayatullah Maros Ust Muhammad Kaisar memotivasi peserta mabit agar senantiasa memaksimalkan waktu dengan dakwah, menggelorakan semangat berqur’an, membuat program ta’lim, daurah Qur’an, dan memaksimalkan pelayanan ummat

Hadir juga Instruktur Nasional Murobbi Ustadz Ahkam Sumardiana menyampaikan tausiah subuh. “Untuk tercapainya cita-cita membangun peradaban Islan kader dan penguris Hidayatullah harus senantiasa menjaga kekompakan, memahami tupoksi masing-masing, memahami lingkungan sekitar serta peluang apa yg menjadi kebutuhan masyarakat , apakah pendidikan, ekonomi. Setelah itu fokus untuk diseriusi,” harapnya.

Ustaz yang masih enerjik di usia 62 tahun itu membahas strategi dan taktik dakwah melalui sinergi dan komunikasi, juga lebih menguatkan manejemen tata kelola organisasi yang terstandarisasi. “Sehingga peserta tidak sibuk dengan keinginan dan fikirannya sendiri, tapi sibuk dengan hasil yang telah di musyawarahkan,” tambahnya.

Ia juga menekankan agar kader Hidayatullah terus intens menggalakkan kegiatan “sai dan tawwaf” silaturahim. “Jangan ada yang santai-santai, buat arus gerakan perbanyak bertemu masyarakat, saling memberikan pemahaman, tolong menolong, dan takaful,” pungkas sosok murah senyum ini.■ fatahillah

Targetkan Asrama Dihuni Sebelum Penerimaan Santri Baru, Ketua Yayasan Al Jihad Apresiasi Suport BMH Sulsel

0

BELOPA, HidayatullahSulsel.com — Yayasan Al Jihad Pesantren Hidayatullah Belopa sedang mempercepat pembangunan asrama santri putri. Ketua Yayasan Al Jihad, Ustadz Hamzah Sultan menegaskan, asrama sudah bisa dihuni oleh para santri sebelum penerimaan santri baru.

“Saat ini kami melakukan percepatan pembangunan asrama. Dengan jumlah buruh bangunan yang ditambah sesuai kebutuhan, untuk kejar penyelesaian jelang penerimaan santri baru,” katanya saat meninjau progres pembangunan asrama yang kini telah mencapai 35%.

Asrama yang kelak diperuntukkan bagi santri putri itu, biaya pembangunannya juga dari donatur melalui Lembaga Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznad BMH) Sulsel juga Kitabisa.com.

Pembangunan asrama bagi santri putri di Yayasan Al Jihad Belopa merupakan bagian dari program BMH yang bertajuk: “Bahagiakan Santri Pelosok”.

Atas kontribusi besar yang telah diberikan oleh BMH Sulsel tersebut, Ketua Yayasan Al Jihad Pesantren Hidayatullah Belopa mengucapkan terimakasih dan apresiasinya.

“Alhamdulillah, progres pembangunan telah mencapai tahap kisaran 35%. Ini tentu tidak lepas dari doa, dukungan dan bantuan yang diberikan. Terkhusus kepada BMH Sulsel, saya mewakili seluruh pengurus yayasan mengucapkan terimakasih. Sebab, bagaimana pun juga peran BMH sangat signifikan terhadap suksesnya pembangunan asrama ini.” jelas Ustadz yang juga merupakan seorang guru diniyah di Pesantren Tahfidz Hidayatullah Belopa tersebut.■ Ian Kassa

Jelang Pernikahan Mubarak, Panitia dan DPW Hidayatullah Sulsel Silaturahmi Tokoh Sampeang

0

LUWU, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel bersama panitia lokal pernikahan mubarak yang telah dibentuk oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Luwu bersilaturahmi kepada tokoh masyarakat Desa Sampeang H Natsir, (Rabu, 12/01/2022).

H. Natsir merupakan pewakaf tanah pembangunan Pesantren Hidayatullah Sampeang. Ia mengapresiasi kehadiran pesantren Hidayatullah banyak membantu. Khususnya terkait pencerahan-pencerahan keislaman bagi warga desa.

Di samping bersilaturahmi untuk saling mengeratkan ukhuwah Islamiyah, kunjungan tersebut juga terkait agenda pernikahan mubarak yang akan diselenggarakan di desa Sampeang.

Saat berada di kediaman H. Natsir, Sekretaris DPW Hidayatullah Sulsel Ust Sumariadi menyampaikan kepada tim panitia lokal untuk selalu meminta arahan kepada H. Natsir.

“Haji harus kita dengar pendapatnya. Karena selain tokoh di desa ini, sebagai orang yang lebih tua tentu dari segi pengalaman lebih matang. Makanya, teman-teman panitia lokal harus sering meminta arahan kepada Pak Haji,” tuturnya.

Pernikahan mubarak merupakan bagian dari program DPW Hidayatullah Sulsel. Nikah mubarak diikuti oleh mantan santri putra mau pun putri yang pernah menimba ilmu di pesantren-pesantren milik Hidayatullah.■ Ian Kassa

Ketua DPW Harap Al Bayan Islamic School jadi Role Model Kualitas Pendidikan Hidayatullah di KTI

0

HidayatullahSulsel.com — Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel Ust Drs Nasri Bukhari MPd berharap Al Bayan Islamic School Hidayatullah Makassar menjadi role model kualitas penyelenggaraan pendidikan Hidayatullah di Sulsel maupun Indonesia timur.

Hal itu diutarakaannya dalam posisinya sebagai salah seorang Dewan Pengawas Yayasan Al Bayan pada pembukaan Rapat Kerja Yayasan Al Bayan Kampus Utama Hidayatullah Makassar, Selasa (11/1/2022).

“Diskusi kami di DPW menyimpulkan perlu ada role model sekolah yang bisa dilihat dan memudahkan dicontoh oleh sekolah atau pesantren Hidayatullah se-Sulsel maupun di kawasan timur Indonesia (KTI),” urainya.

Terkait harapan tersebut, rincinya, maka perlu dukungan dan komitmen bersama untuk mewujudkannya.

“Ini sesuai tema raker, bahwa kualitas tidak akan diraih jika tak terapkan standarisasi mutu. Mutu akan mudah dicapai denganasinergi dan kolaborasi,” ujarnya.

Raker Yayasan Al Bayan Hidayatullah 2022 mengangkat tema “Standarisasi mutu pendidikab dan integritas program pengembangan yayasan Al Bayan kampus utama Hidayatullah Makassar menuju unggul 2025”.

Ust Nashri mengklaim Al Bayan Islamic School telah menarik perhatian dan kepercayaan masyarakat.

Al Bayan Islamic School terdiri dari unit TK Al Wildan, SD, SMP dan SMA serta pondok tahfiz putra dan putri, dari tahun ke tahun ajaran baru terus mengalami peningkatan jumlah santri.

Untuk memenuhi jumlah kelas yang terus bertambah, saat ini sedang dilakukan renovasi pembangunan gedung ruang kelas tiga lantai menelan biaya Rp 2,7 miliar.■

Progres Telah 35 Persen, Hidayatullah Belopa Target Asrama Santri Putri Digunakan Jelang Penerimaan Santri Baru

0

BELOPA, HidayatullahSulsel.com — Sempat tertunda, kini pembangunan asrama untuk santri putri Yayasan Al-Jihad Pesantren Hidayatullah Belopa kembali dilanjutkan.

Ketua Yayasan Al-Jihad Ustadz Hamzah Sultan menjelaskan, cuaca menjadi salah satu sebab tertundanya pembangunan asrama tersebut.

“Ya, faktor yang cukup besar pengaruhnya yakni cuaca. Seperti yang kita ketahui, beberapa bulan belakangan ini aktivitas kita banyak terganggu karena hujan,” ujarnya, Selasa (11/01/2022).

Bagi pengurus pesantren, terutama bagi para santri putri yang merupakan peserta didik di lembaga tersebut, asrama merupakan sarana vital.

Asrama tidak hanya berfungsi sebagai tempat bernaung, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan kegiatan utama mereka. Seperti belajar dan beribadah.

Untuk sementara ini, para santri putri menempati sebagian dari gedung sekolah sebagai “asrama darurat”. Oleh karenanya, terdapat beberapa santri yang kegiatan belajarnya dialihkan ke masjid sembari menanti asrama bisa ditempati.

Sejauh ini, pembangunan asrama santri putri tersebut telah mencapai progres di kisaran tiga puluh lima persen (35%) progres pembangunan.

Lebih lanjut, Ketua Yayasan menargetkan bahwa, asrama dengan ukuran 15×10 ini, sudah layak huni menjelang penerimaan santri baru.

Di samping itu, pembangunan asrama santri putri ini adalah bagian dari pertanggungjawaban pengurus yayasan kepada para donatur dan dermawan, yang tak henti-hentinya memberikan bantuan serta dukungan.■ Ian Kassa

Rakerda Gabungan Hidayatullah Takalar Jeneponto Bantaeng. Hantar Dakwah Zona Selatan Mengemuka

0

HidayatullahSulsel.com — Setelah Rakerwil di Makassar, kini giliran pengurus daerah menyelenggarakan Rakerda untuk evaluasi program 2021 dan pemaparan program 2022.

Penyelenggaraan Rakerda digabung, kali ini giliran DPD Hidayatullah Bantaeng, Jeneponto dan Bantaeng melaksanakan Rakerang di Hidayatullah Jeneponto

Hadiri pada kesempatan tersebut Sekretaris DPW Hidayatullah Sulsel Ust Sumariadi dan Kadep Perkaderan Ust Nasrullah Alwi Lc. Sekaligus memberikan penajaman orientasi kader pengurus dan membuka Rakerda.

“Pekerjaan berat ini membutuhkan banyak orang, perangkat yang lengkap untuk mencapai visi besar membangun Peradaban Islam,” ujar Ust Nasrullah.

Menurutnya, Hidayatullah sementara merintis peradaban maka para kadet harus mengexplor diri, menambah wawasan tentang jati diri Hidayatullah untuk mewujudkan cita-cita besar yaitu terwujudnya peradaban Islam di muka bumi.

Dari laporan dan pemaparan para ketua DPD nampak optimisme menghantar Hidayatullah semakin berperan dan hadir di setiap problematika ummat.

Semoga Hidayatullah di zona Selatan semakin berkembang dengan terus berkolaborasi Takalar, Jeneponto, Bantaeng sehingga kelak menjadi rujukan untuk Hidayatullah di daerah-daerah lainnya,” ujar  Ust Baso Dzulfikar SH.■ ibas

BMH Alokasikan Rp 60 Juta Suport Pendidikan Dai Pedalaman

0

HidayatullahSulsel.com — Meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mengenal Islam lebih mendalam, memerlukan tenaga dai yang memiliki kesiapan dakwah di berbagai wilayah di Nusantara. Terlebih dai yang siap ditempatkan di berbagai wilayah pedalaman dan minoritas.

Pendidikan Sekolah Dai Hidayatullah (SDH) menjadi wadah calon-calon dai yang memperoleh pembelajaran selama setahun penuh dan kemudiaan mereka ditugaskan untuk dakwah di berbagai wilayah.

Sebagai penguatan yang berlanjutan, mereka tetap terhubung dengan Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai) sebagai bentuk advokasi dan lainnya.

Di Sulawesi, SDH berlokasi di Kota Parepare, tepatnya di Jalan As Sakinah, Bacukiki Barat. Program ini sudah berjalan tiga angkatan, dan di tahun 2022, terdapat sebanyak 22 orang yang sedang mengikuti proses pendidikan.

Program ini tidak membebankan pembiayaan untuk anak didik, semuanya gratis baik untuk tempat tinggal, makan maupun biaya pendidikan. 

Memiliki kesamaan visi, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) memiliki kerja sama bantuan pendanaan untuk operasional pendidikan Sekolah Dai Hidayatullah. Di tahun ini donasi senilai Rp 60 juta diberikan kepada mereka.

Program ini juga didukung oleh tiga Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara (Sultanbatara), dengan mengutus calon dai dan penempatan dai di berbagai wilayah dakwah mereka.■ basori