LUWU, PortalAMANAH.com — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel kembali menggelar Pernikahan Mubarak (masal). Kali ini untuk pertama kalinya menggelar Pernikahan Mubarak di Yayasan Nahrul Mubaarok Pesantren Hidayatullah Sampeang, Luwu, Rabu (26/1/2022).
Acara berlangsung khidmat dan meriah tersebut diikuti oleh empat pasang da’i dan da’iyah Hidayatullah Sulawesi Selatan.
Salah seorang peserta pernikahan, Abdullah SPd menuturkan perasaan tegang yang dialaminya hilang seketika sesaat setelah melalui proses akad nikah.
“Masya Allah, saya cukup tegang. Saya sampai harus mengulang dua kali. Tapi, Alhamdulillah, sekarang aman. Sudah lega,” ujar Abdullah setelah menjalani akad nikah.
Senada dengan yang disampaikan oleh Abdullah, dalam tausiyah dan nasehat pernikahan yang dibawakkan oleh Ketua Dewan Murobbi Hidayatullah Sulsel, Ustadz H Abdul Majid MA, bahwa Pernikahan Mubarak yang acap kali diselenggarakan oleh Hidayatullah ini berbeda dengan pernikahan pada umumnya.
“Perlu diketahui pengantin kita ini sama sekali belum pernah bertemu dengan pasangan mereka sebelumnya. Bahkan, tidak saling kenal. Ini menjadi pembeda atara pernikahan model seperti ini dengan pernikahan lain pada umumnya,” jelasnya di depan para tamu undangan.
Lebih lanjut, Ustadz yang pernah menduduki posisi sebagai Ketua DPW Hidayatullah Sulsel itu, turut menerangkan bahwa salah satu bagian yang paling menarik dan yang cukup penting dari Pernikahan Mubarak yakni, penempatan tempat tugas.
“Da’i dan da’iyah kita ini kader. Mereka sudah lama hidup dengan prinsip ketaatan. Kemana pun mereka ditugaskan, mereka sudah pasti siap. Seperti yang tadi kita dengar, ada pengantin yang lokasi tugasnya di luar Sulawesi,” kata Ustadz Majid di sela-sela tausiyah yang disampaikannya.
Di sela kemeriahan undangan dan keluarga pengantin yang hadir, tampak pula Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ust Drs Nasri Bukhari MPd dan jajarannya.(Ian Kassa)
■ Oleh : Fatahillah, Pengurus DPD Hidayatullah Maros
HidayatullahSulsel.com — Alhamdulillah , Gerakan Perlawanan yang pernah digelorakan Syaikh Ahmad Yasin terus tumbuh subur di kalangan pejuang muda Palestina. Meskipun syaikh telah wafat namun spirit dan semangatnya terus berkibar dalam jiwa para pejuang, termasuk menjadi spirit dakwah mujahid di berbagai belahan dunia lain, tak terkecuali kami para pengurus Hidayatullah di Maros.
Syaikh pernah khutbah : ”Umat ini tidak akan pernah memiliki kemuliaan dan meraih kemenangan kecuali dengan Islam. Tanpa Islam tidak pernah ada kemenangan. Kita selamanya akan selalu berada dalam kemunduran sampai ada sekelompok orang dari umat ini yang siap menerima panji kepemimpinan yang berpegang teguh kepada Islam, baik sebagai aturan, perilaku, pergerakan, pengetahuan, ataupun jihad. Inilah satu-satunya jalan. Pilih Allah ta’alla atau binasa!”
Pesan singkat tapi sangat padat menjadi landasan bagi generasi masa kini untuk terus membangkitkan gelora semangat untuk menebar nilai-nilai utama Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Energi Al Alaq menjadi penting menyongsong kebangkitan Islam, membaca, menganalisa dan terus belajar menrupakan sumber kemajuan Islam. Maka pejuang tidak boleh kehilangan semangat membaca dan menulis
Kedua, cita-cita berQur’an harus terus digaungkan, ditanamkan dan disirami dengan program yang inovatif sehingga tumbuh masyarakat yang cinta Allah, cinta Nabi, cinta Qur’an, cinta masjid, dengan panduan Al Qolam
Ketiga Al Muzammil sebagai sumber kekuatan yang telah dicontohkan sang syaikh menjadi anti bodi dan penawar dari segala penyakit fisik dan non fisik
Meski mengindap banyak penyakit di samping menderita kelumpuhan total, Syekh Yassin juga menderita beberapa penyakit lain. Di antaranya, kebutaan di mata kirinya dan lemah pandangan di mata kanannya akibat penyiksaan yang dialaminya oleh imprealis rezim israel. Ia menderita radang telinga cukup kronis, alergi paru-paru, serta beberapa penyakit dan peradangan dalam dan usus.
Sakitnya tidak dijadikan alasan untuk berhenti berjuang, justru semangatnya semakin membara, hingga ia menjadi target Israel. Tiga rudal membuatnya syahid, dari Syaikh Ahmad Yasin lah kita bisa menjadikab penawar melawan rasa sakit sehingga sakit ini lelah melihat gelora semangat perjuangan. Tidak ada lasan untuk tidak mengambil peran dalam perjuangan karena hidup adalah perjuangan
Bila sakitnya saja menakutkan lawan, bagaimana sehatnya ? Sesungguhnya sumber kekuatan yang datang dari dalam jiwa mampu memancarkan cahaya perlawanan terhadap musuh-musuh Islam, mampu memompa semangat orang-orang yang ia pimpin, itulah dahsyatnya kekuatan jiwa.
Kedekatannya pada sang kholiq, spiritual yang tajam, air sejuk keteladanan menjadi modal sang syaikh dikagumi dan takuti lawan, hal ini kemudian menjadikan sangat penting GNH Halaqoh dan Mabit sebagai satu strategi untuk menguatkan jiwa para pejuang masa kini agar spirit terus terjaga dan terawat dengan baik
Selanjutnya Ia juga berpesan “Siapa yang mewakafkan untuk izzah agamanya, ia akan hidup dalam kelelahan, namun dia akan hidup mulia dan mati dalam keadaan mulia” ini dilandasi dengan panduan Al Mudatsir.
Insya Allah dengan gerakan yang terpancar nilai-nilai utama dalam Al-Qur’an tentu menjadi sebuah gelombang kekuatan untuk kesuksesan keberkahan secara jamai dengan spirit Al Fatihah.
Syaikh dilahirkan di desa Al-Jaurah, pinggiran Al-Mijdal, sebelah selatan Kota Gaza sungguh sangat menginspirasi pejuang Islam ia menjadi teladan dan tokoh spiritual ummat manusia.(*)
PortalAMANAH.com –– Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulsel menggelar Webinar Pendidikan, menghadirkan pemateri anggota Timnas Depdikdasmen DPP Hidayatullah Ust Ustadz Adi Purwanto MPd, Senin (24/1/2022).
Webinar tersebut menurut Ketua Departemen Tarbiyah Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel, Ust Dwi Subagyo SSi sebagai ikhtiar pihaknya untuk segera menghadirkan sekolah Hidayatullah di Sulsel yang berkualifikasi unggul dan terbaik.
Menurutnya, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ust Drs Nasri Bukhari MPd memiliki obsesi tersendiri terkait pengembangan unit pendidikan di Sulsel di lingkup Hidayatullah.
“Kita harap pendidikan Hidayatullah di Sulsel harus menjadi rujukan bagi pengembangan tarbiyah di Indonesia timur,” harap Ust Nasri.
Webinar bertema “Membangun Team Work yang Solid untuk Mewujudkan Sekolah Unggul yang Profetik dan Profesional” diikuti Kadepdik DPD, pengelola sekolah, guru dan staf pendidikan Hidayatullah se-Sulsel.
Dalam uraiannya Ust Adi Purwanto menjelaskan sebagai pengurus dan pengelola lembaga pendidikan, harus memiliki program perencanaan secara berjenjang.
“Contoh kami di SD Lukman Al-Hakim Surabaya, sudah punya program perencanaan sampai tahun 2025. Kalau sudah ada program perencanaan, maka kalau ada pergeseran SDM, yang mengganti harus berkomitmen menjalankan apa yang sudah direncanakan,” jelasnya.
Sehingga, tambahnya, program perencanaan bisa berjalan by system, bukan berdasarkan orang. Menurutnya ada dua faktor penyebab ketidakberhasilan sebuah lembaga pendidikan untuk menjadi unggul dan profesional
Dari sisi faktor internal, meskipun manajemen, strategi, SDM, dan prosesnya sudah dianggap bagus namun soliditas tim tidak terbentuk maka keberhasilan akan sulit terwujud.
Rasa tidak percaya dengan tim/teman/kapten tim menjadi penyebab kurangnya soliditas. Hal ini disebabkan karena ego dari personal yang merasa paling pintar, paling hebat, dan paling-paling lainnya.
Sehingga rasa memiliki pada tim menjadi sangat lemah, meskipun gaji yang diberikan sudah tinggi. Jika faktor internal ini tidak segera dibenahi, maka akan menghambat dalam melawan faktor eksternal.
Dari sisi faktor eksternal yaitu tim lawan atau kompetitor dan dukungan dari suporter. “Kita harus mampu mengukur kekuatan dan mencari tahu kelemahan kompetitor. Kalau kita tidak mengetahui atau bahkan buta hal tersebut maka akan kesulitan mengalahkannya,” ujarnya.
Begitu juga dengan supporter, terkadang supporter ini membuat mental pemain down jika selalu mendapatkan cemoohan dan cacian. Sebaliknya akan mampu mengangkat mental pemain jika ada dukungan dari suporter.(abd aziz)
LUWU TIMUR, HidayatullahSulsel.com — Yayasan Kampus Madya, Ponpes Hidayatullah Towuti, Luwu Timur dibawah kendali Departemen Ekonomi melakukan budi daya ikan air tawar di dua petak empang di lokasi pesantren.
Di tahap awal pada bulan Mei 2021 telah dilepas sebanyak 200 bibit ikan nila dan 150 bibit ikan Bawal dengan total 350 bibit ikan.
Upaya tersebut dilakukan sebagai upaya kemandiriaan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional pondok pesantren. Juga memberikan pembelajaran kepada santri dan alumni untuk bisa belajar berwirausaha melalu budidaya ikan air tawar.
Ketua Departemen (Kadep) Ekonomi, Ustadz Ridwan Gagah menjelaskan bahwa budidaya ikan air tawar tersebut masuk ke dalam program agro bisnis departemen ekonomi, berupa usaha perkebunan, peternakan dan perikanan yang merupakan program ketahanan pangan yayasan.
“Khusus untuk perikanan ini, Alhamdulillah pada tahap awal, bulan mei tahun 2021 kemarin kami telah melepas dua jenis ikan air tawar sebanyak 350 bibit ikan. 200 ikan nila dan 150 bibit ikan bawal,” Kata Ridwan
Lebih lanjut, Ridwan menyampaikan, pada tahap kedua Maret 2022 akan dilepas sebanyak 2.500 bibit ikan air tawar, 1.000 bibit ikan lele, 1.500 bibit ikan nila dan 500 bibit ikan bawal.
“Rencananya pada tahap kedua ini akan kembali dilepas 2500 bibit ikan. Muhon doata’ semua Insya Allah mulai bulan tiga, tahun ini,” jelasnya.
Yayasan Ponpes Hidayatullah Towuti dibawah Departemen Ekonomi membuka peluang amal jaryah kepada masyarakat yang ingin membantu program keumatan tersebut. Bagi yang ingin membantu bisa berkunjung ke Jln Danau Tondano, Desa Asuli, Kecamatan Towuti, Ponpes Hidayatullah Towuti, Luwu Timur. Atau transfer donasi melalui BRI. Atas Nama Pondok Pesantren Hidayatullah 500601010196537. Konfirmasi WA 082196523616.(Ridwan Gagah)
SIDRAP, HidayatullahSulsel.com — Kemandirian pesantren tidak cukup hanya dengan mengutamakan kegiatan social dan pendidikan. Pesantren yang mandiri juga harus ditunjang dengan kemapanan ekonomi. Dalam upaya penguatan ekonomi kepesantrenan, Hidayatullah Sidrap mencoba mengembangkan budidaya ikan nila.
“Kita harus berdaya, dengan membangun kemandirian ekonomi, salah satu usaha yang paling cepat kita lakukan adalah budidaya ikan nila”ungkap Ketua Yayasan Darul Quran Hidayatullah Sidrap, Ust Sarmadani, Selasa (25/1/2022).
Budidaya ikan nila ini dilakukan dengan memaksimalkan dua petak empang yang ada di pondok. Empang yang ada cukup luas, empang pertama bagian atas, dengan ukuran 30 x 40 meter, dan empang kedua 30 x 15 meter. Jika semua empang ini diisi, bisa menampung 10 ribu ekor nila.
Sebagai tahap awal, Yayasan Darul Quran melepas 2.000 ekor ikan nila, dari 10.000 ekor yang direncanakan. Pelepasan bibit ikan Nila ini mulai dilakukan pada Ahad lalu, (22/01) dengan mengambil bibit ikan dari salah seorang jamaah di Bulucenrana. Pelepasan perdana secara resmi dilakukan oleh Bapak Hasan, salah seorang simpatisan Hidayatullah Sidrap yang ingin melihat usaha ikan nila di pondok ini berkembang.
Rencananya, budidaya ikan nila ikan juga akan dipaketkan dengan usaha Mancing Religi. Mancing ikan nila yang syar’i. dan jika dengar adzan, yang mancing harus segera bergegas ke masjid. Semoga usaha ikan nila ini bisa berjalan sukses dan berkah.(abu fathun mubarak)
ENREKANG, HidayatullahSulsel.com — Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Enrekang menggelar bakti sosial di Pesantren Hidayatullah Sudu, Enrekang, Sabtu (22/01/2022).
Kegiatan itu mengangkat tema “One Day Action PDGI Cabang Enrekang”, sebagai bagian dari peringatan HUT PDGI ke-72.
Bupati Enrekang memberikan apresiasi atas gelaran bakti sosial tersebut. Hal itu disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Enrekang Ir Hj Darmawaty Anto MT dalam sambutannya mewakili Bupati Enrekang.
“Pemda Enrekang mengucapkan terima kasih kepada PDGI Cabang Enrekang yang telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat secara berkesinambungan setiap tahunnya, seperti hari ini,” katanya.
Dia juga berharap, acara serupa dapat dilaksanakan dengan menyasar ke lapisan masyarakat yang lebih luas.
“Kalau perlu, nanti kami hadirkan di majelis-majelis taklim ibu-ibu untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi kesehatan gigi dan mulut,” lanjut Darmawaty.
Menurut Ketua PDGI Cabang Enrekang drg Epa Sufiana, kegiatan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut seperti ini rutin dilakukan setiap tahun oleh PDGI Cabang Enrekang.
“Untuk tahun 2022 ini kami menjadikan momen Hari Ulang Tahun PDGI ke-72 untuk melakukan bakti sosial di Pesantren Hidayatullah Sudu ini,” jelas dokter Epa.
Kata dia, ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan secara offline sejak pandemi covid-19. Bersama dia, tambahnya, ada 18 dokter gigi yang bergabung menjadi relawan dalam kegiatan tersebut.
Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang menjadi alasan PDGI Cabang Enrekang aktif melakukan kegiatan sosial. Sebab utamanya, menurut dia, adalah masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai kesehatan gigi dan mulut.
Alasan lainnya, jelas dia, bahwa belum banyak yang mengetahui jika rongga mulut merupakan pintu terbesar masuknya kuman ke dalam tubuh.
Bahkan, tambahnya, tidak banyak juga yang tahu bahwa kesehatan gigi dan mulut sangat erat kaitannya dengan kesehatan secara umum.
“Selain itu, alasan lainnya adalah kasus prevalensi karier atau gigi berlubang masih sangat tinggi,” katanya menambahkan.
Untuk kegiatan hari ini, kata dia, meliputi tindakan seperti penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan gigi, pengobatan gigi, pencabutan gigi susu, penambalan gigi sederhana dan pembagian skita gigi dan odol kepada para santri.
“Dan semuanya gratis, termasuk jika nanti harus ditangani di tempat praktik masing-masing dokter,” kata dia.
Dia juga menghaturkan terima kasih kepada pihak pesantren yang telah memberi izin untuk melakukan kegiatan sosial.
Ketua Yayasan Ulul Albab Hidayatullah Sudu, Ustadz Ilham Syawal SH.I dalam sambutannya juga mengapresiasi kegiatan PDGI Cabang Enrekang.
“Kami tentunya sangat berterima kasih sudah didatangi untuk kegiatan seperti ini,” kata Ustadz Syawal. Bahkan, kata dia menambahkan, kalau perlu sering-sering datang untuk memberi manfaat kepada para santri.
Dia juga berharap, ada sedikit keringanan biaya jika ada santri yang mendatangi tempat-tempat praktek dokter gigi.
Sebelumnya, Ketua Panitia Baksos tersebut, drg Nusriati MAdm.Kes dalam sambutannya, bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 90-an santri dengan berbagai kriteria usia dan pendidikan.
“Mereka semuanya adalah anak-anak SD Integral Ulul Albab Sudu, MTs Plus Ulul Albab Sudu dan Mahad Tahfizh Hidayatullah Lil Banat dalam lingkup Pesantren Hidayatullah Sudu dan anak-anak dari Panti Asuhan Al-Mukhlisin Sudu,” kata dia menjelaskan.
Dari 90 anak tersebut, dari hasil screening yang dilakukan sebelumnya didapati sejumlah kasus yang memerlukan penanganan berbeda.
“Ada yang harus ekstraksi atau pencabutan gigi, ada yang harus mengikuti Dental Health Education, ada yang memerlukan tindakan ART dan yang ke-4 tindakan fissure sealent.
Drg. Aty, salah seorang anggota PDGI Cabang Enrekang merinci jumlah tersebut.
Sebanyak 28 orang akan mengikuti kegiatan pencabutan gigi, 15 orang tindakan ART dan 17 orang mengikuti prosedur fissure sealent, dan sebanyak 40 lainnya mengikuti DHE.
“DHE itu Dental Health Education, semacam kegiatan untuk memahamkan anak-anak tentang pentingnya menjaga Kesehatan gigi,” kata dokter yang bertugas di Poli Gigi Puskesmas Baraka tersebut.
Selain Bupati yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Enrekang, acara itu juga dihadiri berbagai unsur. Di antaranya, Danramil Danramil 1419-04/Alla Kapten Inf Muh. Said, Camat Alla yang diwakili Sekcam Ansar, S.Pd.
Turut hadir juga Kapolsek Alla yang diwakili Kanit Binmas Aiptu Wahyudi, S.H., dan Kepala UPT Puskesmas Sudu, Sabir, S.Kep., Ns., M.Adm.Kes.(gnb)
BULUKUMBA, HidayatullahSulsel.com – Rombongan Yayasan Cinta Bumi Alquds beserta Syekh dari Palestina mengunjungi Pondok Pesantren Hidayatullah Bulukumba dalam rangkaian Safari Dakwahnya, Ahad (23/1/2022).
Kegiatan taklim oleh Syaikh dari Palestina tersebut bertemakan Hidup Berkah Bersama Al Quran, dihadiri oleh seluruh kader Hidayatullah Bulukumba, seluruh orangtua santri dan masyarakat setempat.
Pada kegiatan tersebut Syekh Ma’mun Majdi Abu Samrah yang merupakan seorang hafidz Qur’an 30 Juz berrsanad tersebut memberikan nasehat dan motivasi kepada seluruh santri agar menjadi seorang penghafal Al Qur’an dan juga beliau memberikan gambaran kondisi terkini di Palestina.
“Jika kita berdiam diri di saat Masjid Al Aqsah direbut, jika kita tidak merasa bersedih hati di saat saudara-saudara kita di Palestina dibunuh maka keimanan kita bisa dipertanyakan,” ucap Syekh Ma’mun.
Menurut Ketua Yayasan Al A’raaf Ust Suparman SPd kegiatan ini atas kerjasama Yayasan Cinta Bumi Al Quds sebagai bentuk kepedulian kepada saudara-saudara seiman di Palestina dan alhamdulillah mendapatkan respon antusias dari seluruh orangtua santri dan masyarakat sekitar pondok.
Ustadz kelahiran Bone terrsebut juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus Yayasan Cinta Bumi Al Quds telah memfasilitasi kedatang Syekh dari Palestina.
Donasi yang terkumpul pada kegiatan Ini berjumlah Rp 4,3 juta, dari peserta taklim, Mushida Bulukumba dan Pemuda Hidayatullah Bulukumba.(Rifaldi Al Asyraf)
PANGKEP, HidayatullahSulsel.com– Seluruh pengurus pondok dan anggota Organisasi Pelajar Santri Hidayatullah (OPH) Pangkep bersama warga Warga Mallengnge menggelar kegiatan Kerja Bakti di Kampung Malengge, Sabtu (23/1/2021).
Kerja bakti tersebut merupakan inisiatif dari warga Mallengnge dan kolaborasi bersama pengurus pondok dan santri Hidayatullah untuk memperbaiki jalan Mallengnge yang sudah mulai rusak parah.
Menurut Keetua OPH Agus Setiawan, kegiatan kerja bakti merupakan salah satu program kerja OPH yang tujuanya sebagai bentuk pengabdian pelajar kepada masyarakat atau umat.
“Disepakati pengurus dan warga Mallengnge bahwa kegiatan tersebut berupa kerja bakti dengan melakukan penimbunan jalan yang berlubang dan membabat rumput di pinggir jalan sehingga walaupun rusak jalan yang tapi kalau ditata dengan baik akan terasa enak di pandang,” ujar Agus.
Kegiatan bakti amal yang dilakukan selain di dalam Kampung Mallengnge juga rencananya akan dilaksanakan di beberapa tempat rumah ibadah masjid dan langgar/mushalla yang ada di lingkungan Balocci baru.
“Mudah-mudahan dengan program kerja bakti sosial menjadi nilai amal ibadah seluruh pengurus dan anggota OPH serta menumbuhkan dalam jiwa santri kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” papar Agus.
Sementara itu, Ketua RT, Surya Nanda, mengapresiasi pengurus OPH, pengurus pondok dan seluruh warga Mallengnge yang sudah terlibat dalam progran bakti amal tersebut.
“Mudah-mudahan program dapat terus berlanjut dan kami berharap kepada pemerintah agar dapat memperhatikan jalan kami, Karena kondisi jalan di Mallengnge sudah sangat parah,” pungkasnya.(karding)
MAKASSAR, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Makassar menggelar rapat kerja daerah (Rakerda), Sabtu (22/1/2022).
Peserta raker dihadiri unsur Dewan Pengurus Wilayah (DPW), Dewan Murabi Wilayah (DMW), Pengurus DPD, Muslimat Hidayatullah (Mushida), Dewan Pengurus Cabang (DPC), dan Asosiasi Pengusaha Hidayatullah (Aphidah).
Pengurus DPW diwakili Bendahara DPW Hidayatullah Sulsel Abdul Kadir SPd, selaku pendamping Raker dalam sambutannya menjelaskan pentingnya menjalankan organisasi sesuai dengan tema rakerda.
Rakerda Hidayatullah di 2022 ini mengangkat tema Konsolidasi Jati Diri, Organisasi dan Wawasan Menuju Standarisasi, Sentralisasi dan Integrasi Sistemik.
Ia juga mengharapkan dengan rakerda ini ke depan DPD Hidayatullah Makassar dapat melakukan lompatan- lompatan yang bisa dirasakan oleh jamaah secara khusus dan ummat secara umum.
Kegiatan rakerda berlangsung selama sehari dilaksanakan di Gedung Dakwah DPD Hidayatullah Makassar.
Rapat kerja daerah membahas program kerja yang merupakan turunan dari program DPW yang baru saja melakukan Rakerwil pada akhir Desember lalu
Ketua DPD Hidayatullah Makassar Dr Nasrullah Sapa Lc MM dalam uraian menyampaikan, “Sesungguhnya kerja-kerja perjuangan di Makassar bukan hanya tugas pengurus DPD semata, akan tetapi menjadi kewajiban semua warga Hidayatullah yang berdomisili di Makassar.”
Begitu juga katanya, dengan program sinergitas dalam hal ini Pesma (Pesantren Mahasiswa) Dai yang sudah berjalan di sekitaran kampus UNM dan Masjid Baitul Karim yang akan dimaksimalkan dengan program-program pembinaan.
“Adapun program-program yang akan menjadi prioritas selama setahun kedepan terdistribusi ke dalam program kerja departemen,” tambah Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin dan STAI Albayan Hidayatullah Makassar tersebut.(edy q)
PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (dpd) Hidayatullah Pangkep mengirim seorang kadernya ikut menjadi peserta nikah massal 4 pasang bagi para kader da’i/da’iya Hidayatullah.
Kader yang diutus selama ini telah mengabdi sebagai guru, pengasuh dan pengurus masjid di Pesantren Hidayatullah.
Nikah massal atau Pernikahan Mubarak tersebut diikuti oleh 4 pasang yang tak lain adalah kader dai Hidayatullah yang selama ini dibina, akan diselenggarakan di Luwu.
Pernikahan Mubarak tersebut akan dilakukan di Pondok Pesantren Tahfifz Al-Qur’an Hidayatullah Sampeang, Rabu (26/1/2022).
Ketua DPD Hidayatullah Pangkep, Ust Karding mengatakan dari tahun ke tahun nikah berkah tersebut memang sering dilakukan di kalangan penghuni pondok pesantren.
“Tiap tahun kami melihat, santri atau kader kami yang sudah siap menikah dan menjadi imam bagi calon keluarganya, jika sudah siap maka kami segera langsungkan pernikahannya,” terangnya.
Pernikahan Mubarak tahun sebelumnya jumlah kader yang mengikuti nikah massal mencapai 8 pasang bahkan 19 pasang.
Untuk pelaksanaan nikah panitia pelaksana dipergilirkan antar DPD. Tahun lalu panitia adakan di Pondok Pesantren Hidayatullah Jeneponto dengan jumlah 8 pasang.
Usia para kader yang melangsungkan pernikahan juga bervariasi mulai dari usia 22 tahun untuk perempuan, sementara bagi laki-laki ada yang berusia 20 tahun ke atas.
Pernikahan yang dilangsungkan hari itu merupakan pernikahan berkah karena sebelumnya tidak saling mengenal satu sama lain.
“Perkenalannya dilakukan setelah menikah, jadi tidak ada istilah pacaran, alhamdulillah sejauh ini pernikahan seperti ini berhasil dan tidak ada yang gagal, saya sendiri juga menikah dengan cara dijodohkan Ustadz saya pada 2019 tapi bukan nikah massal. Tapi proses sama saja tidak kenal sama lain,” kenangnya.
Agustan, salah seorang mempelai laki-laki mengatakan bahwa ia sama sekali tidak keberatan melakukan pernikahan seperti itu, meskipun ia juga tidak memiliki bayangan tentang Istrinya.
“Belum pernah kenal, saya hanya tahu Karakter dan namanya lewat kiriman foto KTP, yang wajahnya ditutupi dengan bunga dari panitia pas untuk pengurus keterangan nikah di bone dan saya tahu juga beliau adalah kader Hidayatullah, saya percaya dengan pilihan ustad di pesantren karena tidak mungkin kami dipilihkan orang yang salah,” ujarnya.(agustan)