Beranda blog Halaman 132

Serius Pengembangan Kampus, Pengurus Hidayatullah Masago Gunakan Arsitek Nasional Buat Master Plan

0

BONE, HidayatullahSulsel.com — Pengurus Yayasan Ponpes Hidayatullah Masago, dibawah pimpinan Ustadz Tawakkal menghadirkan Wakil Ketua Ikatan Arsitek Indonesia, Muaz Yahya dalam rencana pembuatan Master plan kampus Hidayatullah Masago, Bone. Jumat, (28/1/2022).

Kehadiran Muaz benar-benar dimanfaatkan pengurus pondok, di atas lahan seluas 1 hektar tersebut, Tawakkal mengajak Muaz berkeliling kampus untuk melihat lahan untuk proyeksi tata ruang sebagai dokumen perencanaan pembangunan pondok.

Setelah melihat kondisi kampus, Muaz memberikan gambaran bahwa tata ruang pondok pesantren Hidayatullah Masago cukup bagus untuk ditata. Sehingga pada kesempatan tersebut Muaz berpesan agar pondok pesantren Hidayatullah Masago ini benar-benar dibangun sesuai dengan gambar yang dibuat.

“Satu hal yang harus diperhatikan, bila master plan sudah jadi bagusnya segera ada pembangunan dan bangunannya sesuai dengan yang digambar,” kata Muaz.

Menanggapi itu, Tawakkal siap mengikuti arahan Muaz Yahya. Ustadz yang sering menyiarkan aktifitas dakwahnya secara langsung di facebook ini mengungkapkan kalau selama ini agak bingung membangun fasilitas gedung di kampus sehingga pembangunan pondok dilakukan berdasarkan perasaan dan kesepakatan pengurus.

“Tapi Alhamdulillah, dengan hadirnya Pak Muaz ini insya Allah pembangunna pondok akan lebih teratur berdasarkan master plan yang dibuat, sehingga gambar itu nanti bisa menjadi acuan penataan pembangunan gedung di kampus Hidayatullah Masago,” kata Tawakkal.■ Ridwan Gagah

Ustadz Anwar Ungkap Masalah Ummat Islam Dalam Pengajian Bulanan Ponpes Hidayatullah Masago

0

BONE, HidayatullahSulsel.com — Pengurus Yayasan Ponpes Hidayatullah Masago, Bone, menggelar pengajian bulanan di Masjid kampus Hidayatullah Masago, Jumat, (28/2/2022).

Diundang sebagai pemateri, Kepala Departemen Organisasi DPW Hidayatullah Sulsel, Ustadz Drs H Anwar Baits MPd dalam ceramahnya mengkaji dua permasalahan ummat Islam saat ini.

“Permasalahan ummat hari ini ada dua yaitu masalah eksternal dan internal.” kata Ustadz Anwar

Lebih jauh Anwar menjelaskan, bahwa masalah external yang dihadapi ummat Islam dewasa ini di antaranya adalah serangan westernisasi dan sosial budaya.

“Masalah ini benar-benar mendangkalkan aqidah, seperti westernisasi ini, dampaknya kita bisa lihat generasi muda kita sekarang, gayanya seperti orang-orang barat. Benar-benar tidak mencerminkan Islam.” terangnya.

Selain itu, lanjut Anwar, “Serangan dan perubahan sosila budaya ini juga merusak kemurnian Islam, kita bisa lihat banyak sekali ritul-ritual budaya yang sengaja dicampur dengan kegiatan ibadah ummat Islam. Ini bisa merusak aqidah kita,” katanya.

Di samping itu, ummat Islam saat ini juga menghadapi masalah yang cukup berat, dimana masalah itu datang dari internal Islam itu sendiri.

“Belum lagi secara internal, ini juga yang berat dihadapi sekarang. perselisihan kita ummat Islam ini datang dari diri kita sendiri, mulai dari perbedaan perbedaan khilafiyah, furuiyah dan lain sebagainya dimana masing masing kelompok merasa kelompoknya paling benar,” katanya.

Maka untuk membendung serangan yang ada tersebut, Anwar mengajak kepada peserta yang hadir, untuk mempelajari ajaran Islam dengan benar, memperkuat persaudaraan antar sesama serta memperbanyak silaturrahmi.

“Insya Allah kalau kita membangun hubungan baik antar sesama, mempelajari Islam dengan benar, maka budaya Islam itu tidak lagi bercampur budaya luar dan persaudaraan kita juga semakin kuat, sehingga serangan dari sisi manapun itu bisa terpental jauh.” tandasnya

Pimpinan Pesantren, Ustadz Tawakkal setelah kegiatan berharap agar pengajian yang diselenggarakan sebulan sekali ini bisa membawa kebaikan dan membangun hubungan emosional antara masyarakat dan pengurus pondok.

“Kegiatan ini Alhamdulillah untuk membangun kedekatan antara warga dan pengurus pondok. semoga pengajian ini bisa memberikan manfaat yang baik bagi kita semua,” harap Ust Tawakkal.■ Ridwan Gagah

Ketua DPW Sulsel Lepas 2000 Bibit Ikan Nila di Hidayatullah Bulcen

0

SIDRAP, HidayatullahSulsel.com — Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Setidaknya, pantun ini berisi sebuah pesan. Bahwa untuk mencapai sesuatu, butuh pengorbanan.

Ini gambaran perjuangan, di kampus-kampus peradaban Hidayatullah, di seluruh Indonesia. Bahwa semuanya butuh ‘sakit’. Butuh perjuangan yang serius, mengobarkan dan mengorbankan segenap harta dan jiwa, untuk eksisnya perjuangan ini.

Pesan di atas ini, menjadi salah satu nasehat , Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ustad Drs Nasri Buhari MPd saat kunjungannya ke Hidayatullah Bulucenrana, Sidrap, Kamis (27/1/2022).

Dalam kunjungannya ke Hidayatullah Bulucenrana, Ust Nasri didampingi oleh Sekretaris DPW Ust Sumaryadi, S.Pd.I dan Muh. Rizki Aman (Kadep Dakwah). Turut hadir pula Abdul Jabbar, Ketua Yayasan Hidayatullah Gorontalo.

Banyak wejangan yang disampaikan Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, selain keseriusan dalam perjuangan di tempat tugas, Ia juga memberikan saran, agar Hidayatullah Bulucenrana bisa menjadi percontohan pondok tahfidz Qur’an, dalam hal kemandirian ekonomi pondok berbasis perikanan.

Hidayatullah Bulcen akan membuka program Tahfiz Unggul dan Mandiri. Tahfidz Qur’an yang dipadukan dengan lokasi outbound, agro wisata pertanian, perikanan dan peternakan ini akan menjadi tahfiz percontohan di Sulsel.

Rencananya, tahun 2022 ini akan mulai dibuka dengan menerima 30 orang santri baru untuk tingkat SMP dan SMA.

Secara khusus, Ust Nasri menyarankan, agar Hidayatullah Bulcen mampu menjadi pondok dengan kemandirian ekonomi di bidang perikanan.

“Potensi pondok ini (Hidayatullah Bulcen) sangat luar biasa, sehingga pondok ini harus bisa menjadi pondok tahfidz yang mandiri, punya kemandirian ekonomi, khususnya perikanan,” ujar mantan Ketua DPW Hidayatullah Sultra ini.

Pada kunjungan tersebut, juga secara simbolik melakukan pelepasan 2.000 ekor bibit ikan nila, di kolam Hidayatullah Bulcen. Ikan Nila ini nantinya, akan diupayakan menjadi salah satu usaha kemandirian ekonomi di Hidayatullah Bulcen.

“Jika ada kawan-kawan yang mau makan ikan nila, ayo ke Sidrap” ujar Ketua Yayasan Darul Qur’an Hidayatullah Bulucenrana, Sarmadani.

Cerita ikan nila bukan sekedar pemanis bibir. Saat kunjungan Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, menu utama yang dihidangkan adalah ikan nila bakar. Kalau mau makan ikan nila, ayo ke Hidayatullah Sidrap.■ Abu Fathun Mubarak

Bupati Luwu Timur Resmikan Pembangunan Masjid Ponpes Hidayatullah Kalaena

0

LUWU TIMUR, HidayatullahSulsel.com — Bupati Luwu Timur, Drs H BUDIMAN MPd melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Yayasan Hasan Al Bashri Ponpes Hidayatullah Kalaena, Luwu Timur, Kamis, (27/1/2021).

Dalam sambutanya Budiman menyampaikan membangun rumah ibadah itu adalah tanggungjawab bersama, maka harus dikontrol sampai masjidnya rampung. Sebab sarana ibadah adalah rumah Allah sebagai tempat mengadu segala urusan manusia.

“Maka setelah kita bersama-sama meletakkan batu pertama ini, semoga kita juga menyelesaikan masjid ini bersama-sama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut bupati juga mengajak seluruh undangan yang hadir, khususnya pejabat daerah dibawa kepemimpinannya untuk ikut terlibat dalam merampungkan masjid tersebut.

“Kepada seluruh yang hadir, khusus pejabat daerah, eselon II yang memiliki kelebihan rejeki, agar menyumbangkan sedikit rejekinya untuk pembangunan masjid ini,” ajak Budiman.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Luwu Timur, AKBP Silvester Mangombo Marusaha Simamora, Kejari Luwu Timur, Muhammad Zubair, Dandim 1403 Palopo, Letkol Inf. Gunawan, Sekda Lutim, H. Bahri Suli, Ketua DPD Hidayatullah Luwu Timur, Ustadz Tasrun serta Pengurus DPC Hidayatullah Kalaena dan Masyarakat setempat.

Mewakili Pengurus DPC Hidayatullah Kalaena, Ustadz Tasrun menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluru undangan yang hadir khusus kepada Bupati Luwu Timur atas kesediaan waktunya dalam peletakan baru pertama Masjid Ponpes Hidayatullah Kalaena

“Alhamdulillah, mewakili pengurus pesantren, kami ucapkan terimaksih atas kehadiran semua wabil khusus kepada bapak Bupati. Semoga bisa mendampingi kami sampai masjid ini selesai,” tandasnya.■ ridwan gagah

Taushiyah Pengurus Al Bayan Menguatkan Spirit Perjuangan di Hidayatullah Bulcen

0

SIDRAP, HidayatullahSulsel.com — Silaturahmi pengurus Yayasan Al Bayan ke Hidayatullah Buluncenrana, Sidrap mendapat apresiasi yang mendalam dari pengurus Yayasan Darul Quran, Hidayatullah Buluncenrana.

Pada kesempatan silaturahmi tersebut, Kamis  (27/1/2022), para pengurus Yayasan Al Bayan diberi kesempatan untuk memberikan taushiyah di hadapan para jamaah Hidayatullah Bulcen.

Taushiyah disampaikan dari Muhammad Arfah (Kadep Pendidikan), Jumaruddin (Sekretaris Al Bayan), dan Muh. Alyas (Kadep Ekonomi).

“Sebenarnya, dari kualitas ibadah, rasanya kita belum layak ditolong oleh Allah, tapi mungkin ketaatan kita dalam mengemban amanah di Hidayatullah ini sebagai ketaatan kita dalam penugasan,” ujar Arfah.

Sementara Ustad Jumaruddin membuka taushiyahnya dengan mengutip ayat ke 32 pada surah Al Fatir.


{ ثُمَّ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡكِتَـٰبَ ٱلَّذِینَ ٱصۡطَفَیۡنَا مِنۡ عِبَادِنَاۖ فَمِنۡهُمۡ ظَالِمࣱ لِّنَفۡسِهِۦ وَمِنۡهُم مُّقۡتَصِدࣱ وَمِنۡهُمۡ سَابِقُۢ بِٱلۡخَیۡرَ ٰ⁠تِ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ذَ ٰ⁠لِكَ هُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡكَبِیرُ }

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzhalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.” (Surat Fathir: 32).

Bahwa dalam mengemban amanah dakwah ini, dalam berjuang di jalan Allah, ada tiga golongan orang. Pertama mereka yang dzolim terhadap diri mereka sendiri, ada yang mengambil jalan tengah. Dan ada juga bersegera untuk berbuat kebaikan.

“Dalam tugas di Hidayatullah ini, hendaknya kita berada pada golongan yang ketiga, mengambil bagian terdepan, dalam memperjuangkan dinul Islam ini,” jelas Jumaruddin.

Taushiyah terahir oleh Muh Alyas. Menurutnya, apa yang kita lakukan ini, hanya untuk mencari ridho Allah.

“Apapun yang kita lakukan di dalam garis perjuangan ini, adalah semata-mata untuk mencari Ridho Allah. Bukan untuk dicatat manusia” ungkap Alyas menutup taushiyahnya.■ abu fathun mubarak

Pengurus Yayasan Al Bayan, Kunjungi Hidayatullah Bulucenrana

0

SIDRAP, HidayatullahSulsel.com — Silaturahmi, bagi seorang muslim punya faedah yang banyak. Selain menambah rizki, dan memperpanjang umur, juga menjadi ajang diskusi dan bertukar pikiran.

Khususnya bertukar fikiran dalam ajang fastabiqulkhairat. Saling berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan.

Hal ini lah yang dilakukan pengurus Yayasan Al Bayan, Hidayatullah Makassar, saat mengunjungi Yayasan Darul Qur’an, Hidayatullah Bulucenrana, Sidrap, Kamis (27/1/2022).

Silaturahmi yang dikemas dengan bahasan kunjungan ini, turut serta Jumaruddin S.Pd.I, Sekretaris Yayasan, Muhammad Arfah MM, Kepala Departemen Tarbiyah, Muh. Alyas, Kadep Ekonomi, Habibullah, Kadep Kampus dan Peradaban, serta Hanif Musta’an, Staff kantor.

Silaturahmi pengurus Yayasan Al Bayan ini, secara khusus diterima oleh jajaran pengurus Yayasan Darul Qur’an Hidayatullah Sidrap. Hadir pada kesempatan tersebut, Sarmadani Ketua Yayasan, Owan Karama, Sekretarjs, dan Ariful Aziz, Kepala Kampus Yayasan Darul Qur’an.

Kesempatan silaturahmi ini, juga menjadi ajang taushiyah. Usai subuh, jajaran pengurus yayasan Al Bayan ini secara bergilir, diberi kesempatan untuk memberikan taushiyah, di hadapan para jamah dan pengurus Yayasan Darul Qur’an.

Secara berturut turut, taushiyah Shubuh tersebut dibawakan oleh Muhammad Arfah, Jumaruddin dan Muh. Alyas. Isi taushiyahnya, akan ditulis terpisah di website ini (Baca: Taushiyah Pengurus Al Bayan di Bulcen).

Setelah minum kopi dan menikmati pisang goreng di Hidayatullah Bulucenrana, para pengurus Yayasan Al Bayan melihat-lihat sisi kampus Hidayatullah Bulcen sambil menikmati temaran sinar mentari pagi.

“Luar biasa kampus Hidayatullah Bulcen ini, semoga bisa tertata dan terbangun dengan baik, untuk menjadi kampus peradaban Islam” ucap Muhammad Arfah, disela-sela kunjungannya.(Sarmadani Karani)

Februari, Peresmian Masjid Al Fatih Belawa DPD Hidayatullah Wajo

0

WAJO, HidayatullahSulsel.com — Menjelang kegiatan peresmian Masjid Al Fatih Kecamatan Belawa, Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah Wajo mengelar rapat pra persiapan.

Rapat dihadiri dari pengurus harian DPD Hidayatullah Wajo, DPW Hidayatullah Sulsel, Ketua DPD Hidayatullah Parepare dan Pembina SDH Parepare.

Kegiatan rapat persiapan dilaksanakan di Warkop Topoka Belopa, Rabu, 26 Januari 2022. Rapat dipimpim Ketua DPD Hidayatullah Wajo Ust Sudirman.

Peresmian Masjid Al Fatih Belawa direncanakan dilaksanakan pekan 3 Februari. Terungkap, kegiatan akan dihadiri langsung Ketua Umum DPP Hidayatullah, unsur pemerintahan, tokoh, ulama dari Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah, dan masyarakat sekitar.

“Selain itu juga dalam kegiatan ini diharapkan teman-teman Hidayatullah yang berdekatan Wajo ini bisa meramaikan kegiatan tersebut,” harapnya.

Rangkaian kegiatan tersebut juga akan diresmikan Rumah Qur’an, pembentukan Dewan Pengurus Cabang yang ada di Kecamatan Belawa dan taujiah Isra Mi’raj.

“Sehingga dari acara ini pemerintah, masyarakat dapat melihat mengenal, mengetahui, bahkan membantu dakwah Hidayatullah di wilayah Wajo,” urainya.■ zain

Ketua DPD Hidayatullah Dilantik sebagai Pengurus IPI Bulukumba

0

BULUKUMBA, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Kabupaten Bulukumba periode 2021-2026 resmi dilantik di Ruang Pola Kantor Bupati, Rabu 26 Januari 2022.

Pelantikan organisasi yang dinahkodahi Ust Muslim Bahar, S.Pdi, M.M itu disaksikan langsung Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Bulukumba Ust Suparman SPdI salah satu pengurus IPI Bulukumba yang dilantik.

“Tentunya ini merupakan kepercayaan kepada Hidayatullah Bulukumba selama ini dan menjadi motivasi untuk semakin meningkatkan program dakwah dan tarbiyah,” ujarnya.

Muslim Bahar mewakili IPI memiliki impian besar akan adanya peraturan daerah kepesantrenan.

“Semoga ke depan ada perda kepesantrenan. Kita akan melakukan studi banding ke daerah yang sudah menjalankan Perda Kepesantrenan,” jelasnya.

IPI Bulukumba tak melupakan komitmen atas ekonomi berbasis kemandirian di Pesantren.

“Ekonomi berbasis mandiri kita akan terapkan sehingga tidak lagi tergantung pada bantuan. Karena lebih baik tangan di atas dibanding tangan di bawah. Misalnya bagaimana santri di pesantren mampu membuat kapal atau usaha lain,” terangnya.

Mengakhiri sambutannya Dia pun meminta agar semua pesantren di Bulukumba bisa terdaftar di Kementerian Agama RI.

“Target kita lewat IPI Bulukumba dapat mendorong pondok yang masih seusia jagung agar cepat terdaftar di Kemenag,’ jelasnya.

Sementara itu Ketua IPI Provinsi Sulsel H. Abdul Rauf LC MA mengajak seluruh pengurus IPI menjaga nama baik lembaga.

“Ini organisasi profesional didirikan para kiyai dan ustad. Kita semua pengurus menjaga kekompakan dalam menyikapi peristiwa,” katanya.

Dia berharap ada keselarasan dan koordinasi pemerintah untuk kegiatan. “Kita jaga hubungan baik dengan pemerintah yang sudah terjalin,” katanya

Lanjut Dia, pesantren di Indonesia sedang diuji bahkan dikaitkan kasus. “Kita yakin di Bulukumba dapat melewati hal seperti ini. Mari jaga nama baik pesantren,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Edy Manaf mengapresiasi hadirnya IPI Bulukumba sebagai wadah konsolidasi para pembina pondok pesantren yang ada di daerah Butta Panrita Lopi.

Menurutnya, pesantren itu boleh dipandang sebelah mata, oleh karena banyak alumni pesantren yang menjadi tokoh nasional dan pejabat publik. Artinya kualitas dari pondok pesantren tidak kalah bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan lainnya.

Meski demikian, di masa lalu pesantran masih dicap sebagai tempat pelarian. Namun sekarang sudah berubah justru masyarakat berlomba-lomba memasukkan anak-anaknya di pondok pesantren.

Sekarang juga jenis pesantren sudah beragam, ada Tahfiz quran, maupun boarding school.

“Padahal kita dulu kalau mengaji hanya modal angkat air di rumah guru mengaji,” kata Edy Manaf mengenang masa kecilnya.

Senada disampaikan oleh Ketua IPI Bulukumba bahwa saat ini pesantren di samping menimba ilmu agama, para santrinya juga didorong untuk bagaimana memiliki jiwa wirausaha.

“Kita berharap pondok pesantren itu dapat menghasilkan SDM unggul yang siap pakai di tengah persaingan saat ini,” pinta Edy Manaf.

Momentum pelantikan IPI Bulukumba juga disaksikan oleh Ketua MUI Bulukumba, KH Tjamiruddin, Kasi Pontren Kementerian Agama Bulukumba dan Ketua Baznas Bulukumba HM Yusuf Sandi, Lc

Karpet untuk Santri Penghafal Al Quran

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Duduk di lantai yang dingin tentu tidak nyaman. Hawa dingin yang ditimbulkan dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Namun, duduk melantai itu menjadi bagian keseharian santri ketika menghafal Al Qur’an.

Demi memberikan kenyamanan dalam halaqoh mengaji  Al Quran, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH), menyalurkan bantuan berupa sedekah karpet dari Siti Halima.

Karpet sebanyak empat lembar dari warga Antang Makassar tersebut diterima oleh Ustadz Abdul Hadi selaku ketua Yayasan Darul Hijrah Hidayatullah Tanralili Maros, Rabu (26/01/2022). 

Karpet tersebut diperuntukkan bagi santri tahfidz Al Quran yang saat ini sebanyak 80 orang.

Pesantren yang terletak di Desa Lekopancing Tanrilili Maros ini merupakan lembaga pendidikan yang mengkhususkan program menghafal Al Quran bagi anak-anak seusia Sekolah Menengah Pertama.

Kepala Divisi Program Laznas BMH Sulsel, Basori Shobirin mengungkapkan bantuan yang diberikan merupakan bagiaan dari memuliakan para penuntut Ilmu dan penghafal Al Quran.

Mari dukung program amal jariah untuk program penghafal Al Quran bersama Laznas BMH.  Donasi dapat ditransfer melalui rekening BRI : 3057-01-003964-50-4.

Layanan  Jemput Donasi +6285719942004. Kantor Layanan BMH Sulsel Jl. Tamalanrea BTP Blok M No. 27A  Makassar.(rls)

Kuatkan Komitmen Perjuangan Agar Kehadiran Hidayatullah Dirasakan Ummat

0

■ Oleh : Ust Drs Nasri Bukhari MPd, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel

HidayatullahSulsel.com — Banyak hal yang telah kita pertaruhkan dengan memilih jalan perjuangan ini. Meninggalkan orangtua dan keluarga dan atau bahkan rela meninggalkan jaminan ‘hidup layak’ dengan segala tawaran menggiurkan secara duniawi.

Menyadari akan adanya semacam ‘tuntutan khusus’ dengan keberadaan Wajo ini sebagai kampung halaman Ketua Umum DPP Hidayatullah, cukuplah menjadikan kita ini sulit tidur untuk terus memikirkan dan mengupayakan bentuk layanan apa yang dapat kita hadirkan dalam rangka memenuhi kebutuhan umat di daerah ini.

Kunci sukses kita adalah sabar, sabar dipimpin dan juga sabar memimpin.

Kepemimpinan sesungguhnya adalah fitrah, sehingga segala dinamika yang kita lewati adalah merupakan proses dari sebuah perjalanan fitrah kita sebagai manusia.

Jika proses tersebut terbingkai dalam keberimanan, terbingkai dengan keyakinan yang kuat maka segala macam bentuk dari apa yang terjadi di tempat ini adalah tak lebih daripada sekedar dinamika perjuangan.

Sehingga semakin solidlah kita, semakin menyatulah kita sebagai sebuah teamwork, saling menguatkan, saling melengkapi serta saling menutupi kekurangan.

Dengan pola kerja seperti inilah yang akan menghasilkan target program sebagaimana yang telah kita canangkan sesuai dengan visi dan misi lembaga kita.

Secara kuantitas pengurus DPD Hidayatullah Wajo ini bolehlah tak lebih banyak dari DPD lainnya, namun dengan kesolidan yang kita bangun itulah yang menjadi sumber kekuatan kita sehingga Hidayatullah Wajo ini terasa kiprah dan kehadirannya oleh umat.

Hidayatullah Wajo ini dapat maju dan berkembang dengan gerakan dakwah dan tarbiyah yang massif dan sistematis.

Pemimpin Umum Hidayatullah berpesan, visi tanpa aksi itu khayalan, aksi tanpa visi itu sensasi. Saya tambahkan, tanpa visi dan aksi adalah polusi!■ sumariadi

*) Disarikan dari taujiah kepada pengurus DPD Hidayatullah Wajo. Kunjungan kerja pengurus DPW ke Wajo juga hadir Kadepdiptren DPW, ustadz Dwi Subagyo, yang juga pendamping DPD Hidayatullah Wajo.