Beranda blog Halaman 134

DPD Hidayatullah Sidrap Silaturahmi Ke Kapolsek Dua Pitue

0

SIDRAP, HidayatullahSulsel.com — Meskipun baru bertugas, Ketua DPD Hidayatullah Sidrap, Ust Sarmadani, mulai bergerak. Kali ini adalah upaya menjalin silaturahmi dengan aparat setempat. Agenda silaturahmi ini menjadi agenda 30 hari pertamanya di Sidrap.

Kali ini, Rabu (21/1/2022) giliran Polsek Dua Pitue yang menjadi tujuan silaturahminya. Di sela-sela kunjungan silaturahminya, Ketua DPD Hidayatullah Sidrap ditemani oleh Kepala Kampus Darul Qur’an Hidayatullah Sidrap, Ariful Aziz.

Kapolsek Dua Pitue, Aiptu Akmal menerima silaturahmi tersebut usai shalat magrib di kantornya. Akmal menerima kunjungan DPD Hidayatullah Sidrap, usai sholat berjamaah magrib di mushalla Polsek Dua Pitue. Di ruang tamu Polsek Dua Pitue, Aiptu Akmal terlihat ngobrol santai dengan pengurus DPD Hidayatullah Sidrap.

Dalam silaturahmi itu, Sarmadani memperkenalkan diri, sebagai pengurus baru Hidayatullah Sidrap. “Kami datang Pak Kapolsek, agar kita saling kenal, karena saya baru bertugas” ujarnya.

Selain itu, Aiptu Akmal, banyak berbincang terkait persoalan pelanggaran hukum di wilayahnya. Juga meyakinkan pengurus pondok, terkait keamanan di sekitar Pondok Darul Qur’an. “InsyaAllah, aman Pak Ustad, kita saling bekerjasama untuk menjaga keamanan,” ucap Kapolsek.

Aiptu Akmal juga sangat bersyukur, akan kehadiran pondok Tahfidz Darul Qur’an di Dusun Bottolita, Desa Bulucenrana ini. “Kita bersyukur Pak Ustad, kehadiran pondok pesantren, akan menjaga generasi kita dari kerusakan moral. Dan di sana butuh ada pondok,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungannya ke pondok, Kapolsek bahkan bersedia menyisihkan sedikit rezekinya, untuk menjadi donatur rutin di pondok.(Abu Fathun Mubarak)

Jelang Pernikahan Mubarak, Pesantren Hidayatullah Sampeang Gotong Royong Bersama Warga Desa

0

LUWU, HidayatullahSulsel.com –– Lima hari menuju Pernikahan Mubarak, Pesantren Hidayatullah Sampeang Kabupaten Luwu yang menjadi lokasi acara tersebut terus melakukan pembenahan di lingkungan pondok.

Ketua Yayasan Nahrul Mubaarok Pesantren Hidayatullah Sampeang, Ustadz Fauzan Ahmad, menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada segenap warga desa yang turut serta telah membantu pengurus dan santri dalam gotong royong demi kelancaran acara pada Sabtu (22/1/2022).

“Kita bersyukur karena ada di desa. Warga desa itu kental dengan kebersamaannya dalam gotong royong. Tidak terkecuali di sini. Maka dari itu, sebagai pengurus pondok, saya ucapakan terimakasih kepada segenap warga desa yang telah membantu kami,” Ujar Ustadz Fauzan di tengah-tengah suasana gotong royong.

Antusiasme warga desa dalam membantu pembenahan dan persiapan acara Pernikahan Mubarak tersebut, juga tidak lepas dari rasa terimakasih warga atas eksisnya Hidayatullah di Desa Sampeang.

Salah satu tokoh masyarakat, Haji Natsir, menuturkan bahwa kehadiran Hidayatullah bagi warga desa adalah anugrah. Hidayatullah sebagai sebuah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan dan dakwah, telah memberikan pengaruh signifikan dalam hal pencerahan-pencerahan keislaman bagi warga desa.

“Alhamdulillah, ya. Justru sebenarnya kami inilah yang berterimakasih ke Hidayatullah. Turut sertanya masyarakat dalam gotong royong tak lepas dari terimakasih kami. Sebab, bagaimana pun juga pesantren Hidayatullah ini besar pengaruhnya dalam memberikan pencerahan keislaman di bidang dakwah,” tutur Natsir selaku koordinator lapangan dalam gotong royong yang melibatkan ratusan warga tersebut.

Pernikahan Mubarak sendiri merupakan bagian dari program Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel. Program ini tentu tak lepas dari wujud dan sikap kepedulian para ustadz terhadap santri dan kadernya.(Ian Kasaa)

Ambil Beban Perjuangan Rasakan Nikmat Bermunajat

0

■ Oleh : Drs Nasri Bukhari MPd, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel

HidayatullahSulsel.com — Nikmat yang Allah ta ‘alla berikan kepada kita begitu banyak. Potensi yang Allah beri juga begitu besar.

Badan kita sehat dan sempurna. Akal fikiran berfungsi dengan baik. Fasilitas begitu banyak, diri kita, lembaga perjuangan sebagai wadah. Kehidupan berjamaah. Kesempatan, waktu yang ada begitu banyak. Alhamdulillah.

Semua itu tidak hadir begitu saja tanpa tuntutan dan tujuan. Tujuannya untuk mengangkat sekian banyak beban.

Tuntutan yang harus dipenuhi adalah untuk kemajuan lembaga perjuangan untuk mewujudkan peradaban Islam. Semua kenikmatan itu akan dimintai pertanggungjawaban di dunia dan di akhirat. Ke mana dan untuk apa kita gunakan.

Waktu terus berputar meninggalkan kita. Setiap orang berlomba memberi yang terbaik hari demi hari. Jangan sampai kita tertinggal di belakang.

Islam pasti akan jaya, ada dan tidak adanya kita di sana. Yang menjadi kekhawatiran jika kita tidak tercatat dalam sejarah, tinta emas bangkitnya Islam hanya karena kita bersantai dan tidak memaksimalkan potensi yang ada.

Kota Madya, khususnya Kota Parepare ini punya tantangan besar. Dia merupakan pilot project. Posisinya begitu sentral. Dia merupakan salah satu pintu Indonesia Timur. Secara historis dengan berdirinya Hidayatullah juga begitu erat.

Harapan kedepan begitu besar. Semoga Kota Parepare menjadi percontohan. Menjadi model. Maju dan unggul dalam bidang pendidikan dan bidang lainnya

Sudah saatnya kita mengambil sekian beban. Keluar dari zona nyaman. Sebab menghindar dari beban tidak akan mengantarkan keluar dari masalah.

Mengindar darinya hanya akan menumpuk dan mendatangkan sekian beban di masa akan datang.

Beban itu sesuatu yang kita butuhkan. Dengannya kita akan merasakan ke-intiman dalam bermunajat kepada Raja Diraja, Allah ta’alla.

Waspada zona nyaman. Nyaman saat diberi, berat memberi. Saatnya suka memberi. Memberi yang terbaik kepada lembaga perjuangan.

Zona nyaman, posisi aman harusnya menjadi sinyal. Menjadi alarm bagi para pejuang Islam. Bagi kader. Sebab hal yang menjadi salah satu sebab organisasi mendek dan mati.

Seorang kader harus bergerak. Progresif dan agresif. Membuat perencanaan matang. Melakukan inovasi dan kreatifitas dalam membuat program.

Disamping itu tetap selalu berkolaborasi dan bersinergi dengan semua elemen dan institusi sehingga idealisme kader itu tidak sebatas kajian, tapi betul-betul diwujudkan. Sebagai bukti syukur kepada Allah Subhanahu wata’ala.(ahmad sabil)

*) Disarikan dari sambutan saat membuka Rakerda DPD Hidayatullah Parepare, Senin, 17 Januari 2022 di Kota Parepare

Jumat Berkah Mushida Maros Berbagi

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Muslimat Hidayatullah (Mushida) Kabupaten Maros memanfaatkan Energi Juma’ah berkah dengan berbagi bubur Kacang Hijau, Jum’at, (21/1/2022)

Sedekah Jum’at berkah kali ini, menyasar ke pesantren Tahfidzul Qur’an Yayasan Darul Hijrah beralamatkan dusun baku Desa Lekopancing Tanralili, Maros.

“Ada 32 santri yang menghafal Al-Qur’an menikmati Jumat Berbagi, kegiatan ini merupakan agenda peduli sesama,” ucap salah satu pengurus Mushida Maros, yang enggan namanya disebutkan

Abu, santri yatim asal Rongkong, sangat bahagia dengan adanya sedekah Jum’at berkah ini, “Alhamdulillah saya berharap kegiatan ini bukan hari Jum’at saja tapi setiap hari bagus diadakan,” ucapnya penuh harap.

Ustadz Karim selaku pengurus pondok sangat mengapresiasi gerakan Mushida Maros, ia merasakan apa yg dirasakan para santri-santri yang ia didik. Ia mengajak komunitas- komunitas lain mencontoh Mushifa Maros

“Semoga Mushida Maros makin jaya, mantap dan Istiqomah dalam gerakan berbagai kebaikan kepada sesama,” tutupnya.■ fathi

Organisasi Pelajar Santri Hidayatullah Pangkep Berbagi Melalui Jumat Berkah

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Organisasi Pelajar/Santri Hidayatullah Pangkep (OPH) berkolaborasi dengan DKM Masjid Muhammad Al-Fatih menggelar kegiatan berbagi nasi bungkus kepada warga di sekitar pondok dan jamaah shalat Jumat.

Kegiatan baksos berbagi Bubur Ayam Ocha bungkus ini merupakan salah satu program kerja dari OPH. Pada kesempatan tersebut para santri membagikan Bubur Ayam Ocha sebanyak 25 bungkus.

Kegiatan berbagi nasi bungkus ini disambut suka cita oleh warga sekitar pondok pesantren dan jamaah masjid, Jumat (21/1/2022).

Kegiatan sebagai wujud menebar kebaikan dan memberikan kontribusi yang bermanfaat kepada masyarakat terutama warga jamaah masjid yang shalat Jumat.

Ketua OPH Pangkep Agus Setiawan menyampaikan dengan adanya kegiatan berbagi nasi ini santri-santri bisa belajar berbagi kepada sesama dan menghargai masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah kegiatan pengurus OPH hari ini berjalan lancar berkat dukungan para relawan serta donatur dari owner Bubur Ayam Ocha yang ingin berbagi kebaikan membantu sesama terutama warga di sekitar masjid di Malengge” katanya.

Ia juga berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak dermawan sehingga seluruh pengurus OPH bisa merasakan manfaat dari kegiatan Jumat Berkah ini.(karding)

Bhayangkari Polsek Ujungloe Berbagi Bersama Santri Tahfizh Pesantren Hidayatullah Bulukumba

0

BULUKUMBA,HidayatullahSulsel.com – Pengurus Bhayangkari Polsek Ujungloe bersilaturahmi di Pondok Pesantren Hidayatullah Bulukumba, Jum’at (21/1/2022)

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua Bhayangkari Polsek Ujungloe Sukmawati SPd MPd dan rombongan diterima Sekretaris Yayasan Al A’raaf Pesantren Hidayatullah Bulukumba Ust Rifaldi.

Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus berbagi makanan kepada seluruh santri penghafal al Qur’an di hari Jum’at yang penuh berkah. “Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bhayangkari Peduli,” jelas Sukmawati.

“Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap bulan, dan juga kami memohon kepada seluruh santri agar selalu mendoakan kami dan suami-suami kami diberikan kesehatan dan keikhlasan dalam mengemban amanah negara,” tambahnya.

Ust Rifaldi mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian ibu-ibu Bhayangkari kepada seluruh santri penghafal al qur’an. Ia mengajak kepada seluruh pengurus, warga dan santri penghafal al qur’an untuk senantiasa mendo’akan ibu-ibu Bhayangkari semoga apa yang dihajatkan dikabulkan oleh Allah ta ‘alla.(R Al Asyraf)

Memaksimalkan Kesehatan dan Kesempatan

0

■ Oleh : Ustadz Dr Khairun Misjaya Lc MA, Dewan Murabi Wilayah (DMW) Hidayatullah Sulsel dan Ketua Prodi STAI Al Bayan Hidayatullah Makassar

HidayatullahSulsel.com — Dua hal yang sepatutnya kita jaga yakni kesehatan dan kesempatan. Karena program dakwah dan tarbiyah tidak akan berjalan dengan baik bila kita tidak sehat.

Kedua memaksimalkan dengan baik nikmat kesempatan berupa amanah yang diberikan.

Karena “Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang akan menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan”

Alhamdulillah dengan padatnya program maka insya Allah kita akan disibukan dengan kebaikan.

Sebagaimana pernyataan Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan,

ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك

“Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”

Inti dari manejemen adalah controling dan evaluasi agar hasilnya ideal. Kerja maksimal merupakan lambang loyalitas, semakin baik kinerjanya semakin baik pula loyalitasnya,

Program yang telah dimuswarakan harus dikerjakan, maka pritisenya semakin baik. Orang yang kuat kerja harga dirinya akan naik, kerja harus menghasilkan sesuatu, jika ada orang bekerja tidak ada hasilnya perlu dievaluasi cara kerjanya,

Dalam bekerja harus ada pengawalan Internal yang menghasilkan power, power yang dimaksudkan adalah power ruhiyah.

Harus ada rekayasa agar terjaga spiritual, maka dibuatkan kesepakatan-kesepakatan supaya terjebak dalam menguatkan spiritual

Power Finansial, kemakmuran kantong, amanah di kantor dan lapangan semua sama. Kerja di lapangan di kantor sama saja.

Kader ada dua jenis. Kader yang tahan adalah para senior yang sudah kuat ruhnya. Dan kader yang tidak tahan. Yang tidak tahan didekati dengan memperhatikan finansialnya. Sehingga mereka terjaga dan terawat kekaderannya.■ fathi

*) Disarikan dari pidato penutupan Rakerda DPD Hidayatullah Maros

Owner Bubur Ayam Ocha Berbagi Kebahagiaan di Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel.com – Owner Bubur Ayam Ocha, Marling bersilaturahmi di pondok pesantren Hidayatullah Pangkep dalam rangka memperkuat silaturahmi dan berbagai kebahagiaan atas kelahiran anaknya yang ke empat dengan menyediakan bubur untuk santri penghafal Qur’an, Jumat (1/2/2022).

Marling mengatakan, silaturahmi ini merupakan momentum untuk saling menjalin silaturahmi dengan pengurus pondok dan santri.

“Semoga silaturahmi bisa berlanjut setiap bulan dan kami bisa selalu dekat dengan santri dan selalu mendoakan usaha kami semakin lancar dan berkah,” ucapnya.

Ketua Yayasan Dinul Kamil Al-Muhajirin, Ustadz Karding, menyebut bantuan itu sebagai bentuk perhatian Owner.

“Mari kita sama-sama berdoa untuk kemajuan usaha Bubur Ocha agar tetap eksis dan banyak memberikan manfaat kepada sesama,” harapnya.■

BMH Bantu Mushab Quran Calon Hafidz Hidayatullah Wotu

0

LUWU TIMUR, HidayatullahSulsel.com — Ilham saat ini duduk di kelas 3 SMA dan telah memiliki hafalan Qur’an 17 Juz, sedangkan sahabatnya Dias Pranata  telah hafal Qur’an 10 Juz.

Mereka berdua berasal dari pondok yang sama.  Ponpes Hidayatullah Wotu, yang berada  di Jalan Binano, Desa Lampenai, Luwu Timur, Sulsel.

Dua sahabat karib ini memiliki target hafalan 30 Juz dan mendapat prediket mutqin atau kuat melekat dan benar dalam hafalan Qur’an. Dengan bacaan terbaik itu, menjadi Imam masjid besar menjadi sebuah harapan.

Terdapat 15 anak yang mengikuti program khusus menghafal Al Qur’an. Sebagai bentuk perhatian, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (LAZNAS BMH) memberikan hadiah berupa Al Qur’an baru kepada mereka.

Ketua Yayasan setempat, Ustadz Abu Bakar menyampaikan terima kasih atas hadiah Mushaf Al Qur’an untuk santri-santri tahfidz yang sedang berjuang menghafalkan Al Qur’an.

“Mudah-mudahan ini menjadi amal jariyah bagi donatur yang telah menginfakkan hartanya di jalan Allah, semoga ke depannya bisa senantiasa berkolaborasi untuk program-program keummatan yang dijalankan oleh Ponpes Hidayatullah Wotu ini,” ujar Ustadz Abu Bakar.■ basori

Jangan Tunda Kebaikan Sebab Usia Sangat Singkat

0

■ Oleh: Ustadz Yusuf Gatti, Badan Pembina Hidayatullah Towuti, Perintis Hidayatullah Luwu Timur

HidayatullahSulsel.com — Dalam hidup ini persoalan usia ada sesuatu yang perlu kita pertimbangkan. Karena itu adalah persoalan paling utama.

Maka dengan usia yang sangat singkat ini segala program yang kita bangun di dunia ini harus segera di percepat. Termasuk persoalan nikah bagi yang belum.

Lebih jauh, persolan penting dalam kehidupan kita ini khususnya kita sebagai aktivis Islam adalah, secepat mungkin kita laksanakan program-program keummatan sebagai bagian dari perjuangan Islam.

Kalau kita cermati bagaimana perhatian Allah Ta’ala itu dalam perjalanan kehidupan kita ini. Rasanya sangat kufur sekali kita jika dengan usia singkat di dunia ini kita tidak mengambil bagian dalam memperjuangkan peradaban Islam ini. Sudah berapa nikmat Allah Ta’ala yang kita dustakan.

Allah Ta’ala melalui Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam benar benar membimbing manusia agar selamat dengan sisa usia yang ada.

Dan bimbingannya itu berupa petunjuk Al-Qur’an dan Hadits maka Al-Qur’an-Hadits ini adalah pegangan yang benar dan jangan sampai kita terlepas dari petunjuk itu.

Memiliki sisa usia itu harus penuh pertimbangan. Jangan membuang-buang waktu dengan aktivitas yang tidak bermanfaat.

Karena semua urusan kita di dunia ini adalah penentu jalan kita ketika ditanya di alam kubur sebagai persinggahan pertama manusia.

Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu’anhu jika melihat pekuburan beliau menangis mengucurkan air mata hingga membasahi jenggotnya.

Suatu hari ada seorang yang bertanya:

“Tatkala mengingat surga dan neraka engkau tidak menangis, mengapa engkau menangis ketika melihat perkuburan?”

Utsman pun menjawab, “Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya liang kubur adalah awal perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat dari kuburnya maka perjalanan selanjutnya akan lebih mudah. Namun jika ia tidak selamat dari siksaannya maka perjalanan selanjutnya akan lebih berat.” (HR. Tirmidzi.)

Berdasarkan hadits ini, pertanyaannya apakah kita masih mau main-main di dunia ini, bagaimana kalau sisa hidup kita sudah habis sementara kita belum berbuat apa-apa terhadap agama yang kita cintai ini.

Maka mari maksimalkan sisa hidup kita yang ada ini. Gunakan benar-benar untuk kebaikan dunia akhirat kita.

Hidayatullah adalah salah satu lembaga perjuangan Islam maka abdikan hidup kita untuk lembaga ini. Insya Allah kalau mati, kita akan mati syahid

Apa yang kita lakukan di lembaga ini semuanya bernilai tinggi. Untuk menghadapi kebaikan, kita harus berlomba dalam kebaikan itu.

Jangan ditunda-tunda. Kita harus mau duluan dari teman-teman kita. Sebab Kebaikan itu tidak perlu tunggu temannya dulu.

Maksudnya kalau kebaikan itu kita bisa lakukan sekarang, jangan ditunda besok. Berfastabiqul Khoirotlah kita, karena tidak ada yang jamin usia kita itu bisa sampai besok.

Semua yang jadi tugas kita di dunia ini sekarang harus kita selesaikan secepatnya.

Waktu untuk menata hidup kita sisa sedikit. Jadi maksimlkan hidup itu sebaik mungkin. Dengan menjaga hati kita untuk tetap istiqomah dalam barisan perjuangan islam.■ ridwan gagah

*) Disarikan dari tausiah ba’da subuh di Masjid Umar Bin Abdul Aziz Ponpes Hidayatullah, Towuti Luwu Timur