Beranda blog Halaman 125

Depdik DPW Sulsel Gelar Zoom Meeting Bersama Ketum DPP. Sekolah Hidayatullah Diharap Tak Berbasis Sosial lagi

0

HidayatullahSulsel.com — Mindset pendidikan di Hidayatullah Sulawesi Selatan harus berubah. Dari sekolah berbasis sosial, menuju sekolah yang professional dan profetik.

Hal itu menjadi harapan Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Dr Nashirul Haq Lc MA, pada zoom meeting Pendidikan DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, Sabtu, (26/02).

Diskusi via zoom meeting yang diadakan Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, secara khusus menghadirkan pemateri tunggal, KH Nashirul Haq disela-sela agenda kunjungannya ke Sulawesi Selatan.

Acara diskusi ini mengangkat tema “Akselerasi Pengembangan Pendidikan di Hidayatullah Sulsel” diikuti oleh seluruh pengurus DPD Hidayatullah, lengurus Kampus Madya Hidayatullah dan seluruh pengurus amal usaha di Hidayatullah se-Sulsel.

Kadepdik DPW Hidayatullah Sulsel, Dwi Subagyo membuka diskusi dan Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, Drs Nasri Buhari MPd dalam sambutan pengantarnya menghimbau kepada seluruh pengurus Hidayatullah di Sulsel, untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik dan professional.

“Kita sudah harus mengubah mindset pendidikan kita. Tidak sekedar menampung santri,” ungkapnya..

Lebih jauh, Ustad Nashirul Haq, memberikan arahan kepada seluruh peserta meeting. Bahwa keberadaan kampus-kampus Hidayatullah, bukan sekedar menampung anak yatim piatu dan terlantar. Tapi mereka, anak siapa saja harus diproses menjadi kader-kader pemimpin Islam. (sarmadani karani)

Beri Arahan Pengurus DPW Sulsel, Ketua Umum Hidayatullah Kuatkan Tupoksi dan Pola Sinergi

0

HidayatullahSulsel.com – Sebagai organisasi massa Islam yang bersifat terbuka Hidayatullah terus berupaya menghadirkan berbagai bentuk layanan keumatan di segala bidang.

Hal tersebut dilakukan agar semakin memudahkan interaksi dengan umat, sehingga problematika umat dapat dintisipasi dengan solusi yang tepat.

Ini diutarakan Ketua Umum DPP Hidayatullah Sulsel KH Dr Nashirul Haq Lc MA pada arahannya kepada pengurus DPP Hidayatullah Sulsel di sekretariat DPW, Makassar, Sabtu (26/2/2022).

“Maka, inilah yang perlu terus kita konsolidasikan. Memastikan secara internal kita solid dulu,” katanya.

Nashirul mengungkapkan, secara personal pengurus mesti memahami benar tupoksinya agar dapat memahami pekerjaannya sehingga tidak tumpang tindih dan saling harap.

Pada kesempatan itu Nashirul juga mengungkapkan, pentingnya dibangun pola sinergi dan kolaborasi antar stakeholder Hidayatullah di Sulsel.

“Amanah ini berat, betapa sesungguhnya kita menyadari akan ketidaklayakan dan ketidakmampuan kita, maka membangun pola sinergi itu menjadi sangat penting karena kita meyakini bahwa apa yang menjadi harapan besar kita akan terwujud manakala seluruh elemen dan institusi melakukan sinergitas yang baik,” imbuhnya.

Kehadiran Ketua Umum DPP Hidayatullah di Sulsel dalam rangka menghadiri peresmian Masjid Muhammad Al-Fatih dan Launching Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) ke -100 bersama Bupati Wajo di Belawa, Kab. Wajo pada Ahad (27/2/2022).■ sumariadi

DPW Hidayatullah Sulsel Kunjungi MUI Sulsel, Usulkan Pertemuan Rutin Ormas Islam

0

HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel melakukan kunjungan ke Sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel di Masjid Raya Makassar, Sabtu (27/2/2022).

Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ust Drs Narsi Bukhari MPd pada kesempatan kunjungan tersebut mengusulkan kepada MUI Sulsel untuk memediasi hadirnya forum silaturahmi dan pertemuan rutin lintas ormas Islam di Sulsel.

“Perlu untuk diadakan silaturahmi lintas organisasi untuk bisa saling memahami,” ujar Ust Nasri. Usulan tersebut direspon positif oleh pengurus MUI Sulsel  untuk segera ditindaklanjuti.

Hadir juga pada kunjungan itu pengurus DPW Hidayatullah Sulsel, Bendahara Ust Kadir MM, Kadep Ekonomi dan Aset Ust Imran Djufri SPdI, Kadep Pengkaderan Ust Nasrullah Alwi Lc, dan Ketua DPD Hidayatullah Makassar Ust Dr Nasrullah Sapa Lc MA.

Menerima langsung kunjungan tersebut Ketua Umum MUI Sulsel Prof Dr AGH Najamuddin Lc MA didampingi Sekretaris Umum Dr KH Muammar Bakry Lc MA, Kabid Pendidikan Dr KH Kamaluddin Abu Nawas MAg, Sekretaris Bidang Infokom Prof Dr H Sukardi Weda SS MHum.

KH Muammar berharap ide pertemuan rutin ormas Islam segera direalisasikan di tengah hubungan antar ormas yang berkesan semakin jauh dari persatuan. Selain itu pertemuan antar Ormas juga bisa mempertemukan titik persamaan dakwah.

“Perlunya penyatuan visi dan misi antar semua ormas untuk membangun Islam yang rahmatanlilalamin. Kita juga tidak usah lagi pertentangkan masalah hilafiyah dan mari kita kedepankan persamaan,” tuturnya.

Hal yang sama juga diutarakan KH Kamaluddin. Menurutnya, rencana silaturahmi antar ormas sangat bagus di tengah keberagamaan pemahaman. “Perlu adanya komunikasi dan persatuan untuk membangun umat yang damai,” tambahnya.

Sebelumnya, Ust Nasri dalam pengantarnya menjelaskan kunjungan pihaknya sebagai langkah awal membangun komunikasi, kolaborasi dan saling mendukung dalam kegiatan dakwah dan tarbiyah yang merupakan mainstream gerakan Hidayatullah.

“Visi dan Misi Hidayatullah adalah Membangun Masyarakat Islam melalui pendidikan dan dakwah,” tuturnya. Juga memperkenalkan kepengurusan DPW Hidayatullah Sulsel 2020-2025 dan progres kehadiran Hidayatullah di 24 kab/kota se-Sulsel.

AGH Najamuddin mengapresiasi pengurus  DPW Hidayatullah Sulsel yang telah berkunjung untuk bersilaturahmi saling menguatkan.

“Harapan saya agar Hidayatullah kedepannya semakin terbuka dan terus mendakwahkan nilai Islam yang rahmatanlilalamin dan washatiyah tanpa memaksakan pemahaman dan pendapat fiqih,” imbuhnya.

MUI Sulsel juga mendorong agar Hidayatullah di Sulsel bersama-sama untuk mengcounter isu terorisme, dan berharap melibatkan MUI pada program dakwahnya, misalnya saat Ramadhan, untuk bisa memberikan persamaan pandangan dalam berdakwah.

Menanggapi hal tersebut, Ust Nasri memastikan semua harapan pihak MUI Sulsel telah dijelaskan dalam buku panduan Hidayatullah yang akan disusulkan untuk menjadi referensi bagi MUI Sulsel agar lebih kenal mendalam tentang Hidayatullah.■ irfan/skd/fir

Pondok Hidayatullah Pangkep Bangun Ruang Kelas Santri Penghafal Qur’an, Masih Butuhkan Rp. 48,5 Juta

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel.com. — Yayasan Dinul Kamil Al-Muhajirin Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep tengah giat melakukan pembangunan RKB (Ruang Kelas Belajar) Santri.

Progres pembangunan saat ini sudah mencapai 85 persen dan masih membutuhkan anggaran biaya Rp. 48.5 juta untuk finishing bangunan tersebut.

Saat ini, sedang menyelesaian kerangka plafon dan masih ada berapa item pekerjaan belum selesai seperti, lantai, pemasangan instalasi listrik dan pengecetan bagian dalam dan luar.

Pengurus Yayasan Hidayatullah Pangkep, membeberkan bahwa bantuan pembangunan ini semua dari swadaya masyarakat.

“Ada sumbangan spesial dari para donatur yang menyumbang, ia menabung Rp. 5.000 setiap harinya di kotak kengceleng yang sudah panitia sediakan. Uang itu dikumpulkan di kotak kengceleng selama satu bulan dan menyerahkan kepada panitia,” tutur Ketua DPD Hidayatullah Pangkep Ustad Karding.

Ustad Karding menyampaikan pada bulan Ramadhan mendatang akan menggalang dana untuk bisa terkumpul sesuai target panitia.

Kalau ada yang berminat berpartisipasi untuk pembangunan RKB untuk Santri Penghafal Al-Qur’an Pondok Hidayatullah Pangkep ini, bisa hubungi 082 301 999 854 atau bisa langsung transfer ke BRI rek 0223-01-012918-53-2 atas nama Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep.■ (Karding)

Pendidikan Hidayatullah Mencetak Kader Pemimpin Islam

0

HidayatullahSulsel.com — Pendidikan di Hidayatullah harus terus berbenah. Yang tentunya harus mengikuti perubahan zaman yang terjadi. Jika tidak berubah maka akan tertinggal jauh.

Hal ini mengemuka dalam Zoom Meeting diskusi pendidikan yang digelar Depdik DPW Hidayatullah Sulsel, Sabtu, 26/02. Secara khusus, dalam diskusi tersebut menghadirkan Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr. KH Nashirul Haq, Lc, MA. Berikut ini, ringkasan ceramah beliau, pada zoom meeting tersebut :

Keberadaan kampus-kampus Hidayatullah, tentunya tidak sekadar menampung santri. Tidak sekadar mengelola panti asuhan. Tapi keberadaan kampus-kampus kita, dalam rangka untuk mencetak kader-kader pemimpin Islam.

Keberadaan pendidikan kita di Hidayatullah adalah untuk semua orang. Untuk siapa saja. Tidak boleh kita membatasi, bahwa kita hanya untuk anak kader, hanya untuk orang Hidayatullah saja. Tapi pendidikan kita ini untuk semua. Apakah ia orang miskin, pejabat, orang kaya atau siapa saja.

Pendidikan kita punya orientasi untuk mencetak kader. Kita ingin melahirkan kader. Kita tidak tahu dari mana akan lahirnya kader-kader itu.

Bisa saja dari orang biasa, orang miskin, anak pejabat, anak pengusaha atau dari anak professional. Selain anak-anaknya jadi kader, orangtuanya juga diproses untuk mendukung perjuangan kita

Olehnya itu, kita perlu merubah mindset berfikir. Harus kita tanamkan dalam mindset kita, bahwa pendidikan kita harus dapat melahirkan kader-kader pejuang pemimpin Islam. Kita harus berupaya mengantarkan anak-anak kita ini berkualitas.

Berkualitas, baik secara spiritual, juga professional. Proses ini bisa dilakukan dengan lima tarbiyah. Lewat tarbiyah tsaqafiah (keilmuan), ruhiyah (ruh), jasadiyah (fisik), ijtima’iyah (sosial kemasyarakatan) dan qiyadiyah (organisasi dan kepemimpinan)

Oleh karena itu, yayasan-yayasan yang kita bentuk saat ini, dipastikan bahwa ini adalah lembaga tahfidz, islamic boarding school, atau sekolah professional. Bukan lagi sekedar panti asuhan yang mengasuh anak-anak yatim, terlantar dan terlunta-lunta.

Kita coba bangun mindset ini, bahwa kita bukan yayasan ini bukan panti, tapi sekolah yang memproses kader-kader pemimpin Islam. Mencetak generasi berkualitas.
Membangun pondok ini, tidak boleh ber mindset panti, tapi sekolah professional yang akan mencetak kader-kader pemimpin Islam.

Sekolah, bukan persoalan gratis atau berbayarnya. Tapi lahirnya kader. Mindset pendidikan kita ialah menyelenggarakan pendidikan dakwah dan sosial secara profetik dan professional. Dengan demikian, perlu ada nilai-nilai jati diri yang tertanam secara fikrah dan teraplikasi dalam kehidupan nyata.

Jangan lagi ada dikotomi yang muncul, apakah dia anak kader atau bukan. Saya ini kan bukan anak kader. Anak siapa saja, kita harus mengantar mereka menjadi kader. Kita proses secara sama. Secara profetik dan professional.

Satu hal lagi yang merepotkan pendidikan kita. Kita kadang disibukkan dengan persoalan administrasi. Secara khusus perlu ada terobosan untuk menyederhanakan dan mempermudah urusan administrasi pembelajaran dan pelaporan tersebut.

Laporan itu urusan tehnis. Guru secara khusus hanya melakukan proses transfomasi nilai. Bagaimana menanamkan nilai kepada kurikulum yang diajarkan itu. Bagaimana kita bisa menanam kan nilai- nilai karakter dan adab yang mulia kepada santri kita melalui desain kurikulum yang simpel (mudah) berlandaskan wahyu.(sarmadani karani)

Ketua DMP Hidayatullah Bagi Kiat Sukses Dakwah pada Mahasantri SDH

0

PAREPARE, HidayatullahSulsel.com — Ketua Dewan Murabi Pusat (DMP) Hidayatullah Ust Dr Tasrif Amin MA berbagi kiat sukses dakwah kepada mahasantri Sekolah Dai Hidayatullah (SDH) Sultanbatara (Sulsel, Sulbar dan Sultra) Parepare di Masjid Al Mubarak Hidayatullah Parepare, Jum’at  25 Feb 2022.

Ust Tasyrif menyampaikan tahapan-tahapan dakwah agar dakwah bisa landing di masyarakat. Bahwa seorang da’i harus memiliki ruh yaitu uswah atau teladan. Tidak cukup hanya dengan motode tapi harus dibarengi dengan ketulusan dan keikhlasan dalam menyampaikan ayat-ayat Allah.

Sebagaimana hikmah dari surah Al Ahzab ayat 45 bahwasanya seorang dai harus pandai melihat keadaan mad’unya (sasaran dakwah).

“Jangan mudah men-judge dan menghukumi tapi lihatlah dulu kebiasaan dan pola mereka agar dakwah kita bisa nyambung dan diterima. Serta kita dianjurkan untuk lebih dulu mengambil hati mereka agar dakwah bisa landing dan mudah diterima,” rincinya.

Menuritnya jika dengan tahapan-tahapan dakwah dilaksanakan maka insyaaAllah akan menjadi keberhasilan dakwah dan masyarakat akan merindukan.■ Ahmad Syahril

Mushida Maros Ikuti Daurah Grand MBA di Jeneponto

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Muslimat Hidayatullah (Mushida) Maros mengutus 4 orang pengurisnya untuk dilatih menjadi pengajar Al Qur an selama tiga hari pada 25-27 Februari di Jeneponto.

Kegiatan yang diikuti berupa Daurah Gerakan Mengajar Belajar Al Quran (Grand MBA). “Keikutsertaan dalam rangka mensukseskan program Gerakan Mengajar Al Qur an di Hidayatullah khususnya di Maros,” jelas Ketua DPD Hidayatullah Maros, Ust Drs Muhammad Kaisar.

“Lewat daurah ini semoga bisa meningkatkan kualitas pengajar yang selama ini sudah terlibat langsung mengajar Al Qur an yang dikenal dengan Grand MBA,” ujarnya.

Ada empat binaan langsung Muslimat Hidayatullah Maros dengan nama Majelis Quran Hidayatullah, dilaksanakm di masjid. Dan yang dilaksanakan di rumah biasa yakni Rumah Quran Hidaytullah

“Diharapkan ke depan gerakan ini bisa menyeluruh dirasakan oleh masyarakat Maros dan bisa menjadi mitra pemerintah Pemerintah Kabupaten dalam membumikan Al Qur an di masyarakat,” tuturnya.■

Pengurus Yayasan Pesantren Hidayatullah Parepare Berubah, Kini Dipimpin Ust Abd Jabbar

0

PAREPARE, HidayatullahSulsel.com — Yayasan Pesantren Hidayatullah Parepare menggelar raker dengan tema “Menguatkan Standardisasi dan Integrasi Gerakan Pendidikan, Dakwah dan Ekonomi Lembaga, Kamis (24/02/2022).

Kegiatan pembukaan Raker Yayasan di selenggarakan di gedung SD Ummul Quro Hidayatullah Parepare.

Pembukaan rapat kerja ini dihadiri oleh Ustadz Dr Tasrif Amin selaku Ketua Badan Pembina Yayasan Pesantren Hidayatullah Parepare sekaligus Ketua Dewan Murabbi Pusat (DMP),
Ustadz Drs Nasri Bukhari MPd selaku Anggota Badan Pembina sekaligus Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan.

Juga Ustadz Drs Mardhatillah selaku Anggota Badan Pembina sekaligus sebagai Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat. Nampak hadir pula seluruh pengurus yayasan dan warga Pesantren Hidayatullah Parepare.

Ketua Yayasan Ustadz Anwar Baits mengatakan, Hidayatullah Parepare ini diuji oleh Allah untuk menemukan formasi kepengurusan yang tepat agar semakin melejit ke depan.

Kondisi itu karena dipindahkannya beberapa pengurus inti yayasan. Ada yang ke Bone, ada yang ke Takalar dan sebagainya, dan didatangkan pengurus yang muda dan berkompoten.

“Pengurus Yayasan di Kampus Madya Parepare mengalami rejuvenasi sebagai upaya perombakan yang insya Allah akan memberikan dampak positif untuk kemajuan Hidayatullah Parepare ke depan,” harapnya.

Serah terima jabatan dilaksanakan di gedung SD Ummul Quro Hidayatullah Parepare berjalan dengan lancar. Sebelumnya Ustadz Drs. Anwar Baits sebagai ketua yayasan kini diganti oleh Ustadz Abdul Jabbar SE.

Dalam kesempatan sambutan dan sekaligus membuka Raker Yayasan Ustadz Dr Tasrif Amin menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus yayasan.

“Kami sebagai pembina menyampaikan banyak terima kasih kepada pengurus sebelumnya yang telah berkhidmat dengan totalitas, terlihat dari kegiatan kemasjidan yang semakin meningkat pendidikan yang mulai nampak dan RQH yang semakin bertambah,” terangnya

Ia berpesan bahwa setiap orang ada zamannya dan setiap zaman ada orangnya, pergantian kepengurusan ini sebagai upaya untuk memajukan gerakan Hidayatullah khususnya di Parepare dan semua itu atas keputusan dalam musyawarah Badan Pembina Yayasan.■ Muhammad Erwin554

Baca Quran, Shalat dan Infak Kebaikan Dunia dan Akhirat bagi Amalkan

0

PAREPARE, HidayatullahSulsel.com — Kegiatan rutin ta’lim ba’da subuh Hidayatullah Parepare kali ini suasananya berbeda, karena diisi oleh Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat Ustadz Drs Mardhatillah.

Ustadz Drs. Mardhatillah juga merupakan anggota badan pembina yayasan pesantren Hidayatullah Parepare.

Kedatangannya ke Parepare dalam rangka menghadiri raker yayasan, ia menyempatkan diri untuk mengisi ta’lim ba’da subuh di Masjid Al Mubarak Hidayatullah Parepare

“Ada tiga hal yang memberikan keuntungan dunia dan akhirat yang pertama membaca Al-Qur’an, kedua mendirikan shalat, dan yang ketiga berinfaq,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut ia juga memberikan penguatan kepada para santri dan mahasantri Sekolah Dai Hidayatullah (SDH) bahwa mereka dibentuk dan dipersiapkan untuk menjadi seorang pemimpin yang visioner.

“Jadi kader itu adalah yang bisa menjadi Iron stock,” terangnya.■ Muhammad Erwin554

Ketua Dewan Murobbi Pusat Kunjungi Pesantren Hidayatullah Pangkep

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel.com —Hidayatullah Pangkep kedatangan tamu, Ketua Dewan Murobbi Pusat (DMP), Ustad Dr H Tasrif Latif MPd, Rabu (23/2/2022).

Ustad Tasrif menyempatkan melakukan silaturahmi di pondok Hidayatullah Pangkep, sebelum melanjutkan perjalanan ke Hidayatullah Parepare.

Dalam silaturahminya dengan pengurus Yayasan Dinul Kamil Al-Muhajirin, didampingi oleh Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, Ustad Drs Nasri Bohari, MPd dan Ustadz Amiruddin Ibrahim Departement Sosial DPD Parepare.

Hidayatullah Pangkep ini, sebutnya, dirintis terjun bebas, sama halnya para perintis awal-awal merintis Hidayatullah, dulunya keliling kota seluruh pangkep untuk mencari tanah, Akhirnya ketemunya di tempat ini.

“Karena ada tanggung jawab dan ada yang kita persembahkan untuk perjuangan ini melalui Hidayatullah, maka DPD Hidayatullah Pasti bergerak itu, ” terangnya

Ustadz Tasrif juga menyampaikan, Sai terus saja InsyaAllah, Allah akan memberikan pilihan yang terbaik dikemudian hari nanti.■ karding