Beranda blog Halaman 124

Laznas BMH Bantu Material Renovasi Masjid Berumur 85 Tahun di Gowa

0

HidayatullahSulsel.com — Seorang lelaki paruh baya keluar dari pelataran Masjid Nurul Taqwa menyambut tim dari Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH).

Saharuddin Dg Lurang tersenyum lebar dan mendekati mobil pickup bermuatan matrial bahan bangunan.

Sesaat kemudian warga secara bergantian menurunkan matrial berupa balok kayu, besi, triplek, kawat beton, semen, paku dan palu.

Bahan bangunan itu untuk keperluan Masjid Nurul Taqwa yang beralamat di Desa Bontomanai, Kec. Bajeng Barat, Gowa, Rabu (2/3/2022).

Daeng Lurang, demikian ia karib disapa, menceritakan bahwa Masjid Nurul Taqwa termasuk masjid tua di wilayahnya.

Masjid itu sudah berdiri sejak 1937. Menilik kontruksi dan kondisinya yang sudah tidak layak, masyarakat bersepakat untuk memulai renovasi.

“Masyarakat bergotong royong untuk mewujudkan renovasi masjid ini,” ujar Daeng Lurang yang juga Ketua Pembangunan Masjid.

Ia bercerita, untuk membangun masjid warga siap menyumbangan waktu dan tenaga, namun untuk pengadaan matrial haruslah dikumpul sedikit-sedikit dan menunggu hasil panen.

Mujahadah dan kerja keras warga saat ini masjid sudah memulai pembangunan pondasi dan dinding. Tentu masjid jauh dari kata sempurna, namun dengan memulai maka selangkah demi selangkah untuk menuntaskan pembangunan masjid tersebut.

Baginya, bahan bangunan yang disalurkan oleh Laznas BMH menjadi sebuah kebahagian. Bahwa kebaikan dan ukhuwah sesama muslim benar terasa adanya. Terlebih donasi sedekah yang terkumpul dari banyak orang.

Ketua Laznas BMH Sulsel, Kadir, mengatakan Masjid Nurul Taqwa yang sudah berdiri 85 tahun tentu buka waktu yang singkat, menjadi saksi sejarah pergolakan dan kemerdekaan negeri.

Sekaligus memberi bukti bahwa dakwah yang dilakukanoleh orang terdahulu harus tetap dijaga dan dirawat. “Harapan kami masjid ini tetap menjadi pusat dakwah dan spiritual warga,” ujarnya.(rls)

Hidayatullah Bulukumba Bangga Telah Menjadi Tuan Rumah Diklat SAR Hidayatullah

0

BULUKUMBA, HidayatullahSulsel.com — Ketua DPD Hidayatullah Bulukumba, Ust Suparman, mengaku bangga dan haru telah dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Diklat SAR Hidayatullah baru-baru ini.

“Bangga dan haru menjadi tuan rumah, karena ada kesempatan untuk memberi pelayanan terbaik, juga mendapat kunjungan relawan SAR dari berbagai daerah termasuk ada 4 orang pengurus SAR Hidayatullah Pusat dan Instruktur Nasional berkunjung ke Bulukumba,” tuturnya.

Ustad Suparman juga pada kepanitiaan Diklat itu diamanahkan sebagai bendahara kepanitiaan wilayah.

Diklat SAR tingkat Sulsel dan Sulawesi Tenggara itu merupakan program Departemen Sosial DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan yang tertunda penyelenggaraannya sejak 2021 lalu.

Perhelatan berlangsung selama 10 hari,18-28 Februari 2022 dengan jumlah peserta 40an orang. Pelaksanaan dipusatkan di obyek  wisata Pantai Apparallang.

Apparallang selain memiliki panorama yang indah juga ideal untuk latihan ketahanan dan keterampilan penyelamatan karena memiliki tebing dan gelombang laut yang menantang.

“Pokoknya SAR Hidayatullah dipersilahkan gunakan semua fasilitas yang ada, bahkan kapan saja ada kegiatan lanjutan SAR Hidayatullah, Wisata Apparallang selalu terbuka untuk kegiatan kemanusiaan,” tutur Kepala Desa Ara dan juga mantan anggota legislator DPRD Bulukumba dua periode, Dr Amiruddin Rasyid MPd.

Diklat tersebut sebelumnya dibuka Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan Ustadz Nasri Bukhari MPd dan ditutup oleh Kadiv Operasi SAR Pusat Ustad Murdianto.

SAR Hidayatullah melalui Kadep Diklat SAR Hidayatullah Pusat Ustadz Alfarobi memberikan apresiasi kepada Amiruddin Rasyid atas kontribusi yang menjadi bagian suksesnya kegiatan diklat.(suparman)

Pesantren Hidayatullah Belopa Hadiri Rapat Koordinasi Antara Pesantren se-Luwu

0

LUWU. HidayatullahSulsel.com –– Sekretaris Yayasan Al Jihad Pesantren Hidayatullah Belopa, Ustadz Arjuna, ikut serta menghadiri kegiatan silaturahim dan rapat koordinasi antara pesantren se-Luwu di Pesantren Modern Nur El Haq, Larompong, Luwu, Selasa (1/3/2023).

Acara yang diselenggarakan Forum Koordinasi Pondok Pesantren (FKPP) Luwu tersebut turut diramaikan oleh beberapa unsur pemerintah daerah seperti Kementerian Agama Kabupaten Luwu, serta Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Luwu.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Luwu, Drs H Jufri MA menyampaikan, Kementerian Agama sangat mengharapkan jika semua pesantren memilki ciri khasnya tersendiri.

“Kami, di kemenag, baik itu di daerah ataupun di pusat, sangat berharap agar semua pondok pesantren yang ada memiliki ciri khasnya masing-masing. Seperti pesantren tahfidz, pesantren yang menonjol di bidang bahasa dan lain-lainnya,” kata Jufri di depan puluhan peserta rapat.

Sekretaris Yayasan Al Jihad Pesantren Hidayatullah Belopa, Ustadz Arjuna, memberikan penekanan akan pentingnya koordinasi dan sinergi antara pesantren di Kabupaten Luwu.

“Alhamdulillah, dengan adanya rapat ini, kami di Pesantren Hidayatullah Belopa seketika memiliki ruang untuk saling bersilarurahim dan berkoordinasi. Saya kira itu penting kita lakukan untuk kita bisa saling sharing dan saling belajar,” tuturnya saat ditemui reporter hidayatullahsulsel.com.

Rapat koordinasi (Rakor) antara pesantren se-Kabupaten Luwu merupakan pertemuan rutin yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pondok Pesantren (FKPP) Luwu. Pertemuan ini diadakan setiap 3 bulan sekali.(Ian Kassa)

Peserta Diklat SAR Hidayatullah Sulsel Sukses Capai 90 Persen Target Pengusaan Teknik

0

BULUKUMBA, HidayatullahSulsel.com — Diklat Dasar SAR Hidayatullah Sulawesi Selatan berakhir dan sukses dilaksanakan dengan sukses di Tebing Apparalang, Bulukumba, Ahad (27/03/2022). Sebelumnya, pembukaan Diklat SAR tersebut oleh Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan Drs Nasri Bukhari MPd.

Kegiatan diklat didampingi langsung lima pembina dari pengurus pusat SAR Hidayatullah, Ketua Umum SAR Hidayatullah Irwan Harun, Kadiv Operasi Murdianto, Kadiv Diklat Al Farobi, instruktur Nasional Ahmad Jaya, pembina SAR Hidayatullah Saharuddin.

Pada penutupan Diklat Dasar SAR Hidayatullah Sulawesi Selatan, Kadiv Operasi Murdianto mewakili Ketua Umum SAR Hidayatullah menuturkan, “Tidak kebetulan Allah Subhanahu Wa Ta’ala takdirkan Bulukumba ini sebagai tempat diklat karena dari sinilah sejarah tertorehkan, sejarah pembebasan Irian Barat itu berawal dari Presiden Soeharto memesan 40 kapal untuk membebaskan Irian Barat,” paparnya.

Peserta diklat 40 orang ini, katanya, diharapankan akan memberi warna dengan rahmat Allah ditebarkan bukan hanya untuk Sulawesi Selatan, bukan pula hanya untuk Indonesia tetapi untuk seluruh dunia.

Sementara itu Ketua SAR Hidayatullah Sulawesi Selatan Armin memberikan penguatan kepada peserta bahwa apa yang diberikan oleh para instruktur adalah untuk meningkatkan kemampuan terbaik para peserta dari sisi kemanusiaan sehingga mampu melaksanakan tugas kemanusiaan nantinya.

“Setiap tempaan yang diberikan oleh para instruktur sampai kemudian membuat perasaan tidak enak dan bahkan sampai muntah-muntah semata-mata diharapkan untuk mengeluarkan sisi terbaik dari diri peserta. Untuk apa? untuk Ahsanu ‘Amala untuk berbuat yang terbaik dari sisi kemanusiaan dan terlebih lagi dari sisi jalan dakwah ini,” tegasnya.

Instruktur nasional SAR Hidayatullah Ahmad Jaya memberikan apresiasi kepada para peserta Diklat Dasar SAR Hidayatullah Sulawesi Selatan, karena menurutnya untuk materi navigasi yang berhasil memecahkan rekor akurat atas titik koordinat yang telah ditentukan itu.

“Ini sangat luar biasa karena yang bisa memecahkan rekor keakuratan dalam materi navigasi baru peserta diklat di Tarakan dan Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Kadiv Diklat Al Farobi juga mengapresiasi dengan nilai yang luar biasa sebab terlaksananya kegiatan Diklat Dasar SAR Hidayatullah Sulawesi Selatan ini baik segi penguasaan materi dan aplikasi di lapangan dinilai sangat luar biasa. Jika dipresentasikan dalam bentuk persen maka Diklat Dasar SAR Hidayatullah kali mencapai 90% terlaksana dan tercapai.

“Insya Allah kedepannya akan dilaksanakan lagi Diklat Dasar SAR Hidayatullah di Sulawesi Selatan, paling tidak melaksanakan sekali lagi diklat dasar dan 1 kali diklat lanjutan agar tahun ini bisa tercetak instruktur-instruktur muda yang akan menjadi instruktur di lapangan untuk diklat-diklat selanjutnya dan juga untuk seluruh tim Seluruh unit di seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan,” terangnya.(Muhammad Erwin554)

Departemen Dakwah PW Muslimat Hidayatullah Sulsel Selenggarakan Daurah Muallimat GranD MBA se-Sulsel

0

JENEPONTO, HidayatullahSulsel.com — Departemen Dakwah Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah (Mushida) Sulsel menyelenggarakan Daurah Muallimat GranD MBA di Pesantren Hidayatullah Jeneponto, Tahfizh Cilik Auladi selama 3 hari, Jumat-Ahad (25-27/2/2022).

Daurah bertemakan “Mencetak Muallimat GranD MBA yang mencintai dakwah dan memiliki kompetensi di bidang Alquran”, diikuti 35 peserta dari seluruh mualliamat Halaqoh Mushida se-Sulsel

“Daurah ini bertujuan untuk menstandarisasi metode muallimat GranD MBA dalam pengajaran Grand MBA, juga diharapakan Lahirnya muallimat grand MBA di setiap daerah di Sulsel.

Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel. Ketua Departemen Dakwah DPW Sulsel, ust Rezkyawan mengatakan Grand MBA sebagau gerakan dakwah yang bertujuan agar masyarakat dapat dekat dengan Alquran.

“Semakin dekat masyarakat dengan alquran, maka akan semakin baik pula masyarakat tersebut. Sebaliknya , semakin jauh masyarakat dari Alquran maka akan akan semakin jauh masyarakat pada kebaikan,” ujarnya.

Saat pembukaan daurah hadir majelis taklim gabungan se-Jeneponto. Turut memberi sambutan Dra, Rosmiati krg Intang sebagai penggerak majelis se-Jeneponto.
Ia memberikan dukungan penuh kepada Muslimat Hidayatullah Jeneponto dalam membumikan grand MBA di Jeneponto.

Salah satu bentuk dukungannya adalah siapnya beliau menjadikan rumahnya sebagai basehome grand MBA (Rumah Quran).

Penutup daurah oleh Ketua Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Sulsel Ustzah Rahmatia ZR SH.I. Ia mengharapkan agar seluruh muallimat untuk memakai metode MBA sebagai gerakan dakwah di daerahnya masing-masing.

“Sebab Grand MBA ini sudah diuji dan terbukti mampu menjadi solusi dalam belajar mengaji di kalangan atas maupun awam,” jelasnya.

Panitia memberikan apresiasi kepada 8 peserta tertinggi nilai evaluasi, dan 4 peserta terbaik dalam micro teaching. Tak kalah heboh ketika panitia memberikan dorprize kepada seluruh anak-anak para peserta yang telah sabar menunggu orangtuanya belajar selama 3 hari.■

Bupati Wajo Amran Mahmud Resmikan Masjid Muhammad Al Fatih Belawa

0

WAJO, HidayatullahSulsel.com — Bupati Wajo, Dr H Amran Mahmud SSos MSi meresmikan Masjid Muhammad Al Fatih di Belawa, Wajo, Ahad (27/02). Masjid Al Fatih pembangunannya diprakarsai oleh Hidayatullah Wajo dan keluarga besar Ketua Umum Hidayatullah, KH Dr Nashirul Haq Lc MA.

Masjid berukuran 11 x 11 meter, tidak termasuk teras, dibangun dengan anggaran mencapai Rp 250 juta rupiah. Masjid dibangun selama 10 bulan. Adapun tanahnya, adalah wakaf dari salah seorang tokoh masyarakat di Belawa.

Peresmian masjid langsung dilakukan Bupati Wajo ditandai dengan menandatangani prasasti peresmian di halaman masjid. Peresmian tersebut turut disaksikan oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ust Drs Nasri Buhari MPd dan Ketua DPD Hidayatullah Wajo Ust Sudirman. Hadir pula beberapa pengurus Hidayatullah lainnya.

KH Nashirul Haq mengatakan bahwa keberadaan masjid ini merupakan swadaya dari masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Wajo menuturkan kebahagiaannya akan keterlibatan Hidayatullah dalam mencetak santri-santri tahfidz di Wajo. “Dengan keberadaan masjid ini, semoga bisa menambah generasi tahfidz di Wajo,” harapnya.

“Saya punya program percantik masjid.
Kami bersyukur, Karena Hidayatullah bisa hadir di sini. Di Belawa ini, masyarakat nya cukup religius makanya saya tempatkan camat di sini yang bisa khutbah,” ungkapnya.

Ia juga pada kesempatan itu menyerahkan lahan miliknya untuk dikelola Hidayatullah. “Jika Hidayatullah bersedia, saya juga akan berikan tanah satu herktar untuk dikelola menjadi pondok tahfidz,” ujarnya. Dengan keberadaan Hidayatullah, harapnya, akan semakin menambah gerakan Islam di Wajo.

Peresmian masjid Al Fatih tersebut juga dirangkaikan dengan peringatab Isra’ Mi’raj. Hikmah Isra’ Mi’raj disampaikan langsung oleh Ketua MUI Belawa Drs Syamsul Bahri MAg.■ dany

DPD Hidayatullah Maros Pengajian Bersama KH Anwari Hambali

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com –– DPD Hidayatullah Maros menggelar kajian menghadirkan murabbi nasional Hidayatullah, KH Anwari Hambali di Pesantren Tahfidz Putra Hidayatullah Tanralili Maros, Senin (28/2/2022).

KH Anwar merupakan ustad senior pengajar di Kampus Induk Ummul Quro Hidayatullah, Balikpapan.

Ketua DPD Hidayatullah Matos Drs Muhammad Kaisar pada sambutan pengantar kajian menjelaskan keberadaan Pondok Tahfidz Hidayatullah Tanralili yang baru kurang lebih 6 tahun keberadaannya.

“Santri yang mondok sudah mulai banyak, saat ini sudah ada 80 orang santri,” jelasnya.

Menurutnya, dalam sejarah perkembangan Hidayatullah di mana saja pesantrennya dibangun selalu dimulai dari nol koma nol.

KH Anwari pada kajiannya memaparkan bagaimana Nabi Muhammad memulai perjuangannya membangun peradaban Islam.

“Pola panduan dakwah Nabi ini juga dicontoh dan diikuti Hidayatullah dengan visi membangun peradaban Islam,” tegasnya.

Dengan kehadiran Hidayatullah yang semakin berkembang, harapnya, bisa melahirkan generasi Qurani di Maros untuk masa yang akan datang.(mk)

Pemhida dan IMS Sulsel Sosialisasikan dan Pelatihan Bekam Ala Nabi

0

HidayatullahSulsel.com — Guna mensosialisasikan bekam ala Nabi, Pemuda Hidayatullah (Pemhida) Sulsel dan Islamic Medical Service (IMS) bersinergi menggelar pelatihan dasar bekam, Ahad (27/2/2022).

Pelatihan dilaksanakan di Asrama Pesantren Mahasiswa (Pesmadai) Makassar. Kegiatan menghadirkan pemateri Al-Ustadz Ihsan Wahyudin SPdI yang juga ketua IMS Sulawesi Selatan serta peraih sanad bekam HPA.

Ketua Pemhida Sulsel Ust Abdurrahman Sibghatullah BSh menjelaskan kegiatan pelatihan bekam yang melibatkan eksternal pertama yang diadakan di asrama Pesmadai Makassar dan merupakan kegiatan pelatihan bekam pertama yang diadakan IMS Sulawesi Selatan.

“Semoga Pemuda Hidayatullah mampu melakukan pelatihan lebih banyak sehingga teman-teman pemuda memiliki kemandirian usaha dan kreativitas lebih baik,” harapnya.

Peserta antusias mengikuti acara yang disampaikan dalam bentuk teori dan praktek. Salah seorang peserta Fito Asriawan, mahasiswa STIBA mengungkapkan pelatihan ini selain menambah wawasan bekam ala Nabi, ia juga pertama kalinya mengenal Pesmadai.

Lain lagi dengan Farhi, mahasiswa jurusan PGSD Universitas Muhammadiyah Makassar, ia mengaku pertama kalinya mengetahui pengobatan bekam dan langsung praktekkan. “Alhamdulillah badan jadi sehar dan ringan,” ujarnya sembari tersenyum.

Hampir 20 leserta hadir yang berasal dari berbagi perguruan tinggi di Makassar seperti UNM, Unismuh, Al-Birr, Unhas, mahasiswa Mesir, dan STIBA Wahdah Makassar.■ abid

Ketua Umum DPP Hidayatullah Berkunjung Singgahi Hidayatullah Sidrap

0

SIDRAP, HidayatullahSulsel.com — Ketua DPD Hidayatullah Sidrap, Sarmadani Karani, ternyum sumringah siang itu, Ahad (27/2/2022). Ia tampak bahagia, pasalnya, Pondok Tahfidz Darul Qur’an, Hidayatullah Bulucenrana, mendapat kunjungan dari Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Dr Nashirul Haq Lc MA.

KH Nashirul menyempatkan diri untuk singgah di Hidayatullah Bulucenrana, Sidrap, setelah dari acara peresmikan Masjid Al Fatih di Leppangeng, Kecamatab Belawa, Wajo.

“Sudah lama saya mau ke sini, tetapi selalu tidak sempat, karena waktu yang terbatas,” ungkap alumni Universitas Madinah ini.

Dalam silaturahminya ke Hidayatullah Bulucenrana, didampingi oleh Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Drs Nasri Buhari MPd.

Turut menyertai pula, Kadep Organisasi DPW Sulsel Ir Anwar Baits, Kadep Perkaderan DPW Sulsel Nasrullah Alwi Lc, Kadep Pendidikan DPW Sulsel Dwi Subagyo, Kadep Dakwah DPW Sulsel Rizki Aman, dan sekretaris DPW Hidayatullah Sulsel Sumaryadi SPdI.

Pada lawatan tersebut hadir pula Ketua DPD Hidayatullah Maros Drs M Kaisar, Ketua DPD Hidayatullah Sinjai Tanwir Qulub, dan Ketua DPD Hidayatullah Wajo Ust Sudirman.

Sambil menikmati suguhan kopi siang itu, KH Nashirul Haq memberi wejangannya kepada seluruh jajaran pengurus Hidayatullah yang hadir. “Mengurus pesantren ini harus fokus, harus serius,” tegas putra Belawa ini.

“Ada tiga hal yang harus dipenuhi untuk mewujudkan mimpi besar itu berupa supra struktur, struktur dan infrastruktur,” jelasnya.

Ust Nasri juga tidak kalah semangatnya memberikan arahannya. “Kita harus rubah mindset kita dalam mengelola pendidikan, kepesantrenan, harus lebih professional lagi,” harapnya.

Di kesempatan terpisah, kepada redaksi hidayatullahsulsel.com, KH Nashirul juga menitip salam dan permintaan maaf kepada pengurus DPD lain di Sulsel karena pada kunjungan kali ini di Sulsel belum sempat menyinggahi langsung kampus (pesantren) yang dikelolanya masing-masing.

“Saya sangat berharap bisa mengunjungi semua pengurus DPW dan DPD secara langsung di daerahnya. Namun keterbatasan waktu dan kesempatanlah yang membuat rencana belum bisa terealisasikan semua,” jelasnya. ■ abu fathun mubarak/fir

Laznas BMH Peringati Hari Gizi Bersama Santri Hafidz Quran Hidayatullah Tompobulu

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Memperingati Hari Gizi, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) menyelenggarakan kegiatan makan ikan bersama para santri tahfidz Al Quran Hidayatullah Tompobulu, Maros, Sabtu (26/2/2022).

Kegiatan yang dibalut dengan rihlah tersebut menjadi momen terbaik bagi santri melepas lelah setelah mereka mengikuti ujian hafalan Al Quran. Sebanyak 130 santri dan pengurus pesantren terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, program Hari Gizi ini menjadi pelepas penat santri dan juga mereka mendapat asupan suplemen dari ikan yang santri makan,” Ujar Ustadz Harun Pimpinan Pesantren.

Untuk mempersiapkan santap ikan, semua santri terlibat. Sekarung arang tersedia untuk membakar ikan, dan sebagian lagi direbus. Setelah para santri mempersiapkan masakan, mereka santap bersama di alam terbuka. Sederhana, namun kegiatan ini berkesan karena dapat menikmati ikan segar di alam terbuka dengan gemericik air sungai.

Ketua Laznas BMH Sulsel, Kadir, yang terlibat dalam kegiatan tersebut merasa bersyukur dapat menunaikan amanah dari donatur untuk para penghafal Al Quran. “Dengan berbagi dan gizi berkecukupan kita ingin anak anak ini menjadi cerdas spiritual dan otaknya,” ujarnya.(basori)