MAROS, HidayatullahSulsel.com — Santri putri Pesantren Tahfizh Hidayatullah Tanralili menerima wakaf Quran pada Jumat 18 Maret 2022.
Santri putri berjumlah 50 santri menerima masing-masing sebuah Al Quran diserahkan oleh Penanggungjawab santri putri Hidayatullah Tanralili ust Robianto.
Ketua DPD Hidayatullah Maros Ust Drs Muhammad Kaisar, dengan Wakaf Quran ini bisa memaksimalkan hafalan dalam memasuki bulan Ramadhan tahun ini dan target hafalan bisa meningkat.
Pengurus Hidayatullah Tanralili akan memperluas jangkauan program wakaf Quran untuk masyarakat bisa memberikan wakafnya berupa dana sebesar Rp 150.000 per mushaf melalui Bank BRI Tanralili No.Rekening 497001020065532 DPD Hidayatullah Maros.■ fathi
PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Penyuluh Agama Islam ( PAI ) KUA Balocci melakukan kunjungan ke Yayasan Dinul Kamil Al-Muhajirin Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/03/2022).
Kegiatan kunjungan tersebut menurut Ust Mansur Penyuluh Agama Islam KUA Balocci, dimaksudkan untuk menambah khazanah terkait dengan gerakan dakwah Hidayatullah khusus di Pangkep.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Ketua Yayasan Dinul Kamil Al-Muhajirin, Ustadz Karding dan Bendahara Yayasan serta Ketua DKM masjid Muhammad Al-Fatih, Agustan.
Dalam sambutannya, Ust Karding menjelaskan gerakan utama (mainstream) Hidayatullah adalah pendidikan (tarbiyah) dan dakwah.
Di bidang dakwah, Hidayatullah secara kontinyu telah menyebarkan dai-dainya hingga ke daerah minoritas dan pedalaman. Selain itu Hidayatullah telah menyelenggarakan sejumlah program seperti bina akidah, Grand MBA, dan Pos MTQ.
Program bina akidah adalah program pembinaan singkat untuk masyarakat umum, terutama mereka yang tertarik berjuang menegakkan Islam bersama-sama Hidayatullah. Mereka yang selesai mengikuti program ini dipersilahkan untuk mengikuti serangkaian program pembinaan lanjutan dengan sistem halaqoh, taklim diniyah, dan marhalah.
Program Grand MBA (Gerakan Dakwah Mengajar dan Belajar Al-Qur’an) memfokuskan kegiatannya pada penerjemahan Al-Qur’an secara cepat kemudian menelaahnya melalui metoda MBA.
Bagi peserta yang selesai mengikuti program ini wajib mengajarkannya kepada orang lain minimal 10 orang dalam kurun waktu tertentu, sehingga semakin banyaklah masyarakat yang mampu membaca dan memahami Al-Qur’an. Implementasinya, di setiap lokasi dakwah didirikan Majelis Ta’lim Al-Qur’an (MQ) di bawah bimbingan seorang mu’allim.
Mansur menyampaikan harapannya semoga Hidayatullah bisa bekerja sama dengan Penyuluhan Agama Islam KUA Balocci, Terutama dalam program memberantas buta aksara Al-Qur’an.■ rls
MASAMBA, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel melaksanakan musyawarah khusus bagi pengurus kampus madya Ponpes Hidayatullah se-Sulsel, Sabtu (19/3/2022).
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari (19-20/3/2022) ini diselenggarakan di kampus madya Hidayatullah Masamba dan dihadiri para pengurus harian lima kampus madya se-Sulsel.
Yakni kampus madya Towuti, Luwu Timur, Masamba, Luwu Utara, Palopo, Parepare dan Kampus Madya Bone.
Badan pembina kampus madya juga turut hadir mendampingi kegiatan tersebut, antara lain badan pembina Hidayatullah Towuti Ustadz Ir H Abdul Majid MA dan Ustadz Sumariadi, Kampus Madya Masamba Ustadz Drs Ahkam Sumadyana, Ustadz Kaisar dan Ustadz Reskyaman .
Pembina Kampus Madya Palopo Ustadz Imron, Ustad Anwar Baidz dan Ustad Amri, pembina Kampus Madya Parepare Ustadz Dr Tasrif Amin, MPd, Ustadz Nasri Bukhori MPd dan Ustadz Mardatillah serta pembina Kampus Madya Bone Ustadz Dwy Subagio dan Ustadz Ismail Mukhtar.
Dalam kegiatan tersebut, setiap kampus madya diminta melaporkan program kerja yayasan tahun 2021 serta mempresentasikan rencana strategis program kerja 2022 mendatang yang langsung dipresentasikan oleh dewan pembina masing-masing Kampus.■ Ridwan Gagah
SIDRAP, HidayatullahSulsel.com — Pembangunan Masjid Pondok Tahfidz Darul Qur’an, Hidayatullah Sidrap, mendapatkan bantuan dana Rp 10 jt dari warga Dusun Bottolita, Desa Bulucenrana, Sidrap.
Bantuan diserahkan oleh Kepala Dusun Bottolita, Muh. Syarif kepada Ketua Yayasan Darul Qur’an Hidayatullah Sidrap, Sarmadani. Diperuntukkan untuk menyelesaikan atap masjid pondok tahfidz Darul Qur’an, yang saat ini sementara dilanjutkan proses penyelesaiannya.
“Ini bantuan dari warga Bottolita Pak Ustas, mohon diterima, semoga berkah” ujar Pak Dusun. Untuk penyelesaian atap masjid membutuhkan biaya senilai Rp 193 juta. Sebesar Rp 153 juta untuk biaya atap, dan Rp 40 juta untuk biaya kubah.
Jika sesuai rencana, masjid ini diniatkan untuk digunakan saat bulan suci Ramadhan ini.
Untuk kebutuhan biaya atap per meternya, senilai Rp 350 ribu sudah termasuk biaya bahan dan tukangnya. Atap menggunakan rangka baja berat, dengan atap spandek warna merah maron, 0,4 mm.
Bagi masyarakat yang ingin terlibat, bisa menyalurkan donasinya, dengan membantu penyelesaian atap masjid ini ke rekeing BRI 506-20101046-2532 An. Yayasan Darul Qur’an Hidayatullah, adapun konfirmasi transfer di nomer wa 0812-4280-0553 atas nama Owan Karama.■ sarmadani
PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Muslimat Hidayatullah (Mushida) Pangkep kembali melaksanakan kegiatan bakti sosial, menyerahkan paket sembako kepada warga di Kampung Mallenggnge zepanjang jalan menuju Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep, Jumat (18/3/2022).
“Hal ini kami dilakukan sekaligus silaturahmi dalam rangka menyambut Ramadan,” jelas Ketua Muslimat Hidayatullah Pangkep, Muliani. Setiap tahunnya Muslimat Hidayatullah Pangkep melakukan berbagai kegiatan sosial khususnya Menjelang bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
“Kegiatan sosial ini menjadi program rutin dilaksanakan menjelang bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri,” ungkapnya kepada reporter hidayatullahsulsel.com.
Khususnya menjelang Ramadan, beberapa program yang telah dilaksanakan seperti silaturahmi dengan masyarakat, hingga menyiapkan buka puasa Senin Kamis bagi santri penghafal Al-Qur’an.
“Idul Fitri yang lalu Muslimat Hidayatullah Pangkep bekerja sama dengan Donatur Pondok, menyerahkan Parsel Berkah Ramadhan kepada mereka yang layak menerima, untuk warga Kampung Mallenggnge sebanyak 22,” terangnya.
Pihaknya berharap Ramadhan kali ini, semoga lebih banyak lagi Parsel Berkah Ramadhan.■ karding
BELOPA, HidayatullahSulsel.com — Mudiir Sekolah Da’i Hidayatullah (SDH) Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara), Ustadz Habibi Nursalam, mengungkapkan kondisi terkini ummat Islam di depan puluhan santri putri Pesantren Hidayatullah Belopa. Kamis, (17/3/2022).
Ia menuturkan tentang bagaimana realitas dunia Islam tersebut, saat hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Daurah Marhalah Ula’ (DMU) di Pondok Putri Pesantren Hidayatullah Belopa, Luwu.
Bagi Ustadz yang selalu tampil enerjik tersebut, kondisi ummat Islam saat ini cukup memperihatinkan di berbagai sisi kehidupan. Menurutnya, kader Hidayatullah perlu tampil sebagai juru bicara peradaban. Menawarkan solusi bagi ummat agar tidak terus-menerus menjadi ummat yang tertinggal.
“Suka atau tidak, tapi ini memang faktanya seperti ini. Yakni, ummat Islam tertinggal di berbagai bidang. Maka, tugas kita sebagai kader Hidayatullah adalah mencari dan menemukan solusi problematika ummat ini,” kata Habibi dengan penuh semangat di depan peserta DMU.
Habibi menyebutkan bahwa, cinta dunia merupakan salah satu sebab yang menjadi faktor tertinggalnya ummat Islam.
“Kita ini, kalau terlalu cinta pada dunia, maka dalam berjuang susah untuk ikhlas. Sebagai contoh, mungkinkah kita bisa bergairah dalam berdakwah jika kita cinta dunia? Tidak bisa. Karena fokus kita bukan ikhlas karena Allah, melainkan dunia,” terang Ustadz yang telah lama berpengalaman sebagai trainer DMU tersebut.
Di akhir materi, Habibi menekankan kepada peserta DMU akan pentingnya memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai Sistematika Wahyu (SW) yang menjadi manhaj dan pola perjuangan Hidayatullah. Menurutnya, kembali ber-Qur’an adalah solusi yang efektif agar ummat Islam bisa maju dan bisa bersaing.
“Persoalannya, banyak ummat Islam yang belajar Al-Qur’an tapi tidak dengan cara sistematis. Mereka hanya memahami Qur’an cukup dibaca saja. Padahal, bukan seperti itu. Kita perlu menyadari bahwa Qur’an itu adalah sumber primer segala bentuk problematika. Namun, kesadaran itulah yang kurang di tengah-tengah ummat,” ujarnya. ■ Ian Kassa
HidayatullahSulsel.com — Sepulang kantor Jalan Tamalanrea Kota Makassar padat merayap. Para pekerja mulai pulang ke rumah masing-masing. Aktivitas hariaan mereka yang membuat penat, terobati dengan bertemu keluarga.
Diantara banyaknya orang yang berlalu lalang, para Relawan dari Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (LAZNAS BMH) tampak membagikan bingkisan kecil.
Kotak kecil itu berisi menu buka puasa. Aktivitas ini merupakan cara Laznas BMH dalam menyambut datangnya bulan ramadhan, sebab di antara mereka membawa kertas yang mensosialisasikan takjil gratis bagi masyarakat yang puasa sunnah Senin dan Kamis.
Dengan adanya aktivitas ini diharap masyarakat diingatkan bahwa Ramadhan sudah semakin dekat, dengan demikian mereka mereka lebih siap berpuasa dan menunaikan kewajiban yang memiliki hutang puasa ataupun fidyah.
Manager Program dan Pemberdayaan Laznas BMH Sulsel, Basori Shobirin menyampaikan bahwa lembaganya juga melaksanakan program serupa di enam kota di Sulsel.
“Semoga ramadhan yang sudah semakin dekat, kita dapat menyiapkan diri sebaik baiknya,” ujar Basori Shobirin.■ rls
DONASI, HidayatullahSulsel.com — Ramadhan tinggal belasan hari lagi, Kita tentunya tahu betapa besar pahala puasa, sampai-sampai Allah sendiri yang akan membalasnya.
“Allah ‘azza wa jalla berfirman (yang artinya), “Setiap amalan adalah sebagai kafaroh/tebusan kecuali amalan puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Ahmad)
Ada cara mudah utk mengcopy pahala besar puasa tersebut, yakni dengan memberi buka pada orang berpuasa :
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (Shahih, HR. Tirmidzi)
Jika memberi makan orang yang berpuasa saja mendapat pahala yang sama bagaimana bila kita menyajikannya untuk para santri penghafal Al-Qur’an yang juga berpuasa? Insya Allah mengalir pula keberkahannya untuk kita semua. Aamiin.
Pesantren Hidayatullah Pangkep membuka leluang kepada seluruh dermawan untuk berpartisipasi menyediakan buka puasa dan sahur untuk santri lenghafal Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Alhamdulillah sudah ada yang mendaftarkan diri sebanyak 14 0rang untuk buka puasanya santri.
Bagi yang lain yang ingin terlibat bisa melalui rekening di bawah ini. BRI :0223-01-012918-53-2 Atas nama pondok pesantren Hidayatullah Pangkep. Bank Sulselbar 011-202-000004748-5 A.N. Yayasan Dinul Kamil Al-Muhajirin.■
MAROS, HidayatullahSulsel.com — Rumah Qur’an (RQ) Hidayatullah Kecamatan Marusu saat ini tancap gas untuk merealisasikan target yang ditetapkan.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Hidayatullah Marusu, ustadz Arsyad SPd di Rumah Qur’an Hidayatullah Marusu, Perumahan Grya Sinar Cendana Blok P/27, Rabu (16/3/2022).
“Insya Allah kami target santri RQH Marusu sudah ada yang diwisudahpada pertengahan tahun ini, untuk itu kami terus melakukan banyak pembenahan,” ujar ustadz yang merupakan tim Departemen Kampus, Hidayatullah Makassar ini.
Hal yang paling utama lanjutnya, menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk terwujudnya target tersebut. “Sekarang yang kami butuhkan untuk mendukung program tersebut berupa meja belajar dan buku-buku do’a harian,” paparnya.
Nanti katanya, yang diwisudahkan bukan hanya pandai baca Qur’an tetapi mereka yang sudah dibekali dengan hafalan surah-surah pendek, hadits dan do’a harian.
Sekarang ada puluhan santri yang dibina RQ Hidayatullah Marusu, dari puluhan santri tersebut semua digratiskan atau tidak dipungut biaya.
“Namun kami tetap menerima berupa infak, sebagai biaya operasional. Seperti untuk bayar listrik RQH, ganti lampu, dan lainnya,” tuturnya.■
PAREPARE, HidayatullahSulsel.com — Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel Ustadz Drs Nashri Bukhari MPd menjadi instruktur pada Dauroh Marhalah Ula (DMU) Nasional SMA di Kampus Madya Hidayatullah Parepare.
DMU berlangsung selama dua hari Selasa-Rabu,12-13 Sya’ban 1443 H (14-15/03/2022), juga berlangsung serempak se-Indonesia.
Hadir pula sebagai pemateri Ustadz Ahmad Sabil SPd, Ustadz Anwar Baits SPd, Ustadz Hamzah Sultan SPd, Ustadz Fatahillah Ayyubi, SPd, Ustadz Abdul Aziz Basyir SH dan Ustadz Muhammad Erwin SH.
Kegiatan dilaksanakan di tiga lokasi. DMU SMA Putri dilaksanakan di Gedung Lap. IPA Putri, DMU SMA Putra dilaksanakan di kelas SMP, gabungan dengan santri Hidayatullah Bone, Enrekang dan sidrap, dan DMU SMA dari SDH (Sekolah Da’i Hidayatullah) Sultanbatara di selenggarakan di Gedung SD Integral
Taman Quran Hidayatullah Parepare.
Penyelenggaraan DMU di 3 tempat ini cukup memberi motivasi yang besar kepada seluruh peserta karena semangat para instruktur/pemateri.
Semangat peserta, ujar Ust Nasri, pertanda bahwa para peserta siap menjadi kader-kader yang mampu mewujudkan visi dan misi Hidayatullah yang akan menjadi penerus dakwah dan perjuangan Islam.
“Lahirnya kader yang mampu mewujudkan visi sangat ditentukan oleh santri yang berkualitas yang akan menjadi penerus dakwah dan perjuangan Islam serta harus siap mengaktualisasikan dan mengamalkan nilai-nilai Qur’an dalam kehidupan sehari hari.” katanya saat menyampaikan materi keempat Al qolam di hadapan DMU SMA putra dari mahasantri SDH SultanBatara Parepare.
DMU nasional ini diikuti oleh 4.617 peserta yang berasal dari siswa SMA/sederajat Hidayatullah se-Indonesia dan bertemakan “Menjadi Kader Mujahid/Mujahidah Muda Hidayatullah yang Cerdas dan Militan”.
Kegiatan ini juga turut didukung dan melibatkan sejumlah pihak seperti Dewan Murabbi, Departemen Kepesantrenan, Departemen Perkaderan, Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemuda Hidayatullah dan Muslimat Hidayatullah.■*/Sa’il