Beranda blog Halaman 120

Bangun Peradaban Islam dengan Metode yang Benar

0

■ Oleh : Ustadz Dr H Tasrif Amin, Ketua Dewan Murabi Pusat Hidayatullah dan Ketua Badan Pembina Hidayatullah Parepare.

HidayatullahSulsel.com — Semua peradaban dalam sejarah kemanusiaan itu dibangun dalam tiga kekuatan, yaitu Ideologi, Kepemimpinan dan kekuatan Budaya.

Maka kita di Hidayatullah dalam membangun peradaban Islam pun menggunakan tiga komponen, yakni manhaj sebagai ideologi, Imama atau Kepemimpinan sebagai basis komando dan kampus sebagai basis teritori untuk membangun komunitas Islam yang baik.

Sehingga kumpulnya kita di Hidayatullah itu karena ada tempat, ada yang komando dan ada manhaj. Dengan begitu akan terbentuk kultur Islam yang baik sebagaimana yang telah di praktekkan oleh Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam.

Jadi kalau mau kultur islamnya biasa-biasa saja kan di kampung juga ada shalat jamaah. Tapi di Hidayatullah ini mau mencontohkan membangun peradaban Islam secara sistemik dengan menggunakan tiga komponen tadi itu sebagai upaya untuk membentuk miniatur peradaban Islam.

Maknanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam. sebelum ke Persia, Romawi, Eropa, Asia, Beliau memberikan contoh dulu di Makkah. Tapi nabi belum membangun peradaban Islam di sana karena belum memenuhi tiga komponen tadi, yaitu basis teritori tadi.

Nah, nanti Nabi ke Madinah itu baru membangun peradaban Islam, karena sangat strategis. Di sana ada basis teritori atau wilayah yang semua masyarakatnya menerima Islam. sehingga dengan cepat Rasulullah membangun peradaban Islam karena tiga komponen itu (manhaj, kepemimpinan dan teritori) sudah terpenuhi.

Kenapa membangun minatur peradaban Islam itu dimulai di Madinah, karena antara Makkah dan Madinah dari segi kultural berbedah jauh. Di Makkah hanya ada suku Qurais saja sementara di Madinah ada banyak suku.

Jadi meneladani Rasulullah itu harus kaffah (total) juga, bukan hanya dalam wilayah ibadah tapi semua dimensi kehidupan Rasulullah harus di teladani dan diikuti.

Dari metode berislam yang dilakukan Rasulullah ini kemudian Hidayatullah praktekkan karena Hidayatullah meyakini untuk meneladani Rasulullah harus dari semua sisi kehidupannya bukan pada sebagian saja.

Artinya, basis nilai yang dibangun itu, Manhaj, Imamah dan Teritori tidak boleh lepas dari perjuangan Hidayatullah dalam membangun Peradaban Islam. Sebab begitulah yang Rasulullah ajarkan.

Alhamdulillah sebuah kesyukuran bagi Hidayatullah karena Allahuyarham KH Abdullah Said menghadirkan manhaj yang betul-betul mengembalikan kita kepada metode berislam yang efektif. Sehingga basis nilai ini yang menjadi kekayaan kita di Hidayatullah.■ Ridwan Gagah

*) Disarikan dari kajian subuh di Ponpes Hidayatullah Masamba, Luwu Utara.

Buka Rakorwil Pendidikan, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Tekankan Pentingnya Kualitas Pendidikan

0

LUWU, HidayatullahSulsel.com — Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel, Drs Nasri Bohari MPd, berkesempatan menghadiri sekaligus membuka secara resmi Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Pendidikan dan Kepesantrenan yang diselenggarakan di Pesantren Hidayatullah Bosso, Walendrang Utara Kabupaten Luwu, Senin (21/03/2022).

Kegiatan diikuti oleh hampir seluruh perwakilan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah se-Sulsel ini, diselenggarakan dengan mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan Unggul dengan Standarisasi dan Budaya Kerja Profesional”.

Pada kesempatan tersebut, ust Nasri, dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Hidayatullah Sulsel.

“Sebuah bangsa yang maju itu bisa kita lihat dari mutu pendidikannya. Bangsa yang maju, pasti karena pendidikannya berkualitas. Begitulah seharusnya kita di Hidayatullah. Hidayatullah ini, khsususnya di Sulsel, bisa kita sebut maju dengan menjadikan pendidikan sebagai parameter utama,” kata Nasri memberi penekanan.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan mengenai nilai diferensiatif dalam sistem pendidikan di Hidayatullah Sulsel. Yakni, suatu nilai di mana setiap-setiap pesantren Hidayatullah memiliki nilai yang berbeda dengan sistem pendidikan pada umumnya.

“Diferensiasi ini penting. Nilai inilah yang kita tampilkan ke masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui bahwa pendidikan kita ini berbeda. Unik begitu. Maka para praktisi pendidikan di tempat masing-masing perlu menggali nilai ini, kemudian lakukan branding ke masyarakat,” jelas Ustadz yang gemar buah durian tersebut.

Di akhir sambutannya, Nasri tidak lupa mengucapkan apresiasi dan terimakasih yang mendalam kepada segenap DPD Hidayatullah Luwu.

Nasri menyampaikan bahwa, meski tempat dan sarana yang disediakan nampak sederhana, tetapi pertemuan tersebut diyakini bisa memunculkan banyak gagasan yang brilian untuk kemajuan pendidikan di Hidayatullah Sulsel.■ Ian Kassa

Komitmen Mendidik: Ini 3 Hal yang Harus Dilakukan

0

Oleh: Ust Dwi Subagyo, Kepala Departemen Pendidikan dan Pesantren DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan

HidayatullahSulsel.com — Setiap orang ataupun institusi ingin sukses mengantar anak didiknya. Berbagai cara dan metode digunakan untuk mencapai kesuksesan dalam dunia pendidikan.

Dalam mendidik ada slogan yang sering kita dengar yaitu, “Mendidik dengan Doa, Cinta dan Keteladanan.” Slogan ini tak lekang oleh zaman untuk selalu diingat dan harusnya menjadi komitmen dalam mendidik.

Pertama, Doa. Bapak pendidikan atau bapak tauhid Nabiullah Ibrahim alaihissalam memberi contoh yang kemudian diabadikan dalam quran :

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Ya Rabb kami! sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, wahai Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.[ Ibrâhîm/ 14: 37]

Anak yang dianggap bermasalah, nakal, harus lebih dahulu didoakan, dimintakan ampunan. Doa adalah senjata paling ampuh bagi orang beriman, sebab jika Allah sudah terlibat semua akan menjadi mudah.

Bahkan terkadang kenakalan seorang anak itu hanya pelampiasan dari kreatifitas yang tidak tersalurkan atau ada masalah keluarga yang tidak terselesaikan, atau atau kelebihan dan potensi lainnya yang belum nampak.

Seorang pendidik tidak boleh pernah putus dalam berdoa, harus terus bekerja keras, bermujahadah dalam melahirkan kader tangguh seperti ismail. Sehingga kelak akan turun keberkahan di suatu tempat dan orang senantiasa cenderung hatinya untuk tempat tersebut.

Kedua, Cinta. Dalam mendidik harus selalu dilandasi dengan cinta. Bedakan antara person dan karakter, antara orangnya dan perilakunya.

Orang kafir sekalipun tetap kita berharap agar dia mendapat hidayah, kita cinta agar setiap orang mendapatkan hidayah. Adapun sifat dan perilaku kufurnya, itulah sesungguhnya yang kita benci.

Begitupun dalam mendidik anak. Dalam memberi hukuman harus senantiasa hadir dalam fikiran bahwa menghukum itu didasari karena kebencian akan perilaku dan senantiasa cinta, didasari karena kecintaan agar anak didik selamat dari sifat dan karakter jelek.

Pendidik juga harus berhati-hati dalam menghukum dari segi verbal. Karena terkadang hukuman verbal atau lisan itu lebih berat dari fisik.

Kita harus senantiasa memberi pilihan kata dan diksi yang baik ketika berdialog dengan anak didik. Sebab ketika psikis dan hati terdampak itu lebih berat pemulihannya ketimbang fisik.

Ketiga, Keteladanan. Sebagai pendidik, apapun yang kita sampaikan kepada anak didik berupa kebaikan. Maka, seharusnya kita yang terlebih dahulu melakukannya. Memberi contoh kepada anak didik.

Jangan sampai ada terkesan dalam fikiran anak didik bahwa guru ini hanya pandai menyuruh saja tapi tidak bisa memberi teladan dan contoh.

Contohnya saat guru memerintahkan kerja bakti kepada anak didik lalu dia asyik dengan gadgetnya.  Disini anak didik akan menilai, dan anak didik itu sangat pandai dalam menilai.

Ketika tidak ada keteladanan dalam pendidikan maka semua menjadi tidak berarti. Tidak ada lagi yang namanya pendidikan.(ahmad sabil)

*) Disarikan dari tausiyah subuh pada rangkaian Rakor Pendidikan di PesantrenHidayatullah Bosso, Luwu.

Kumpul Keluarga Amil BMH Sulsel, Ustadz Sholeh Berikan Nasehat

0

Makassar, HidayatullahSulsel.com — Jelang Ramadhan 1443H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) Sulsel bersama keluarga besar Amil mengelar tatap muka dan kajian, Sabtu (19/03/2022).

Hadir sebagai pembicara utama Ustadz Muhammad Sholeh, dai Hidayatullah dari Jakarta. Ia memberikan motivasi kepada keluarga amil agar lebih mempersiapkan diri dalam menjalani ibadah ramadhan.  “Ramadhan tidak boleh biasa-biasa saja, sebab ini adalah bulan spesial, dilipatgandakannya segala amal dan pahala,” ujarnya.

Lelaki yang sedang menyelesaikan program doktoral di UIN Alaudin Makassar itu memaparkan agar komunikasi dalam keluarga  harus terjaga dan tetap berkualitas. Terlebih bagi amil, Ramadhan identik dengan aktivitas layanan kepada ummat yang padat.

Hal senada diungkap oleh Ketua Laznas BMH Ss, Kadir, ia memaparkan bahwa lembaganya tetap menjalankan tugas-tugas sebagai amil sehingga amil juga tidak boleh kendor dalam ibadah-ibadah sunnah.

Selama ramadhan, Laznas BMH Sulsel menambah layanan zakat dengan hadir di enam kota di Sulsel, diantara Makassar berlokasi di Tamalanrea  dan Hertasning, Maros, Parepare, Palopo, dan Luwu Timur.■ basori

Mahasantri Sekolah Dai Silaturahim di Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Mahasantri Sekolah Dai Hidayatullah (SDH) Sultanbatara, Parepare, melakukan kunjungan silaturahmi ke Yayasan Dinul Kamil Al-Muhajirin Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep, Sulawesi Selatan, Ahad (20/03/2022).

Kegiatan kunjungan tersebut menurut Muhammad Rijal Mahasiswa SDH, dimaksudkan untuk melakukan sosialisasi Program SDH di Hidayatullah Parepare.

Dalam sambutannya, Rijal menjelaskan program-program Sekolah Dai Hidayatullah Parepare di hadapan santri SMP-SMA Yayasan Dinul Kamil Al-Muhajirin Hidayatullah Pangkep.

Program Takhassus 1 tahun, di antaranya Takhassus Al-Qur’an, Takhassus Bahasa Arab dan Takhassus Pengkaderan Da’i dan ditambah dosen lengajar lulusan Timur Tengah dan dalam negeri.

Sedangkan output dari lulusan dari SDH, minimal hafal Al-Quran juz standar sanad, hafal dan menguasai matan AlJazariyah dan menguasai bahasa Arab dan tulisan.■ karding

Ketua DPD Hidayatullah Luwu Tutup DMU. Santri Komitmen jadi Kader

0

BELOPA, HidayatullahSulsel.com — Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Luwu, Ustadz Hamza Sultan, tampil memberikan motivasi sekaligus menutup kegiatan Daurah Marhalah Ula’ (DMU) di Pondok Putri Pesantren Hidayatullah Belopa. Sabtu (19/3/2022).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut telah menghadirkan beberapa trainer Hidayatullah Sulsel seperti, Ketua Muslimat Hidayatullah (Mushida) Sulsel Ustadzah Rahmatia ZR SHI, Murobbiyah Sulsel Ustadzah Miftahussa’adah SPdI, Ketua Mushida PD Luwu Ustadzah Nuzul Ameliah SPdI serta Mudiir Sekolah Da’i Hidayatullah (SDH) Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara), Ustadz Habibi Nursalam.

“Secara khusus, kami sampaikan rasa terimakasih kami kepada para pemateri, para trainer yang telah menyempatkan waktunya untuk memberikan pencerahan dalam kegiatan DMU ini,” kata Ust Hamzah.

Di samping itu, ustadz yang pernah bertugas di Hidayatullah Bone itu juga menyampaikan rasa kagumnya kepada para santri. Hamzah menuturkan bahwa, hampir semua santri yang menjadi peserta menuturkan secara tertulis keingan mereka untuk terus dikader di Hidayatullah.

“Alhamdulillah, ketika saya membaca penuturan santri kita ini, saya kagum. Hampir semua menuliskan siap menjadi kader Hidayatullah. Ini artinya, para santri kita siap berjuang di medan dakwah. Sebab tentunya, para santri inilah yang kelak akan menggantikan kami-kami ini,” ujarnya.

Kegiatan DMU sendiri merupakan salah satu upaya Hidayatullah untuk memberikan pencerahan manhaj kepada kader Hidayatullah. Khususnya para kader muda para santri tingkat SMA.■ Ian Kassa

Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Apresiasi Kinerja Kampus Madya Hidayatullah Towuti

0

LUWU UTARA, HidayatullahSulsel.com — Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan Ustadz Nasri Bukhori MPd memberikan apresiasa kepada pengurus harian yayasan kampus madya Hidayatullah Towuti, Luwu Timur, pada penutupan Musyawarah Khusus Kampus Madya Yayasan Ponpes Hidayatullah se-Sulsel, di Masamba, Luwu Utara, Ahad, (20/3/2022).

Ustadz Nasri menyampaikan bahwa program yang dilaksanakan oleh Kampus Madya Towuti merupakan contoh yang bagus untuk dikembangkan seperti peningkatan pendidikan, pelayan ummat dan pengembangan ekonomi.

Menurutnya, letak Kampus Madya Hidayatullah Towuti memiliki posisi yang strategis untuk dikembangkan. Kultur masyarakat disana dan juga wilayahnya benar benar bisa mensupport program-program yang dibangun oleh Pondok Pesantren.

“Wilayah pondok memiliki luas 12 hektar, kita bisa sekali berekspresi di sana. Terlebih masyarakat Towuti adalah masyarakat yang cukup dekat dengan Hidayatullah,” tuturnya.

Ustadz Nasri juga berpesan meski kinerja pengurus Hidayatullah Towuti cukup baik, namun pekerjaan masih harus lebih ditingkatkan lagi.

“Seperti di departemen kampus misalnya. Wilayah Towuti itu masih sangat hijau dengan pepohonan yang asri, sehingga penataan taman itu sangat penting untuk dirapikan,” saranya.

Selanjutnya pengelolaan pendidikan mesti dimaksimalkan lagi, dengan meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik lagi. Dengan menjual program-program unggulan di bidang tersebut.

Terkhir pengelolaan ekonomi khususnya di bidang Aqiqah Berkah yang selama ini cukup membantu perekonomian pondok, diharapkan kedepan bisa ditingkatkan lagi managemennya, dengan banyak mendatangkan masyarakat untuk memilih menyelenggarahkan aqiqah di sana.

Selain itu, lrogram aqiqah pondok pesantren Hidyaatullah Towuti diharapkan bisa menjadi role model bagi penyelenggara aqiqah di pesantren Hidayatullah yang lain. “Sehingga banyak pengelola aqiqah berdatangan untuk melakukan study banding di pondok pesantren Hidayatullah Towuti,” ujarny.

“Maka dengan begitu, saya meyakini jika program ini berjalan baik. Insya Allah Hidayatullah Towuti semakin terdepan,” kata Ustadz Nasri.■ Ridwan Gagah

Kepak Sayap Dakwah DPC Hidayatullah Marusu, Gencarkan Silaturahim

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Cabang (DPC) Hidayatullah Kecamatan Marusu gencar melakukan kunjungan silaturahim untuk melebarkan sayap dakwah.

Belum lama ini dilakukan kunjungan ke kediaman seorang tokoh Masyarakat Desa Temappaduae Dusun Takalasi untuk menawarkan program kerja sama membangun masjid di tanah wakafnya di Jalan Poros Ongkoe.

Kunjungan ini didampingi langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kabupaten Maros, Ustadz Drs Muh Kaisar dan Kepala Gerai Baitul Mall Hidayatullah (BMH) Maros Ustadz Fatahillah.

Ust Kaisar mengatakan ada dua sistim (syarat) agar pihaknua bisa membantu menyelesaikan pembangunan masjid.

“Pertama, bila tanah itu diwakafkan maka kami akan bantu full pembangunannya hingga sampai selesai, dan ditargetkan 3 bulan sudah bisa digunakan dan supaya masjid itu bisa lebih hidup kami juga akan siapkan imam tetap dan tenaga pengajar TPA,” tuturnya.

Kedua lanjutnya, bila sifatnya kerja sama kita hanya bisa bantu mencarikan dana, untuk membantu menyelesaikan.■ fathi

Renstra DPW Hidayatullah Sulsel Lima Tahun Kedepan

0

MASAMBA, HidayatullahSulsel.com — Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, Ustadz Drs Nasri Bukhari MPd paparkan Rencana Strategis (Renstra) DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan 2020-2025 pada Musyawara Khusus Kampus Madya Yayasan Ponpes Hidayatullah se-Sulsel, Sabtu, (19/3/2022). Berikut penjelasannya :

***

Posisi Sulsel merupakan pintu gerbang Indonesia Timur dengan pusat pemerintah yang berada di Makaasar merupakan barometer perkembangan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Insani (SDI).

Maka peluang itu menjadi sangat potensial bagi kader Hidayatullah untuk mengembangkan sayap dakwah dalam berbagai bidang.

Maka di awal 2022 DPW Hidayatullah Sulsel menyusun kebijakan dan program strategis dalam rangka mengambil langkah akselerasi yang progresif dan sistemik untuk kemajuan Hidayatullah Sulsel.

Dalam upaya menyukseskan agenda-agenda yang disusun dalam program kerja tersebut maka DPW merumuskan fokus program kerja lima tahun, 2020-2025.

Sehingga setiap departemen harus fokus dalam menjalankan program yang dirumuskan bersama.

Pada bidang Departemen Dakwah yakni menghadirkan rumah quran dan majelis quran, optimalisasi Pos da’i, standarisasi pembinaan jamaah berbasis masjid dan kampus, memaksimlkan dakwah digital, mewujudkan dakwah perguruan tinggi berbasis Qur’an dan standarisasi manajemen sekolah da’i dan muallim Qur”an.

Pada Departemen Perkaderan fokus pada program standarisasi bacaan dan hafalan Qur’an, menumbuhkan Bi’ah berbahasa Arab, sinergi dan integrasi pembinaan kader dan training perkaderan.

Selanjutnya untuk Departemen Pendidikan, fokus pada standarisasi pengelolaan PIBT, pendirian sekolah model, optimalisasi program unggulan dan pemetaan serta pembuatan data base sekolah berbasis digital.

Sementara itu, Departemen Organisasi dan SDI fokus pada pengembangan standarisasi pengelolaan organisasi, pengembangan jaringan organisasi DPC, peningkatan kompetensi fungsional organisasi dan amal usaha serta membangun sinergi dengan pemerintah dan elemen ummat Islam.

Departemen Sosial dan Kesehatan fokus pada program tabungan Jamsoskad berjangka, pelatihan tradisional medical seperti herbalis, bekam, PAZ dan lainnya., pendirian griya sehat, klinik dan IMS, pendirian pesantren siaga bencana dan penggalangan dan pengelolaan dana ta’awun.

Kemudian untuk Departeme Ekonomi dan Aset, fokus pada program pendirian BUMO dan BTH, pengembangan Kopontren, legalisasi asset dan pelatihan kewirausahaan atau enterperneurship.

Sementara itu pada Bidang Kesekretariatan, lebih fokus pada program pengelolaan data base organisasi berbasis digital, menstandarkan administrasi organisasi berbasis digital, membentuk forum sinergi organisasi dan amal usaha, standarisasi pengelolaan kantor sebagai pusat kordinasi dan administrasi serta membangun kolaborasi dan citra positif organisasi.

Terakhir Kebendaharaan dan Keuangan, yakni fokus pada program sentralisasi dan sentralisasi tata kelola keuangan organisasi dan amal usaha, desain dan pengelolaan APBO berbasis kemandirian departemen, optimalisasi kontribusi amal usaha untuk penguatan organisasi dan terakhir standarisasi penggajian fungsional organisasi dan amal usaha.

Dengan demikian jika program setiap departemen ini berjalan baik maka Hidayatullah sebagai lembaga Dakwah, Pendidikan dan Perkaderan di Sulsel akan melahirkan kader-kader yang berkualitas dan akan membangun kumunitas Islam yang berkualitas.■ Ridwan Gagah

Musyawarah Khusus Kampus Madya se-Sulsel Upaya Wujudkan Standardisasi, Sentralisasi dan Integrasi Sistemik

0

MASAMBA, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan menggelar Musyawarah Khusus Kampus Madya.

Musyawarah tersebut menurut Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, Ust Drs Nasri Bukhari MPd, dalam rangka mewujudkan standardisasi, sentralisasi dan integrasi sistemik kelembagaan Hidayatullah di tingkat amal usaha organisasi berupa Yayasan Pesantren Hidayatullah Se-Sulawesi Selatan.

Ketua Departemen Kepesantrenan DPW Hidayatullah Sulsel, Ust Dwi Subagyo, menambahkan, standarisasi pengelolaan Pesantren Hidayatullah se-Sulawesi Selatan di bawah tugas dan fungsi departemen kepesantrenan DPW, “Musyawarah Khusus Kampus Madya ini dilakukan untuk menjalankan Peraturan Organisasi No. 3 Tahun 2015 tentang Pesantren Hidayatullah Bab VI Pasal 19”.

Kegiatan tersebut digelar intensif selama dua hari, Sabtu-Ahad, 16-17 Syaban 1443/19-20 Maret 2022. Peserta Musyawarah Khusus ini adalah dari unsur Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulsel, Badan Pembina dan Pengurus Harian lima Kampus Madya Se-Sulawesi Selatan, yakni; Kampus Madya Parepare, Kampus Madya Watampone, Kampus Madya Palopo, Kampus Madya Masamba dan Kampus Madya Towuti.

Musyawarah khusus tersebut, menuritnya, juga sebagai forum evaluasi tahunan Kampus Madya berdasarkan Rencana Strategis, Program Kerja serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Yayasan yang dihasilkan oleh Rapat Kerja dari masing-masing kampus tersebut.

Musyawarah Khusus kali ini mengangkat tema “Konsolidasi Jati Diri, Organisasi dan Wawasan Menuju Terwujudnya Standardisasi, Sentralisasi dan Integrasi Sistemik Kampus Madya Se-Sulawesi Selatan” yang digelar di Kampus Madya Hidayatullah Masamba, Luwu Utara.■ sumariadi