Beranda blog Halaman 118

Tarhib Ramadhan Hidayatullah Sidrap Hadirkan Kadep Perkaderan DPP Hidayatullah

0

SIDRAP, HidayatullahSulsel.com — DPD Hidayatullah Sidrap menggelar tarhib Ramadhan di Pesantren Tahfidz Darul Qur’an, Dusun Bottolita, Desa Bulucenrana, Kecamatan Pituriawa, Sidrap, Senin pagi (28/3/2022).

Hadir santri dan warga Hidayatullah Sidrap. Turut pula diramaikan oleh pengurus baru Muslimat Hidayatullah Sidrap.

Meski sederhana, acara tersebut berjalan hikmad dan lancar. Dimulai dengan pembukaan oleh protokol, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an, oleh ananda Asril Lonja, santri tahifdz Darul Qur’an.

Selanjutnya dilanjutkan dengan sambutan Ketua DPD Hidayatullah Sidrap, Sarmadani Karani. Dalam sambutannya ia mengajak para jama’ah, untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, menghadapi bulan suci Ramadhan 1443 H yang tinggal menghitung hari lagi akan tiba.

“Persiapkan diri kita sebaik mungkin, menghadapi Ramadhan, jangan sampai kita lalai dan Ramadhan terlewatkan begitu saja” ujarnya.

Di acara inti, Tarhib Ramadhan Hidayatullah Sidrap kali ini menghadirkan lenceramah dari Jakarta, Ustad Sholeh Usman SS MKom, yang merupakan Ketua Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah, yang berkantor di Cipinang Cempedak 14 Jakarta.

Ust Sholeh Usman banyak memberikan wejangan terkait optimalisasi kader dan jamaah Hidayatullah dalam menyerap energi spiritual di bulan suci Ramadhan ini.

“Yang bisa optimal dalam memanfaatkan momentum Ramadhan ini, adalah orang yang punya visi misi dalam berIslam. Karena visi dan misinya kuat, dia akan menemukan kekuatan di Ramadhan itu” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran kader-kader Hidayatullah di daerah, dalam melibatkan Allah untuk setiap urusannya. “Kader-kader hebat adalah mereka yang tidak merasa berhasil sendiri, tapi semua itu karena pertolongan Allah, karena keterlibatan jamaah. Dia tidak sombong dengan karyanya, dengan keberhasilan nya,” tambah alumnus magister ilmu komunikasi Universitas Hasanuddin ini.■ Abu Fathun Mubarak

Tarhib Ramadhan IMLA Bersama Ketua DPD Hidayatullah Sidrap

0

SIDRAP, HidayatullahSulsel.com — Inspirasi Muslim Indonesia (IMLA) Kabupaten Sidrap, menggelar Tarhib Ramadhan, Ahad, (27/03/2022) di Pangkajene, Sidrap. Acara digelar di rumah kediaman Hj Rahma Syarifuddin.

IMLA merupakan organisasi Islam yang mendalami ilmu-ilmu agama Islam lewat kajian-kajian keIslaman. IMLA terbentuk untuk menghidupkan pengajian di masa Covid19.

Tarhib Ramadhan IMLA kali ini menghadirkan Ustad Sarmadani Karani, Ketua DPD Hidayatullah sebagai pemateri, dengan tema “Mungkinkah ini Menjadi Ramadhan Terakhirku”. Kegiatan dihadiri pengurus dan anggota majelis taklim IMLA.

“Harus ditanamkan tekad untuk menetapkan target Ramadhan kali ini menjadi yang terbaik dari amalan fisik maupun amalan bathin,” ujar Ust Dany. (Abu Fathun)

Belajar Berjuang

0

■ Oleh : Fatahillah, Pengurus DPD Hidayatullah Maros

HidayatullahSulsel.com — Alhamdulillah, tinta sejarah telah tergores indah di setiap bait-bait lembaran buku para sejarawan, akankah kegemilang Islam dahulu mampu menjadi vitamin semangat bagi para pejuang di era digital.

Sehingga api semangat terus bergelora di pertempuran antara haq dan batil. Atau hanya sebatas bacaan lalu selesai, dan tak ada efek perubahan dalam jiwa untuk kebangkitan pradaban islam.

Kata Allahuyarham Ust Abdullah Said “Sampai ketemu di alam realita tidak di alam cerita” Jadi tunggu apalagi berkarya atau mati! Do or die

Masya Allah, kunci kesuksesan dan keberkahan secara jama’i orang terdahulu ada pada konsep yang jelas. Melalui pondasi pendidikan dengan desain strategis panduan pada surah Al Alaq, menjadi sebuah gerakan yang terasa efek domino akan kemajuan bersama.

Pesan Pemimpin Umum Hidayatullah “Perkuat aqidah, tajamkan cita-cita berqur’an dalam urusan ummat dengan integritas spiritual yang bersih, insya Allah kemenangan dapat diraih.”

Alhamdulillah, semua sepakat dengan ilmu, peradaban dapat dicapai maka sudah menjadi aksioma bila para pejuang tidak akan pernah berhenti belajar. GNH halaqoh adalah satu jalan dari jutaan jalan untuk menghantarkan para kader pejuang agar terus belajar.

Alhamdulillah, dalam proses belajar berjuang, disana dibutuhkan keilmuan, dibutuhkan manajemen mengelola kader dengan ragam warna dan corak dan gaya yang berbeda-beda, manajemen mengelola Kampus Peradaban agar terlihat cahaya syiar Islam di dalamnya, manajemen menggerakkan potensi.

Alhamdulillah, proses berjuang ini banyak badai, tsunami ujian yang akan terus menerpa kapal perjuangan, untuk memastikan apakah sang nahkoda kapal dan kapal ini benar-benar layak sampai di dermaga kebangkitan Islam, itulah sunnatullah dalm berjuang.

“Karena perjuangan senantiasa menawarkan zona yang tidak nyaman”. Kapal tidak akan memberikan banyak manfaat ketika hanya bersandar di pinggir pantai, dan todak akan diketahui apakah kapal itu tahan gelombang atau tidak.

Begitu juga para kader, kalau dia di situ saja bagaimana paham akan loyalitas perjuangannya hatta ia bergelar profesional sekalipun, maka penugasan adalah proses menguji apakah dia benar-benar kader atau kadera.

Belajar berjuang, namanya belajar pasti tidak lepas dari salah dan dosa, maka nafas GNH merupakan sebuah vitamin agar stamina iman senantiasa terawat dan terjaga dari serangan – serangan musuh-musuh Islam yang semakin marak dan aktif.

Belajar berjuang, mesti banyak sabarnya, banyak bergeraknya, banyak membuat karya-karya nyata yang bisa dinikmati secara jama’i, karena yang namanya belajar pasti ada tahapan-tahapan untuk naik ke tingkat selanjutnya, poinnya siapkan jiwa raga untuk menghadapi ujian demi ujian

Belajar berjuang, yang namanya belajar pasti ada peningkatan perubahan yang lebih baik, maka evaluasi total terhadap amanah yang diberikan menjadi poin inti untuk kemajuan bersama, memang agak repot kalau terlalu banyak amanah, sulit fokus, layaknya memanah dibutuhkan fokus.

Belajar berjuang, hidup berjamaah yang dipersiapkan sikap ilmu dan iman dalam menghadapi setiap soal, utamakan kebijakan yang landasannya untuk kemajuan jama’ah.

Belajar berjuang , jangan silau dengan kritikan, jangan cepat baperan, apalagi ketua, ketua ini adalah kunci kemajuan kampus dan kader, maka improvisasi standarisasi ketua perlu senantiasa dikuatkan. Semua ini demi dan untuk menyongsong kebangkitan Peradaban Islam

Semoga api semangat senantiasa terbakar di jiwa kami rakyat jelata, kaum lemah dan pejuang kebaikan

“Jika semangat perjuangan telah hilang dari hatimu, maka gantilah pakaiaanmu dengan kain kafan. Sebab, kehilangan semangat perjuangan sama saja dengan mati,” kata Buya Hamka.■

Tarhib Ramadhan Hidayatullah Maros Ajak Penguatan Akhlak Mulia dengan Spirit Ramadhan

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Maros, menggelar Tarhib Ramadhan di pesantren kampus pratama Tahfidzul Qur’an Yayasan Darul Hijrah Dusun Baku Desa Lekopancing, Tanralili, Maros, Ahad (27/3/2022)

Ketua DPD Hidayayullah Maros, Ustadz Muh Kaisar, dalam sambutan menyampaikan program tarhib ini untuk memberikan motivasi dalam menghadapi Ramadhan.

“Tarhib merupakan persiapan agar bisa menghadapi secara baik ramadhan kali ini, juga menguatkan keimanan khususnya santri,” ujarnya.

Menurutnya, Allahuyarham Abdullah Said, pendiri Hidayatullah, setiap malam bangun untuk beribadah mulai jam 12.00 sampai 04.00 , sebagai wujud sukses ibadah. Ia berharap Ramadhan kali ini harus lebih baik dari tahun kemarin.

Hadir dalam kegiatan ini sebagai pemateri inti , dai Hidayatullah, pengurus DPP, Ustadz Muh Sholeh Utsman SS MIKom. Peserta yang hadir para santri putra dan putri , orang tua santri , pengurus DPD, DPC, amil BMH Gerai Maros, pengurus Rumah Qur’an dan masyarakat setempat ,

Ustadz Sholeh dalam tausiah menjelaskan bulan Ramadhan sangat dirindukan oleh semua orang, sehingga jauh hari dipersiapkan dimunajatkan enam bulan sebelum kedatangan ramadhan. Para shahabat dahulu bermohon agar jumpa dengan bulan yang agung, semakin dekat ramadhan semakin kencang doanya.

Menurut ustadz yang selalu energik ini, shahabat Nabi semakin intens berdoa dan diperkuat dengan ikhtiar berupa kesiapan mental lahir dan batin, kesiapan untuk menyikapi secara optimal untuk jumpa dengan momen mulia bulan suci ramadhan.

Ketua Bidang Pengkaderan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah ini mengilustrasikan ketika kita ingin ketemu bupati biasanya kita telah menyiapkan segalanya untuk menyambutnya, setelah ketemu tidak ada hal penting hanya sekedar obrolan biasa, maka ini orang tidak punya visi.

“Begitu juga ramadhan bila seseorang tidak punya rencana matang, tidak punya visi maka tidak akan sukses mengisi waktu di ramadhan,” tambahnya.

Menurutnya, Ramadhan adalah bulan tarbiyah. “Maka lewat ramadhan diri kita bisa meraih akhlak yang agung dan mulia ,sesuai tema tarhib dengan Spirit Ramadhan kita bangun masyarakat yang berakhlak mulia,” tuturnya.■ fathi

Muslimat Hidayatullah Sulsel Rakerwil di Enrekang. Teguhkan Tekad Tiga Konsolidasi

0

ENREKANG, HidayatullahSulsel.com — Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah (PW Mushida) Sulawesi Selatan menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang digelar di Enrekang, 23-24 Sya’ban 1443 H/ 26-27 Maret 2022.

Rakerwil bertema “Konsolidasi Jatidiri, Wawasan, dan Organisasi untuk Terwujudnya Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik” untuk mensosialisasikan hasil rakernas serta merencanakan program kerja selama 2 tahun di tingkat Pengurus Wilayah dan Penyusunan RAPBO (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi) untuk tingkat wilayah.

Penanggung jawab Pelaksana Rakewil PW Mushida Sulsel, Neni Muslimin menjelaskan, “Rakerwil ini forum sangat penting dalam merespon dinamika organisasi untuk melaksanakan tiga konsolidasi: konsolidasi jatidiri, organisasi dan wawasan, kepada para pengurus di tingkat wilayah dan daerah secara langsung.”

Konsolidasi inilah, tambah Ketua Majelis Murobbiyah Wilayah (MMW) Sulsel Dra St Syamsiah Abdullah, yang menjadi basis gerakan Mushida sebagai media tranformasi spirit bagi seluruh jajaran kader pengurus.

Selain itu, Rakerwil Mushida Sulsel kali ini menargetkan optimalnya kinerja seluruh PD Mushida se-Sulawesi Selatan dan terwujudnya kemandirian ekonomi berbasis keummatan.
Kepala Departemen Ekonomi PW Mushida Sulsel Afiah mengungkapkan untuk mengimplementasikan tekad kemandirian ekonomi pihaknya mengadakan program Bazar yang menampilkan produk-produk ekonomi daerah.

Pada kesempatan Rakerwil ini dibersamai langsung Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ust Drs Nasri Bukhari MPd dan Kadep. Organisasi DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan. Juga dihadiri oleh Majelis Murobbiyah Wilayah, Pengurus Wilayah Mushida Sulsel, Pengurus Inti Daerah Mushida 24 Kab/Kota, Kepala PAUD/ TK Kampus Madya Hidayatullah se-Sulsel.

Ust Nasri dalam sambutan pembukaan rakerwil tersebut mengatakan, Mushida adalah organisasi pendukung yang diharapakan mampu mendukung program mainstream Hidayatullah yaitu tarbiyah dan dakwah. “Selain itu kemandirian ekonomi pendukung juga harus digiatkan,” harapnya.

Pada rakerwil ini, lengurus wilayah juga memberikan Award Mushida kepada PD yang dinilai berprestasi dalam kegiatan kegiatan yang diadakan pada program kerja 2021. Ada 7 PD yang mendapatkan award.

Pada penutupan rakerwil, Ketua Pengurus Wilayah Mushida Sulsel Rahmatia ZR SH.I menguatkan kembali kepada seluruh pengurus daerah agar mampu mensosialisasikan amanah rakerwil kepada seluruh pengurus dan anggota di daerah melalui rakerda secepatnya.

“Penguris daerah juga harus mampu mentransfer amanat konsolidasi jati diri, wawasan dan organisasi ke daerah masing masing,” harapnya.■ bct

Sambut Ramadhan, Pemuda Hidayatullah Parepare Bersih-Bersih Masjid

0

PAREPARE, HidayatullahSulsel.com — Pemuda Hidayatullah (Pemhida) Parepare ikut andil dalam program nasional serentak Clean Mosque atau Bersih Bersih Masjid (BBM) menyambut Ramadhan 1443 H di Masjid As Salam Lompoe, Bacukiki, Kota Parepare, Sabtu (26/3/22)

Masjid yang berjarak 1,6 km dari Pesantren Hidayatullah Parepare ini turut dibersihkan bersama mahasantri Sekolah Da’i Hidayatullah (SDH) SultanBatara.

Ketua Pengurus Daerah (PD) Lemuda Hidayatullah Parepare, Virman, menjelaskan, kegiatan tersebut sebagai langkah ikut mensyiarkan Ramadhan yang tinggal hitungan hari lagi menyapa, khususnya kepada masyarakat yang ada di sekitar pondok.

BBM merupakan program nasional Pemuda Hidayatullah menstimulus kepedulian pengurus dan anggota Pemhida, termasuk sebagai sosialisasi kepada masyarakat.■ Sa’il

Jelang Ramadhan, Majelis Taklim At-Tauhid Kunjungi Pesantren Hidayatullah Pangkep

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Pengurus Yayasan Dinul Kamil Al-Muhajirin Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep kedatangan rombongan ibu-ibj Majelis Taklim At-Tauhid, Sabtu (26/3/2022).

Kegiatan kunjungan tersebut menurut Andi Anni Ketua Majelis Taklim At-Tauhid, dimaksudkan untuk berbagai dengan santri penghafal Al-Qur’an sebelum masuk bulan suci Ramadhan dan melihat langsung kegiatan santri Hidayatullah Pangkep.

Kunjungan Majelis Taklim At-Tauhid diterima langsung oleh Ketua Yayasan Dinul Kamil Al-Muhajirin, Ustadz Karding dan Bendahara Yayasan serta Ketua DKM Masjid Muhammad Al-Fatih, Agustan.

Ust Karding mengaku sangat senang atas kunjungan para ibu majelis taklim di Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep.

“Alhamdulillah, kami sangat senang atas kunjungan ibu-ibu di Pondok Pesantren Hidayatullah ini, semoga kunjungan ini membawa keberkahan bagi kita semuanya,” ujarnya.

Dijelaskan, program yang akan diselenggarakan di Pondok Hidayatullah Pangkep untuk bulan puasa adalah penyelesaian ruang kelas belajar santri dan pengadaan depot air untuk santri penghafal Al-Qur’an.■ rls

3 Modal untuk Kemudahan Dakwah

0

■ Oleh : Ust Abdul Jabbar, Ketua Yayasan Kampus Madya Hidayatullah Parepare

HidayatullahSulsel.com – Tidak ada amanah yang berat, jika kita punya ketahanan spiritual yang cukup dalam mengarungi tugas dan amanah yang telah ditetapkan.

Yang biasa membuat kita merasa berat itu adalah karena bayangan tentang apa yang akan kita hadapi di tempat tugas, tapi sebenarnya kalau dijalani, baik-baik saja, tidak ada juga terjadi apa-apa.

Dalam menjalankan tugas dakwah hal pertama yang kita harus lakukan adalah istighfar. Dengan ber-istighfar, memohon ampunan Allah, akan menghimpun kekuatan batin sebab semakin sadarlah kita bahwa segalanya adalah atas kehendak-Nya.

Kedua adalah istikharah. Menyerahkan sepenuhnya kepada Allah sehingga semakin memantapkan keyakinan bahwasanya pilihan Allah untuk kita adalah yang terbaik.

Ketiga adalah istiqomah. Maka cukuplah firman Allah dalam surah al-Ahqaf ayat 13 menghibur dan memotivasi kita,

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita”.■

*) Disarikan dari taushiyah subuh di hadapan warga dan jama’ah Hidayatullah Sudu, Enrekang, Sabtu (26/3/2022).

Hakim Agung RI Resmikan Asrama Tahfidz Hidayatullah Masago Bone

0

BONE, HidayatullahSulsel.com — Yayasan Pesantren Hidayatullah Masago, Bone, menyelenggarakan peresmian Asrama Tahfidz tahap pertama dengan masa penyelesaian sekitar 3 bulan.

Asrama tersebut diresmikan langsung oleh Hakim Agung RI, DR H Ibrahim SH MH LLM. Ia merupakan donatur pembangunan asrama tahfizh tersebut.

Dalam sambutannya Puang Ibrahim, sapaan akrabnya, mengatakan, berharap semoga asrama tersebut bisa lebih bermanfaat untuk para santri kelak. “Jangan ada Stigma yang negatif untuk pondok pesantren, apalagi sampai disebut sebagai tempat mendidik teroris,” tambahnya.

Mewakili DPW Hidayatullah Sulsel Imran Djufri Ketua Dept Ekonomi/Aset, mengatakan, “Hidayatullah telah menguatkan dua program utama yaitu Tarbiyah dan Dakwah, disamping adanya lembaga tahfidz juga membangun jaringan rumah Qur’an di lingkungan Masyarakat,” jelasnya.

Ketua Yayasan Hidayatullah Masago, Ust Lukman Tawakkal, menyampaikan semoga bantuan yang telah diberikan akan menjadi amal jariyah bagi donatur dan keluarga.

Turut Hadir pada kesempatan itu, Kapolsek Patimpeng dan Kepala Desa Masago serta beberapa tokoh agama dan masyarakat Kecamatan Patimpeng.■ rls

Santri Hidayatullah Salaonro Soppeng Disebar Menjadi Dai dan Imam Taraweh

0

SOPPENG, HidayatullahSulsel.com — Menyambut bulan suci Ramadhan 1443 H sebanyak 12 orang santri Ponpes Hidayatullah Salaonro Kelurahan Ujung Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng dipersiapkan untuk mengabdikan diri melakukan syiar agama islam di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Salaonro H Muhammad Arif, Jum’at (25/3/2022).

“Ada 12 orang santri dipersiapkan yang akan disebar di Kabupaten Soppeng untuk mengabdi di masyarakat (tugas Ramadhan) selama satu bulan menyampaikan dakwah dan juga sebagai imam tarawih. Hanya saja dari 12 orang tersebut cuma 8 orang santri yang memenuhi syarat untk menjadi imam tarawih dikarenakan selain postur tubuhnya kecil juga umurnya juga muda dan baru duduk sekolah dasar,” ujarnya.

Ia menuturkan, selama ini para santri dididik menjadi penghafal yang tangguh dan profesional. Selain menghafal juga menjadi guru mengaji di rumah-rumah Qur’an dan diajari paham tentang Qur’an. “Santri selain belajar Al Qur’an dan mengajarkannya sehingga menjadi santri yang unggul dan terbaik,” jelasnya.

Ia berharap agar para santri ponpes Hidayatullah Salaonro Soppeng menjadi dai yang tangguh dan unggul. “Paling penting menjadi teladan di tengah masyarakat, memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI,” tutur Ust Arif.■ rls