Beranda blog Halaman 117

Sambut Ramadhan, DPD Hidayatullah Toraja Utara Kerja Bakti Siapkan RQH

0

TORUT, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Toraja Utara  melaksanakan kerja bakti, dalam rangka menyambut bulan Ramadhan.

Kerja bakti berupa pembersihan dan penyiapan bakal Rumah Quran Hidayatullah (RQH) di Kecamatan Sa’dan, pada Kamis (31/3/2022.

Kerja bakti perdana di DPD Hidayatullah Toraja Utara tersebut melibatkan santri dari Hidayatullah Palopo.
 
“Rumah Qur’an ini adalah pinjaman dari keluarga Tokoh Toraja Utara, Almarhun Haji Murad,” jelas Ketua DPD Hidayatullah Toraja Utara Ust Iksan Saleh.

Di tempat ini, ungkapnya, akan di buka program Tahfiz Cilik Boarding untuk anak-anak muslim pedalaman Toraja Utara.■ rls

Puasa Adalah Mengendalikan

0

■ Oleh : Ustadz Dr Tasmil Latif MPd, Ketua Dewan Murobbi Hidayatullah Pusat

HidayatullahSulsel.com — Imam Al Ghazali di dalam kitab “Ihya Ulumuddin” membagi tiga tingkatan puasa. Pertama puasa umum, kedua puasa khusus, dan yang ketiga puasa paling khusus.

Tiga tingkatan ini disusun berdasarkan sifat orang yang mengerjakan puasa. Pada puasa umun yakni puasa yang hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum saja. Tetapi perbuatan maksiat kepada Allah tetap dilakukannya. Ini puasa yang banyak dilakukan oleh orang awam.

Arti puasa bagi mereka hanya sebatas menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa secara dzahir.

Berbeda dengan tingkatan kedua, yakni puasa khusus. Puasa ini adalah puasa orang-orang shaleh. Mereka lebih baik dari puasa yang pertama tadi, sebab mereka paham bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus saja, tetapi juga menahan diri dari melakukan dosa.

Selanjutnya yang ketiga adalah puasa paling khusus. Puasa ini jauh lebih berkualitas dari tingkatan puasa pertama dan kedua tadi, karena dikerjakan hanya oleh orang-orang tertentu dan hanya sedikit orang yang sampai pada tahap ini.

Orang yang ada pada tahap ini, selain menahan lapar dan haus dan menahan diri untuk tidak bermaksiat, mereka juga memfokuskan pikirannya untuk senantiasa selalu mengingat Allah ta’ala. Bahkan, pikiran selain Allah dan pikiran terhadap dunia dianggap merusak dan membatalkan puasa.

Dari tiga tingkatan puasa ini tentu yang paling utama adalah tingkatan yang ketiga dimana kita benar-benar dituntut untuk senantiasa memfokuskan pikiran hanya kepada Allah saja. Selain itu jangan dipikirkan sebab itu merusak atau membatalkan puasa.

Tapi secara umum, puasa itu adalah mengendalikan. Apa yang dikendalikan adalah semua bentuk yang dapat membatalkan puasa.

Termasuk yang dikendalaikan adalah hawa nafsu sebab hawa nafsu ini memang berat untuk ditaklukkan karena nafsu ini sudah bertahta di dalam diri manusia.

Makanya dalam Firman Allah Ta’ala dalam penciptaan akal dan nafsu. Allah ta’ala berdialog dengan mereka. Akal menuruti Allah Ta’ala namun nafsu sangat susah dikendalikan karena degil.

Pengarang kitab Tanbihul Ghafilin (peringatan bagi orang yang lalai) Abu Laits As-Samarqandi menceritakan kisah penciptaan Akal (al-Aql) dan Nafsu (Nafsun atau Nufusun).

Saat penciptaan keduanya, ternyata Nafsu memiliki karakter yang degil, keras dan membangkang kepada Allah Ta’ala.

Dalam paparannya, Abu Laits As-Samarqandi menukil sebuah kitab karangan ‘Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Al-Khaubawiyi, seorang ulama yang hidup pada abad ke 13 Hijrah.

Beliau menerangkan ketika Allah Ta’ala menciptakan Akal, maka Allah berfirman, “Wahai Akal menghadaplah engkau.” Maka Akal pun menghadap ke hadapan Allah. Kemudian Allah berfirman: “Wahai Akal berbaliklah engkau!”, lalu Akal pun berbalik menuruti perintah Allah.

Kemudian Allah Ta’ala berfirman lagi: “Wahai Akal! Siapakah aku?”. Lalu Akal pun berkata, “Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang dhaif dan lemah”. Lalu Allah Ta’ala berfirman: “Wahai Akal, tidak Ku-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau.

Setelah itu, Allah Ta’ala menciptakan Nafsu, dan berfirman kepadanya: “Wahai Nafsu, menghadaplah kamu!”. Nafsu tidak menjawab dan sebaliknya mendiamkan diri. Kemudian Allah Ta’ala berfirman lagi: “Siapakah engkau dan siapakah Aku?”. Lalu nafsu berkata, “Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau.”

Setelah itu, Allah Ta’ala menyiksanya di dalam neraka jahim selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya. Kemudian Allah Ta’ala berfirman: “Siapakah engkau dan siapakah Aku?”. Lalu Nafsu berkata, “Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau.”

Lalu Allah Ta’ala memasukkan Nafsu ke dalam neraka Juu’ (neraka yang penuh dengan rasa lapar) selama 100 tahun. Setelah dikeluarkan maka Allah Ta’ala berfirman: “Siapakah engkau dan siapakah Aku?”. Akhirnya Nafsu mengakui dengan berkata, “Aku adalah hamba-Mu dan Engkau adalah Tuhanku.”

Dalam kitab tersebut diterangkan bahwa dengan sebab itulah maka Allah Ta’ala mewajibkan puasa. Kisah ini memberi kita hikmah betapa membangkangnya Nafsu. Apabila seseorang tidak bisa mengendalikan (mengawal) nafsunya, maka ia akan mendapat kerugian yang amat besar.

Berikut firman Allah dalam Al-Qur’an: يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

“Wahai Daud! sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti Hawa Nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah…(QS Shad: 26).■ Ridwan Gagah

*) Disarikan dalam kajian Tarhib Ramadhan bakda subuh di Masjid Umar Bin Abdul Aziz Ponpes Hidayatullah Towuti, Luwu Timur

Gerai BMH Palopo Salurkan Sembako ke Pesantren Hidayatullah Belopa

0

LUWU, HidayatullahSulsel.com — Melalui program nasional yang bertajuk “Ekspedisi Kebaikan Zakat”, Gerai BMH Kota Palopo bergerak menyalurkan bantuan dalam bentuk sembako di berbagai pesantren Hidayatullah. Salah satunya untuk Pesantren Hidayatullah Belopa, Rabu (30/3/2022).

Ketua Gerai BMH kota Palopo, Ustadz Fijar, “Kami yang di daerah ini sebenarnya bisa disebut ‘peluncur’. Kami adalah perpanjangan tangan BMH Perwakilan Sulsel dalam menyalurkan bantuan ini.”

Di waktu yang sama, Ketua Yayasan Al Jihad Pondok Putri Pesantren Hidayatullah Belopa, Ustadz Hamzah Sultan, mengucapkan syukur dan apresiasia kepada BMH karena telah menggaungkan program yang menurutnya sangat membantu masyarakat menegah ke bawah di tengah situasi melonjaknya harga sembako. Terutama minyak goreng.

“Sangat luar biasa, ya. BMH ini kan dikenal dengan tagline ‘Kebaikan Tanpa Batas’. Kita bersyukur dan tentunya sangat apresiatif dengan program ini. Manfaatnya sangat. Apalagi masyarakat saat ini sedang ketar-ketir dengan harga minyak goreng yang melonjak tinggi,” tuturnya.■ Ian Kassa

DPD Luwu-Pesantren Hidayatullah Belopa Gelar Tarhib Ramadhan

0

LUWU, HidayatullahSulsel.com — Yayasan Al Jihad Pondok Putri Pesantren Hidayatullah Belopa bekerja sama dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Luwu menggelar Tarhib Ramadhan di kompleks Pesantren Putri Hidayatullah Belopa, Kamis, (30/03/2022)

Kegiatan yang mengusung tema “Raih Kemuliaan dan Keberkahan Ramadhan 1443 H” tersebut menghadirkan Ustadz Misjaya Muh Khaerun sebagai narasumber.

Anggota Dewan Murobbi Wilayah Hidayatullah Sulsel itu menyampaikan bahwa pemberi buka puasa akan mendapatkan keutamaan pahala yang setara pahala dari orang yang berpuas.

“Siapa saja yang memberi buka puasa, atau memberikan sahur, tentu dia akan mendapatkan keutamaan. Apa keutamaannya? Yakni, pahala yang besar. Besarnya pahala itu, setara dengan besarnya pahala berpuasa,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Al Jihad Pondok Putri Pesantren Hidayatullah Belopa, Ustadz Hamzah Sultan, menuturkan kepada reporter hidayatullahsulsel.com, kegiatan Tarhib Ramadhan tersebut bertujuan agar seluruh santri dan warga memiliki kematangan wawasan sebelum bulan Ramadhan masuk.

“Wawasan Ramadhan ini perlu matang. Khususnya para santri. Maka dari itu, dari sekian panjangnya kita mendengar penuturan pemateri, dominan isinya adalah materi-materi yang terkait fiqih Ramadhan,” ujar bapak dua anak tersebut.

Tarhib Ramadhan sendiri merupakan tradisi ummat Islam di Indonesia yang jamak dan rutin dilaksanakan sekali dalam setahun. Kegiatan ini, secara seremonial dimaknai sebagai bentuk penyambutan jelang masuknya bulan suci Ramadhan.■ Ian Kassa

Departemen Organisasi dan SDI Hidayatullah Sulsel Konsolidasi dan Sosialisasi di DPD Maros

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Maros melaksanakan kegiatan rapat konsolidasi dan sosialisasi departemen organisasi dan SDI di Kampus Pratama Hidayatullah Tahfidzul Qur’an Tanralili, Rabu (30/3/2022).

Ketua DPD Hidayatullah Maros Ustadz Muhammad Kaisar dalam sambutannya berharap setiap persoalan di organisasi dapat diselesaikan dan mampu mendewasakan para pengurus.

Menurutnya, perlu dijelaskan setiap duduk persoalan yang belum jelas diatur oleh organisasi dengan dinamika perkembangan saat ini.

Ketua Depertemen Organisasi dan Sumber daya Insani (SDI) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan, Ustadz Anwar Baits menjelaskan dengan memahami visi dan aturan organisasi menjadi poin utama agar lebih terarah dalam menjalankan setiap amanah.

Kepala Departemen Pendidikan DPD Hidayatullah Maros, Ust Karim, berharap kegiatan ini menguatkan ketajaman sebagaimana amanah dan implementasi dari surah Al Alaq terkait organisasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, pengurus inti DPD Hidayatullah Maros, Ust Karim , Kepala Departemen Dakwah Ust Robianto, Kadep Ekonomi Ust Firdaus dan Bendahara Ust Fatahillah.■ fathi

Panrita 9 Donasikan Motor Dukung Dakwah DPD Hidayatullah Sidrap

0

SIDRAP, HidayatullahSulsel.com — Gerakan dakwah di Dusun Bottolita, Desa Bulucenrana, Kecamatan Pituriawa, oleh DPD Hidayatullah Sidrap akan semakin menggeliat. Pasalnya, PT Panrita Sembilan menyalurkan bantuan satu unit motor Honda Kharisma untuk membantu gerakan dakwah di sana.

Direktur PT Panrita Sembilan, Ir Muaz Yahya, menyerahkan secara langsung, bantuan satu unit motor tersebut kepada Ketua DPD Hidayatullah Sidrap, Sarmadani, di kantor PT Panrita Sembilan di Jl AP Pettarani II No 14 ini.

Motor Kharisma yang diberikan bukanlah motor baru. Meski bukan baru, tapi masih sangat layak pakai. “Bisa dicoba ustad, masih bisa stater tangan, insyaAllah mesin juga oke,” ujar arsitek yang banyak membantu desain dan pembangunan pesantren Hidayatullah ini.

Dulunya motor ini adalah motor proyek. Saat ada proyek, PT Panrita Sembilan selalu mengeluarkan satu unit motor untuk operasional pengawas di lapangan. Dan motor ini sudah tidak ada yang pakai.

“Alhamdulillah, saat hendak disedekahkan, yang teringat adalah Hidayatullah Sidrap, yang satunya dipakai operasional di tahfid Pucak,” ungkap Muaz.

Saat penyerahan STNK, sambil berpose dengan Ketua DPD Hidayatullah Sidrap, Muaz menitip pesan, “Ustad, semoga motor ini bisa dimanfaatkan untuk dakwah.”■ Sarmadani Karani

Hidayatullah Pangkep Utus Santri Tugas Dakwah Ramadhan

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Pangkep mengirim santri untuk tugas dakwah selama Ramadhan di Masjid Al-Ikhlas kampung Rising jalan Kelapa, Minasatene Kabupaten Pangkep, Rabu (30/3/2022).

Santri yang diutus, untuk tugas dakwah selama Ramadhan itu santri pilihan yang sudah memiliki hafalan 10 juz dan siap untuk mengamalkan ilmu yang telah didapatkan, selama belajar di Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep.

Ketua DPD Hidayatullah Pangkep, Ust Karding
berharap penugasan tersebut akan memberi pengalaman baru bagi santri yang ditugaskan berdakwah di bulan Ramadhan dalam dunia dakwah yang sesungguhnya.

“Kami mengharapkan melalui tugas dakwah Ramadhan kali ini bisa menghidupkan kegiatan-kegiatan keagamaan selama bulan Ramadhan. Sehingga masyarakat dapat mengisi Ramadhan dengan amal-amal shaleh dan mendapatkan ilmu pengetahuan,” pungkas.

Melalui tugas dakwah Ramadhan itu, santri mengajarkan Al-qur’an kepada semua kalangan, pembinaan remaja masjid, praktek ibadah dan kegiatan sosial keagamaan lainnya serta menjadi Imam taraweh selama Ramadhan di masjid itu.

Muh Arfan Avif, salah seorang santri yang siap ditugaskan berdakwah di Masjid Al-Ikhlas kampung Rising mengatakan tugas dakwah ini yang kedua kali diamanahkan selama Ramadhan.

“Alhamdulillah, Saya sangat senang dengan Program Tugas Dakwah Bulan Ramadhan ini. selain bisa mengamalkan ilmu yang kami dapat di pondok dan bisa memperkuat hafalan. Apalagi kemarin sudah ujian Tasmi dengan predikat kelancaran mumtaz. Semoga menjadi motivasi santri yang lain,” terangnya.■ rls

Hidayatullah Maros Buka Aneka Program Ramadhan. Ada Pelatihan Metode Hafal 1 Halaman 10 menit

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Maros menggelar Tarhib Ramadhan di kampus tiga , Masjid Hidayatullah Batangase, Mandai. Selasa , (29/3/2022).

Kegiatan dihadiri oleh orangtua santri putra dan putri yang berjumlah kurang lebih 60 santri non boarding dan santri takhossus bording.

Acara dimulai dengan protokal yang didatangkan dari Batam sebagai pembina santri, ustadz Akbar. Dilanjut tilawah oleh santri takhossus Dandi putra asli Tongkong.

Ketua DPD Hidayatullah Maros Ustadz Muhammad Kaisar menjadi penceramah dikegiatan yang cukup meriah dan sederhana tersebut. Ia menyampaikan pentingnya mempersiapkan diri untuk menghadapi Ramadhan yang tersisa empat hari.

“Persiapan itu baik dari sisi fisik maupun persiapan rohani. Kita berharap Ramadhan tahun ini bisa menjadi yang terbaik untuk memaksimalkan ibadah,” tuturnya.

Ustadz Burhanuddin yang juga didatangkan dari Jawa untuk memperkuat pergerakan pengajaran Qur’an di Maros, ia menjelaskan bahwa di bulan Ramadhan membuka program menghafal dengan metode 10 menit 1 halaman, kelas tilawah dan tahsin, kelas talaqqi, perbaikan bacaan, dan mutqin juz 30, pembelajaran dimulai jam 09.00- setelah Zuhur

Menurut ustadz beristri dua ini, program tersebut berlaku untuk semua umur, dimulai 1 Ramadhan hingga 20 Ramadhan, “Mari segera daftarkan diri, anak, dan keluarga agar menjadi ahlul Qur’an, semoga bisa masuk surga sekeluarga,” ucapnya penuh semangat.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan full dari masyarakat, pemerintah. “Dan juga Baitul Maal Hidayatullah ( BMH ) gerai Maros. Untuk informasi bisa menghubungi +62 831-2111-7177 Ust Burhan dan 081268286030,” rinci Fatahillah selaku penanggung jawab Kampus tiga Hidayatullah Batangase Maros.■ Fathi

Dahsyatnya Ramadhan yang Dihiasi Quran

0

■ Oleh : Ir. H. Abdul Majid, MA, Ketua Dewan Murobbi Wilayah Hidayatullah Sulsel dan Ketua Badan Pembina Hidayatullah Towuti, Luwu Tmur

HidayatullahSulsel.com — Bulan Ramadha adalah bulan berkah, keberkahannya meliputi semua waktu, sehingga tidak ada dalil yang mengatakan bahwa berkah di bulan Ramadhan hanya di waktu-waktu tertentu saja. Yang ada adalah semua waktu memiliki keberkahan dan keutamaannya.

Yang paling menarik dalam Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, “Jika telah datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu” [Muttafaqun ‘alaihi]

Disebutkan bahwa Pintu Syurga dibuka lebar-lebar. Artinya seluruh waktu selama Ramadhan itu Allah ta’ala buka keberkahan itu tanpa batas.

Sehingga sebab luasnya kebaikan yang ada dalam bulan mulia ini maka salah satu yang harus kita optimalkan diantara banyak amalan yang lain adalah memaksimalkan membaca Al Qur’an, sebab itu merupakan kebaikan yang luar biasa.

Apalagi disebutkan dalam hadits bahwa satu huruf dalam Al Qur’an diganjar 10 pahala oleh Allah Ta’ala. Bisa dibayangkan, bagaimana kalau AlQur’an itu dibaca di bulan Ramadhan yang pahalanya dilipatgandakan.

Maka dari itu perlu juga kita mengambil contoh dari imam-imam besar ummat Islam, sebagai tambahan motivasi kita dalam memanfaatkan keberkahan bulan suci Ramadhan ini.

Imam Syafi’i ketika datang bulan suci Ramadhan, beliau tidak melakukan aktifitas selain membaca AlQur’an atau mentadabburi AlQur’an. Segala aktifitas duniawi ditanggalkan. Beliau benar benar menghabiskan waktu hanya beribadah kepada Allah Ta’ala saja. Sehingga Imam Syafi’i mampu menghatamkan AlQur’an sebanyak 60 kali dalam bulan Ramadhan.

Maka spirit dari Imam Syafi’i ini mesti kita tirukan meskipun mungkin kita tidak bisa mencapai kualitas ibada beliau atau kemampuan bacaan beliu tapi minimal ada upaya kita untuk berniat sungguh-sungguh dan berupaya maksimal untuk mencapai target-arget yang kita niatkan dari awal tadi.

AlQur’an itu adalah kitab yang sudah sempurna sehingga menjadi mukjizat. Sampai hari kiamat akan terjaga kemukjizatannya. Meskipun banyak orang yang berupaya ingin menghilangkan dan merubah teks AlQur’an tapi upaya itu pasti selalu gagal karena AlQur’an itu dijaga Olah Allah Ta’ala melalu para penghafal AlQur’an yang bertebaran di permukaan bumi ini

Selain itu, AlQu’ran adalah kitab yang suci. Makanya ketika Umar Ibnul Khattab dalam kisah beliau sebelum memeluk Islam. Umar memukuli adiknya sebab mendengar berita keislamannya.

Dalam kisah itu, Fatimah adiknya memegang teks AlQur’an yang berusaha diambil Umar waktu itu. Tapi Fatimah menolak untuk menjaga kesucian AlQur’an. Alasannya sebab Umar belum bersuci.

Artinya sekalipun Fatimah berada dalam kondisi teror yang bisa saja dianiaya atau bahkan dibunuh kakaknya Umar yang belum masuk Islam kala itu sebab kebenciannya Umar terhadap Islam. Tapi Fatimah tetap rela dipukuli untuk menjaga kesucian AlQur’an.

Karena melihat kesungguhan penjagaan Fatimah terhadap kitab suci itu. Maka Umar akhirnya bersuci lalu boleh memegang lembaran AlQur’an yang dibaca adiknya tadi.

Lalu apa yang terjadi. Dengan penuh kesadaran Umar Ibnul Khattab akhirnya memeluk Islam setelah menemui Rasulullah.

Dari kisah ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa, betapa dasyatnya AlQur’an itu bisa membuat orang rela mati untuk menjaga kesucian AlQuran. Dan betapa luar biasanya AlQur’an itu sebab orang yang sangat membenci Islam bisa memeluk Islam setelah berinterksi dengan AlQur’an.■ Ridwan Gagah

*) Disarikan dari kajian subuh di Ponpes Hidayatullah Towuti Luwu Timur.

Dua Santri Hidayatullah Pangkep Selesaikan Ujian Tasmi

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Sebanyak dua santri putra Hidayatullah Pangkep berhasil menyelesaika tasmi’ atau ujian memperdengarkan hafalan Qur’an di hadapan para penguji dengan sekali duduk di Masjid Muhammad Al-Fatih, Selasa, (29/3/2022)

Santri Mukhlis Abdullah, siswa kelas 2 SMP asal Cirebon, Jawa Barat, telah menyelesaikan tasmi’ 6 juz sekali duduk untuk level 2 (Juz 1,2,3,28,29 dan 30) dengan kategori kelancaran Jayyid Jiddan.

Sedangkan Muh Arfan Avif, siswa kelas 3 SMP asal Minasatene, Kabupaten Pangkep, juga telah berhasil menyelesaikan tasmi’ hafalan 5 juz sekali duduk untuk level 2 (kuz 28,29,30,1, 2 dan 3) dengan kategori kelancaran Mumtaz .

Departemen Tahfidz Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Pangkep Ustadz Fahru Rauzi menerangkan, ujian Tasmi’ Al Qur’an bertujuan memperkuat hafalan para siswa dan menjadi pendorong semangat bagi siswa lainnya.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai syarat kenaikan hafalan ke juz selanjutnya, melainkan sarana mengasah mental agar para siswa terbiasa tampil di depan umum,” ujarnya.

Muhammad Arfan, salah seorang santri tahfidz menuturkan, kegiatan sangat membantunya dalam melancarkan hafalan Al-Qur’an dan juga membantu untuk tetap mengingat hafalan-hafalan sebelumnya.■ karding