Beranda blog Halaman 105

Boster Semangat Belajar Santri, Ponpes Al Muhajirin Hidayatullah Pangkep Rihlah di Matampa

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Yayasan Dinul Kamil Al-Muhajirin Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep menyelenggarakan kegiatan rihlah bagi santrinya di Taman Wisata Mattampa, Pangkep, Sabtu (22/7/2022).

Ketua Yayasan Dinul Kamil Al-Muhajirin Ust Karding memberikan spirit agar setelah rihlah para santri diharapkan semakin bertambah semangat dalam beribadah dan belajarnya serta meningkat kemampuan hafalan Qurannya.

“Semoga dengan Rihlah ini para santri semakin semangat dalam menuntut ilmu dan bertambah hafalannya,” harapnya.

Ketua Departemen Pendidikan Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep, Andi Amri, juga memberikan penguatan terkait kegiatan rihla tersebut.

“Semoga rihla kali menambah rasa syukur kita kepada Allah ta’ala dengan selalu terus belajar dan beribadah,” tambahnya.

Kegiatan Rihlah sejatinya dilaksanakan pada 25 Juni 2022 lalu, tapi tertunda karena bersamaan dengan kegiatan ampeletakan batu pertama pembangunan Rumah Quran Hidayatullah Pangkep.

Saiful Amir, seorang santri yang ikut acara rihlah tersebut mengaku sangat senang dan berharap semoga tahun depan kegiatan serupa bisa kembali dilaksanakan di tempat wisata yang berbeda.■ rls/kar

*) Like dan follow akun FB HidayatullahSulsel.com (@DPWHidayatullahSulsel) untuk melihat lebih banyak foto, video dan info kegiatan terbaru Hidayatullah di Sulsel

Wajah Ceria Santri Baru Ponpes Hidayatullah Takalar Menunggu Waktu Berbuka Puasa

0

TAKALAR, HidayatullahSulsel.com — Keceriaan tampak dari raut wajah santri baru pondok Tahfidz Ahlul Jannah Hidatullah Takalar dikala menunggu waktu berbuka puasa, Kamis (22/7/2022).

Ini merupakan hal baru bagi santri baru yang belum pernah mondok, tetapi semangat untuk mengikuti kegiatan dan program pondok itu yang tergambar dari raut wajah  ceria santri baru.

Dari mereka ada yang mengungkapkan, bahwa ternyata mondok itu begitu menyenangkan, banyak hal yang baru tetapi nampak asyik,

“Ternyata mondok itu menyenangkan ya, Banyak teman, banyak juga hal baru yang sebelumnya tidak pernah dilakukan sebelumnya tapi di sini diharuskan tapi rasanya asyik, seperti ini nunggu buka puasa rasaya seperti di bulan Ramadhan padahal bukan ya,” kata Sofyan, santri dari Pulau Bauluang Takalar.

Sofyan diantar oleh ibunya masuk di Ponpes Ahlul Jannah menyeberangi lautan berjam-jam dan menumpang kapal nelayan demi bisa mengantarkan anaknya masuk pesantren.  Tak peduli tinggi dan kencangnya ombak, Semuanya ditaklukkan  demi bisa melihat anaknya menjadi Hafidz Quran.■ mansyur

Pondok Tahfiz Ahlul Jannah Hidayatullah Takallar Sambut Santri Baru

0

TAKALAR, HidayatullahSulsel.com — Untuk pertama kalinya pondok tahfidz Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar menggelar penyambutan kedatangan santri baru, Ahad (17 /7/2022).

Pimpinan pondok tahfidz Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar Ust Baharuddin Jabbar dalam sambutannya menyampaikan kegiatan lepas sambut dan serah terima santri baru dari orangtua kepada pihak pondok untuk pertama kali dilaksanakan pondok tahfidz Ahlul Jannah.

“Karena memang usia dari pondok  ini terbilang masih sangat baru, kurang lebih baru satu tahun, dimulai Ramadhan tahun lalu. Adapun santri yang ada sebelumnya di awal-awal itu merupakan santri kiriman dari DPD Hidayatullah di luar Takalar,” tuturnya.

Sosok yang akrab di dengan panggilan Ustadz Arham ini juga menyampaikan, meskipun pengurus menyadari bahwa masih terlalu banyak kekurangan dan keterbatasan yang bisa diberikan untuk agama, tetapi semangat untuk senantiasa berkontribusi dan mengambil bagian kebaikan itu yang dipelihara dan digunakan untuk memacu diri agar lebih banyak lagi berbuat dan berbenah.

“Maka apresiasi teramat besar untuk segenap orangtua santri baru yang memberikan kepercayaan kepada pondok tahfidz Ahlul Jannah untuk menjadi tempat belajar bagi anak-anaknya. Sebab memang kita mengharapkan generasi kita ke depan menjadi generasi yang kokoh imannya, generasi yang tidak bersandar kepada nama besar orangtua yang meskipun kita orangtua kelak telah tiada mereka masih teguh menyembah Allah,” urainya mengutip surah al- Baqarah ayat 133.

Di momen yang sama, Alimuddin Dg Tindri, orangtua santri baru menyampaikan rasa harunya sebab kedua putranya tidak pernah berpisah dengannya kini harus tinggal jauh dari dirinya, mengikuti pilihannya sendiri untuk mondok

“Saya begitu terharu, sebab bilal dan hilal ini tidak pernah berpisah dengan saya, mereka ini adalah bagian dari jiwa saya, tetapi saya harus rela sebab merekalah yang memilih untuk berpisah dan mondok, pilihan yang begitu mulia. Sebagai orangtua yang menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya dukungan penuh untuk mereka, selamat belajar nak,” ucapnya sambil menyeka air mata.

Para santri baru melewati beberapa pos untuk bisa dinyatakan sah sebagai santri yaitu pos administrasi, los pengecekan perlengkapan, los penataan dan pengondisian santri baru. Di akhiri dengan makan bersama antara pengurus pondok dan seluruh santri dan keluarganya.■ mansyur

*) Like dan follow akun FB HidayatullahSulsel.com untuk melihat lebih banyak foto dan video kegiatan Hidayatullah se-Sulsel

Rakorwil se-Sulselbar, Departemen Sosial dan Kesehatan Diharap Gerakkan Program dengan Profetik dan Profesional

0

JENEPONTO, HidayatullahSulsel.com –– Departemen Sosial dan Kesehatan DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Pantai Mandala Ria Bulukumba, 20-21 Juli 2022.

Rakorwil yang mengikutkan sekitar 30 orang peserta tersebut berasal dari seluruh DPD Hidayatullah se-Sulawesi Selatan dan Barat.

Hadir dalam Rakorwil tersebut Ketua Departemen Sosial DPP Hidauatullah Ustadz Musliadi dan Ketua Departemen Kesehatan DPP Hidayatullah Ustadz Imran Faizin.

Hadir pula Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan Ustadz Drs Nasri Buhari MPd dan yang mewakili DPW Sulawesi Barat Ustadz Drs Massiara serta masing-masing Ketua Departemen Sosial dan Kesehatan Sulawesi Selatan dan Barat Ustadz Armin Abdul Karim SH.I dan Ustadz Nurdin SPd.I

Dalam sesi pembukaan yang berlangsung di anjungan Village Mandala Ria Beach, Ustadz Armin dalam sepatah katanya sebagai ketua panitia penyelenggara menyampaikan terima kasih kepada para peserta atas kehadiran dalam acara tersebut.

Ustadz Nasri berharap adanya kolaborasi program kemasyarakatan khususnya sosial kesehatan antara Hidayatullah dan pemerintah daerah.

“Perlu kemasan dan pola-pola program sosial dan kesehatan untuk kemudian semua pihak dalam hal ini masyarakat dan ummat bisa menerimanya,” harapnya.

Selain itu, tambahnya, Departemen Sosial dan Kesehatan Hidayatullah di seluruh level untuk bisa tampil memberikan solusi dan peran-peran sosial kemasyarakatan.

“Layanan sosial kesehatan perlu digerakkan secara profetik dan profesional sehingga menimbulkan simpatik masyarakat untuk kemudian memberikan profit yang terstandar dan tertarget,” kata Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Tenggara periode 2015-2020 tersebut.

Rakorwil tersebut dibuka langsung Ustadz Imran Faizin. Dalam sambutan ia menyampaikan bahwa program sosial kesehatan merupakan salah satu program pendukung utama gerakan mainstream Hidayatullah

Imran juga tidak menampik, ketika mengkonfirmasi bahwa Departemen Kesehatan di DPW dan DPD masih dijabat rangkap dengan Departemen Sosial.

“Betapa berat beban pengurus yang masih merangkap, namun kita sadari bahwa kader masih kurang, tetapi yang perlu dikedepankan adalah bagaimana mewujudkan program-program penting dan mendesak,” imbuhnya.

Dalam dua hari Rakorwil didiskusikan program-program yang telah dicanangkan. Termasuk bagaimana mencari solusi-solusi permasalahan sosial dan kesehatan yang muncul di kalangan pengurus dan jamaah.

Secara bergantian dua ketua departemen menyampaikan materinya. Ustadz Musliadi dalam sesi materinya banyak menjelaskan tentang keberadaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

Ia sangat mengharapkan adanya optimasi lembaga ta’awwun Hidayatullah serta aktivasi Sahabat Anak Indonesia (SAI).

Ustadz Imran membawakan materi tentang program kesehatan sebagai pendukung utama program mainstream. Islamic Medical Servis (IMS) juga sebagai amal usaha departemen kesehatan menjadi salah satu pembahasan yang disampaikab.

Para  peserta juga mendapatkan pengetahuan praktek pengobatan akhir zaman (PAZ) yang dikoordinir langsung Ustadz Armin menjelang penutupan di hari kedua.■ rls

*) Foto kegiatan simak di akun FB HidayatullahSulsel.com

DPD Hidayatullah Maros Ajak Ummat Terlibat Program Wakaf Pembangunan 2 Masjid

0

MAROS, HidayatullahSulsel.id — Setelah bermitra dengan Baitul Wakaf dalam pelaksanaan Idul Qurban, DPD Hidayatullah Maros kembali mensosialisasikan pembangunan masjid di dua tempat yang sedang berlangsung.

Pembangunan masjid Pondok Tahfidz Putra Hidayatullah Tanralili saat ini sedang pengerjaan lantai granit dan pengerjaan jendela.

Untuk pembangunan masjid di Kecamatan Turikale memasuki pengerjaan atap dan lantai, sudah mencapai 50 persen.

Ketua DPD Hidayatullah Maros Ust Muhammad Kaisar berharap dengan adabya pembangunan kedua masjid ini bisa dimanfaatkan oleh para penghafal quran sedangkan di Kec Turikale segera juga bisa dimanfaatkan masyarakat setempat.

Developer Perumahan Mulia Residence berharap masjid ini bisa segera dimanfaatkan oleh warga kompleks perumahan tersebut.

DPD Hidayatullah Maros bermitra dengan
Baitul Wakaf lembaga milik Hidayatullah yang berpusat di Jakarta. Untuk penggalangan dana melalui wakaf.

“Gerakan wakaf di masyarakat bisa massif utamanya dalam membangun fasilitas ibadah khususnya masjid,” jelas Ust Kaisar.
DPD Hidayatullah Maros terus mengedukasi masyarakat memberi pemahaman tentang wakaf dan mensosialisasikan gerakan Wakaf utamanya wakaf pembangunan Masjid.

Bagi masyarakat yang berminat terlibat program wakaf untuk masjid pondok Tahfidz Putra dan Masjid Ramadhan Muh Ali di Perumahan Mulia Residence, bisa menghubungi ust Muhammad Kaisar 081342563546, Ust Abd Hadi 085255992595 atau bisa mengirim ke Rek Bank BRI Tanralili

497001020065532 an/DPD Hidayatullah Maros.■ r

ls

Pemimpin Umum Hidayatullah: Seorang Pemimpin Harus Terdepan Dalam Kebaikan

0

LUWU, HidayatullahSulsel.com — Pemimpin Umum Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad, memberi tausiyah dan penguatan dalam Halaqoh Gabungan se-Luwu Raya di Pesantren Hidayatullah Sampeang, Luwu.

“Awalnya tidak terpikirkan akan ke sini (Sampeang). Padahal, sebelumnya sudah mau berangkat ke Makassar. Tetapi, inilah kehendak ilahiyah,” ujarnya Ahad (17/7/2022).

Di depan peserta halaqoh gabungan yang dihadiri kader dan pengurus Hidayatullah rayon Luwu, Luwu Timur, Palopo dan Masamba tersebut, KH Abdurrahman menekankan arti penting dan peran seorang pemimpin.

Menurutnya, saat berbicara dan mencontohkan kebaikan, sudah selayaknya seorang pemimpinlah yang terlebih dahulu mencontohkan.

“Siapa pun yang jadi pemimpin, maka dirinya harus terdepan dalam kebaikan. Kalau belum begitu, belum jadi itu kepemimpinan. Artinya, belum berhak ditolong oleh Allah,” tegas Kyai dengan penuh semangat.

Lebih jauh, sahabat setia pendiri Hidayatullah, KH. Abdullah Said tersebut, turut memberikan sindiran bahwa, seorang pemimpin sudah selayaknya disibukkan dengan berpikir bagaimana jama’ahnya ke depan.

“Tetapi, kalau ada pemimpin yang ngantuk-ngantuk terus, tidak berpikir itu tandanya,” katanya disambut tawa peserta Halaqoh.

Dengan mengusung tema, “Mengoptimalkan Proses Standarisasi Pelaksanaan Halaqah Wustho”, Halaqoh Gabungan Se-Luwu Raya ini merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel.

Pertemuan ini untuk mengoptimalkan proses standarisasi pelaksanaan Halaqah Wustho bagi kader Hidayatullah dalam zona Tersebut.

Pada kesempatan tersebut hadir pula, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ustadz Nasri Bukhori MPd dan Ketua DMW Hidayatullas Sulsel Ustadz Ir H Abdul Majid MA.

Selain itu kegiatan ini juga merupakan ajang silaturrahmi bagi kader Hidayatullah untuk merajut dan memperkokoh tali persaudaraan di antara mereka agar kekuatan dakwah di wilayah tersebut semakin berkembang.■ Ridwan Gagah/Ian Kassa

SMA Hidayatullah Parepare Gelar Orientasi Santri Baru

0

PAREPARE, HidayatullahSulsel.com — Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dilaksanakan di Gedung Kuning Pondok Pesantren Hidayatullah Parepare, 15-18 juli 2022.

“MPLS diadakan dengan tujuan untuk membantu santri baru dalam beradaptasi dengan lingkungan pondok, baik lingkungan sekolah maupun lingkungan asrama. Serta dijadikan sebagai moment bagi santri menumbuhkan motivasi, semangat dalam belajar mereka,” jelas Kepala SMA Hidayatullah Parepare ustadz Ahmad Syahril SPd saat membuka MPL.

MPLS 2022 tersebut diikuti oleh seluruh santri putri baru mulai dari jenjang SMP dan SMA. Kuota pendaftaran tahun ini dibatasi oleh panitia PPDB dengan tujuan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada santri baik di sekolah maupun asrama.■ erwin

Hidayatullah Pangkep Bangun Rumah Quran. Peletakan Batu Pertama oleh Wakil Bupati

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kabupaten Pangkep, Karding SSos mengajak seluruh elemen masyarakat agar berpartisipasi dalam pembangunan Rumah Al-Qur’an Pesantren Hidayatullah Pangkep, Jl poros kelurahan Boddonge, Balocci Baru.

Hal tersebut disampaikan dalam acara peletakan batu pertama yang diadakan di lokasi tanah hibah dari keluarga Ibu Sariana, Selasa (12/7/2022).

Hadir dalam acara peletakan batu pertama tersebut Wakil Bupati Pangkep H.l Syabhan Sammana SH, Dewan Pertimbangan Hidayatullah Ustadz Dr H Abdul Aziz Qahhar Muzakkar MSi yang menyampaikan tausyiahnya (simak isi tausyiah pada liputan selanjutnya), Ketua Dewan Murrabi Wilayah Hidayatullah Sulsel Ustadz Ir H Abdul Majid MA.

Juga Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ustadz Drs Nasri Bohari MPd. Hadir juga jajaran pemerintah setempat, Jainal Sanusi S STP MSi Camat Balocci, Maryam SPd Lurah Balocci Baru, Ahmad SSos MH Kapolsek Balocci, Baba SSos Lurah Balleangin, Muliati SE Lurah Tonasa, dan CSR PT Semen Tonasa H Saenal Anjani Dolo, serta beberapa tokoh masyarakat H Yahya dan para simpatisan donatur Hidayatullah Pangkep.

“Hadirnya Rumah Qur’an Hidayatullah Pangkep merupakan salah satu program Hidayatullah secara nasional, yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan Al Qur’an serta ilmu diniyah dan akhlak serta syiar dakwah untuk masyarakat sekitar,” jelasnya.

Karding mengutip sebuah hadits, sebaik-baik di antara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkanya. Nabi Muhammad SAW dimuliakan Allah karena al-Qur’an dan umat yang terbaik adalah yang belajar al-Qur’an.

“Oleh karena itu, mari membangun Pangkep bil khusus Balocci baru ini dengan al-Quran sehingga menjadi wilayah yang terbaik, dan Alhamdulillah 10 dari program pemerintah kabupaten Pangkep adalah menjadikan Pangkep Religius maka menjadi satu bagian tidak terpisahkan dengan Rumah Al-Qur’an itu sendiri,” ujarnya.

Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada pengurus DPD Hidayatullah Pangkep karena telah hadirkan program Rumah Al-Qur’annya dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan.

“Program yang diangkat Hidayatullah yakni Rumah Al-Qur’an serupa dengan program pemerintah Pangkep untuk menjadikan Pangkep Religius. Mari dukung pembangunan Rumah Quran ini,” jelasnya.

Ia juga berharap, semoga pondok pesantren di Pangkep tidak ada praktek-praktek yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, seperti ajaran sesat dan penyimpabgan lainnya.■ kar

*) Simak foto-foto kegiatan selengkapnya di akun fb HidayatullahSulsel.com @DPWHidayatullahSulsel

Shalat Id dan Gema Takbir Pertama di Kampung To Barana Toraja Utara

0

HidayatullahSulsel.com — Sejarah terukir di Desa Issong Kalua Kecamatan Buntao’, Toraja Utara tepatnya di kampung to’Barana’ pada Ahad, 10 Juli 2022. Untuk pertama kalinya umat Islam di daerah mayoritas penganut Nasrani itu, merayakan dan menyelenggarakan shalat Idul Adha.

Shalat Id perdana itu dihadiri Ketua Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan sekaligus Ketua Pos Dai Sulsel Ust Reskyaman SW SPd MM sebagai Khotib.

Kehadir sebagai khotbah atas undangan dai perintis Hidayatullah Toraja, Ust Burhanuddin dan Ketua DPD Hidayatullah Toraja Utara, Ust Ikhsan Saleh.

Penyelenggaraan shalat Id itu bisa terlaksana karena adanya masjid yang baru dibangun oleh warga setempat. “Walau belum selesai tahap pembangunannya. Namun karena semangat untuk berlebaran pertama kali di kampungnya, warga to’Barana’ bahu membahu membangun masjid,” ujar Ust Reskyaman mengisahkan.

Pembangunan masjid kampung to Barana itu oleh inisiatif keluarga Hj Rosmiati, warga asli to Barana pensiunan dan berdomisili di Palopo. “Ibuu di kampung kita masih ada kurang, padahal ada lebih 10 keluarga yang beragama Islam tapi tidak ada masjid di sana,” ujar ponakannya kepada Hj. Rosmiat.

Hari itu juga Hj Rosmiati bertanya kepada kakak tertuanya, adakah lahan yang bisa ditempati membangun masjid di sekitar rumah Tongkonan adat To’Barana’.

Untuk membangun masjid tersebut harus melalui izin dari semua rumpun dari warga sekitar, ketua adat dan pemerintah setempat.

Alhamdulillah tidak cukup dua pekan, surat tanda waqaf dari para ketua rumpun, surat izin dari pemerintah dan ketua adat, dan surat persetujuan dari warga sekitar dikantongi.

Maka pada 28 Oktober 2021 dilaksanakanlah peletakan batu pertama pembangunan masjid yang dihadiri Bimas Islam dari Kementrian Agama Toraja Utara, KUA pemerintah dan tokoh adat setempat.

Hj Rosmiati mengaku terharu, bersyukur dan bahagia. Air matanya menetes seakan tidak percaya yang dahulu kala hanyalah sebuah mimpi, sekarang telah terwujud. Warga to’Barana’ akhirnya bisa memiliki masjid dan akhirnya dipergunakan untuk merayakan Idul Adha di kampung sendiri.

Begitu banyak keberkahan yang hadir di kampung tersebut, pada momen perayaan Idul Adha tersebut, salah satunya ditandai dengan masuknya Islam seorang warga sebelum pelaksanaan sholat ‘Id.

Setelah selesai sholat ‘Id, Hj Rosmiati menceritakan bahwa dirinya adalah seorang muallaf. Ia masuk Islam pada umur 11 tahun, lantaran terkesima dengan ceramah dai kharismatik Bunt’o Ahmad Tammu pada saat itu.

“Dahulu masyarakat di sini rata- rata menganut kepercayaan animisme Aluk Todolo, termasuk keluarganya,” tutur Hj Rosmiati.

Saat ini masjid masih dalam tahap penyelesaian pembangunan. Karena keterbatasan dana dan warga sekitar tergolong ekonomi menengah ke bawah, ungkap Ust Reskyaman, maka membutuhkan dukungan dari para dermawan pemerhati masjid untuk merampungkan pembangunan yang baru selesai sekitar 50-60%.

Donasi bisa disalurkan melalui rekening BNI Pos Dai Cabang Sulawesi Selatan, dengan nomor rekening 0855735056.■ res

10 Ekor Sapi untuk Mualaf dan Muslim Pedalaman Seko

0

HidayatullahSulsel.com — Sepuluh ekor sapi qurban untuk muslim dan mualaf pendalaman Seko-Luwu Utara telah disalurkan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH), pemotongan dilaksanakan di di beberapa titik Longga, Matanona, Lambiri, Ambalong dan Loadang.

Pembagian daging dilaksanakan dengan tertib, daging dalam cincangan besar itu ditusuk berentangan dengan rotan. Masing masing nama keluarga dipangil untuk mendapatkan daging qurban.

Bunga (20th), salah seorang mualaf penerima daging qurban terkesan dengan program yang dilaksanakan oleh laznas BMH. Bagi dirinya dan mualaf lainnya yang baru mengenal Islam, ibadah ini bukan saja memberi pemahaman baru, namun persaudaraan dalam Islam bisa datang dari mana saja.

“Terimakasih bagi para pekurban, alhamdulillah kami telah menyaksikan prosesnya dan juga mendapatkan pembagian daging,” pungkasnya.

Sabral Ali, mewakili pemerintah Desa Loadang mengatakan mengapresiasi kerja-kerja Laznas BMH. Ia mengatakan bahwa di wilayah admistrasinya terdapat mualaf 10 KK baru di tahun ini. 

“Terimakasih atas syiar Islam yang dilaksanakan di desa kami, ini sangat bermanfaat terutama untuk saudara mualaf kita di sini baik yang baru masuk Islam maupun yang sudah lama,” ujar Sabral.■ basori