Beranda blog Halaman 104

Meneguhkan Kemandirian Ekonomi Sulsel

0

Oleh : Ust Sarmadani Karani, Ketua DPC Hidayatullah Sidrap

HidayatullahSulsel com — Kemarin, senja akhir Dzulhijjah 1443 H di Gedung Peradaban Hidayatullah, juga mengakhiri acara Pelatihan Ekonomi dan Koperasi yang digelar Departemen Ekonomi DPW Hidayatullah Sulsel.

Bukan secara kebetulan. Acara ditutup saat menjelang adzan Magrib, di akhir Dzulhijjah, dan ditandai dengan masuknya 1 Muharram 1444 H.

Acara yang rencana awal ditutup setelah Ashar, bergeser hingga penutupan menjelang magrib, diwaktu pergantian tahun baru Islam. 1 Muharram 1444.

Kesannya, acara tersebut biasa dan santai saja. Tidak ada yang terlalu istimewa. Dibawah pantauan langsung Departemen Ekonomi Keummatan dan Koperasi DPP Hidayatullah, Ustad Ruhyadi Sujana, S.Sos, MM, dan juga pengawasan langsung Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, Ustad Drs. Nasri Buhari, M.Pd.I, acara pelatihan ini menjadi lebih istimewa, berkelas dan berkesan.

Dari dua hari pelatihan ekonomi tersebut, saya mencoba menggoreskan refleksi untuk menjadi pengingat bahwa pernah berdiskusi serius, bicara tentang ekonomi kelembagaan Hidayatulah di Sulsel.

Terus terang, aspek ekonomi Hidayatullah di Sulsel dalam kondisi yang tidak baik-baij amat. Tidak berkembang dan nyaris jauh tertinggal. Apalagi jika membandingkan dengan perekonomian Hidayatullah Jawa Timur, khususnya Surabaya.

Contoh yang tidak jauh, sebutlah geliat ekonomi di Hidayatullah Kendari, yang eksis dengan Kambing aqikah dan BTH nya.

Untuk menelaah keberhasilan ekonomi Hidayatullah di Sulsel, coba kita hitung, dari seluruh penerimaan dana di Kampus Madya, dan juga DPD Hidayatullah di Sulsel, sudah berapa persen income dari keberadaan ekonomi real kita. Jika ada pondok Hidayatullah di Sulsel yang penerimaan atau income ekonominya, sudah mencapai 5 hingga 10%, saya patut angkat topi.

Dari diskusi di pelatihan di akhir Dzulhijjah 1443 ini, ada azzam yang kuat untuk menggiatkan ekonomi di Hidayatullah Sulsel. Gerakan realnya ada dua, menghidupkan BTH (lembaga keuangan syariah), dan bergerak juga usaha koperasi dalam bidang retail.

Ada beberapa keputusan yang sangat strategis, yang jika ini dieksekusi dengan baik, lewat kerja yang Istiqomah, sabar dan ulet, insyaallah kita juga bisa sukses sebagai gerakan Muhammad Daud di Surabaya, yang Ikut membersamai berkembangnya BTH di Surabaya.

Keputusan itu ; 1. Wajib mendirikan BTH di Sulsel, 2. Mendirikan Koperasi Primer Provinsi, dan semua Pengurus Hidayatullah di Sulsel wajib menjadi anggota. Dan keputusan-keputusan penting lainnya.

Hanya saja, ini butuh pengawalan ketat. Dikerja, bukan dicerita. Dinyatakan, bukan sekedar pernyataan. Dieksekusi bukan sekedar diskusi. Talk less do more, begitu katanya.

Ya, yang sudah real gerakannya itu, telur asin Pak Dani, meski kecil, semangat ekonominya itu sudah ada dari rasa asinnya telur. Semoga ekonomi di Sulsel bisa segera menggeliat. Allahu Akbar.(*)

Bulcen, 1 Muharram 1444 H

Tahun Baru Hijrah, DPD Hidayatullah Maros Ajak Ummat Kembali ke Quran

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Maros meggelar malam bina iman dan taqwa (Mabit) di Kampus III Hidayatullah Batangase Maros, Jum’at-Sabtu 29 dzuhijjah-1 Muharram (29/7/2022).

“Alhamdulillah, kegiatan ini sebagai ikhtiar untuk terus menajamkan spirit perjuangan dan kenikmatan perjuangan ini juga mesti dirasakan oleh masyarakat, dan santri, sebagai wujud nyata mengedukasi generasi untuk lebih baik lagi,” tutur Pengurus DPD Hidayatullah Maros, Ust Fatahillah

Ustadz Muhammad Kaisar selaku Ketua DPD Hidayatullah Maros tampil penuh semangat menyampaikan tausiyah di hadapan para santri dan orangtua santri Hidayatullah Batangase Maros

Menurutnya, bulan Muharram merupakan penanggalan Islam. Hendaknya kita menghafal bulan Islam (Hijrah), di dalam kalender Hijriyah ada hal yang mesti diketahui.

“Ada spirit besar dari penanggalan Hijrah, ada perintah yang diinformasikan Rasulullah yang harus kita jalankan misalnya tangal 13, 14, 15 ada perintah puasa setiap bulan,” jelasnya.

Ada juga waktu pengobatan setiap tanggal 17, 19 dan 21 hijrah yakni pengobatan dengan bekam, cara pengobatan yang dicontohkan Nabi. Ada juga peristiwa besar 17 Ramadhon turunnya Al-Qur’an. “Semua ini bisa dipahami melalui bulan Hijrah

Tahun hijrah juga jelasnya sebagai proses hijrah Rasulullah dari Mekkah ke Madinah dan ada peristiwa heroik yang mana koalisi kafir Quraisy akan membunuh Nabi sebagai salah satu cara hentikan Nabi berdakwah Namun Rasulullah dapat lolos berkat bantuan Allah.

“Dan juga karena peran pemuda pemberani Ali bin Abuthalib yang menggantikan Rasullah di tempat tidurnya,” tuturnya penuh semangat

Momentum bulan hijrah adalah momentum kembali ke Al-Qur’an. Ust Kaisar membahas enam azzimat dalam surah Al Muzammil. “Yakni sholat lail (tahajjud), membaca Al-Qur’an dengan tartil, berzikir kepada Allah, tawakkal, menjadi hamba yang bersabar, berhijrah,” tutup ustadz berdarah Wajo ini.(fatih)

Khitobah Rutinan Santri Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep Latih Mental Dakwah

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Salah satu kegiatan rutin pekanan Khitobah santri putra kembali dilaksanakan di Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep, Sabtu (29/07/2022).

Khitobah santri dilaksanakan setiap pekan malam Sabtu yang dihadiri oleh semua santri putra dan diikuti setiap kelas secara bergilir.

Pada malam Sabtu pekan ini yang mendapatkan giliran adalah santri Muhammad Arifin dengan tema Khitobah Pentingnya menuntut Ilmu.

Kegiatan tersebut berlangsung selama kurang lebih 2 jam 30 menit yang diawali kegiatan rutinan wirid malam dengan membaca surah As-Sajadah dan surah Al-Mulk dan diteruskan kegiatan khitobah.

Rangkaian kegiatan Khitobah pekan ini diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Syawal, Ceramah oleh Arifin.

Ust Karding selaku Pembina Organisasi Pelajar Santri Hidayatullah (OPH) menjelaskan kegiatan khitobah dengan tujuan melatih mental santri dalam berdakwah.

“Dengan harapan mampu mencetak santri yang berani dan percaya diri sehingga siap menghadapi masyarakat terutama dalam mengamalkan ilmunya.” imbuhnya.(rls)

Dorong Pengembangan Koperasi, DPW Sulsel Gelar Pelatihan Manajemen Koperasi Hidayatullah

0


PAREPARE, HidayatullahSulsel.com — Departemen Ekonomi dan Aset Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulsel menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Koperasi Hidayatullah di Gedung Dakwah Hidayatullah, Parepare, Kamis (28/7/2022).

“Pelatihan ini sebagai upaya mendorong kampus-kampus (pondok pesantren) Hidayatullah di Sulsel mendirikan dan mengembangkan unit usaha perkoperasian,” jelas Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ust  Nasuri Bukhari MPd di sela kegiatan pelatihan tersebut.

Menurutnya usaha koperasi sangat potensial dan memungkinkan dikembangkan untuk kebutuhan jamaah maupun kemandirian ekonomi pondok pesantren Hidayatullah se-Sulsel.

Pelatihan selama dua itu menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah maupun Dinas Koperasi. Dengan tema “Melalui Kelembagaan Koperasi Kita Wujudkan Pemberdayaan Ekonomi Warga dan Masyarakat.”

Peserta pelatihan diikuti oleh hampir seluruh Ketua Bidang Ekonomi DPD Hidayatullah yang tersebar di berbagai kabupaten/kota Sulawesi Selatan. 

Kadep. Ekonomi & Aset DPW Hidayatullah Sulsel, Imran Djufri SPd.I mengatakan penyelenggaraan pelatihan koperasi diniatkan agar pengurus-pengurus Hidayatullah yang ada di daerah diharapkan mampu menggeliatkan sektor perekonomian. Khususnya berbasis koperasi.

“Kita tentu berharap, melalui pelatihan ini teman-teman bisa menggawangi geliat perekonomian di daerah masing-masing. Khususnya pengadaan dan pengembangan koperasi. Bila perlu dengan UMKM sekalian,” kata Imran.

Ketua Departemen Ekonomi Keumatan dan Koperasi DPP Hidayatullah, Ustadz Ruhyadi Sujana SSos MM sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut. 

Di depan puluhan peserta pelatihan, Ustadz Ruhyadi menyempatkan memberi motivasi bisnis. Menurutnya, banyak orang, bahkan warga Hidayatullah sendiri yang takut menekuni dunia bisnis. Ketakutan tersebut dikarenakan resiko bisnis yang teramat besar dan banyak.

“Kita ini ya, masih sedikit yang mau berbisnis. Kebanyakan maunya jadi guru saja. Bayangannya guru enak, tiap bulan dapat. Kenapa begitu? Karena pikiran kita bisnis itu resikonya besar. Banyak lagi. Padahal, kalau kita mau merenungkan justru resiko-resiko itulah yang kelak membuat kita sukses,” terang Ruhyadi memberi semangat.(Ian kassa)

Ust Fatahillah : Kemuliaan, Urgensi Menuntut Ilmu

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Maros menugaskan para dainya untuk mengisi khutbah di sejumlah masjid di wilayah Kabupaten Maros.

“Penugasan ini bagian dari gerak dan upaya Hidayatullah Maros menggerakkan dalam rangka mencerdaskan ummat melalui gerakan pendidikan dan dakwah,” jelas Ketua DPD Hidayatullah Maros, Ust Drs Muhammad Kaisar.

Di antara dai yang diutus Departemen Dakwah Hidayatullah Maros, ust Fatahillah di utus di Masjid Baitul Karim Kecamatan Tanralil perumahan D Queen, menyampaikan khutbah dengan tema Urgensi Menuntut Ilmu, Jum’at (29 /7/2022).

Menurut putra Asli Pinrang ini, urgensi menuntut ilmu ini diisyaratkan dalam surat Al Alaq ayat pertama. Alquran yang pertama diwahyukan kepada Rasulullah ﷺ adalah surat Al Alaq. Berikut inti sari khutbah yang disampaikan :

Melalui Surah Al Alaq dapat kita pahami untuk menjalani setiap kehidupan dibutuhkan ilmu, seperti halnya bangunan masjid ini bisa terbangun dengan baik dan benar karena adanya ilmu dalam hal membangun.

Sudah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim, tambahnya, untuk benar-benar serius menuntut ilmu agar dapat menjalankan setiap perintah Allah dengan baik dan benar, juga menjauhi larangan Allah dengan maksimal.

Membaca merupakan gerakan pendidikan sumber kekuatan ummat Islam, menjadi cahaya terang untuk kemajuan generasi karena seorang yg memiliki iman dan ilmu menjadi istimewa dalam pandangan Allah sebagaimana firmanNya

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman dan diberi ilmu di antara kalian beberapa derajat.” (QS Al Mujadilah ayat 11)

Untuk menguatkan keimanan maka cara terbaik dengan memahami setiap perkara yang berkaitan dengan keseharian. Satu indikator seorang dikehendaki kebaikan maka Allah akan berikan jalan untuk memahami agama, bukan diberikan harta atau wanita

مَن يُرِدِ اللهُ به خيرًا يُفَقِّهْه في الدينِ

“Siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, Allah akan memahamkannya dalam agama.” (HR Bukhari dan Muslim

Di antara keutamaan ilmu juga Nabi diajarkan oleh Allah bahwa yang perlu ditambahkan dalam hidup ini adalah ilmu

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا “Dan katakanlah wahai Muhammad: Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.” (QS Thaha ayat 114)

Kita juga dimotivasi oleh Nabi agar terus bersemangat dalam menjalani hidup ini dengan berupaya maksimal mencari ilmu

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju surga.” (HR Bukhari dan Muslim).

Setelah khutbah Ust Fatahillah melanjutkan menyampaikan amanah donatur berupa berbagi nasi bungkus.(*)

Laznas BMH Serahkan Bantuan Motor untuk Dakwah Mualaf di Toraja Utara

0

PAREPARE, HidayatullahSulsel.com — Mendukung dakwah untuk kalangan mualaf dan kaum muslimin yang ada di Toraja Utara, Lembaga Amil Zakat Nasional  Baitul Maal  Hidayatullah (Laznas BMH) menyerahkan motor operasional dakwah untuk dai, awal pekan ini (24/07/2022).

Bantuan motor diserahkan kepada Ustadz Ikhsan Sholeh, seorang dai yang telah berkecimpung 12 tahun dalam dakwah. Di awal tahun ini ia menerima tugas baru di pedalaman Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Selain kondisi alam yang menantang, ia juga akan lebih banyak berjibaku dengan dakwah dan tarbiyah kepada mualaf dan hidup di kalangan minoritas non-Muslim.

Panggilan jiwa Ust Ikhsab untuk membersamai mereka yang telah bersyahadat. Juga membentengi iman dengan laku seorang muslim dan mengiringi dengan ilmu agama menjadikan langkahnya ringan dalam kebaikan.

“Untuk pelayanan dakwah yang kami lakukan berupa khutbah Jum’at. Kemudian agenda dakwah selanjutnya adalah pelaksanaan Rumah Qur’an/rumah Tahfidz di kecamatan  Sa’dan dan Sesean, Insya Allah akan jadi tempat menghafal/ mengaji anak-anak dan warga muslim  mualaf,” ujarnya.

Dengan adanya motor untuk kendaraan dakwah tersebut , Ustadz Ikhsan mengaku akan sangat terbantu untuk mencapai titik binaan para muslim dan mualaf di Toraja Utara.

Motor baru tersebut merupakan hibah dari Hj Nur Haedah. Ia berharap motor tersebut memjadi wasilah untuk menghantar hidayah dan menjadikan mereka dekat dengan al Quran.(Basori)

TK Assyfa Ponpes Hidayatullah Towuti Juara Lomba Mewarnai Hari Anak Nasional Tingkat Luwu Timur

0

LUWU TIMUR, HidayatullahSulsel.com — Siswa Taman Kanak-Kanak Assyfa Pondok Pesantren Hidayatullah Towuti, Nayla, menjadi salah seorang pemenang dalam lomba mewarnai gambar pada ajang Hari Anak Nasional yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Luwu Timur, Selasa (26/7/2022).

Kegiatan yang diselenggrahkan di Anjungan Sungai Malili ini diikuti peserta dari seluruh sekolah tingkat TK se-Kabupaten Lutim.

Kepala TK Assyfa Ponpes Hidayatullah Towuti, Ustadzah Hasmawati menyampaikan bersyukur atas pencapaian anak didiknya pada kegiatan yang diikuti oleh anak didiknya ini, menunjukkan indikator pelajaran menggambar untuk melatih dan mengembangkan kemampuan motorik tercapai.

“Alhamdulillah kami bahagia sebab Nayla anak didik kami di TK Assyfa Ponpes Hidayatullah Towuti mendapat kemenangan dalam lomba yang diikuti TK se Luwu Timur ini. Semoga ini bisa menamba motivasi bagi mereka,” harapnya.

Disamping itu, tambahnya, melalui lomba ini sebagai media mengekspresikan diri meningkatkan konsentrasi serta melati kekuatan dalam pengembangan otot-otot kecil di pergelangan tangan dan jari anak didik.

“Banyak manfaat yang anak dapat dari kegiatan ini. selain membuat anak senang, lomba mewarnai gambar ini juga untuk mengekspresikan diri dan merangsang kreativitas mereka,” kata Ustadza Hasma.(Ridwan Gagah)

Motivasi Belajar Santri, Ponpes Hidayatullah Pangkep Beri Apresiasi Santri Berprestasi

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep memberikan apreasiasi santri berprestasi di Kampung Mallengge, Pangkep, Senin (25/7/2022).

Berdasarkan hasil musyawarah pengasuh beserta dewan asatid Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep memutuskan santri berprestasi dengan kategori nilai Mumtaz:

  1. Kitab Ilmu Hadits diraih oleh Agus Setiawan kelas 2 SMA dengan nilai 95.
  2. Kitab Fiqih Sunnah diraih oleh Mukhlis Abdullah kelas 2 SMP dengan nilai 95.
  3. Bahasa Arab nominasi Kelas SMP diraih oleh Muhammad Thiar Syarif dengan nilai 90.
  4. Kitab Fiqih Sunnah nominasi juara ke 2 diraih oleh Muhammad Ikhsan Amiruddin dengan nilai 90
  5. Kitab Ilmu Hadits nominasi juara ke 2 diraih oleh Muhammad Adli At-Thabrani dengan nilai 95
  6. Bahasa Arab diraih oleh Muhammad Fajaruddin dengan nilai 80.

Penyerahan hadiah oleh Ketua Yayasan Dinul Kamil Muhajarin Hidayatullah Pangkep, Karding SSos dan juga oleh Ketua DKM Masjid Muhammad Al-Fatih Agustan.

Pemberian hadiah ini, menurut Karding, dimaksudkan untuk menyemangati para santri untuk terus giat belajar.

“Pemberian hadiah ini, sebenarnya untuk menyemangati seluruh santri. Karena sesungguhnya jihad seorang santri adalah belajar, belajar dan belajar,” ujarnya. Hadiah berasal dari para donatur.(rls/*)

SDH Sultanbatara Wisuda dan Penugasan Angkatan III. Ketua DPW Sulsel Ingatkan Transformasi Nilai Manhaj Hidayatullah

0

PAREPARE, HidayatullahSulsel.com — Sekolah Dai Hidayatullah (SDH) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sultanbatara) mewisuda dan kembali menugaskan alumninya berdakwah ke pelosok Nusantara. Wisuda angkatan III dilaksanakan di Gedung Dakwah Hidayatullah Sulsel, Parepare, Ahad (24/7/2022).

Agenda wisuda dirangkaikan dengan ujian terbuka Matan Mandzumah Al Jazariyah sebagai tahap ujian Qur’an terakhir sebagai bekal wisudawan terjun berdakwah ke masyarakat membumikan Al Qur’an.

Kabag TU Kemenag Kota Parepare Ir Syaiful Mahsan MAg dalam sambutannya mengatakan “Alumni yang akan disebar hari ini akan menjawab tantangan ummat masa kini. Dimana moderasi beragama sudah harus dilaksanakan, tampil baik dan memberikan pelayanan terbaik kepada ummat.”

Ia memastikan pihak Kemenag akan terus mensupport kegiatan-kegiatan dakwah Hidayatullah khususnya di Parepare. “Karena ini adalah berlian yang harus terus ditampakkan,” tambahnya.

Turut hadir pada Wisuda alumni SDH Sultanbatara itu Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ust Drs Nasri Bukhari MPd dan jajaran pengurus DPW Hidayatullah Sulsel, anggota DMW Sulsel, BMH Perwakilan Sulsel dan ketua DPD Hidayatullah se-Sulsel.

Hadir pula jajaran pengurus DPW Hidayatullah Sulbar beserta BMH Perwakilan Sulbar. Dalam sambutan Ust Nasri memaparkan tentang suksesi dakwah dengan Manhaj Sistematika Wahyu.

“Para alumni ini harus mampu mentransformasikan nilai-nilai manhaji dalam amanah tugas yang diemban nantinya agar seluruh rangkaian dakwah tertata dengan baik dan sukses,” ujarnya.

Sebagai parnert sinergi SDH, BMH Perwakilan Sulsel juga mendukung penuh kegiatan, juga secara simbolis BMH Perwakilan Sulsel menyerahkan motor bantuan Dai tangguh pedalaman Toraja Utara untuk ekspansi dakwah di daerah minoritas Islam tersebut.(Abu Haniyyah/*)

MIS Darul Ilmi Ponpes Hidayatullah Towuti Simulasi Manasik Haji dan Mabit

0

LUWU TIMUR, HidayatullahSulsel.com — Memasuki tahun ajaran baru 2022/2023 MIS Darul Ilmi Ponpes Hidayatullah Towuti menggelar simulasi manasik haji dirangkaikan dengan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) di halaman sekolah kampus Hidayatullah Towuti, Sabtu (23/7/2022).

Kepala Sekolah MIS Darul Ilmi, Ustazah Ega Linza Wati, menyampaikan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan di Ponpes Hidayatullah Towuti bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang prosesi ibadah haji.

“Ini dalah upaya kita mengenalkan sekaligus memotivasi anak untuk bisa menyempurnakan rukun Islam mereka dengan ibadah haji ini,” katanya

Selain manasik haji, kegiatan ini juga dirangkaikam dengan MABIT untuk mendidik anak agar membiasakan fisik beribadah kepada Allah Ta’ala. “Selain itu semoga dengan kegiatan ini, anak itu lembutkan hatinya, bersih jiwanya dan mencintai sesamanya,” harapnya.

“Jadi pelatihan manasik haji yang dirangkaikan mabit ini menjadi penting dalam meningkatkan pemahaman ibadah haji serta membiasakan anak agar terbimbing hatinya untuk senantiasa beribadah kepada Allah ta’ala,” terang ustzah Ega.■ Ridwan Gagah

*) Like dan follow akun FB HidayatullahSulsel.com untuk melihat lebih banyak foto, video dan info kegiatan terbaru Hidayatullah di Sulsel