Beranda blog Halaman 106

Baitul Wakaf Bermitra DPD Hidayatullah di SulSel Santuni 1.100 Muallaf

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Baitul Wakaf menjalin kerjasama penyaluran daging qurban bagi muallaf dengan sejumlah Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah di Sulsel.

Pemotongan hewan qurban pada Rabu (13/7/2022) yang merupakan hari terakhir Hari Tasrik dirangkaikan dengan pengajian oleh Ust Muntazar dai dari Hidayatullah Gorontalo.

Masyarakat yang disantuni oleh Baitul Wakaf mengucapkan terima kasih dan berharap semoga semakin banyak program Baitul Wakaf yang bisa dirasakan oleh masyarakat khususnya di Desa Tombang, Luwu.

Untuk di Maros, muallaf yang diberikan daging qurban sebanyak 50 paket di Kecamatan Moncongloe, merupakan komunitas muallaf binaan DPD Hidayatullah Maros.

Menurut Ketua DPD Hidayatullah Maros Ust Drs Muhammad Kaisar pihaknya akan lebih intens membina komunitas muallaf di masyarakat Desa Moncongloe seiring keterlibatan sejumlah pihak, salah satunya Baitul Wakaf.

“Ini merupakan langkah awal kemitraan dengan Lembaga Nazir Wakaf yaitu Baitul Wakaf. Untuk program selanjutnya penyaluran dana wakaf untuk pembangunan masjid di Maros,” jelasnya.

Saat ini program pembangunan masjid DPD Hidayatullah yang sedang berlangsung di perumahan Mulia Residence dan Pondok Tahfidz Putra Tanralili. 

Bagi yang ingin berwakaf dalam pembangun masjid bisa menghubungi ust Muhammad Kaisar 081342563546 Ust Abd Hadi 085255992595 atau bisa mengirim ke Rek Bank BRI Tanralili 497001020065532 ayas nama DPD Hidayatullah Maros.■ kai

Berkurban Manivestasi Rasa Syukur

0

■ Oleh : Ust Drs Nashri Bukhari MPd, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel

HidayatullahSulsel.com — Mulai hari ini dan tiga hari setelah hari ini, kaum muslimin di seluruh dunia akan mengumandangkan kalimat yang sama, berupa takbir, tahmid, dan tahlil. Tidak ada kata atau kalimat yang lebih baik untuk diucapkan hari-hari ini melebihi ketiga kalimat tersebut.

Allah berfirman : 

وَاذۡكُرُوا اللّٰهَ فِىۡٓ اَيَّامٍ مَّعۡدُوۡدٰتٍ‌ؕ فَمَنۡ تَعَجَّلَ فِىۡ يَوۡمَيۡنِ فَلَاۤ اِثۡمَ عَلَيۡهِ ۚ وَمَنۡ تَاَخَّرَ فَلَاۤ اِثۡمَ عَلَيۡه‌ِ ۙ لِمَنِ اتَّقٰى ؕ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعۡلَمُوۡٓا اَنَّکُمۡ اِلَيۡهِ تُحۡشَرُوۡنَ

Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka
tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya. (Al Baqarah: 203)

Para ulama sepakat bahwa yang dimaksud dengan berdzikir pada ayat di atas adalah takbiran atau mengucapkan takbir, sebagaimana yang kita kumandangkan hari ini.

Takbiran merupakan ekspresi kegembiraan, suka cita, dan kebahagiaan menyambut hari raya. Inilah hari kemenangan ketika masing-masing kita memenangkan Allah di atas segala-galanya.

Hari ini, tiada kekuasaan selain kekuasaan Allah. Tidak ada sandaran selain sandaran Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah. Dialah satu satunya yang patut disembah, dipuji, disanjung, dan diagungkan. Laa Ilaha Illallah.

Hari ini kita memerdekakan diri kita dari segala bentuk penyembahan dan perbudakan selain Allah, termasuk perbudakan hawa nafsu kita sendiri. Tidak ada dan tidak boleh lagi ada yang membelenggu kita selain Allah.

Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi Rabbil Alamin. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Inilah kenikmatan hakiki, kenikmatan yang sebesar-besarnya. Tidak ada kenikmatan yang melebihi kenikmatan kemerdekaan dari segala bentuk perbudakan kecuali menjadi hamba Allah.

Bisa jadi selama ini kita diperbudak oleh uang. Bisa jadi kita diperbudak oleh jabatan. Bisa jadi kita diperbudak oleh karier. Bisa jadi kita diperbudak oleh rezim. Bisa jadi kita diperbudak oleh nafsu kita sendiri.

Hari ini kita nyatakan kemerdekaan dari segala bentuk perbudakan. Kita nyatakan Allahu Akbar, Allah Maha Basar.

Selain Allah itu kecil. Karier itu kecil. Jabatan itu kecil. Pangkat itu kecil. Kekayaan itu kecil. Pekerjaan itu kecil. Ras itu kecil. Golongan itu kecil. Organisasi itu kecil. Partai itu kecil. Yang besar hanya Allah.

Semua yang kecil yang kami sebut tadi bisa menjadi besar jika seiring dengan Allah, bersama Allah, dan tidak bertentangan dengan Allah. Semua dapat dijadikan alat menuju ridha Allah.

Ada satu surat terpendek dalam al-Qur’an yang paling relevan dengan momentum dan peristiwa hari ini, yaitu surat Al-Kautsar. Melalui 3 ayat pendek ini Allah mengingatkan tentang berbagai kenikmatan yang diberikan Allah dan implementasi kesyukuran atas pemberian nikmat tersebut, yaitu shalat dan berkurban.

Allah berfirman:
اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ 1 فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ 2 اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ 3

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus. (Al Kautsar: 1-3)

Imam Al-Ghazali merumuskan nikmat adalah setiap kebaikan, kelezatan, kebahagiaan, bahkan setiap keinginan yang terpenuhi. Meskipun demikian, masih kata Al-Ghazali, nikmat sejati adalah kebahagiaan hidup ukhrawi, di hari kiamat yang abadi.

Terhadap nikmat Tuhan, baik yang berupa nikmat duniawi maupun nikmat ukhrawi, nikmat dzahir maupun bathin, jika dihitung tak akan pernah ada yang dapat menghitungnya, apalagi memperhitungkannya. Allah berfirman:

وَاِنۡ تَعُدُّوۡا نِعۡمَةَ اللّٰهِ لَا تُحۡصُوۡهَاؕ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ‏

Jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An Nahl: 18)

Sepintas kita coba memperhatikan anggota tubuh kita yang nampak dan penting-penting saja, kaki, tangan, perut, mulut, mata, telinga, dan hidung.

Semua anggota tubuh yang kami sebut tadi merupakan instrumen lengkap yang dapat bergerak otomatis, bergerak dan berfungsi serentak dalam waktu bersamaan.

Mata sambil melihat, mulut berbicara, telinga bisa mendengar, hidung mencium, sedang kaki sambil jalan serta tangan bergerak. Instrumen itu bergerak atas perintah otak yang tersambung melalui syaraf-syaraf halus ribuan kilometer panjangnya.

Subhanallah wallahu Akbar. Dalam al-Qur’an Allah berfirman:

وَاللّٰهُ اَخۡرَجَكُمۡ مِّنۡۢ بُطُوۡنِ اُمَّهٰتِكُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ شَيۡـــًٔا ۙ وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمۡعَ وَالۡاَبۡصٰرَ وَالۡاَفۡـِٕدَةَ‌ ۙ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (An Nahl: 78)

Allah telah menjadikan tiga alat paling vital bagi manusia, yaitu mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, serta akal dan hati untuk berpikir dan merasa.

Dengan ketiga alat tersebut manusia terus berjuang mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupannya. Dengan ketiga alat tersebut manusia akhirnya berkemampuan untuk memanfaatkan alam untuk menjadi alat kehidupannya. Allah berfirman:

“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air, supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (Yasin: 33-35)

Manusia yang telah dilengkapi dengan mata, telinga dan akal budi diharapkan bisa bersyukur kepada-Nya. Orang yang tidak tahu berterimakasih itu sesungguhnya derajatnya tidak lebih baik dari binatang.

Derajat mereka lebih hina dan rendah karena tidak menggunakan matanya untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah, tidak menggunakan telinga untuk mendengar ayat-ayat Allah dan tidak menggunakan akal pikiran dan perasaannya untuk berterimakasih
kepada-Nya.

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Al A’raf: 179)

Berterimakasih kepada Allah harus dinyatakan serentak dalam satu tindakan yang melibatkan tiga instrumen sekaligus, yaitu hati, lisan, dan perbuatan.

Hatinya harus terpaut dengan cinta yang mendalam kepada Allah, lisannya mengucapkan alhamdulillah, serta anggota tubuhnya menunjukkan ketaatan kepada syari’at-Nya.

Allah tidak mendapatkan keuntungan sedikitpun dari syukur kita. Ketika kita bersyukur kepada Allah sesungguhnya keberuntungannya untuk kita sendiri.

Allah tidak rugi jika kita mengingkarinya. Allah juga tidak butuh ucapan terimakasih hamba-Nya. Ucapan terimakasih itu kembali kepada kita sendiri. Allah berfirman:

“Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “kun (jadilah)”, maka jadilah ia.” (An Nahl: 40)

Orang yang bersyukur jiwanya menjadi tenang, nyaman, dan bahagia. Jiwanya menjadi bersih, terlepas dari sifat serakah, tidak puas, dan ingin menguasai sendiri. Jiwanya nyaman, bebas dari dendam, ego, dan timbul keinginan untuk berbagi. Jiwanya menjadi positif dan uranya menjadi bersinar lagi.

Ketika Allah mengaruniakan kekayaan, maka timbul dalam hatinya untuk berbagi, memanfaatkan kekayaannya untuk kebaikan bersama. Timbul keinginan untuk menyantuni anak yatim, fakir miskin, menolong orang yang sengsara, membangun masjid, madrasah, dan tempat-tempat kebaikan lainnya.

Apa yang terjadi jika hamba Allah bersyukur kepada-Nya? Berlakulah di sini hukum alam (sunnatullah) berupa bertambahnya kenikmatan di atas kenikmatan yang sudah ada. Jika suatu masyarakat juga melakukan hal yang sama, maka penduduk negeri itu akan merasakan semuanya.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.” (Ibrahim: 7)

Hukum alam yang sama juga berlaku sebaliknya. Jika seorang hamba mengingkari nikmat pemberian Allah, maka Allah akan mencabut nikmat tersebut, bahkan bisa jadi menggantinya dengan adzab-Nya. Na’udzubillah.

Demikian juga jika suatu bangsa atau suatu kaum mengingkari nikmat Allah, maka penduduk negeri itu akan merasakan akibatnya. Allah berfirman:

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim.” (An Nahl 112-113)

Allah telah mengaruniakan negeri jamrut khatulistiwa kepada kita semua. Negerinya aman, nyaman, dan subur. Begitu suburnya, tongkat di tanam jadi pohon. Sungainya bak kolam susu, dan aneka ikan hidup dan
berkembang biak tanpa perlu diberi makan.

Di bumi nusantara itu tersimpan aneka tambang, di atasnya berjuta-juta hektar sawit dan perkebunan. Di udara terdapat tersimpan energi matahari yang tak ada habisnya.

Jika bangsa Indonesia bersyukur, maka kemakmuran dan kesejahteraan rakyat akan terwujud dan menjadi nyata. Tapi jika para pemimpinnya tidak amanah, lebih mementingkan diri seendiri, bahkan rela mengorbankan dan menjual rakyatnya untuk kepentingan asing, maka tunggulah saatnya.

Allah mengingatkan: “Dan betapa banyaknya negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari pada (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka, maka tidak ada seorang penolongpun bagi mereka.” (Muhammad: 13)

Negeri ini merupakan warisan para pejuang Muslim. Negeri inidiperjuangkan dangan darah dan air mata para Ulama dan para santri.

NKRI ini dititipkan kepada kita agar dijaga, dipelihara, dimakmurkan, disejahterakan, dan dimajukan bersama komponen anak bangsa. Para syuhada kita tidak rela bila negeri ini digadaikan untuk kepentingan asing.

Adalah kewajiban kita, anak negeri ini, kaum muslimin, terutama generasi muda untuk bangkit menyelamatkan negeri dari ancaman penjajahan gaya baru, penjajahan kaum oligarki.

Indonesia sangat potensial menjadi baldatun thoyibatun wa rabbu ghafur, sebagaimana yang digambarkan dalam surat Saba 15.

“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”. (Saba’ : 15)

Caranya sederhana, gerakkan penduduk negeri ini untuk shalat dan kobarkan semangat berkorban, baik dalam arti tekstual maupun kontekstual. Fashalli
lirabbika wan-har. Berkorban bukan daging dan darahnya tapi esensinya adalah aktualisasi taqwa, cinta, syukur dan ketaatan kepada Allah. Itulah pesan idul Qurban hari ini. Semoga Negara Indonesia maju dan berperadaban.■

*) Disarikan dari naskah khutbah Idul Adha DPP Hidayatullah yang disampaikan di Masjid NHP Makassar

Hidayatullah Sulsel Tebar Dai Khutbah Ied Hingga Pelosok

0

HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel menebar dan menugaskan para dainya menjadi khotib shalat Idul Adhar di seluruh kabupaten/kota se-Sulsel, hingga ke daerah pelosok, Ahad (10/7/2022).

“Alhamdulillah pada Idul Adhar tahun ini, Hidayatullah Sulsel kembali berkontribusi untuk dakwah dan menyukseskan perayaan Idul Adhar di Sulsel,” jelas Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ust Drs Nashri Bukhari MPd di Makassar.

Bukan saja mengisi sebagai khatib dan imam shalat Ied di kota kabupaten, dai Hidayatullah Sulsel juga menjadi khatib di sejumlah desa dan daerah terpencil.

Salah satunya Kadep Dakwah DPW Hidayatullah Sulsel Ust Rezkiaman menjadi khatib di salah satu daerah terpencil dan minoritas di Desa Issong Kalua Buntao, Toraja Utara.

Pembina Hidayatullah di Sulsel Ust Dr Abd Aziz Qahhar Mudzakkar MSi juga memenuhi undangan menjadi khotib Ied di Luwu, Desa Tombang.

Jadwal Khotib ‘Idul Adha 1443 H dai Hidayatullah Sulsel

  1. Masjid Al Ikhlas Makassar, Sulawesi Selatan Khatib : Al-Ustadz KH.Abdul Majid.,M.A
  2. KH. Dr. Ir. Abd. Aziz QM, M.Si Lapangan Raya Desa Tombang Kab. Luwu, Sulawesi Selatan
  3. Ust. Drs. Nasri Bohari, M.Pd Arroyyan NHP Makassar, Sulawesi Selatan
  4. Masjid Umar Al Faruq Hidayatullah Makassar, Sulawesi Selatan Khatib : Al-Ustadz KH. Ahkam Sumadiana.,M.A
  5. Ust. Sumariadi, L.C Masjid Bagus Salam Desa Ngorang, Kec. Komodo Kab. Manggarai Barat, NTT
  6. Reskyaman S.W, S.Pd, MM Masjid Nurul Hidayah To’barana Desa Issong Kalua kec. Buntao Kab. Toraja Utara, Sulawesi Selatan
  7. Ustadz Dr. Amaluddin Masjid Balocci Baru Pangkep
  8. Ust. Ihsan Wahyuddin Masjid Kampus Balocci Baru
  9. Habibi Nursalam.B Masjid Alhikmah PT.Unggul Baras Pasangkayu
  10. Masjid Baitul Kariim Hidayatullah Makassar, Sulawesi Selatan Khatib : Al-Ustadz Edy Qays.,S.E.,M.M
  11. Masjid Baitul Qur’an Bontomanai Makassar, Sulawesi Selatan Khatib : Al-Ustadz Munir Sholahuddin.,S.Pd.I
  12. Masjid Ummu Abdurrahman Makassar, Sulawesi Selatan Khatib : Al-Ustadz Abdul Qadir Mahmud.,M.A
  13. Masjid Fathul Khair Makassar, Sulawesi Selatan Khatib : Al-Ustadz Suardi Sapa.,S.Pd.I
  14. Ikhsan Saleh Masjid Husain Mu’min To’karau kec. Sesean Kab.Toraja utara, Sulawesi Selatan
  15. Lapangan Ganta Kajang Bulukumba Ustadz Imron Jufri, S. Pd
  16. Lapangan Balon Ujung Loe Bulukumba Ustadz Dr.Misjaya Muhammad Khairun, M. Pd
  17. Masjid Jami Al Azhar Rilau Ale Bulukumba Ustadz Armin Karim, S. Hi
  18. Lapangan Pesantren Hidayatullah Bulukumba Ustadz Muhsin Kahar, Lc
  19. Masjid Al Aqsha Makassar, Sulawesi Selatan Khatib : Al-Ustadz Firdaus Umar.,S.H
  20. Masjid SMK Tanasitolo, Sengkang Khatib : Sudirman
  21. Lapangan Desa Paddinging, Kec Sanrobone, Takalar Ust. Mansur, SH
  22. Masjid Al-Ikhwan To’Kulo Sudu – Enrekang Khatib: Abdul Aziz Basyier
  23. Mesjid mubarok kec, Citta kab SOPPENG khotib : Ust Rezal Spd,i
  24. Masjid Nurul Hidayah Salaonro kec lilirilau kab Soppeng Khotib: Ir H. Muhammad Arif S,Sos, M,I,Kom
  25. Masjid Al Ikhwan Desa Sangtandung Kec. Walenrang Kab. Luwu Sul-Sel Khotib : Abdullah, S. Pd
  26. Masjid Nurul Hidayah, Desa Ulo-ulo, Kec. Belopa, Kab. Luwu Khotib: Hamzah Sulthan, S. Pd
  27. Masjid Nurul Yaqin, Kalobang Desa Sengaja Selatan, Kec. Belopa, Kab. Luwu Khotib: Muh. Arifuddin, S. Pd
  28. Masjid As-Syuro, Cappa Padang, Kec. Belopa Utara, Kab. Luwu Khotib: Asri Bahruddin, SE
  29. Masjid Al Anshor, Jl. Abubakar Lambogo No. 99, Ujung Lare, Kec. Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan Khotib: Ustadz Muhammad Erwin, SH
  30. Masjid baabul khaer. Dusun tiangka desa sampeang Khotib. Fauzan ahmad
  31. Masjid Raodatul Jannah Kec. Bacukiki Barat Kota Parepare Khatib : Ahmad Syahril Almandary
  32. Masjid Al-Mubarak, Pesantren Hidayatullah Parepare. Khotib: Ustadz Muhammad Nashrbullah Alwi, Lc
  33. Masjid Al Hijrah, Kota Pinrang Khotib terjadwal: Drs. Ismail Muchtar
    (digantikan Ust. M. Yani)
    Pendamping: Anwar Baits
  34. Ust. Abdullah. Masjid Darussalam Desa Komba Kec. Rongkong Kab. Luwu Utara
  35. Masjid Agung Takalar. Khotib : Ust. Sirajuddin Dg. Bantang
  36. Lapangan hidayatullah bungadidi
    Khotib: Alauddin Subandi, S.Pd.I
  37. Ustadz H Burhanuddin Abd Jabbar,S.Ag, M P d.I Mesjid Muhajirin Letta tanah Sibulue Kab Bone
  38. Lukman Al Fath,S.pd.I mesjid latellang mesjid lailatur kadar, kec.patimpeng
  39. Irwan Mujahid.M.Pd masjid Umar bin abd. Aziz hidayatullah towuti lutim
  40. Ariadi Arifin S.km, masjid al ikhlash quari kec towuti lutim
  41. Abu Hurairah, masjid Babuttaqwa Matompi Towuti Lutim
  42. Masjid Al- Amin,,Desa Kanrung Kec.Sinjai Tengah, Khatib .Ust.Hasbullah.■ fir

BMH Maros Berbagi Buka Puasa bagi Santri Hidayatullah Tanralili

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Gerai Maros berbagi buka puasa kepada santri tahfidz putra dan putri Hidayatullah Tanralili Maros yang menunaikan Khatam Qur an, Jumat (8/7/2022).

Hadir mewakiki BMH pada kegiatan tersebut Prodaya BMH Sulsel Nasri. Pondok Tahfidz putra dan Putri Hiidayatullah Tanralili merupakan binaan BMH.

“Kami merasa banyak program BMH Sulsel yang telah dilaksanakan di Hidayatullah Tanralili, terima kasih atas partisipasi tersebut,” ujar Ketua DPD Hidayatullah Maros, Ust Drs Muhammad Kaisar.

Menurutnya, BMH semakin berkembang dengan berbagai program donasi dan terpercaya menghimpun dana ummat.

“Alhamdulillah melalui Laznas BMH kami mengajak seluruh rakyat Maros untuk dapat menyalurkan zakat ,infak sedekah. Insya Allah kebaikan semua dermawan semoga menjadi asbab mendapatkan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan Idul Qurban tahun ini,” tambahnya.

BMH Gerai Maros membuka program sedekah lembangunan masjid. Dapat ditransfer melalui Rekening Baitul Maal Hidayatullah Bank Muamalat : 8010048933 dan Konfirmasi transfer 081268286030.■ kaisar

DPW Sulsel Rakor Bersama Ketua DPD Hidayatullah se-Sulsel, Tegaskan Program Prioritas 2022

0

HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel mengelar Rapat Koordinasi Ketua DPD dan Kampus Madya Hidayatullah se-Sulsel di Gedung Dakwah Hidayatullah, Parepare, Sabtu-Ahad (2-3/7/2022).

Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ust Drs Nashri Bukhari MPd menjelaskan kegiatan tersebut sebagai wadah menegaskan program prioritas 2022, menyampaikan prosentase capaian semester pertama dan mengkoordinasikan agar terjadi akselerasi pelaksanaan program pada semester kedua.

Rakor tersebut dihadir lengurus DPP Hidayatullah diwakili Kabid. Perekonomian Ustadz Drs H Wahyu Rahman MM. Pada kesempatan itu ia menekankan saatnya penguris wilayah dan pengurys daerah mengupayakan gerakan kemandirian lembaga dan individu anggota dan kadernya.

“Mimpi saya itu, kita ini ketika bicara soal gerakan ekonomi sama ributnya dengan ketika kita bicara soal gerakan dakwah dan tarbiyah, sehingga ada geliat. Dan kita sebenarnya sudah mem-backup dengan kebijakan dan regulasi,” kata Ust Wahyu, yang juga adalah Pendamping DPW Hidayatullah Sulsel.

Rakor juga diisi sejumlah agenda pemaparan di antaranya presentasi Landasan dan Konsepsi Perencanaan Master Plan Kampus Peradaban pondok pesantren Hidayatullah oleh arsitek nasional Muaz Yahya.

“Konsep pesantren Hidayatullah sebagai miniatur peradaban Islam tidak terlepas dari konsep Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat membangun peradaban Islam di kota Madinah AlMunawwarah, serta Manhaj Nubuwwah (Sistematika Wahyu) menuju konstruksi miniatur peradaban Islam,” ujar Dirut Kawasan Wadi Barakah tersebut.

DPW juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada sejumlah ketua DPD dan Kampus Madya, yakni DPD Gowa, DPD Enrekang, DPD Makassar, DPD Maros dan Kampus Madya Towuti.■ adi/fir

DPD Hidayatullah Pangkep Temu Wakil Bupati. Undang Pembangunan Rumah Quran

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Pangkep melakukan audiensi kepada wakil Bupati Pangkep di kantor bupati, Senin (4/7/2022).

Kunjungan silaturrahim tersebut untuk mengundang Bupati/Wakil Bupati Pangkep untuk peletakan batu pertama Rumah Al Qur’an dan dirangkaian dengan pengajian Akbar yang akan diisi Ustadz Dr H Abdul Aziz Qahhar Muzakkar MSi Anggota Dewan Pertimbangan Hidayatullah
di tanah hibah Balocci Baru, Selasa (12/7/2022).

Wakil Bupati Pangkep H Syahban Sammana SH sangat merespon program dakwah Hidayatullah, di antaranya pendirian rumah Qur’an/rumah tahfidz dan pondok pesantren.

Hadir pada kunjungan tersebut jajaran pengurus DPD Hidayatullah Pangkep, dipimpin Ketua DPD Ust Karding SSos. Turut hadir Humas DPD Hidayatullah Pangkep Ismawati sekaligus penghibah tanah Rumah Al-Qur’an.

Respon wakil bupati yang positif terhadap program Hidayatullah, dinilai karena memiliki visi dan misi yang sama dengan pemerintah, salah satunya di bidang keagamaan yakni mencetak penghafal Quran.

“InsyaAllah kami akan datang dipeletakan batu pertama Rumah Al-Qur’an DPD Hidayatullah Pangkep, silahkan juga undang pemerintah setempat seperti lurah dan camat,” janjinya.■ karding

Ponpes Hidayatullah Parepare dan SDH Bekali Kemampuan Bekam dan Mantapkan Tahsin Santri

0

PAREPARE, HidayatullahSulsel.com — Pesantren Hidayatullah Parepare menggelar dua kegiatan secara bersamaan Dauroh Tahsin santri putra dan Pelatihan Bekam Sekolah Da’i Hidayatullah (SDH), 4 Juli 2022.

Kegiatan Dauroh Tahsin menghadirkan Ustadz Ahmad Syahril, Kadep Dakwah Pemuda Hidayatullah Sulsel sebagai pemateri tunggal. Sementara pada kegiatan Pelatihan Bekam diisi langsung oleh Mudir SDH Ustadz Habibi Nursala

Dauroh diselenggarakan di gedung SD Integral Taman Qur’an Hidayatullah Parepare selama 3 hari 4-7 Juli 2022 bertajuk “Dauroh Tahsin dan Simaan Akbar” diikuti 30 santri SMP dan 10 santri SMA.

Pembukaan dauroh dihadiri Ketua Yayasan dan Sekertaris yayasan, Ketua LPIH, Kepala sekolah SMP dan SMA dan dibuka oleh Ketua Yayasan Ar Risalah Pesantren Hidayatullah Parepare Ustadz Abd Djabbar SE.

Ia mengatakan kegiatan ini akan menguatkan literasi berQur’an kelak ini akan menjadi bekal santri untuk mendakwahkan dan membumikan Al Qur’an. “Kita targetkan kedepan identitas santri Hidayatullah Parepare adalah bacaan Qur’annya berstandar sanad,” tegasnya.

Ketua Lembaga Pendidikan Integral Hidayatullah (LPIH) Parepare Muhammad Erwin mengapresiasi dan mensupport kegiatan ini. “Karena kegiatan seperti inilah yang akan menunjang dan mengantar sabtei sekalian menjadi pemuda yang berguna untuk bangsa dan negara serta ummat muslim pada umumnya,” ujarnya.

Untuk praktek pelatihan bekam berlangsung di Masjid Al Mubarak Hidayatullah Parepare dengan peserta mahasantri SDH Sultanbatara. Kegiatan itu melengkapi kegiatan sebelumnya pelatihan praktek penyenggaran jenazah.

“Bekam merupakan cara mulia karena inilah pengobatan tertua di dunia yang semua nabi pernah melakukannya, dan merupakan salah satu modal keahlian para mahasantri untuk bagaimana bisa bermanfaat untuk orang banyak minimal untuk kesehatan keluarga dan dapat menjadi ladang amal jariyah kelak,” jelas Ustad Habibi.■ Sa’il

*) Simak foto kegiatan di akun FB HidayatullahSulsel.com (@DPWHidayatullahSulsel)

Daurah Bahasa Arab Ponpes Hidayatullah Parepare, Asa sebagai International Boarding School

0

PAREPARE, HidayatullahSulsel.com — Tim Keputrian Pondok Pesantrwn Hidayatullah Parepare menyelenggarakan Daurah Bahasa Arab dirangkaikan dengan rihlah santri.

Kegiatan bertema “Fasih Bahasa Arab Sehat Jasmani Menuju Santri Rabbani yang Unggul” dilaksanakan di Aula asrama santri putri pondok pesantren Hidayatullah Parepare, 30 Juni-7 Juli 2022.

Daurah dan rihlah tersebut diikuti oleh seluruh santri putri Hidayatullah Parepare, ustdzah-ustdzah, pengasuh dan pembimbing keputrian.

Pemateri dalam acara daurah bahasa Arab ini dibawakan oleh ustdzah-ustdzah handal dalam bidang bahasa Arab yakni ustdzah Humairah Tusholihah SPd.I dan Ustdzah Humaira Amir, SPd.I.

Daurah bahasa Arab ini merupakan program untuk mengisi waktu libur akademik. Selain itu kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan branded sekolah yakni Internasional Boarding School (IBS) dengan menjadikan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari untuk santri.

Dalam sambutannya Kepala Sekolah SMA Hidayatullah Parepare Ahmad Syahrir SPd memotivasi seluruh santri dengan mengutip perkataan Umar bin Khattab “Ta’allamul arabiyyah fa innaha min dinikum” Pelajarilah bahasa Arab karena ia adalah bagian dari agama kalian.

“Itulah mengapa Bahasa Arab sangat penting dan perlu kita pelajari karena ia merupakan sarana untuk lebih memahami agama, memahami kitab suci al-Qur’an, dan saya sangat yakin bahwasanya kita kelak dapat melahirkan kader militan di kampus Hidayatullah Parepare ini sebab penghafal qur’an tidak boleh lepas dari bahasa Arab,” ucap ustdz Syahrir.

Di kesempatan yang sama Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Parepare ustdz Abdul Jabbar SE saat membuka daurah tersebut mengatakan daurah bahasa Arab ini akan memicu bakat-bakat santri.

“Meskipun dengan waktu yang singkat ini tidak menjamin santri untuk fasih berbahasa Arab namun ia akan menjadi stimulus agar santri terus semangat belajar bahasa Arab,” harapnya.

Daurah bahasa Arab ini tambahnya, bekal untuk santri nantinya menjadi ibu. “Karena Al ummu Madrasatul Ula dengan mempersiapkan diri untuk menjadi ibu yang terbaik dari sekarang, memperbanyak belajar maka akan melahirkan generasi-generasi Islam yang hebat,” ujarnya.

“Kegiatan akan ditutup dengan kegiatan rihlah. Diharapkan dengan rihlah tersebut santri bisa refreshing, menyegarkan pikiran sehingga lebih bersemangat dalam menyambut tahun ajaran baru,” tambah Wakil LPIH keputrian Irmayanti.■ irma

Pastikan Kesiapan Qurban, Laznas BMH Sulsel-Fokus Islam BTP Pelatihan Sembelih Halal

0

HidayatullahSulsel.com — Jelang pelaksanaan ibadah qurban, panitia pelatihan juru sembelih halal mengadakan sarasehan sehari bersama ahli lintas disiplin ilmu.

Hadir dari pengurus Majelis Ulama Indonesia Sulsel Dr Nasrullah Sapa Lc MA, Akademisi Universitas Hasanuddin drh Zainal Abidin Kholilullah MKes, Pegiat dan praktisi sembelih halal  drh Wahyu Suhadji, dan Wahyu Munandar MOr.

Pelatihan tersebut merupakan kolaborasi Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) dan Forum Komunikasi Islam BTP, yang didukung oleh organisasi Juru Sembelih Halal (Juleha) Sulsel dan Forum Komunikasi Ummat Islam Sulsel, Sabtu (2/6/2022).

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Babul Khair Blok AE BTP ini diikuti peserta bukan saja mendapatkan  pemahaman tentang syariah qurban, namun juga mengetahui penyakit mulut dan kuku serta penanganannya. Yang terpenting peserta belajar tentang bilah sembelih dan praktik pemotongan hewan kambing dan ayam.

Ketua Laznas BMH Sulsel, Kadir, menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk memastikan panitia Qurban memiliki bekal yang cukup  dalam penanganan hewan qurban saat terjadi PMK. “Terimakasih kepada seluruh mitra, peserta yang terlibat semoga qurban tahun ini menjadi ibadah terbaik kita,” ujarnya.

Laznas BMH Sulsel di musim qurban ini merencanakan qurban lebih merata hingga ke pedalaman, secara khusus penyaluran qurban untuk wilayah Seko Luwu Utara, “Qurban di pedalaman ini memiliki keutamaan bernilai ibadah dan dakwah untuk saudara kita yang mualaf,” pungkas Kadir.■ basori

*) Simak foto kegiatan pelatihan di akun FB HidayatullahSulsel.com (@DPWHidayatullahSulsel)

Perdana, TK Tahfidz Salimul Fitrah  Hidayatullah Takalar Gelar Penerimaan Raport

0

TAKALAR, HidayatullahSulsel.com — Diakhir tahun ajaran kali ini TK Tahfidz Salimul Fitrah Hidayatullah Takalar menggelar Penerimaan Raport untuk yang pertama kalinya dan dihadiri oleh orangtua santri, Sabtu, (2/7/2022)

Penanggung Jawab PTQ sekaligus Kepala Sekolah TK Salimul Fitrah Hidayatullah Takalar, Ustadzah Nuryanti, dalam sambutannya menyampaikan betapa pentingnya menjaga fitrah dan menanamkan tauhid sejak dini kepada anak-anak.

“Sejak dalam kandungan, ruh manusia itu telah bersaksi bahwa Allah sebagai tuhannya, kemudian lahir dalam keadaan fitrah atau suci, lahir dalam keadaan Islam, hanya kemudian orangtuanyalah membuatnya menjadi seorang Yahudi, Nasrani dan Majusi,” ujarnya mengutip Quran Surah Al A’raf : 172.

Maka tugas terpenting orangtua, jelasnya, adalah menjaga fitrah dan mengantarkan anaknya bertauhid sejak dini sebagai pondasi kokoh yang menguatkan jiwa dan raganya.

Sosok yang akrab dengan panggilan ummi ini juga menjelaskan bahwa, keberadaan TK Salimul Fitrah ini adalah salah satu sarana belajar bagi anak-anak sebagai wujud perhatian dan kepedulian terhadap generasi muslim.

“Keberadaan TK tahfidz Salimul Fitrah ini adalah sarana belajar sebagai wujud kepedulian kita kepada  anak-anak, bisa jadi seorang anak akan tumbuh dan menjadi orang yang cerdas, namun apabila tidak dibekali dengan tauhid maka hidupnya dimasa yang akan datang bisa jadi tidak memberi manfaat, tapi justru membawa kerusakan/kemudharatan,” tegasnya.

TK tahfidz Salimul Fitrah bermotokan “Cerdas, Kreatif, Hafal Quran”

Sementara itu Ketua Yayasan Pondok Tahfidz Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar, Ust Baharuddin Jabbar, menyampaikan kiblat dari proses pendidikan di TK Tahfidz Salimul Fitrah ini adalah mengikuti pola pendidikan Lukman Al-Hakim terhadap anaknya yang memiliki muatan tauhid dan prinsip hidup yang hidup yang baik.

“Dalam proses pendidikan  di TK kita ini, kami mengikuti pola bapak pendidikan Islam, Lukman Al-Hakim, bagaimana seorang anak itu kelak tidak mensyarikatkan Allah, senantiasa mendirikan shalat, berbuat baik kepada orang tua, tidak sombong kepada sesama, selalu merasa diawasi oleh Allah dan muatan yang lainnya,” urainya.

Pada momen ini juga, orangtua santri diberikan kesempatan untuk memberikan sepatah kata di depan, salah satunya adalah Eka Dg. Miri, yang kedua anaknya dimasukkan di TK Tahfidz Salimul fitrah

Beliau menyampaikan begitu bangga dan terharu, melihat kedua putrinya bisa berdiri tampil di depan dengan melafadzkan Asmaul Husna, bisa menghafal surat-surat pendek, juga mengenal hadits-hadits pendek di usia mereka yang masih sangat belia

“Saya sebagai orangtua merasa sangat bangga dan terharu, melihat kedua putri kami tampil dan bisa melafadzkan Asmaul Husna serta sudah bisa menghafal surah-surah pendek, sudah tahu hadits di usia yang masih sangat belia,” ujarnya.

Mudahan-mudahan, tambahnya, ini bisa menjadi awal kebaikan bagi mereka di masa depan, “Oleh karenanya kami ucapkan terimakasih banyak kepada guru-guru di TK Salimul Fitrah, Semoga Allah membalas dengan balasan yang tak terhingga,” harapnya.■ mansyur

*) Lihat selengkapnya foto-foto kegiatan di akun FB HidayatullahSulsel.com ( @DPWHidayatullahSulsel )