Beranda blog Halaman 10

DPD Hidayatullah Makassar Gelar Upgrading Manajemen Gerakan Manhaji bagi LO Kecamatan

0

Makassar (HidayatullahSulsel.or.id) — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Makassar menggelar kegiatan Upgrading Manajemen Gerakan Manhaji Tingkat Dasar bagi Liaison Officer (LO) Kecamatan se-Kota Makassar.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 12-13 Sya’ban 1447 (31/1/2026 – 1/22026), bertempat di Kawasan Wisata Halal Wadi Barakah, Puca, Tompobulu, Kabupaten Maros.

Kegiatan upgrading ini bertujuan memperkuat kapasitas kader penghubung (LO) dalam mengelola gerakan dakwah secara manhaji, terstruktur, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah. Puluhan peserta dari berbagai kecamatan mengikuti kegiatan yang dikemas secara terpadu, meliputi penguatan konseptual, pembinaan ruhiyah, serta peningkatan kapasitas praktis.

Hari Pertama: Fondasi Gerakan dan Kesadaran Peran

Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sesi Perkenalan dan Kontrak Belajar yang disampaikan oleh Dr. Irfan Yahya, M.Si. Sesi ini menjadi ruang penyamaan persepsi sekaligus pemetaan kondisi objektif gerakan di tingkat kecamatan, mulai dari lokus dakwah, tantangan lapangan, hingga ekspektasi peserta.

Materi kemudian dilanjutkan dengan Materi 1: Landasan Gerak dan Manusia sebagai Aktor oleh Dr. Irfan Yahya, M.Si. Ia menegaskan pentingnya menjadikan nilai Al-Qur’an dan Sunnah sebagai fondasi gerakan melalui enam jati diri Hidayatullah.

 “Apa pun profesinya—guru, dosen, mahasiswa, pengusaha—orientasi kita harus jelas. Kita ini adalah hamba dan khalifah di muka bumi. Puncak kebahagiaan itu ketika idealitas sebagai hamba dan khalifah bertemu dengan realitas kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa orang beriman adalah pribadi yang adaptif selama memahami visi dan misi hidupnya, sebagaimana firman Allah SWT:

 “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS. Al-Baqarah: 30)

Dalam sesi ini, Ketua DPD Hidayatullah Makassar berperan sebagai fasilitator, mengarahkan diskusi, memperdalam pemahaman peserta, serta menegaskan poin-poin strategis dari materi yang disampaikan. Dalam penguatan reflektifnya, ia menekankan bahwa manusia akan berdaya dan berdampak apabila potensi akal, ruh, dan fisik dikelola secara seimbang.

 “Jika potensi ini terkelola dengan baik, manusia akan hidup bernilai ibadah dan berbuah pahala,” ungkapnya dalam sesi fasilitasi.

Pada sesi sore, Materi 2: Rancang Bangun Peradaban difasilitasi oleh Dr. Irfan Yahya, M. Si., Materi ini mengulas dinamika peradaban yang naik dan turun seiring kualitas iman manusia, serta potensi takwa dan fujur sebagaimana firman Allah SWT:

 “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.”

(QS. Asy-Syams: 8)

Ia menegaskan bahwa penggunaan akal merupakan kewajiban yang dijaga melalui budaya membaca, menulis, berdiskusi, dan berdialektika.

 “Pantaskan diri kita untuk dibantu Allah,” ujarnya, mengutip firman Allah SWT:

“Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu.”

(QS. Muhammad: 7)

Malam hari diisi dengan Materi 3: Kapita Selekta oleh Moh. Arfah, S.Pd.I., M.M., Ketua Yayasan Al-Bayan Kampus Utama Hidayatullah Makassar. Dalam suasana sejuk Wadi Barakah, ia mengajak peserta meneguhkan kembali nilai kesantrian, adab, dan akhlak sebagai kekuatan kader.

 “Kita semua adalah santri. Dan santri punya tempat spesial di tengah masyarakat. Hidayatullah tidak ingin mencetak kader biasa, tetapi kader yang kuat imannya,” tegasnya.

Materi malam dilanjutkan dengan Materi 4: Kaum Muda dalam Gerakan Awal Kenabian oleh Dr. Nasrullah Sapa, Lc., M.M. Ia menegaskan peran strategis pemuda sebagai motor dakwah sejak masa Rasulullah SAW, dengan mencontohkan para sahabat muda seperti Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, dan Mus’ab bin Umair.

 “Tugas pemuda hari ini adalah menjadi penghubung antara realitas yang ada dengan idealitas Islam,” pungkasnya.

Rangkaian hari pertama ditutup dengan qiyamul lail berjamaah, sebagai penguatan ruhiyah dan ketergantungan total kepada Allah SWT.

Hari Kedua: Penguatan Ruhiyah dan Kapasitas Praktis

Hari kedua diawali dengan qiyamul lail, shalat subuh berjamaah, wirid pagi, serta Grand MBA (Gerakan Mengajar dan Belajar Al-Qur’an). Kajian difokuskan pada Surat Al-Muzzammil ayat 1–10, yang menekankan pentingnya kekuatan spiritual dalam menopang perjuangan dakwah.

Materi selanjutnya adalah Materi 5: Kader Militan dan Profesional yang disampaikan oleh Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, Ustadz Dr. Sholeh Usman, S.S., M.I.Kom. Ia menegaskan bahwa semakin berat beban perjuangan, seharusnya semakin kuat ketahanan iman seorang kader.

 “Allah tidak akan membebani hamba-Nya di luar kemampuannya,” ujarnya, merujuk QS. Al-Baqarah: 286.

Usai sarapan, peserta mengikuti penanaman sepuluh bibit pohon durian sebagai bentuk kepedulian lingkungan dan kontribusi sosial, bekerja sama dengan pengelola Yayasan Al-Bayan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Materi 6: Investigasi Reporting oleh wartawan senior Ir. Firmansyah Lafiri, S.T. Ia mendorong peserta menjadikan menulis sebagai sarana tabayyun dan penjaga kebenaran.

 “Investigasi adalah bentuk tertinggi dari tabayyun. Kebenaran tidak pernah kalah, hanya terkadang disembunyikan,” tegasnya.

Sebagai penutup, sesi Materi 7: Teknik dan Manajemen Gerakan Manhaji difasilitasi oleh Ketua DPD Hidayatullah Makassar. Dalam perannya sebagai fasilitator, ia mengarahkan diskusi, refleksi, dan penugasan, serta menekankan pentingnya pengelolaan potensi diri dan lembaga secara amanah, terukur, dan berlandaskan enam jati diri serta tujuh tertib organisasi Hidayatullah.

 “Manusia berdaya itu seperti kunci Inggris, bisa mengerjakan banyak hal,” tuturnya.

Kegiatan diakhiri dengan diskusi, refleksi, penugasan, penutup, dan doa. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kader LO yang beriman, profesional, dan siap membangun infrastruktur gerakan dakwah, dengan target penguatan Rumah Qur’an di 15 kecamatan se-Kota Makassar.

Rep: Ahmad Sabil

Rakerda Gabungan Bone–Soppeng–Wajo Resmi Dibuka, Tegaskan Kepemimpinan Berbasis Amal Sholeh

0

BONE (HidayatullahSulsel.or.id) – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gabungan Kabupaten Bone, Soppeng, dan Wajo resmi dibuka pada Senin, 14 Sya’ban 1447 (2/2/2026) dengan penegasan kuat pada spirit kepemimpinan Qur’ani dan penguatan amal sholeh sebagai basis utama program organisasi.

Pembukaan Rakerda berlangsung khidmat dan dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri dari unsur Dewan Pengurus Wilayah (DPW), pengurus DPD Bone, Soppeng, dan Wajo, unsur pengurus DPC se-Kabupaten Bone, serta perwakilan Muslimat yang mengikuti rangkaian acara hingga sesi pembukaan.

Dalam sambutan pembuka, Anggota Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Sulsel, Usatdz Drs. Ismail Mukhtar, menekankan pentingnya menjadikan Q.S. Al-Baqarah ayat 30 sebagai spirit dasar dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Ia mengingatkan bahwa prediksi malaikat tentang potensi kerusakan manusia dalam kekhalifahan bisa menjadi nyata apabila kepemimpinan kehilangan fondasi spiritual.

“Jika spiritual pemimpin tidak baik, maka kekhawatiran malaikat itu bisa terbukti. Karena itu, amanah harus selalu dilibatkan dengan Allah SWT,” tegasnya.

Ustadz Ismail juga menekankan pentingnya pembinaan ruhiyah melalui penguatan ibadah, termasuk shalat berjamaah dan shalat lail, yang dikemas dalam apa yang ia sebut sebagai Program Al-Muzzammil.

Menurutnya, tugas seorang khalifah bukan hanya mengelola program, tetapi terus mengintrodusir barisan jamaah agar senantiasa meluruskan niat dan menjauhkan diri dari tendensi non-ikhlas dalam beramal.

Ia juga mengingatkan agar para istri pengurus menjadi bagian integral dari dukungan perjuangan dakwah dan pengabdian yang dijalani para suami.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, Dr. Muhammad Saleh, dalam arahan umumnya menegaskan bahwa istilah “program kerja” dalam perspektif Al-Qur’an sejatinya adalah amal sholeh. Ia menyebut keberadaan kader di lembaga ini bukan sekadar berorganisasi, melainkan untuk beriman dan beramal sholeh secara kolektif dan terstruktur.

“Semua program yang kita jalankan hakikatnya adalah amal sholeh. Karena itu, harus dikomunikasikan dengan baik dan dilandasi niat yang benar,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar uang tidak dijadikan tolok ukur dalam beramal, karena Nabi Muhammad SAW tidak pernah menjadikan materi sebagai syarat utama dakwah. Usatdz Muhammad Saleh mencontohkan perkembangan dakwah di Bone dan Soppeng yang menurutnya tumbuh dari keyakinan, bukan dari kekuatan finansial.

Mengutip Q.S. At-Taubah ayat 105, ia menegaskan bahwa keyakinan harus diikuti dengan kerja nyata. Namun, ia juga mengingatkan bahwa banyaknya amal tidak otomatis bernilai di sisi Allah jika disertai kezaliman dan niat yang keliru.

“Bahkan amal para ahli Al-Qur’an, mujahid, dan dermawan bisa gugur jika tidak ikhlas karena Allah,” tegasnya.

Ia menutup arahannya dengan penekanan bahwa dakwah harus menjangkau seluruh lapisan, mulai dari pedesaan, perkotaan, hingga kalangan pejabat, tanpa menjadikan pendekatan dakwah semata-mata untuk kepentingan finansial.

Rakerda Gabungan ini juga ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) pengurus DPC oleh DPD Bone untuk sejumlah wilayah, yakni DPC Tanete Riattang Barat (Ust. Bachtiar), Amali (Ust. Darman), Patimpeng (Ust. Munshif), Kahu (Ust. Herman), Ponre (Ust. Kaharuddin), dan Sibulue (Ust. A. Muh. Ishak).

Rakerda dijadwalkan berlangsung hingga seharian penuh, dengan agenda utama sinkronisasi program dakwah, pendidikan, dan pelayanan umat lintas kabupaten, serta penguatan soliditas struktur organisasi di tingkat daerah dan cabang.

Musda VI Muslimat Hidayatullah Zona Sipakamase Lantik 10 Pengurus Daerah

0

PAREPARE (HidayatullahSulsel.or.id) — Musyawarah Daerah (Musda) VI Muslimat Hidayatullah (Mushida) Zona Sipakamase sukses digelar pada Sabtu, 12 Sya’ban 1447 H (31/1/2026) bertempat di Kampus Madya Hidayatullah Parepare.

Kegiatan ini menetapkan dan melantik 10 kepengurusan daerah Mushida dari berbagai kabupaten/kota di kawasan Sipakamase, untuk periode kepengurusan 2026-2030..

Musda VI menjadi momentum strategis penguatan struktur organisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan Muslimat Hidayatullah di 10 daerah, yang selama ini menjadi basis pembinaan muslimah, keluarga, dan dakwah komunitas. Kegiatan tersebut diikuti sekitar puluhan peserta, terdiri atas unsur pengurus wilayah, pengurus daerah, serta perwakilan kader Mushida se-Zona Sipakamase.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Parepare, Ustadz Ilham Syawal, S.H.I., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Mushida memiliki peran strategis sebagai pilar pembinaan keluarga dan pendidikan generasi.

“Muslimat Hidayatullah adalah garda terdepan dalam membangun ketahanan keluarga dan penguatan dakwah berbasis komunitas. Amanah kepengurusan ini harus dijalankan dengan keikhlasan, soliditas, dan semangat pelayanan umat,” ujarnya.

Agenda utama Musda VI adalah pelantikan Pengurus Daerah Mushida dari kabupaten/kota di Zona Sipakamase. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, disertai ikrar komitmen bersama untuk memperkuat peran muslimah dalam bidang dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

Musda ini turut dihadiri jajaran Pengurus Wilayah Mushida Sulawesi Selatan, di antaranya Ustadzah Zakiyah, S.Pd (Bendahara PW Mushida Sulsel), Ustadzah Ramlah, S.Pd (Kepala Departemen Pendidikan PAUD, Keluarga, dan Kepengasuhan Putri), serta Ustadzah Nur Asia, S.H.I (Kepala Departemen Dakwah).

Selain itu, unsur Majelis Murabbiyah Wilayah (MMW), Ustadzah Masta Ahmad, turut memberikan penguatan ruhiyah dan nasihat keorganisasian. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, keteladanan, serta konsistensi spiritual kader Mushida melalui pengamalan Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH) sebagai amalan yaumiyah.

Adapun pengurus daerah Mushida Zona Sipakamase yang dilantik dalam Musda VI tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kabupaten Sinjai
    Ketua: Aqilahtunnisa
    Sekretaris: Hijratul Mutmainnah
    Bendahara: Nur Hayati Mus
  • Kabupaten Bone
    Ketua: Yusnia, S.Pd., M.Pd
    Sekretaris: Dahlia, S.Pd
    Bendahara: Maria Desember Rina, S.Pd
  • Kabupaten Soppeng
    Ketua: Hj. Haslinda Parkissing, S.Pd
    Sekretaris: Mega Humairoh Azzahro, S.Pd
    Bendahara: Haniati
  • Kabupaten Wajo
    Ketua: Rosyidah
    Sekretaris: Elly Kasim, S.Ag
  • Kabupaten Sidrap
    Ketua: Nurkasmin
    Sekretaris: Rahmah
    Bendahara: Nurhikmayanti, S.Pd
  • Kabupaten Enrekang
    Ketua: Siti Zaenab Azzahra
    Sekretaris: Nadhirah
    Bendahara: Tunira
  • Kabupaten Pinrang
    Ketua: Kasmiati, S.H
    Sekretaris: Khairiah, S.H
    Bendahara: Khaerah Ummah, S.H
  • Kota Parepare
    Ketua: Nurmina S
    Sekretaris: Jumarni, S.Pd
    Bendahara: Ruhul Umaroh
  • Kabupaten Barru
    Ketua: Darlina
  • Kabupaten Pangkep
    Ketua: Muliani
    Sekretaris: Hajaratul Inayah
    Bendahara: Rafiqah

Melalui Musda VI ini, Mushida Zona Sipakamase diharapkan mampu memperkuat sinergi antar pengurus daerah, melahirkan program-program strategis yang berorientasi pada pembinaan muslimah dan ketahanan keluarga, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan peradaban Islam yang berkelanjutan.

*/Sahlah

DPW Hidayatullah Sulsel Tetapkan Jadwal Rakerda Kabupaten/Kota, Digelar Serentak 2–15 Februari 2026

0

MAKASSAR (HidayatullahSulsel.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan resmi menetapkan jadwal pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Hidayatullah tingkat kabupaten/kota se-Sulsel. Penetapan tersebut disosialisasikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Rakerda yang digelar secara hybrid (luring dan daring) pada Sabtu pagi, 10 Sya’ban 1447 (31/1/2026).

Rakerda akan berlangsung secara bertahap mulai 2 hingga 15 Februari 2026, melibatkan seluruh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk konsolidasi program, penguatan kelembagaan, serta sinkronisasi agenda dakwah dan pendidikan Hidayatullah di tingkat daerah.

Agenda Rakerda ini merupakan agenda turunan berjenjang dari kebijakan organisasi di tingkat pusat. Rakerda dilaksanakan sebagai tindak lanjut Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah, yang kemudian diturunkan ke tingkat wilayah melalui Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan yang telah digelar di Makassar pada 24–25 Januari 2026 lalu.
(Baca: [link berita Rakerwil DPW Hidayatullah Sulsel])

Selanjutnya, Rakerda di tingkat kabupaten/kota menjadi forum strategis untuk mensinkronkan program, kebijakan, dan arah gerak organisasi dari tingkat pusat, wilayah, hingga daerah, agar pelaksanaan program berjalan selaras, terukur, dan berdampak.

Dalam pelaksanaannya, Rakerda tetap mengusung tema besar yang sama, yakni: “Konsolidasi Jatidiri dan Transformasi Organisasi Menuju Hidayatullah Mandiri dan Berpengaruh.”

Tema ini menegaskan komitmen organisasi untuk memperkuat identitas ideologis, meningkatkan tata kelola kelembagaan, serta mendorong kemandirian dan pengaruh strategis Hidayatullah di tengah umat dan bangsa.

Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, Dr. Muhammad Saleh, S.S., M.I.Kom dalam arahannya menekankan bahwa Rakerda bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian dari ibadah dan tanggung jawab keumatan. Ia mengingatkan seluruh jajaran pengurus agar melandasi setiap tahapan Rakerda dengan niat yang lurus, kerja yang optimal, serta kolaborasi yang kokoh.

“Perbaiki niat, optimalkan pekerjaan, dan jaga kolaborasi serta ukhuwah. Rakerda harus menjadi ruang konsolidasi yang menumbuhkan kekuatan jamaah,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya tawassul yang benar dalam menyukseskan Rakerda, yakni melalui amal saleh dan kesungguhan ibadah. Menurutnya, seluruh pengurus diharapkan menjaga wirid dan munajat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan Rakerda.

“Rakerda itu dimensinya adalah dzikir, fikir, dan (kerja) fisik. Karena itu, tidak boleh berhenti berdoa dan berikhtiar,” tambahnya.

Sementara itu, anggota Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Sulsel, Ust. Drs. Ismail Mukhtar, dalam taujihnya mengingatkan beratnya amanah dakwah yang dipikul para dai dan pengurus. Ia menegaskan bahwa kekuatan utama dalam mengemban amanah organisasi adalah kedekatan spiritual kepada Allah SWT.

“Amanah ini berat. Bangun di malam hari adalah mutlak bagi para dai. Program-program tidak cukup dirancang dengan otak dan tenaga, tetapi harus dimunajatkan,” ujarnya.

Menurutnya, sholat lail harus menjadi “partner kerja” para pengurus, agar setiap ikhtiar organisasi mendapat pertolongan dan keberkahan.

Rakor Teknis ini diikuti oleh pengurus DPW, perwakilan DPD kabupaten/kota, serta unsur majelis dan departemen terkait. Selain sosialisasi jadwal, Rakor juga membahas kesiapan teknis, mekanisme pelaporan, serta standar pelaksanaan Rakerda agar berjalan efektif, tertib, dan berdampak nyata bagi penguatan organisasi di daerah.

Sebagai kelengkapan informasi, berikut jadwal lengkap Rakerda Hidayatullah Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan:

  • 2 Februari 2026
    Bone, Soppeng, Wajo
    (Tuan rumah: Soppeng)
  • 4 Februari 2026
    Gowa, Maros, Pangkep
    (Tuan rumah: Gowa)
  • 5 Februari 2026
    Takalar, Jeneponto
    (Tuan rumah: Takalar)
  • 7 Februari 2026
    Bulukumba, Sinjai, Selayar, Bantaeng
    (Tuan rumah: Bulukumba)
  • 8 Februari 2026
    Luwu Raya dan Toraja Utara
    (Tuan rumah: Belopa, Kabupaten Luwu)
  • 9 Februari 2026
    Barru, Parepare, Sidrap, Pinrang
    (Tuan rumah: Pinrang)
  • 10 Februari 2026
    Enrekang, Tana Toraja
    (Tuan rumah: Enrekang)
  • 15 Februari 2026
    Kota Makassar

DPW Hidayatullah Sulsel berharap seluruh DPD dapat mempersiapkan Rakerda secara maksimal, baik dari sisi substansi program, kesiapan panitia, maupun penguatan spiritual, sehingga Rakerda benar-benar menjadi momentum akselerasi dakwah dan kemandirian organisasi di Sulawesi Selatan.

DPD Hidayatullah Makassar Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan UMI Makassar

0

MAKASSAR (HidayatullahSulsel.or.id) — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Makassar melakukan silaturahmi akademik dengan Wakil Rektor II Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., di Menara UMI, Makassar, Kamis (29/1/2026).

Pertemuan ini bertujuan memperkuat jejaring dan membuka peluang kolaborasi peningkatan mutu pendidikan.

Kunjungan tersebut dipimpin Kepala Departemen Pendidikan DPD Hidayatullah Makassar, Syamsul, S.Pd., bersama jajaran pengurus harian serta perwakilan Departemen Ekonomi dan Departemen Organisasi. Pertemuan berlangsung di lantai 9 Menara UMI dan berjalan dalam suasana hangat serta dialogis.

Syamsul menyampaikan, silaturahmi ini merupakan langkah awal Departemen Pendidikan DPD Hidayatullah Makassar dalam membangun kemitraan strategis dengan perguruan tinggi. Menurutnya, sinergi dengan institusi akademik seperti UMI sangat penting untuk penguatan tata kelola dan kualitas pendidikan di lingkungan amal usaha Hidayatullah.

“Kami berharap ke depan UMI dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam peningkatan kualitas pendidikan di amal usaha DPD Hidayatullah Makassar,” ujar Syamsul.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu, kedua pihak berdiskusi mengenai pengelolaan pendidikan, penguatan sumber daya manusia, serta pentingnya integrasi nilai spiritual dalam aktivitas akademik dan organisasi.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Zakir Sabara menyambut baik inisiatif silaturahmi dari DPD Hidayatullah Makassar. Ia menekankan pentingnya orientasi spiritual dalam setiap ikhtiar, khususnya di bidang pendidikan.

“Tuhan akan menolong langsung orang yang berjuang di jalan Allah,” ujar Prof. Zakir.

Ia juga mengingatkan agar para pegiat pendidikan tidak semata-mata mengandalkan logika dan kemampuan manusia, melainkan menyadari keterbatasan akal di hadapan kemahakuasaan Allah SWT. Menurutnya, perkembangan teknologi yang melampaui kecepatan dan kemampuan manusia menjadi pengingat akan kebesaran Allah.

Menutup pertemuan, Wakil Rektor II UMI itu berpesan agar para pejuang pendidikan senantiasa menggantungkan harapan dan doa hanya kepada Allah SWT.

“Mintalah secara detail apa yang kita inginkan kepada Allah, karena itu memang perintah-Nya,” pungkasnya.

DPW Hidayatullah Sulsel Gelar Rakerwil 2026, Dihadiri PMS dan Ketum DPP

0

MAKASSAR (HidayatullahSulsel.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan resmi menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2026 di Aula Kampus Utama Al-Bayan Hidayatullah Makassar, Sabtu–Minggu (24–25/1/2026).

Agenda konsolidasi organisasi ini mendapat pendampingan langsung dari Wakil Ketua Pimpinan Majelis Syuro (PMS) Hidayatullah, Dr. Ir. H. Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, M.Si. serta Ketua Umum DPP Hidayatullah, K.H. Nasypi Arsyad, Lc.

Rakerwil yang mengusung tema “Konsolidasi Jatidiri dan Transformasi Organisasi Menuju Hidayatullah Sulawesi Selatan Mandiri dan Berpengaruh” tersebut diikuti pengurus DPW-DMW Hidayatullah Sulsel serta pengurus harian Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah dari seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, Dr. Sholeh Usman, S.S., M.I.Kom., dalam sambutannya menegaskan bahwa kepemimpinan tidak cukup berhenti pada tataran konsep, tetapi harus dibuktikan melalui perjuangan nyata dalam kerja-kerja organisasi. Ia juga menekankan pentingnya keberkahan doa orang tua dan para senior sebagai fondasi kelanggengan gerakan.

“Tidak sunnatullah, bukan bagian dari umat Nabi, jika yang muda tidak menghargai senior dan yang senior tidak menyayangi junior,” tegasnya, seraya menekankan pentingnya harmoni lintas generasi dalam tubuh organisasi.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Hidayatullah, K.H. Nasypi Arsyad, Lc., menekankan dua karakter utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, yakni keberanian dan kesabaran. Ia mengingatkan agar para pemimpin di semua level tidak reaktif dalam menyikapi persoalan.

“Pemimpin itu jangan mudah marah. Pemimpin harus seperti singa yang tersenyum. Tegas, tetapi menenangkan,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan terpisah, Dr. Ir. H. Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar menjelaskan bahwa tema Rakerwil merupakan turunan langsung dari kebijakan strategis Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah Pusat. Tokoh nasional yang juga mantan anggota DPD RI ini memberi perhatian khusus pada peran generasi muda sebagai penerus estafet perjuangan organisasi.

Ia menegaskan bahwa kekuatan spiritual merupakan fondasi utama dalam memikul amanah kepemimpinan dan pengabdian. “Antum akan merasa berat membawa lembaga perjuangan ini jika tidak merasakan nikmatnya shalat lail,” pesannya.

Melalui Rakerwil ini, DPW Hidayatullah Sulsel menargetkan lahirnya program-program strategis yang terukur dan berdampak, guna mendorong kemandirian wilayah, penguatan dakwah, serta kontribusi sosial kemasyarakatan Hidayatullah di Sulawesi Selatan.

Rep: Sabil

Musda VI Muslimat Hidayatullah Zona Luwu Raya Tetapkan Kepengurusan 2026–2030

0

LUWU (HidayatullahSulsel.or.id) — Musyawarah Daerah (Musda) VI Muslimat Hidayatullah Zona Luwu Raya secara resmi menetapkan kepengurusan baru periode 2025–2030. Musda digelar pada Jumat kemarin, 4 Sya’ban 1447 (23/1/2026), bertempat di Kampus Pratama Hidayatullah Bosso, Kabupaten Luwu.

Kegiatan strategis ini diikuti sekitar puluhan peserta yang terdiri atas Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang Muslimat Hidayatullah dari lima wilayah, yakni Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur, dan Kabupaten Toraja Utara.

Musda berlangsung selama satu hari penuh dengan agenda utama evaluasi program kerja dan penetapan kepengurusan baru.

Musda VI mengusung tema “Meneguhkan Peran Muslimah dalam Membangun Ketahanan Keluarga menuju Indonesia Emas”, yang menegaskan komitmen Muslimat Hidayatullah dalam memperkuat kontribusi perempuan muslimah pada sektor pembinaan keluarga, pendidikan, dan ketahanan sosial masyarakat.

Ketua Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Sulawesi Selatan, Ustadzah Rahmatia ZR, hadir langsung membuka kegiatan. Ia didampingi Ketua Departemen Keputrian Wilayah, Sahlah Al-Ghumaishaa’, serta Ketua dan Anggota Majelis Murabbiyah Wilayah (MMW) Sulawesi Selatan, Ustadzah Miftahussa’adah dan Ustadzah Syarifah. Seluruh jajaran pengurus daerah dan cabang se-Zona Luwu Raya tampak mengikuti rangkaian musyawarah secara aktif.

Dalam sambutannya, Ustadzah Rahmatia menekankan bahwa Muslimat Hidayatullah memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pembinaan keluarga muslim. Menurutnya, ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam menyiapkan generasi berkarakter menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

“Musda ini bukan sekadar agenda lima tahunan, tetapi momentum konsolidasi nilai, penguatan peran muslimah, dan penyelarasan gerak dakwah agar lebih berdampak di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain evaluasi program kerja periode sebelumnya, forum Musda VI juga menetapkan kepengurusan baru melalui mekanisme musyawarah mufakat. Penetapan ini dinilai mencerminkan soliditas organisasi serta komitmen kolektif dalam menjaga kesinambungan gerak dakwah dan tarbiyah di kalangan perempuan.

Adapun susunan pengurus harian Muslimat Hidayatullah periode 2026–2030 yang ditetapkan, yakni:

  • Kabupaten Luwu
    Ketua: Rifdah, S.Pd
    Sekretaris: Hasna Lisa, S.H.I
    Bendahara: Fitri Handayani
  • Kota Palopo
    Ketua: Wardatul Humairah, M.Pd., Gr
    Sekretaris: Andi Suci Febriyanti, S.Sy
    Bendahara: Misliani, S.Pd., Gr
  • Kabupaten Luwu Utara
    Ketua: Dewi Fathonah, S.Pd
    Sekretaris: Nurul Hasanah, S.Pd
    Bendahara: Siti Hajar Azimah, S.H
  • Kabupaten Luwu Timur
    Ketua: Miftahussaidah, S.Pd., Gr
    Sekretaris: Sa’adah Rasyidah, S.H.I
    Bendahara: Yusraini, S.Pd
  • Kabupaten Toraja Utara
    Ketua: Bunga Bau, S.Pd.I., Gr

Dengan terbentuknya kepengurusan baru tersebut, Muslimat Hidayatullah Zona Luwu Raya diharapkan semakin optimal dalam menjalankan program dakwah, tarbiyah, dan pemberdayaan perempuan, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga sebagai pilar pembangunan masyarakat dan bangsa.

Rep: Sahlah

DPD Hidayatullah Makassar Perkuat Kemandirian Ekonomi, Jajaki Kolaborasi Strategis dengan PT Agrinas Pangan Nusantara

0

Makassar (HidayatullahSulsel.or.id) — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Makassar menggelar pertemuan silaturahim strategis bersama General Manager PT Agrinas Pangan Nusantara, Ir. Fadly Ibrahim, di Kantor Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Branch Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam penguatan dan akselerasi program Departemen Ekonomi DPD Hidayatullah Makassar.

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Al-Bayan Kampus Utama Hidayatullah Makassar Moh. Arfah, S.Pd., M.M., Ketua BMH Sulawesi Selatan Kadir, S.Pd., M.M., Kepala Departemen Ekonomi DPD Hidayatullah Makassar Ari Rahmat, serta jajaran pengurus dari Departemen Pendidikan, Organisasi, dan Kesekretariatan.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu, Fadly Ibrahim memaparkan berbagai strategi dan langkah praktis dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas. Ia menekankan pentingnya transformasi dari diskursus konseptual menuju implementasi nyata di sektor riil, khususnya pada bidang pangan dan pertanian terintegrasi.

“Sudah empat tahun kita banyak berdiskusi. Saatnya eksekusi. Kemandirian ekonomi tidak akan terwujud jika hanya berhenti pada wacana,” tegas Fadly.

Menurutnya, Sulawesi Selatan memiliki potensi besar di sektor pangan, mulai dari pertanian, peternakan, hingga distribusi, yang dapat dikolaborasikan dengan jaringan pesantren dan lembaga dakwah.

Fadly juga mendorong agar unit-unit usaha ekonomi Hidayatullah diarahkan pada model bisnis yang berkelanjutan, memiliki rantai pasok jelas, serta berbasis kebutuhan riil umat. Ia mencontohkan pengembangan lahan produktif pesantren, usaha pangan olahan, dan kemitraan distribusi yang terhubung langsung dengan industri.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Departemen Ekonomi DPD Hidayatullah Makassar, Ari Rahmat, menyampaikan apresiasi atas masukan dan pengalaman yang dibagikan. Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dalam bentuk program kerja konkret dan terukur.

“Insya Allah, poin-poin strategis dari pertemuan ini akan kami turunkan menjadi program nyata, mulai dari pemetaan potensi ekonomi pesantren hingga rencana kolaborasi usaha di sektor pangan,” ujar Ari.

Ia menambahkan bahwa Departemen Ekonomi menargetkan lahirnya minimal tiga unit usaha produktif baru di lingkungan Hidayatullah Makassar pada tahun 2026.

Sementara itu, Ketua BMH Sulsel, Kadir, menilai kolaborasi antara lembaga dakwah dan sektor industri pangan sangat relevan untuk memperkuat ekosistem ekonomi keumatan.

Menurutnya, sinergi ini sejalan dengan semangat kemandirian umat dan penguatan basis ekonomi sosial yang berkelanjutan.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi titik awal terbangunnya kerja sama jangka panjang antara DPD Hidayatullah Makassar dan PT Agrinas Pangan Nusantara, sekaligus menjadi model kolaborasi strategis antara organisasi dakwah dan dunia industri dalam memperkuat ekonomi umat di Kota Makassar dan sekitarnya.

DPD Hidayatullah Makassar Jajaki Kolaborasi Ekonomi Keumatan dengan FEB Unhas

0

MAKASSAR (HidayatullahSulsel.or.id) – Departemen Ekonomi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Makassar melakukan silaturahmi akademik dengan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBi) Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai langkah awal penjajakan kolaborasi pengembangan ekonomi keumatan.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 19/1/2026, di lingkungan FEBi Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar.

Silaturahmi ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPD Hidayatullah Makassar dan merupakan bagian dari program kerja Departemen Ekonomi DPD Hidayatullah Makassar yang diketuai oleh Ari Rahmat, S.E., M.M.

Agenda ini sekaligus mendukung salah satu fokus utama program DPD Hidayatullah Makassar, yakni penguatan fundraising dan pembangunan ekonomi umat yang berkelanjutan.

Ketua Departemen Ekonomi DPD Hidayatullah Makassar, Ari Rahmat, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk menyerap gagasan dan perspektif akademik terkait pengembangan ekonomi keumatan di Kota Makassar.

“Kami siap menyerap ilmu, menyusun perencanaan bisnis, serta merancang roadmap gerakan ekonomi keumatan yang aplikatif dan berdampak,” ujarnya.

Ketua DPD Hidayatullah Makassar, Dr. Irfan Yahya, M.Si., menegaskan pentingnya pendampingan akademik dalam memperkuat program-program organisasi, khususnya di bidang ekonomi.

Menurutnya, kolaborasi dengan kalangan akademisi menjadi kebutuhan strategis agar gerakan ekonomi keumatan memiliki dasar keilmuan yang kuat dan terukur.

“Kami berharap kerja sama dan pendampingan ini dapat berkelanjutan, sehingga program ekonomi keumatan yang dirancang dapat berjalan secara profesional dan berdaya guna,” katanya.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, Prof. Dr. Muhammad Asdar, S.E., M.Si., menyambut positif silaturahmi akademik tersebut. Ia menyatakan kesiapan FEB Unhas untuk berkontribusi dalam pengembangan model ekonomi keumatan yang digagas DPD Hidayatullah Makassar.

“Insya Allah, ke depan kita dapat mengagendakan pertemuan rutin, minimal sebulan sekali, untuk pendalaman konsep sekaligus mendorong aksi nyata di lapangan,” ujarnya.

Melalui silaturahmi akademik ini, DPD Hidayatullah Makassar berharap terbangun kolaborasi strategis antara organisasi dakwah dan kalangan akademisi dalam merumuskan serta mengimplementasikan model ekonomi keumatan yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Makassar.

DPD Hidayatullah Makassar Jajaki Kolaborasi Ekonomi Keumatan dengan FEB Unhas

0

MAKASSAR (HidayatullahSulsel.or.id) – Departemen Ekonomi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Makassar melakukan silaturahmi akademik dengan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBi) Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai langkah awal penjajakan kolaborasi pengembangan ekonomi keumatan.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 19/1/2026, di lingkungan FEBi Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar.

Silaturahmi ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPD Hidayatullah Makassar dan merupakan bagian dari program kerja Departemen Ekonomi DPD Hidayatullah Makassar yang diketuai oleh Ari Rahmat, S.E., M.M.

Agenda ini sekaligus mendukung salah satu fokus utama program DPD Hidayatullah Makassar, yakni penguatan fundraising dan pembangunan ekonomi umat yang berkelanjutan.

Ketua Departemen Ekonomi DPD Hidayatullah Makassar, Ari Rahmat, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk menyerap gagasan dan perspektif akademik terkait pengembangan ekonomi keumatan di Kota Makassar.

“Kami siap menyerap ilmu, menyusun perencanaan bisnis, serta merancang roadmap gerakan ekonomi keumatan yang aplikatif dan berdampak,” ujarnya.

Ketua DPD Hidayatullah Makassar, Dr. Irfan Yahya, M.Si., menegaskan pentingnya pendampingan akademik dalam memperkuat program-program organisasi, khususnya di bidang ekonomi.

Menurutnya, kolaborasi dengan kalangan akademisi menjadi kebutuhan strategis agar gerakan ekonomi keumatan memiliki dasar keilmuan yang kuat dan terukur.

“Kami berharap kerja sama dan pendampingan ini dapat berkelanjutan, sehingga program ekonomi keumatan yang dirancang dapat berjalan secara profesional dan berdaya guna,” katanya.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, Prof. Dr. Muhammad Asdar, S.E., M.Si., menyambut positif silaturahmi akademik tersebut. Ia menyatakan kesiapan FEB Unhas untuk berkontribusi dalam pengembangan model ekonomi keumatan yang digagas DPD Hidayatullah Makassar.

“Insya Allah, ke depan kita dapat mengagendakan pertemuan rutin, minimal sebulan sekali, untuk pendalaman konsep sekaligus mendorong aksi nyata di lapangan,” ujarnya.

Melalui silaturahmi akademik ini, DPD Hidayatullah Makassar berharap terbangun kolaborasi strategis antara organisasi dakwah dan kalangan akademisi dalam merumuskan serta mengimplementasikan model ekonomi keumatan yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Makassar.