Home Berita Nasional Tabligh Akbar GMS Sinjai, Dr. Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar: Al-Qur’an Harus Diperjuangkan...

Tabligh Akbar GMS Sinjai, Dr. Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar: Al-Qur’an Harus Diperjuangkan dalam Jamaah

0
4
Tabligh Akbar Gerakan Mujahid Subuh Sinjai bersama Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar.

SINJAI, HIDAYATULLAHSULSEL.OR.ID — Pengamalan Al-Qur’an tidak cukup berhenti pada keyakinan dan pengetahuan. Nilai-nilai wahyu harus diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui dakwah, kebersamaan, dan perjuangan kolektif. Pesan inilah yang mengemuka dalam Tabligh Akbar Gerakan Mujahid Subuh (GMS) se-Kabupaten Sinjai yang menghadirkan Dr. Ir. H. Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, M.Si., Ahad (8/11/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Ta’mirul Islamiyah Talle, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, tersebut diikuti ratusan jamaah dari berbagai wilayah. Tabligh Akbar ini menjadi momentum memperkuat semangat keislaman, ukhuwah, dan gerakan dakwah melalui pembiasaan salat Subuh berjamaah.

Dalam tausiyahnya, Wakil Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah tersebut mengawali pembahasan dengan mengutip firman Allah SWT dalam QS. An-Nahl ayat 97. Ayat tersebut menjelaskan janji Allah berupa hayatan thayyibah atau kehidupan yang baik bagi orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan.

Menurutnya, ayat tersebut mengandung pesan mendasar bahwa kualitas kehidupan seorang Muslim bertumpu pada kesatuan iman dan amal saleh. Keimanan harus melahirkan kesadaran untuk terus belajar, sedangkan ilmu harus mendorong seseorang menghadirkan amal nyata dalam kehidupannya.

Ia kemudian menggarisbawahi tiga pilar yang perlu menjadi pegangan setiap Muslim, yaitu kesadaran iman, penguasaan ilmu, dan pengamalan. Ketiganya tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus terintegrasi dalam kehidupan pribadi maupun gerakan dakwah.

Al-Qur’an Membutuhkan Dakwah dan Kebersamaan

Pembina Hidayatullah Sulsel tersebut juga menegaskan bahwa pengamalan Al-Qur’an tidak cukup dilakukan secara individual. Nilai-nilai Al-Qur’an membutuhkan gerakan dakwah dan kekuatan kebersamaan agar dapat terwujud secara luas di tengah masyarakat.

“Al-Qur’an tidak bisa diamalkan sendirian. Al-Qur’an tidak akan tegak tanpa dakwah dan kebersamaan. Al-Qur’an harus diperjuangkan bersama-sama dalam satu jamaah,” tegasnya di hadapan para jamaah.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa gerakan dakwah membutuhkan kesatuan visi, komitmen, dan kerja kolektif. Semangat beribadah harus berlanjut menjadi kepedulian terhadap lingkungan sosial serta kesediaan mengambil peran dalam memperbaiki kehidupan masyarakat.

Dalam konteks itu, Gerakan Mujahid Subuh memiliki ruang strategis untuk membangun kebiasaan ibadah sekaligus mempererat hubungan antarsesama Muslim. Salat Subuh berjamaah bukan hanya aktivitas ritual, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keimanan, kedisiplinan, dan persaudaraan.

Soroti Amanah Pengelolaan Kekayaan Negara

Selain menyampaikan pesan pembinaan keimanan dan dakwah, Dr. Aziz Qahhar juga menyoroti persoalan pengelolaan kekayaan negara. Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Kekayaan tersebut semestinya dikelola secara jujur, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh rakyat.

Ia merujuk pada amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus diarahkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menurutnya, komitmen para penyelenggara negara dalam menjalankan amanat konstitusi menjadi salah satu kunci terwujudnya keadilan dan kesejahteraan sosial. Kekayaan bangsa tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir orang, sementara masyarakat luas tidak memperoleh manfaat yang semestinya.

Sejalan dengan itu, ia mengajak jamaah untuk turut mendoakan para pemimpin bangsa, khususnya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kapolri, agar senantiasa memperoleh kekuatan dan keberanian dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

Ia berharap para pemimpin negara memiliki keteguhan dalam memberantas praktik korupsi dan berbagai tindakan yang merampas kekayaan bangsa, sehingga sumber daya Indonesia benar-benar dapat dimanfaatkan bagi kemakmuran rakyat.

Menguatkan Nilai Agama dalam Kehidupan Berbangsa

Dalam tausiyah tersebut, Dr. Abdul Aziz Qahar juga mengingatkan kembali perjuangan para pendiri bangsa yang telah meletakkan dasar kehidupan bernegara dengan memperhatikan nilai-nilai agama. Nilai ketuhanan yang terkandung dalam Pancasila, menurutnya, menjadi bagian penting dari fondasi kehidupan kebangsaan Indonesia.

Karena itu, umat Islam perlu mengambil peran dalam menjaga persatuan, merawat kehidupan berbangsa, dan menghadirkan nilai-nilai Islam yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Menutup tausiyahnya, ia berpesan agar seluruh anggota Gerakan Mujahid Subuh Kabupaten Sinjai terus menjaga persatuan, kekompakan, dan keistiqamahan dalam menjalankan aktivitas dakwah.

Ia berharap GMS tidak berhenti sebagai gerakan yang menghidupkan masjid pada waktu Subuh, tetapi berkembang menjadi kekuatan pembinaan umat yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

GMS Sinjai, Gerakan Pembiasaan Salat Subuh Berjamaah

Gerakan Mujahid Subuh Kabupaten Sinjai sendiri merupakan gerakan keagamaan yang diluncurkan Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, M.Si., pada September 2025. Sejak diluncurkan, kegiatan GMS dilaksanakan secara rutin di berbagai kecamatan sebagai upaya menghidupkan masjid dan membangun budaya salat Subuh berjamaah di tengah masyarakat.

Pelaksanaan Tabligh Akbar tingkat Kabupaten Sinjai di Kecamatan Sinjai Tengah kali ini menjadi bagian dari kesinambungan gerakan tersebut. Selain memperkuat semangat ibadah, kegiatan ini juga menghadirkan ruang silaturahmi dan konsolidasi umat dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih religius.

Melalui GMS, semangat memakmurkan masjid diharapkan terus tumbuh menjadi kesadaran bersama. Dari masjid, umat membangun keimanan, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan masyarakat serta bangsa.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here