MAKASSAR (HidayatullahSulsel.or.id) – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Semester I Tahun 2026 yang diikuti seluruh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah se-Sulawesi Selatan serta seluruh departemen di lingkungan DPW, Selasa (23/6/2026), bertepatan dengan 8 Muharram 1448 Hijriah.
Kegiatan berlangsung secara hybrid, memadukan pertemuan daring melalui Zoom Meeting dengan pelaksanaan luring di Kantor DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan di Makassar. Agenda ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian program selama periode Januari–Juni 2026 sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi enam bulan terakhir tahun ini.
Dalam sesi evaluasi, setiap DPD mempresentasikan perkembangan program di daerah masing-masing. Paparan mencakup pembinaan kader, pelaksanaan halaqah, perkembangan pondok binaan, hingga berbagai aktivitas dakwah yang menyentuh masyarakat.
Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, Ustadz Dr. Muhammad Saleh Usman, menegaskan bahwa organisasi akan memfokuskan perhatian pada dua prioritas utama, yakni penguatan program tarbiyah dan dakwah serta pengembangan sektor ekonomi sebagai penopang keberlangsungan program.
Menurutnya, tarbiyah merupakan ruh gerakan Hidayatullah sehingga harus memperoleh perhatian penuh di seluruh daerah. Ia menekankan pentingnya menghidupkan halaqah dan menjaga konsistensi pelaksanaan Lailatul Ijtima sebagai sarana pembinaan kader yang berkesinambungan.
“Tarbiyah harus mendapat perhatian penuh. Halaqah harus hidup dan Lailatul Ijtima harus rutin. Kader yang kuat lahir dari pembinaan yang istiqamah. Dakwah juga harus mampu menjangkau masyarakat luas, bukan hanya terbatas pada lingkungan internal,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa keberhasilan seluruh program organisasi sangat bergantung pada kemandirian ekonomi. Karena itu, setiap DPD didorong mengembangkan potensi ekonomi melalui koperasi, wakaf produktif, maupun unit-unit usaha yang mampu menopang kebutuhan operasional organisasi.
“Semua program membutuhkan biaya. Karena itu ekonomi umat harus digerakkan. Jangan sampai program yang baik berhenti hanya karena tidak memiliki dukungan pendanaan operasional,” tegasnya.
Usai pelaksanaan Monev secara daring, tim DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke berbagai zona di Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut dipadukan dengan agenda Halaqah dan Lailatul Ijtima di masing-masing DPD sehingga proses monitoring dapat dilakukan secara langsung di lapangan.
Melalui kunjungan tersebut, tim DPW tidak hanya melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program, tetapi juga memberikan pendampingan, arahan, serta membantu menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi pengurus daerah.
Pelaksanaan Monev yang berlangsung pada 8 Muharram 1448 H ini menjadi titik evaluasi pertengahan tahun bagi DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat pelaksanaan program selama semester kedua sehingga target-target organisasi hingga akhir tahun 2026 dapat dicapai secara lebih optimal./*Rsk



