Beranda blog Halaman 91

Dari Assesment oleh DPP Hidayatullah, DPW Sulsel Raih Apresiasi dan Didorong Maksimalkan Kegiatan Ekonomi

0

HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah melakukan assesment manajemen pengelolaan organisasi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel.

Assesment DPW Hidayatullah Sulsel oleh Bendahara Umum DPP Hidayatullah, Ust Marwan Mujahid. “Assesment dilakukan tidak hanya sekadar menilai, akan tetapi lebih pada pendampingan dan tarbiyah kepada pengurus akan pentingnya standarisasi, ” jelasnya.

Dari 10 DPW se-Indonesia yang sementara selesai di assesment oleh DPP, ungkapnya, DPW Sulsel dinilai mampu menyajikan data baik sekali, walaupun masih ada data yang perlu dilengkapi.

Di sesi terakhir, Ust Marwan menitipkan beberapa pesan dan masukan untuk DPW Sulsel di antaranya seluruh kegiatan Hidayatullah terkhusus di Sulsel agar lebih maksimal dipublikasikan sehingga menjadi konsumsi publik.

Kegiatan ekonomi/usaha, harapnya, harus mampu memberikan konstribusi bagi organisasi. “Pendidikan paling potensial untuk dikapitalisasi dalam rangka mendukung akselerasi organisasi,” sarannya.

Demikian pula untuk rumah-rumah Qur’an, ia menegaskan, harus dimenej lebih baik lagi agar dapat menghasilkan SDM yang berkualitas.

Untuk program departemen sosial, mantan Direktur BMH itu, menyarankan agar DPW Sulsel dapat membentuk tim founding berbasis digital. Serta BTH, BUMO dan koperasi dapat berkolaborasi

Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, Ust Nasri Bohari MPd menyampaikan rasa syukur karena assesor yang mendampingi DPW Sulsel adalah sosok yang administratoris dan proseduralis.

“Beliau juga ‘jelimetis’ sehingga mampu mengarahkan dan mencerahkan seluru pengurus DPW walaupun durasi waktu assesment dialukan selama 8 jam,” ujarnya. (fir)

Hidayatullah Maros Kolaborasi LAZ BMH Berbagi di Hari Guru

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — DPD Hidayatullah Maros bersama LAZ BMH Maros berbagi paket santunan dan sembako untuk Guru Ngaji dan Imam Masjid di Masjid H Jamaluddin Muhammad Batangase, Jumat (25/11/2022).

Kegiatan tersebut sekaligus menyemarakkan Hari Guru.
“Alhamdulillah DPD Hidayatullah Maros mendapatkan amanah dari para donatur untuk dibagi kepada Guru Pondok Tahfidz, Guru Mengaji dan Imam Masjid, ” jelas Ketua DPD Hidayatullah Maros Ust Drs Muhammad Kaisar.

Program berbagi ini langsung di serahkan oleh Ketua BMH Gerai Maros Ust Fatahillah Al Ayyubi.
“Alhamdulillah setiap bulan BMH Gerai Maros memberi santunan kepada Guru Tahfidz di bawa binaan BMH Gerai Maros,” ungkapnya.

DPD Hidayatullah Maros menyelenggarakan Program santunan Guru Mengaji dan Program Wakaf Masjid Rp 50.000, Pembangunan Masjid dan Wakaf Al Qur an Rp 150.000


Bagi yang ingin berwakaf dalam pembangunan masjid dan wakaf Al Qur an bisa menghubungi :
ust Muhammad Kaisar 081342563546 atau ke rek BRI Tanralili 497001020065532 an/DPD Hidayatullah Maros

Atau bisa datang langsung ke alamat Dusun Baku Desa Lekoancing Kecamatan Tanralili Maros Jl Elang Perumahan Batangase Permai Kec Mandai Kab Maros.(*)

Hidayatullah Masamba Beri Santunan bagi Guru di Hari Guru

0

LUTRA, HidayatullahSulsel.com — Yayasan Pesantren Hidayatullah Masamba, Luwu Utara menyerahkan santunan kepada para guru sebagai rangkaian memperingati Hari Guru pada 25 November 2022 di Kampus Madya Hidayatullah Masamba.

Kepsek SD Al Hijrah Masamba ust Qayyum berharap semoga dengan paket apresiasi atas dedikasi para guru di pesantren Hidayatullah Masamba semakin memacu semangat dan menambah keikhlasan para guru.

“Kita berharap sekolah Hidayatullah Masamba bisa menjadi unggul dan maju.
Momentum Hari Guru kita teguhkan tekad untuk membenahi seluruh unit sekolah dari TK SD MTs SMK dan Kelas Khusus Tahfidz agar bisa menjadi sekolah alternatif terbaik, ” ujar Ketua Yayasan Al Hijrah Hidayatullah Masamba, Abd Wahab

Menurutnya, pondok pesantren Hidayatullah Masamba dirancang menjadi pondok favorit dan diminati karena menjadi pondok yang unggul dan lingkungan yang kondusif.

“Untuk itu pengurus Yayasan Al Hijrah pondok pesantren Hidayatullah terus berbenah dan pengurus merencanakan akan menjadikan SD Integral Al Hijrah menjadi yang unggul di Masamba,” tekadnya.

Juga disiapkan beasiswa dhuafa bagi yatim piatu dan duafa dengan porsi 20 persen. “Kami mengajak kaum muslimin dan muslimat yang ingin membantu beasiswa duafa yatim dan yang kurang mampu bisa menghubungi ust Muh Nuzul Usman di 085201131132 atau mengirim langsung ke rek BRI Masamba rek 064101026423503 An Yayasan Al Hijrah Hidayatullah Masamba dan Bank Sulselbar Masamba 5202610000044633 Yayasan Al Hijrah Hidayatullah Masamba, ” ajaknya.(nuzul usman)

Alumni Fakultas Pertanian 80 Unhas Silaturahmi ke Pesantren Tahfiz Hidayatullah Maros

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com –– Komunitas mengaji Unhas Alumni Fakultas Pertanian angkat 1980 silaturahmi ke pesantren Tahfidzul Qur’an Tanralili Maros, Rabu (23/11/2022).

Kehadiran Alumni Pertanian 1980 Unhas tersebut diwakili Hj Tetty Rosdiana, Rahmatia dan
Ariyani Sanusi, dalam rangka berbagi kebahagiaan berupa Al Qur’an, beras, telur, dan uang tunai.

Hj Tetty sebagai anggota pengurus bagian kerohanian yang juga donatur tetap di Baitul Maal Hidayatullah (BMH) memberikan motivasi dan harapan kepada para santri dan pengurus pesantren.

Ia menyampaikan, agar senantiasa bersama Al Qur’an, “Alhamdulillah kami setiap tiga hari, punya program 1 juz bersama terjemahannya harus tuntas dibaca,” tuturnya penuh semangat.

Ketua DPD Hidayatullah Maros, Ust Drs Muhammad Kaisar berterima kasih atas kunjungan silaturahmi alumni angkatan 1980 Pertanian Unhas tersebut.

Ia mengajak untuk terus-menerus berkolaborasi menyelesaikan kebutuhan pesantren “Dengan kolaborasi semuanya dapat diselesaikan dengan mudah, dan dakwah semakin berkembang,” ujarnya.

Hal yang menjadi kebutuhan pondok pdsantren seperti, pengadaan depot air isi ulang, penghijauan pondok dengan tanaman produktif dan pembangunan.

Ketua Baitullah Maal Hidayatullah (BMH) Maros Fatahillah mengatakan kepercayaan masyarakat untuk berdonasi begitu tinggi, tiada lain karena program-program yang diangkat BMH semua terlaksana dan dampaknya dapat dirasakan masyarakat luas.

“Alhamdulillah ini semua berkat rahmat Allah dan doa dari para santri, ” ucapnya. Berkat kolaborasi BMH, DPD Hidayatullah Maros dan seluruh lapisan masyarakat, kini di Maros telah hadir pesantren putra dan putri binaan BMH, tiga masjid menjadi binaan, kesemuanya telah berjalan program pendidikan, dakwah dan sosial keummatan.(fat)

Hidayatullah Maros Gelar Mabit, Kuatkan Jiwa Raga Kader

0

MAROS, HidayatullahSulel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Maros optimalkan bimbingan dan keimanan kader, melalui Gerakan Mabit (malam bina iman dan takwa). Ahad (20/11/2022).

“Mabit merupakan satu dari banyaknya program andalan DPD Hidayatullah Maros, dibawah tanggung jawab Departemen Dakwah. Mabit merupakan sebuah panggilan iman , sehingga harus dijawab dengan iman, sebab jika bukan iman akan banyak alasan. Di situlah setan bekerja agar kader tidak ikut serta dalam jihad (mabit), ” jelas pengurus DPD Hidayatullah Maros ust Fatahillah.

Mabit pekan ini dilaksana di kediaman Ketua DPC Moncongloe Maros. Pada kesempatan tersebut hadir Ustadz Zaki Ibrahim memberikan tausiyah tentang pentingnya mensyukuri nikmat berjamaah dengan kegiatan halaqoh, mabit, dan gerakan nawafil Hidayatullah.

Menurut ustadz muda jebolan Hidayatullah Jogja dan juga alumnus Universitas Al Azhar tersebut menjelaskan kegiatan ini sesungguhnya untuk mencas kembali iman dan menjadi kekuatan bagi kader untuk menyongsong perkembangan Hidayatullah ke depan.

“Alhamdulillah banyak kader yang saat ini belajar di Timur Tengah, tentu ini menjadi harapan masa depan Hidayatullah akan lebih baik. Mereka juga terus terkawal kultur Hidayatullahnya, sehingga kedepannya Hidayatullah akan menjadi organisasi yang baik dari segala aspek dengan terjaga kulturnya, ” urainya.

Nampak hadir mengikuti mabit jajaran ketua DPD dan DPC se-Hidayatullah Maros, ketua bmh Maros, ketua Aphida, ketua Pemuda Hidayatullah Sulawesi Selatan, dan ketua Masjid Batangase ust Sahrul, dan ketua Kadep Tarbiyah Al Bayan Ust Moh Arfah dan ketua Terapi Totok Punggung Sulawesi Selatan ustadz Bukhori Kadir, dan lainnya

Kegiatan qiyamullail dipimpin ust Zaky. Bada shalatolat subuh, dilaksanakan tahsin Surah Al Fatihah.

Fatahillah selaku Ketua BMH gerai Maros mengaku sangat menikmati kegiatan ini. “Sebab kami hidup di madrasah jalanan, kadang baterai iman mulai redup, maka di cas dengan kegiatan-kegiatan seperti mabit, halaqah dan GNH,” tuturnya.

Ketua DPD Hidayatullah Maros Ustadz Muhammad Kiasar memberikan tantangan kepada segenap peserta untuk ambil peran mengisi pos-pos pergerakan berbasis masjid.

“Alhamdulillah banyak masjid yang sudah dibangun dengan kerjasama dermawan, maka diharapkan ini dapat dikelola untuk meningkatkan kualitas jiwa dan raga kader dan masyarakat,” tutupnya.(*)

Santri Ponpes Hidayatullah Pangkep Ujian Tahfidz Kenaikan Tingkat

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel. com — Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep mengelar Ujian Tahfidz kenaikan tingkat bagi seluruh santrinya yang sudah memenuhi syarat ujian, Sabtu-Ahad (19-20/11/2022).

Ujian dihadiri oleh pengurus dan dewan juri Tahfidz tersebut dilakukan sebagai syarat kelulusan dan kenaikan kelas.

Ketua Yayasan Ponpes Hidayatullah Pangkep Kardinag SSos menyampaikan
sejak awal program ini sudah ditetapkan sebagai kewajiban bagi santri untuk diikuti untuk menguji target hafalan.

“Hasilnya dijadikan syarat pembagian raport dan ijazah siswa SMP dan SMA yang berasrama. Ujian ini dilakukan untuk menguji sejauh mana kekuatan hafalan santri juga menjadi syarat apakah naik kelas atau tidak” jelasnya.

Santri peserta Ujian Tahfidz kenaikan level dianataranya Agus Setiawan dengan jumlah hafalan 5 Juz ( 30,29 dan 28 serta juz 1 dan juz 2 ) dengan predikat mumtaz jiddan .

Sedangkan Muh Adly Ath-Thabrani dengan jumlah hafalan 5 Juz (30,29 dan 28 serta juz 1 dan juz 2 ) dengan predikat mumtaz.

Semoga para santri yang telah melewati ujian bisa menjaga hafalannya, dan menjadi motivasi untuk santri lain untuk bisa ikut ujian susulan,” harap Ust Karding. (*)

Hidayatullah Maros Launching Griya Sehat

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Maros terus bergerak mewujudkan harapan ummat, kali ini melalui Griya Sehat dengan program peduli dan melayani. Griya Sehat diluncurkan Sabtu ( 19/11/2022)

Griya Sehat Hidayatullah Maros berlokasi di kampus tiga Masjid H Jamaluddin Kelurahan Bontoa Jl. Elang Kecamatan Mandai, perumahan H. Banca II, Maros.

Ketua DPD Hidayatullah Maros Ustadz Drs Muhammad Kaisar menyampaikan pentingnya layanan kesehatan menjadi jalan dakwah kepada masyarakat. Ia sangat optimis melalui Griya Sehat dapat menyentuh masyarakat dengan layanan prima.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan Ust Drs Nasri Bukhari MPd sangat mengapresiasi gerakan ini. Menurutnya aktivitas pejuang harus sehat, sehingga dapat bisa menjalankan amanah dengan tuntas.

Ketua Departemen Sosial dan Kesehatan DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, Ustadz Karaeng Armin mengajak untuk sehat mudah dengan kembali ke Qur’an dan hadis, di antara perintah “Berpuasalah makan kamu akan sehat, lakukan dengan baik dan benar insya Allah sehat ki semua.

Kegiatan Griya Sehat akan berpusat di masjid, bertujuan untuk menguatkan jiwa raga masyarakat, dan meraih ridho Allah.

Kolaborasi layanan kesehatan gratis dihadiri para trapis dari lintas gendre, ada terapis totok punggung dari Makassar, terapis bekam, dan PAZ Al Kasaw. (fatahillah)

Menjadi Hamba yang Taat

0

Oleh : Baso Dzulfikar, Manager BTH Sulsel Cabang Makassar

HidayatullahSulsel.com — Allah ta’alla berfirman

اِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذَا دُعُوْٓا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ اَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَاۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan “kami mendengar dan kami patuh” dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(QS An-Nuur : 51)

Karakter dasar orang beriman adalah senantiasa mendengar dan taat terhadap apapun yang menjadi ketetapan Allah dan Rasul-Nya. Mendengar artinya mereka berusaha sungguh-sungguh memahami kehendak Allah dan Rasul-Nya.

Sedang ketaatan yang dimaksud adalah ketaatan dalam menjalankan syariat, baik berupa
perintah maupun larangan yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya dalam Al-Quran dan As-Sunnah.

Jadi, setelah mereka memahami, tanpa banyak bertanya atau
mempertanyakan segera mereka ikuti dengan ketundukan dan kepatuhan untuk menjalankannya. Kewajiban untuk taat kepada syariat ini dijelaskan oleh Allah dalam ayat yang lain :

ثُمَّ جَعَلْنٰكَ عَلٰى شَرِيْعَةٍ مِّنَ الْاَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ

“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu
orang-orang yang tidak mengetahui.” QS Al-Jatsiyah : 18

Mengapa kita harus taat ? Untuk menjawabnya mari kita renungi kembali kejadian kita di dunia ini. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Insaan : 1-2 :

هَلْ اَتٰى عَلَى الْاِنْسَانِ حِيْنٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْـًٔا مَّذْكُوْرًا اِنَّا خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَاجٍۖ نَّبْتَلِيْهِ فَجَعَلْنٰهُ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا

“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang Dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? Sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan Dia mendengar
dan melihat.”

Tidak ada satupun manusia yang sebelumnya punya keinginan untuk menjadi manusia. Bagaimana mungkin kita punya keinginan kalau pada waktu itu kita belum ada, belum menjadi sesuatu yang dapat disebut apapun.

Demikian juga Allah tidak
pernah meminta pendapat atau persetujuan kita sebelum Dia menciptakan kita, sebab
bagaimana mungkin bisa dimintai pendapat kalau kita sendiri belum ada.

Kita hadir ke dunia mutlak karena kehendak Allah. Allah yang punya rencana untuk menghadirkan
kita ke dunia. Bukan kita. Untuk apa kita diciptakan dan bagaimana seharusnya kita hidup hanya Allah yang mengetahuinya.

Agar bisa memahami kehendak Allah itu maka dengan kasih sayang-Nya kita diberikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar bisa memahami.

Dan agar bisa menjalani hidup dengan baik maka diturunkanlah Al-Quran sebagai pedoman dan diutuslah Nabi untuk menjelaskannya dan memberikan contoh pengamalannya. Manusia tidak mungkin bisa menjalani kehidupan ini dengan baik
tanpa berpedoman kepada ketetapan Allah dan Rasul-Nya.

Seperti orang yang berjalan di kegelapan malam, walaupun matanya terbuka tetapi kalau dia tidak melihat cahaya maka dia akan terantuk-antuk dan tidak pernah sampai ke tujuan. Seperti
rambu-rambu lalu lintas, ada jalan yang harus kita ikuti dan ada jalan yang tidak boleh kita lewati.

Karena itu perintah dan larangan Allah sesungguhnya adalah koridor jalan yang akan mengantarkan kita sampai kepada tujuan.

Allah Maha Tahu segalanya. Tidak ada yang tersembunyi dari pengetahuan Allah, baik yang ghoib maupun yang nyata. Dia yang menciptakan kita juga tahu persis segalanya tentang kita, lahir maupun batinnya. Jasmani maupun ruhaninya.

Di sisi lain, walaupun manusia adalah makhluk paling sempurna dibandingkan makhluk ciptaan Allah yang lain, dia tetap terbatas pengetahuannya. Manusia hanya tahu sebatas yang diajarkan Allah kepadanya.

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ

“Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS Al-Alaq : 4-5).

Dia yang Maha Tahu tentang makhluk ciptaan-Nya ini juga tahu betul bagaimana seharusnya manusia menjalani hidup. Manusia senantiasa membutuhkan
bimbingan Allah. Karena itu, sebagai makhluk yang terbatas kemampuannya, di hadapan Allah yang pengetahuan-Nya tak terbatas, tidak ada sikap yang lebih baik kecuali tunduk, patuh, dan taat sepenuhnya terhadap apapun ketetapan Allah.

Mari kita ambil perumpamaan. Seandainya kita sakit, kemudian kita konsultasi ke dokter. Dokter mengatakan bahwa kita menderita sakit maag yang akut. Dokter menyarankan agar kita meninggalkan makanan-makanan tertentu. Tidak boleh makan yang pedas-pedas atau yang masam-masam.

Tidak boleh terlambat makan. Hanya boleh makan makanan tertentu, dan sebagainya. Kalau kita ingin sembuh tentu kita akan menuruti perintah dokter itu. Mengapa demikian? Kita menganggap dokter lebih tahu tentang penyakit kita.

Perintah dan larangan Allah adalah wujud kasih sayang-Nya kepada kita. Allah memberi kita perintah karena Allah tahu betul bahwa apa yang diperintakan-Nya itu bermanfaat bagi manusia.

Allah memerintahkan kita sholat, puasa, menolong orang lain, berbuat jujur, menjaga kebersihan jasmani dan ruhani, dan perintah-perintah yang lain karena semua itu dibutuhkan manusia. Semua yang diperintahkan adalah apa yang membawa kebaikan, keselamatan, keberuntungan, dan kebahagiaan.

Demikian juga larangan-Nya, semata-mata untuk mencegah kita dari kehancuran. Apa yang dilarang Allah adalah hal-hal berbahaya yang akan membawa manusia kepada kerusakan jika manusia melakukannya. Allah melarang kita mendekati zina,
berjudi, minum khamr, melakukan korupsi, dan larangan-larangan yang lain karena semua itu akan membawa kehancuran bagi kehidupan manusia. Allah berfirman
dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf : 33 :

قُلْ اِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْاِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَاَنْ تُشْرِكُوْا بِاللّٰهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهٖ سُلْطٰنًا وَّاَنْ تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia
tanpa alasan yang benar,(mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan
terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”.

Karena itu, adanya perintah dan larangan itu harus kita sambut dengan penuh kesyukuran karena dengan itu kita bisa mendapatkan apa yang bermanfaat dan terhindar dari apa yang membahayakan.

Syariat Allah juga merupakan wujud keadilan-Nya. Ketika Allah menurunkan perintah dan larangan, sesungguhnya Dia tidak punya kepentingan apapun selain
untuk mewujudkan kasih sayang dan keadilan bagi kehidupan manusia.

Seandainya semua manusia taat, sesungguhnya ketaatan itu tidak ada manfaatnya sama sekali bagi Allah. Sebaliknya, jika semua manusia ingkar, sama sekali Allah tidak dirugikan.

Teramat mudah bagi Allah untuk membinasakan semua manusia yang ingkar dan menggantikannya dengan makhluk baru yang semuanya tunduk kepada-Nya. Hal ini berbeda dengan ketetapan yang dibuat oleh manusia.

Manusia adalah makhluk yang memiliki syahwat dan keinginan, sehingga ketetapan manusia akan mudah dipengaruhi keinginan syahwatnya sendiri. Manusia
senantiasa dipengaruhi oleh kepentingan dirinya, keluarganya, maupun golongannya.

Hanya manusia-manusia yang taat kepada Allah sajalah yang bisa mewujudkan keadilan di muka bumi. Meninggalkan syariat Allah akan menyebabkan terjadinya kedzoliman di muka bumi.(*)

*) Dari naskah khutbah Jumat yang disampaikan di Masjid Umar Al Faruq Ponpes Hidayatullah Makassar, Jumat (18/11/2022)

DPC Hidayatullah Marusu Adakan Tasyakuran. Motivasi Santri Rumah Quran

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Bangkitkan spirit santri, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Hidayatullah Marusu, Maros, mengadakan tasyakuran di Rumah Qur’an (RQ) Hidayatullah Marusu, Kamis (17/11/2022).

Tasyakuran dihadiri oleh Ketua Departemen Dakwah DPD Hidayatullah Maros Ust Rubiyanto dan Kepala Gerai Baitul Mall Hidayatullah (BMH) Maros, Ust Fatahillah.

Mereka langsung menguji santri binaan RQ Hidayatullah Marusu yang akan naik bacaannya ke tingkat yang lebih tinggi.

Setelah melakukan pengujian yang disaksikan langsung oleh orang tua santri, ustadz Robianto langsung memberikan apresiasi berupa sertifikat kepada dua santri yang sudah khatam bacaan Iqra dalam waktu yang tidak terlalu lama. Yakni, anaknda Nurazizah dan Muh Rasya.

Sementara ustadz Fatahillah memberikan semangat dan spirit kepada santri yang hadir. “Jadikanlah Alquran sebagai pedoman hidup dan penolong mu dikemudian hari,” tuturnya.

Ketua DPC Hidayatullah Marusu ustadz Arsyad menyampaikan kegiatan tasyakuran ini dilakukan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak binaan agar mereka semakin semangat untuk belajar Alquran.

Mitra Baitul Wakaf

Sehari sebelumnya, Rabu (16/11/2022), Ketua DPD Hidayatullah Maros Ust Drs Muhammad Kaisar diundang dan menghadiri Silaturrahmi dan Monitoring Asset Wakaf oleh Baitul Wakaf Jakarta.

Kegiatan tersebut terkait peran DPD Hidayatullah Maros berkolaborasi menyelenggarakan program Wakaf dengan membangun 5 masjid di Maros.

Paket wakaf yang ditawarkan dengan donasi Rp 50.000 per bulan. Ust Kaisar berharap agar gerakan wakaf di masyarakat bisa massif utamanya dalam membangun fasilitas ibadah khususnya masjid.(*)

SMK Ponpes Hidayatullah Masamba Mendapat Kunjungan Diknas Sulsel

0

LUTRA, HidayatullahSulsel.com — SMK Yayasan Al Hijrah Hidayatullah Masamba mendapatkan kunjungan tim Dinas Pendidikan Nasional (Diknas Sulsel, Selasa (15/11/2022).

Kunjungan tersebut untuk memantau langsung akreditasi SMK Yayasan Al Hijrah Masamba. Kepsek SMK Yayasan Al Hijrah Hidayatullah Masamba Nuzul Usman SPd kepada tim Diknas mengatakan pihaknya akan terus melakukan pembenahan agar menjadi sekolah yang unggul pada keterampilan komputer dan jaringan.

“Ke depan kami berencana membuka jurusan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan Luwu Utara sebagai daerah pertanian,” ungkapnya.

SMK Al Hijrah ditargetkan menjadi alternatif utama pendidikan vokasi dengan penerapan boarding sebagai nilai plusnya.

Pengurus Yayasan Al Hijrah Ponpes Hidayatullah Masamba juga dalam waktu dekat ini berencana membuka program Tahassus atau kelas khusus Tahfidz di Uraso Mappideceng untuk mencetak penghafal quran.

Ketua Yayasan Abd Wahab berharap pembangunan di pondok tahfidz bisa berjalan dengan lancar sebagai program pengurus yayasan Al hijrah tahun 2022.
Setelah selesai pembangunan rumah akan dibangun masjid permanen dengan memulai pembangunan pondasi. Saat ini masjid masih menggunakan papan

“Kami mengajak kaum muslimin dan muslimat yang ingin membantu bisa menghubungi ust Muh Nuzul Usman no kontak 085201131132 atau mengirim langsung donasi ke rek Bank BRI Masamba no rek 064101026423503 An Yayasan Al Hijrah Hidayatullah Masamba dan Bank Sulselbar Masamba No 5202610000044633 Yayasan Al Hijrah Hidayatullah Masamba,” rindunya. (*)