Beranda blog Halaman 85

Menjelang Akhir Tahun, BMH Maros Gelar Khitan Berkah

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah ( LAZ BMH ) Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Khitan Berkah Massal, Senin (12/26/2022).

Khitanan tersebut dilaksanakan di Fatmawati Medical Clinic, Maros, diikuti siswa-siswa SD dan santri binaan BMH di Batangase Maros

“Alhamdulillah untuk program insidentil seperti khitan berkah, waktunya singkat dan sekali, tapi manfaatnya seumur hidup. Kegiatan ini kolaborasi dengan Fatmawati Medical Clinic, Zazil Bakery, YBM PLN, dan para donatur, sehingga dapat terlaksana dengan baik,” tutur Ketua BMH Gerai Maros, Fatahillah.

Mewakili pihak Fatmawati Clinik, Dokter Akbar mengaku sangat bahagia dan menyambut baik program BMH, insyaAllah kedepannya siap untuk terus bersama melayani dan peduli kebutuhan masyarakat dalam hal khitan berkah

Daus santri Hidayatullah Batangase salah seorang peserta khitan menuturkan kebahagiaannya. Selain tempatnya ber AC, layanan para dokter sangat Prima, juga mendapatkan bingkisan parcel, uang, peci, sarung, dan Snack roti zazil.(rls)

Pondok Tahfidz Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar Wisuda II Santri

0

TAKALAR, HidayatullahSulsel.com — Untuk kedua kalinya Pondok Tahfiz Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar menyelenggarakan wisuda bagi santri-santrinya di gedung PKK, Takalar, Ahad (25/12/2022).

Kepala Devisi PPTQ, Nuryanti menyampaikan untuk wisuda kedua ini sengaja dilaksanakan di luar pondok, hal itu dilakukan karena ingin memberikan suasana baru bagi para santri dan orangtua karena sebelumnya acara wisuda pertama dilaksanakan di pondok

“Di sisi lain juga memang cuaca yang sangat ekstrim yang tidak memungkinkan kalau diadakan di pondok,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Pondok Tahfiz Ahlul Jannah, Ustadz Arham Baharuddin SE menyampaikan dalam sambutannya bahwa acara ini adalah program yang terlaksana berdasarkan hasil kerjasama dan kekompakan dari para pengurus, guru-guru, santri dan orangtua santri yang begitu antusias mengajar, belajar dan memberikan dukungan.

“Tanpa kerjasama yang kompak dan dukungan maka sangat kecil kemungkinan acara ini bisa terlaksana. Semoga apa yang telah kita lakukan dapat dirasakan manfaatnya, anak-anak kita tumbuh dengan al-qur’an, hadir getaran-getaran al-qur’an di rumah-rumah dan pada akhirnya merata di tengah-tengah masyarakat,” ujanya

Kadep Ekonomi DPW Hidayatullah Sulsel Ust. Imran Jufri yang ikut menghadiri acara wisuda ini menyampaikan dalam sambutannya bahwa beberapa tahun terakhir ini sudah banyak pondok-pondok yang konsen kepada al-qur’an, banyak yang memfokuskan proses pendidikannya berbasis al-qur’an

“Hidayatullah Takalar juga telah mengambil andil dengan adanya Pondok Tahfiz Ahlul Jannah dan telah wisuda yang kedua,” katanya.

Menurutnya, hal ini merupakan pertanda baik sebab sebetulnya amanah kita yang sesungguhnya adalah al-qur’an sebab gunug yang kokoh tak mampu memikul amanah ini.

“Tidak ada orang yang susah dan menderita karena mengurus al-qur’an, maka lanjutkan program ini dan jaga dengan baik, ” pesannya.

Sementara itu PD Pontren Kemenag Takalar, Mustajab, mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Pondok Tahfiz Ahlul Jannah.

Ia menyampaikan bahwa keinginan kita adalah membumikan al-qur’an, ingin melihat anak-anak yang ada di negeri ini khususnya di Kabupaten Takalar bisa membaca dan menghafal al-qur’an.

Mustajab yakin bahwa anak-anak yang telah menghafal al-qur’an itu adalah manusia-manusia pilihan Allah yang dikaruniai kecerdasan sehingga ketika sudah menghafal qur’an mereka akan lebih mudah mempelajari ilmu-ilmu yang lain.

“Sehingga ke depan kalau program-program al-qur’an ini berjalan masif maka tidak menutup kemungkinan akan lahir generasi yang berotak Jerman (impteknya) dan berhati Makkah (imptaqnya),” harapnya.

Acara ini berjalan lancara dan meriah oleh karena dihadiri sekitar 250 tamu. Ada tangis haru dari santri dan orangtuanya yang berhasil dan menyaksikan anak-anknya wisuda.(mansyur)

Maha santri SDH Bone PKL, Kunjungi Islamic Center Bulukumba

0

HidayatullahSulsel.com — Sekolah Daiyah Hidayatullah (SDH) Sultanbatara Bone melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) diantaranya mengunjungi Islamic Center Dato Ditiro dan RQH Qolbun Salim Kajang Bulukumba, 24-26 Desember 2022.

PKL SDH Sultanbatara Bone tersebut dirangkaikan dengan Tadabbur Alam. “Kegiatan ini bertujuan untuk melihat dan mengenal lebih dekat kondisi obyek dakwah khususnya dalam pemahaman dan pengamalan syariat Islam dalam kehidupan keseharian, untuk selanjutnya menjadi referensi dan bahan kajian bagi para mahasantri Sekolah Daiyah,” jelas Ketua Departemen Pendidikan dan Kepesantrenan DPW Hidayatullah Sulsel Dwi Subagyo

Islamic Center Dato Ditiro yang terletak tak jauh dari gerbang kota Bulukumba menjadi obyek kunjungan pertama dalam kegiatan PKL.

Masjid besar dan megah dengan ornamen yang sangat indah di kawasan Islamic Center menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang didominasi oleh para wisatawan dari luar daerah.

Berdiri di atas lahan yang cukup luas dengan letak yang sangat strategis, Islamic Center Dato Ditiro Bulukumba belum dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan dakwah dan pembinaan ummat.

Perpustakaan masjid yang terletak di sudut kiri pintu utama masjid sepi dari pengunjung dan koleksi buku-buku yang tersedia juga sangat minim demikian juga dengan jumlah jamaah sholat fardhu yang tak lebih dari 2 shaf.

Tampak ramai justru pedagang kuliner yang memadati areal samping masjid dengan aneka dagangan makanan dan minuman.

Obyek kunjungan kedua Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) Qolbun Salim di daerah Kajang. Dengan fasilitas rumah tradisional yang lumayan besar terletak di tengah perkampungan pengrajin gula merah, RQH ini menjadi tumpuan harapan bagi masyarakat yang Kajang untuk memberikan bekal pendidikan agama bagi putra putri mereka.

Selain menjadi tempat mengajar dan belajar Al Qur’an RQH ini juga menjadi tempat kajian rutin bulanan majelis taklim di kecamatan Kajang.

Mahasantri SDH juga berkesempatan menyaksikan langsung proses pembuatan gula merah oleh pengrajin di gubuk produksi yang terletak di belakang kawasan RQH .

Walaupun sempat diwarnai aksi dua kali mendorong mobil di dua SPBU, peserta PKL dan Taddabur Alam tetap bersemangat dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PKL dan Taddabur Alam di Bulukumba.

Rangkaian terakhir ditutup dengan kunjungan ke obyek wisata pantai Mandala Ria yang terkenal dengan hamparan pasir putih yang luas dan bersih, tempat pembuatan kapal phinisi serta panorama alamya yang sangat indah.

Keindahan pantainya juga telah menarik wisatawan mancanegara namun di sisi lain membawa efek negatif dengan penampilan turis wanitanya yang mengumbar aurat.

Pemerintah desa setempat bekerjasama dengan Badan Permusyaratan Desa (BPD) tengah berupaya menghadirkan kawasan destinasi wisata syariah di kawasan tersebut mengingat selama ini pantai Mandala Ria menjadi tempat favorit meeting dan rihlah bagi ormas dan lembaga pendidikan Islam.

Ust Dwi Subagyo selaku penanggung jawab kegiatan mengungkapkan bahwa agenda PKL dan Tadabbur Alam akan menjadi agenda rutin tahunan SDH Sultanbatara Putri Bone.(rls/*)

Banjir Akhir Tahun, Laznas BMH Kirim Bantuan Logistik

0

HidayatullahSulsel.com — Cuaca ekstrim di akhir tahun membuat beberapa titik pemukiman di Makassar dilanda genangan air berkepanjangan.

Menurut Ghozi warga kelurahan Buntusu, Biringkanay,a air sudah tiga hari setinggi dada orang dewasa.

“Air tidak surut, justru bertahan beberapa hari ini, sebagian warga mengungsi di Masjid Ummu Abdurrahman ada 80 orang dan Masjid Babul Janna 30 Orang,” ujarnya.

Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) telah mengirimkan tim evakuasi dan bantuan logistik untuk warga terdampak banjir. “Sementara kami salurkan 110 nasi kotak di dua titik mengungsian di Kelurahan Paccarakang,” ujar Yunasrif, Korlap Laznas BMH.

Menurut pantauan lapangan, banjir  melanda sepanjang aliran sungai  Cerekang Biringkanaya,
Tamalanrea, dan Manggala.(bas)

Bagi masyarakat yang hendak menyalurkan bantuan banjir dapat dilakukan melalui transfer ke Rekening Donasi an. Baitul Maal Hidayatullah. BRI : 305701003964504. Layanan jemput donasi HP/WA : 0857 1994 2004. Layanan kantor Laznas BMH Sulsel, Poros BTP Jln. Tamalanrea Raya No.27A Makassar.

5 Pesan bagi Orangtua Sekolahkan Anak di Ponpes

0

Oleh : Muhammad Erwin, Ketua Lembaga Pendidikan Integral Hidayatullah (LPIH) Parepare

HidayatullahSulsel.com — Menitipkan anak untuk dididik di pondok pesantren (ponpes) saat ini sesuatu yang mulai menjadi fenomena tersendiri di tengah makin sulitnya orangtua dan pihak sekolah mengontrol pergaulan anak.

Ponpes makin diminati dan dinilai sebagai tempat terbaik mendidik anak di tengah makin merebaknya dampak negatif medsos dan ponsel terhadap remaja.

Hanya saja, untuk berhasilnya pendidikan anak di ponpes membutuhkan sinergi antara pihak ponpes dan pihak orangtua/wali santri.

Berikut lima hal agar orang tua dan sekolah/ponpes senantiasa bersinergi untuk pendidikan anak-anaknya.

Pertama, Tega. Orang tua harus tega meninggalkan anaknya di pondok, yakinkan pada diri bahwa di pesantren putra-putrinya dididik bukan dibuang, diedukasi bukan dipenjara. Harus tega, karena pesantren adalah medan pendidikan dan perjuangan.

Kedua, ikhlas. Sebagaimana anak dididik dan diajar, maka perlu adanya keikhlasan selama anandanya menjalani proses pendidikan, dilatih, ditempa, diurus, ditugaskan, prioritas waktu hafalan, dibatasi waktu tidurnya, dan sebagainya.

Ketiga, Tawakkal. Setelah menetapkan hati untuk tega dan ikhlas, serahkan semua kepada Allah Subhana wa Ta’ala. Berdoalah! Karena pesantren bukan tukang sulap yang dapat mengubah begitu saja dalam sekejap santri-santrinya.

Tetapi perlu berusaha, agar Allah azza wa jalla mengabulkan doa. Doa orangtua pada anaknya pasti dikabulkan. Meminta anak untuk rajin berdoa karena doa penuntut ilmu mustajab.

Keempat, Ikhtiar. Poin ini yang utama adalah adanya dana. Tidak semua pondok merupakan lembaga amal. Banyak pondok yang tidak menggaji ustadznya, maka sebaiknya pondok harus dibebani dengan membiayai santrinya juga.

Imam Syafi’i pernah berpesan mengenai syarat menuntut ilmu antara lain memiliki dirham (baca: uang/rupiah). Insyallah, semua yang dibayarkan bapak-ibu 100% kembali pada anak-anak.

Kelima, yang terakhir, Percaya. Percayalah bahwa anak bapak-ibu dibina, betul-betul dibina. Semua yang mereka dapatkan di pondok adalah bentuk pembinaan.

Jadi kalau melihat anak-anaknya diperlakukan bagaimanapun, percayalah itu adalah bentuk pembinaan.

Orangtua santri pun diharapkan mendukung selama anandanya menjalani pendidikan di pondok, terutama sikap anandanya dalam hal syari’at, bacaan al-Qur’an, dan lainnya. Jangan anaknya di pondok di larang merokok tapi di rumah malah bapaknya merokok, misalnya.(Sahlah al-Ghumaishaa’)

*) Dari tausiyah pada ‘Madrasah Orangtua Yayasan Ar Risalah Hidayatullah Parepare

DPD Hidayatullah Maros Bangun Masjid dengan Dana Wakaf

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com —
Pengurus DPD Hidayatullah Maros melanjutkan kembali pembangunan masjid lantai dua, Senin (26/12/2022). Program pembangunan masjid untuk pondok yahfidz ini sudah berjalan satu pekan.

DPD Hidayatullah Maros menjalin kemitraan dengan Baitul Wakaf Jakarta untuk program lembangunan masjid bermitra dengan Baitul Wakaf yang merupakan lembaga Nazir Wakaf Nasional.

Hidayatullah Maros telah berkolaborasi membuat program Wakaf dengan membangun 5 masjid di Maros.

Ketua DPD Hidaytullah Maros Ust Muhammad Kaisar berharap agar gerakan wakaf di masyarakat bisa massif utamanya dalam membangun fasilitas ibadah khususnya masjid.(rls/*)

Bagi yang ingin berwakaf dalam pembangun masjid bisa menghubungi : ust Muhammad Kaisar 📱081342563546 .
mengirim ke Rek Bank BRI Tanralili 497001020065532 an/DPD Hidayatullah Maros atau bisa datang langsung ke alamat Dusun Baku Desa Lekoancing Kecamatan Tanralili Kab Maros

Mushida Rayon Sipakamase Silaturahmi di Hidayatullah Menro Pinrang

0

HidayatullahSulsel.com — Muslimat Hidayatullah (Mushida) Wilayah Sulawesi Selatan menggelar seri forum silaturahmi. Pada Sabtu dan Ahad (24-25/12/2022) kemarin terlaksana silaturahmi Mushida Rayon Sipakamase di Kampus Hidayatullah Menro, Pinrang.

Mushida rayon Sipakamase meliputi Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Enrekang, Sidrap, Pinrang, Parepare, Barru dan Pangkep.

Menyusul kemudian akan dilaksanakan untuk rayon Turatea meliputi Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan Selayar.

Dan rayon Luwu Raya meliputi Luwu, Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur.

Pertemuan dilaksanakan dengan tema “Memupuk Iman, Menghimpun Rahmatnya dan Eratkan Ukhuwah dalam Jalinan Silaturahmi”. Dalam acara ini turut serta perwakilan dari Pengurus Wilayah (PW) dan Majelis Murabbiyah Wilayah (MMW) Mushida Sulawesi Selatan.

Acara Silaturahmi kali ini menurut Ketua Mushida Rayon Sipakamase Sahlah al-Ghumaishaa’ memberikan banyak pelajaran dan hikmah, menghantarkan pada kesadaran akan kemampuan diri seorang hamba bahwa apa yang menjadi perencanaannya meskipun sudah merasa final.

Namun, perlu menyadari sepenuhnya bahwa hasil akhirnya adalah menjadi hak prerogatif Allah Subhana wa Ta’ala.

“Perubahan dari setiap perencanaan yang diatur manusia itu adalah sebuah keniscayaan, apatahlagi hidup berjamaah maka hal yang menjadi pertimbangan adalah kemaslahatan bersama, jadi ketika masih adanya rentang waktu dari yang telah disepakati maka masih berproses mencapai tujuan adapun hasil akhirnya itulah takdir,” paparnya.

Pelaksanaan silaturahmi Mushida rayon Sipakamase awalnya sudah ditetapkan bertempat di kampus Hidayatullah Enrekang. ” Alhamdulillah perubahan lokasi kegiatan tidaklah menyurutkan semangatnya untuk meraih fadhilah silaturahmi dan Mushida dari daerah mayoritas hadir,” lanjutnya.

Tuan rumah mengapreasi bahwa kehadiran Mushida begitu semangat luar biasa sampai di kampus Hidayatullah Menro dan tidak lepas dari berkat dari do’a-do’a para jama’ah.

“Alhamdulillah, kehadiran pengurus Mushida dari daerah ini penuh semangat membara, pas terdengar sambutan dari ibu-ibu bagaimana perjuangannya hadir di tempat ini dan meyakinkan anak-anaknya yang ditinggal di rumah” terang Ustadz Hamka, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Pinrang.

Beberapa rangkaian silaturami Rayon Sipakamase diisi beberapa kegiatan, berupa spirit parenting, sharing problem solving pengurus mushida di daerah dan game.(thesahl)

Perdana, LPI Hidayatullah Parepare Gelar Madrasah Orangtua

0

PAREPARE, HidayatullahSulsel.com — Lembaga Pendidikan Integral Hidayatullah (LPIH) Parepare menggelar kegiatan perdana Program ‘Madrasah Orangtua’ di Masjid Al Mubarak Pondok Pesantren Hidayatullah Parepare, Kamis (22/12/2022).

Kegiatan berlangsung khidmat dengan tema “Menuntun Anak Agar Shalat Seperti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam”.

Para orang tua begitu antusias menghadiri acara ini, beberapa di antaranya dari luar daerah. Dalam sambutannya Badan Pengawas Kampus Madya Hidayatullah Parepare ist Muharram dengan perasaan haru dan bahagia penuh semangat mengajak orang tua untuk terus bersinergi berkolaborasi dalam pendidikan anak.

“Kita mengharapkan kehadiran setiap kali ada kegiatan Madrasah Orang Tua. Untuk membentuk muara generasi Rabbani harus ada kerja sama diantara kita yaitu pengurus pondok dan para orang tua,” terangnya.

Selain mengajak kolaborasi dan kontroling pendidikan anak di rumah agar tetap mengkondisikan sebagaimana aktivitas yang dijalani anak-anaknya di asrama, beliau pun memancing ghirah dan semangat dakwah para orang tua.

“Asatidzah Hidayatullah Parepare insya Allah siap apabila para orang tua santri memanggil kami untuk amanah ceramah dan kegiatan dakwah di kampung ta’ masing-masing, biar semakin terasa hubungan emosional dan spiritual di antara kita,” lanjut Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Parepare tersebut.

Selain itu, orang tua pun mendapatkan materi seputar tuntunan sholat ala Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dari ustadz Habibi Nur Salam Bonggo, dan langsung memperaktikkan di hadapan hadirin.

Sebelumnya beliau menyampaikan akan pentingnya sholat seperti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, menjadi salah satu syarat diterimanya ibadah shalat.

“Sebagai umat Islam, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mengerjakan shalat. Bahkan orang tua telah diperintahkan untuk mengajarkan anak-anaknya sholat ketika di usia 7 tahun, sehingga sangat penting sebagai orang tua untuk belajar serta memahami tata cara shalat sesuai yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallahllahu ‘alaihi wasallam,” terang Ketua DKM al-Mubarak Ponpes Hidayatullah Parepare ini.

“Apabila anak-anak kita diajarkan dan mereka melaksanakan sholat seperti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka akan berpahala tentu pahala kebaikannya juga akan mengalir kepada orang tuanya,” lanjut Mudir Sekolah Da’i Hidayatullah Sultanbatara itu menyemangati.

Orang tua siswa pun sangat antusias dan bersyukur adanya program ‘Madrasah Orang Tua’ sebab akan menambah khasanah keilmuan bagi orang tua dengan berharap kegiatan seperti ini tetap berkelanjutan.

“Alhamdulillah kegiatan seperti ini sangat penting bagi kami orang tua, sebab menambah ilmu untuk bisa mengajarkan kepada anak-anak di rumah berkaitan sholat seperti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam, semoga kegiatan ini berkelanjutan dengan materi-materi lainnya,” harap orang tua dari ananda Dzaky Siswa SD & ananda Abraham Siswa TK Hidayatullah Parepare. (Sahl Abu Haniyyah)

Santri SMP Hidayatullah Towuti Juara Satu Lomba Menulis Se Luwu Timur

0

LUTIM, HidayatullahSulsel.com — Santri SMP Darul Ilmi Ponpes Hidayatullah Towuti, Lutim Baso Abid Arhab Sufwan meraih juara satu dalam lomba menulis cerita pendek (Cerpen) tentang Ibu di gedung Simpurusian, Malili, Rabu, 21/12/2022

Lomba diselenggarakakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lutim ini diikuti oleh peserta dari seluruh sekolah se Kabupaten Lutim.

Pada kegiatan tersebut Baso Abid Arhab Sufwan menjadi peserta terbaik satu, tingkat SMP dengan tulisannya berjudul “Ibuku Luar Biasa”. Karya tulisannya mengalahkan peserta lain dari berbagai sekolah se kabupaten Luwu Timur.

Dalam tulisannya, Abid menceritakan begitu besar pengorbanan ibu dalam mendidik dan membesarkan anaknya, sehingga seharusnya anak wajib berbakti kepadanya dengan cara yang terbaik.

Ibunda Abid, Besse Srisulwana merasa senang dan bangga, anaknya bisa keluar sebagai juara dalam kegiatan tersebut. Besse mengungkapkan bahwa Abid memang suka dan tekun menulis. Kepada orangtuanua juga sangat berbakti.

“Saya bangga campur senang. saya juga tidak menyangka Abid bisa juara. tapi memang dia suka menulis ditambah lagi sangat berbakti kepada kami orang tuanya,” tutur Besse.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lutim Satri. SE, menyampaikan selamat kepada para pemenang.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini anak-anak kita lebih bisa dan termotivasi lagi dalam menulis, sebab kegiatan menulis ini merupakan kegiatan yang sangat penting untuk lebih meningkatkan kreatifitas anak,” terang Satri.

Satri melanjutkan, “Kita juga sudah mengajarkan anak kita untuk berbakti kepada orangtuanya. Aktifitas menulis tentang ibu ini akan terus tertanam di dalam pikirannya sampai dewasa, bahwa tetnyata berbakti kepada orang tua itu adalah kewajiban seorang anak,” tandas Satri. (Ridwan Gagah)

Hari Ibu Laznas BMH Bagi Sembako

0

HidayatullahSulsel.com — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) memberikan kado istimewa untuk para ibu tangguh pada momentum Hari Ibu 22 Desember,

Kegiatan tersebut digelar bersama Forum Zakat Sulawesi Selatan sebanyak 100 paket sembako kebutuhan harian dihadiahkan untuk mereka.

Secara khusus, di hari yang sama tim Laznas BMH juga mengunjungi kediaman Rahmatia Daeng Nurung di Mariso-Makassar. Ia kini tengah berjuang untuk kesembuhan dari sakit kanker serviks. Selain mengantarkan bingkisan sembako juga disalurkan donasi untuk kesembuhan ibu Rahmatia.

Sang suami yang berprofesi penjual rujak keliling menghasilkan rupiah tak seberapa, dengan telaten membawanya berobat kemoterapi, sejauh 20 km ia bonceng istrinya dengan mengunakan motor. Untuk keselamatan tak jarang sang istri harus ia ikatkan di tubuhnya agar tak jatuh dari kendaraan.

Peringatan Hari Ibu mengingatkan masa perjalanan di awal abad 19, wanita pejuang turut memberikan konstribusi upaya perbaikan kualitas bangsa ini.

Ketua Laznas BMH Sulsel, Kadir mengatakan wanita dalam Islam sangat dimuliakan dan mendapat peran terbaiknya. Baik pemenuhan hak pendidikan dan profesi.

“Sejatinya setiap hari adalah hari ibu, adapun peringatan ini hanya sebagai penanda untuk mengenang dan menguatkan perjuangan para ibu, bagi keluarga maupun bangsa,” ujarnya.(bas)