Beranda blog Halaman 79

SAR Hidayatullah Sulsel Siaga Bencana Parepare

0

PAREPARE, HidayatullahSulsel.com — Hujan deras yang mengguyur kota Parepare mengakibatkan beberapa titik kecamatan terjadi banjir, longsor dan pohon tumbang di Kota Parepare, Kamis (2/2/2023).

Terdapat 16 team bantuan bencana yang disiagakan, salah satunya ada Team SAR Hidayatullah Sulsel.

Menurut laporan warga ada beberapa titik yang mengalami banjir hingga menyebabkan 2 orang meninggal dunia.

Data sementara dampak bencana banjir yang tercatat dan terpantau oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parepare di Kecamatan Ujung titik bencana ada di Kelurahan Lapadde lokasinya tepat di BTN Savaras, Tegal, Jl. Lingkar Lapadde dekat jembatan.

Di lokasi BTN Palem dikabarkan mengalami banjir dan menelan korban meninggal 2 orang diketahui bahwa keduanya adalah suami-istri. Mayat ditemukan di Jawi-jawi.

Sementara di Jl. Poros Tegal terdapat pohon tumbang. Demikian pula di Kecamatan Bacukiki ada dua titik bencana di Kelurahan Wattang Bacukiki dan Lompoe satu rumah hanyut.

Di Kecamatab Bacukiki Barat ada 5 lima titik banjir di kelurahan Lumpue, Cappa Galung, Bumi Harapan, kampung Baru, dan Labakkang. Data sementara tidak ada korban meninggal.

Sementara di Kecamatan Soreang ada 4 titik bencana di Kelurahan Wattang Soreang, Bukit Harapan, Ujung Lare dan ujung Baru.

Pihak berwenang menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, dan selalu waspada sebab curah hujan masih tinggi.(muh Erwin)

Menulislah, Karena Menulis itu Jihad

0

Oleh: Ust Nasri Bukhari MPd, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel

HidayatullahSulsel.com — Seberapa penting itu menulis? Apakah menulis bisa dikategorikan sebagai jihad? Sebuah pertanyaan yang menggelitik dan menginspirasi.

Menulis itu penting karena merupakan bentuk penuangan ide dan pemikiran dari hasil bacaan, renungan atau lintasan ilham yang muncul. Juga bisa sebagi informasi yang bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan.

Menulis itu penting karena menulis merupakan bentuk pencatatan aktivitas dan peristiwa penting yang telah terjadi, sebagai pembuktian sejarah masa lalu. Menulis juga merupakan salah satu sarana komunikasi terpercaya yang masih dipakai hingga saat ini.

Berapa pentingnya menulis sehingga dalam sebuah peperangan pun memerlukan propaganda dalam bentuk tulisan (gazhul fikr). Sehingga tepatlah jika menjadi penulis itu adalah munjahid.

Apalagi bila dilihat dari makna jihad sebagai upaya mengeluarkan segala  daya dan kemampuan  demi mencapai tujuan. Menulis sendiri adalah adalah upaya penuangan pemikiran yang memerlukan mujahadah optimal agar bisa menghasilkan tulisan yang menggugah.

Jihad dengan Tulisan

Bila jihad dalam Islam adalah upaya maksimal menegakkan hukum Allah. Dengan menuangkan ide dalam tulisan maka ide tersebut akan melekat, dapat dibaca bahkan mampu memengaruhi pemikiran seseorang.

Jihad dengan tulisan adalah jihad dari sesungguhnya jihad karena melawan musuh ummat Islam, yaitu melepaskan diri dari keterbelengguan diri dalam pemikiran dari kebodohan dalam diri kepada kecerdasan penuh dengan cahaya keilmuan dan ketauhidan (minazhulumati ilannuur)

Jihad dengan tulisan adalah fardhu ‘ain, Sebagaimana wajibnya kita beribadah dengan standar keilmuan, sesuai dengan QS Al Alaq: 1
اقرأ باسم ربك الذي خلق
“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah mencipta”

Orang yang berjihad dengan membaca dan menulis maka Allah langsung mengajarinya dengan pena, QS Al Alaq :4
الذي علم بالقلم
“Dialah yang mengajarkan manusia dengan pena”.

Membaca untuk Menulis

Disadari kalau menulis bukan hal mudah, itu bagi yang berpikir skeptis. Bagi penulis profesional, menulis adalah wadah berselancar ide dan pemikiran. Sangat menyenangan, membahagiakan dan menantang.

Namun tentu perlu modal sebagai alat pencapaiannya, yakni membaca atau literasi, sebagai aplikasi dari kandungan QS 95;1-5.

Kemampuan menulis akan dicapai oleh adanya kesadaran literasi, yang menciptakan kegemaran membaca. Sebagaimana halnya upaya dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satunya lewat gerakan membaca, gerakan menulis, dan gerakan literasi yang simultan dan kolosal.

Tokoh literasi Nnasional, Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) mengatakaan, “Menulis itu mudah semudah berbicara. Tips awal sebagai penulis adalah tekun membaca minimal 20 menit setiap hari.” Ia menyebutkan, membaca itu kebutuhan.

Menurut BAK, “Dari membaca dapat menambah pengetahuan juga memperkaya kosa kata dan mustahil dapat menulis dengan baik jika tidak diawali dengan kebiasaan membaca.”

Berjihad dengan Berani Salah

Sebagian besar penulis pemula di kepala menumpuk berbagai lintasan ide dan inspirasi sebagai bahan tulisan namun untuk memulai menuang kata dan kalimat awal terasa teramat sulit.

Kesulitan itu disebabkan kita terlalu memasang ekspetasi tulisan kita langsung sempurna. Sementara kita baru mencoba dan memulai.

Takut salah, takut tidak menarik, “Apa kata orang kalau tulisan saya salah dan tidak menarik”. Hal ini biasanya yang berkecamuk dalam pikiran sehingga kita tidak akan pernah memulai menulis.

Takut salah adalah penyakit penulis pemula. Sehingga jihadnya penulis pemula adalah jihad berani salah. Menuju kesempurnaan sesuai hanya dimulai dari hal sederhana yang penuh kekurangan dan kesalahan.

Oleh BAK menuturkan bahwa “Selain tekun membaca, hal lain yang harus dimiliki oleh seorang penulis adalah komitmen dan tidak mudah putus asa.” Di sinilah jihadnya penulis untuk bisa mengendalikan keputusasaan dan tantangan diri lainnya.

Nilai Jihad itu pun akan lebih berberkah karena menulis itu merupakan perintah Allah, dimana Allah mewajibkan orang beriman menulis (QS:2;282). dan menjadi hamba yang mensyukuri nikmati iman ini dengan menulis (QS:68;1-2)

Wallahu A’lam bishshawaf. (*)

Hidayatullah Torut Laksanakan Pendidikan Quran bagi Anak

0

TORUT, HidayatullahSulsel.com — DPD Hidayatullah Toraja Utara (Torut) melaksanakan program pendidikan Ibadah dan Quran bagi anak melalui TPA.

Ketua DPD Hidayatullah Torut ust Ikhsan menjelaskan selain pengajaran baca quran, pihaknya juga mengalokasikan pengajaran tata cara ibadah yang sesuai tuntunan Rasulullah seperti shalat dan lainnya.

“Kami mengajar anak TPA dan praktek shalat bagi anak-anak usia SD di Kabupaten Toraja Utara,” jelas Ust Ikhsan di Torut, Selasa (31/1/2023).

Menurutnya, inilah dakwah Quran yang dilakukan oleh pengurus Hidayatullah di Toraja Utara. “Sedikit demi sedikit bergerak dan sebagai pengurus kami memohon doa semoga dakwah Hidayatullah semakin eksis di Toraja Utara,” harapnya.(rls/*)

*) Kami mengajak ummat yang ingin membantu program dakwah Hidayatullah Torut melalui BRI rek 4941 01 033538 53 7 DPD Hidayatullah Toraja Utara

Yayasan Al Hiijrah Hidayatullah Masamba Kuatkan Kolaborasi

0

MASAMBA, HidayatullahSulsel.com — Yayasan Al Hijrah Hidayatullah Masamba bertekat mengukuhkan komitmen berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pergerakan dakwah dan tarbiyah di Masamba.

Hal ini menjadi komitmen pengurus dari Raker Yayasan Al Hijrah, Senin (30/1/2023). Pelaksanaannya pada penguatan institusi internal dengan DPD, Yayasan, BMH, Muslimat dan Pemuda.

Anggota Dewan Pembina Yayasan Al Hijrah Drs Muhammad Kaisar yang juga sosok yang mengawali keberaan pondok di Masamba tersebut mengungkapkan pada 2023 ini yayasan akan kolaborasi dengan LAZ BMH Gerai Luwu Utara mengakomodir program beasiswa dhuafa.

“Tetap berlandaskan tri program surat ad Dhuha yang sering di ceramahkan pendiri Hidayatullah KH Abdullah Said. Yayasan harus menyiapkan kuota untuk yatim dan dhuafa,” katanya.

Yayasan Al Hijrah dirintis sejak 2000 dimulai dari pinjaman rumah di Baebunta. Selanjutnya pengurus bisa mendapat lokasi dari Arlan Pasajo untuk pondok pesantren Hidayatullah Masamba saat ini.

Alhamdulillah Yayasan Al Hijrah Masamba sudah mengelola TK SD MTS SMK dan Tahfidz

Kolaborasi pertama terealisasi pasca raker, dengan BMH untuk pembangunan masjid pondok pesantren.

Peletakan baru pertama pembangunan masjid kampus Hidayatullah Masamba, Selasa (31/1/2023), oleh jajaran Dewan Pembina KH Ahkan Sumadiyana, ust Muhammad Kaisar dan Ust Rezkiaman dah Ketua Pengurus Ust abd Wahab bersama mudir Tahfidz ust Amal Hamzah dan santri pondok Tahfidz.

Masjid yang dibangun akan menggantikan mushallah sementara dari papan dan berlantai seadanya.

Kolaborasi lain pada pekan ini yang disepakati dengan Pos Dai Sulsel untuk pembinaan muallaf dan yatim piatu.

Pembinaan tersebut berupa pengajaran Al Quran metode MBA.
Metode 8 jam akan diajarkan kepada muallaf di Luwu Utara dan anak yatim piatu di luar pondok dan akan di kelompokkan dan akan di bina langsung oleh tim Pos Dai bersama Departemen Dakwah dan Layanan Ummat Hidayatullah Luwu Utara.(kaisar)

*) Kami mengajak kaum muslimin dan muslimat yang ingin membantu program di Pondok ini bisa menghubungi ust Muh Nuzul Usman no kontak 085201131132 atau mengirim langsung ke rek Bank BRI Masamba no rek 064101026423503 An Yayasan Al Hijrah Hidayatullah Masamba dan Bank Sulselbar Masamba
No 5202610000044633
Yayasan Al Hijrah Hidayatullah Masamba

Di Raker Yayasan Kampus Hidayatullah Parepare. Tasyrif Ingatkan Penegakan Syari’at

0

PAREPARE, HidayatullahSulsel. com — Yayasan Pesantren Hidayatullah Parepare menggelar rapat kerja yayasan bertempat di Aula Gedung Peradaban Hidayatullah, Jalan Mattirotasi, Cappa Galung, Kota Parepare, Senin, 8 Rajab 1444 H (8/30/2023).

Rapat Kerja secara resmi dibuka oleh Ketua Dewan Pembina Kampus Madya Hidayatullah Parepare, ustadz Dr Tasyrif Amin, MPd via zoom meeting.

“Orang Hidayatullah tidak berpikir bahwa bertugas hanya satu tahun, dua tahun atau satu periode, dua periode, tetapi jabatan secara struktural ini merupakan estafet, dimanapun harus ditunjukkan apabila sudah tidak menjabat, maka akan ada lagi ruang perjuangan lain yang Allah buka untuk itu,” katanya dalam sambutan.

Yang tidak kalah penting, ia mengingatkan bahwa bagaimana setiap kader yang khususnya berada di kampus Madya Hidayatullah Parepare ini betul-betul merasa disaksikan oleh Allah Subhana wa Ta’ala dan menjadi kampus yang standar sesuai yang ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP).

“Ketika berbicara kampus, maka yang pertama adalah visinya. Visi kampus yang ada di PO Pesantren adalah menjadi miniatur peradaban Islam. Maka yang ada di setiap memori kita bahwa Kampus Hidayatullah Parepare adalah kampus miniatur peradaban Islam, yang islamiyah, ilmiah dan alamiah sesuai yang sering digelorakan oleh allahuyarham ustadz Abdullah Said,” lanjutnya yang juga selaku Ketua Dewan Murobbi Pusat (DMP) Hidayatullah

Tasyrif juga menegaskan bahwa miniatur kampus yang Islamiyah itu karena adanya kawasan untuk menegakkan syari’at, menegakkan al-Qur’an dan As-Sunnah. Jangan sampai melahirkan orang yang pintar dan terampil tetapi tidak membawa jiwa Islam.

Bahwa urainya, di Parepare ini ada kawasan yang 24 jam orangnya menegakkan syari’at Islam, dimulai dari depan masjid sebagai pusat Peradaban Islam, pelaksanaan syari’at sehari-hari, sehingga perlu ada orang secara khusus berpikir kawasan Hidayatullah Parepare ini adalah kawasan yang steril dari pelanggaran-pelanggaran syari’at.

“Sehingga perlu redesain, sebab umumnya orang Hidayatullah berpikir bahwa pesantren itu adalah mendirikan sekolah, sehingga jangan sampai hilang visinya yaitu sebagai miniatur peradaban Islam. Menjadi lampu yang memberikan cahaya. Adapun pendidikan, sosial dan lainnya adalah unit-unit kegiatan,” imbuhnya

Raker Yayasan dengan spirit Semangat Baru Menuju Lembaga Unggul dan Berdaya Saing in, dihadiri oleh badan pembina kampus Madya Hidayatullah Parepare, badan pengawas, Pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sulawesi Selatan, Pengurus Daerah (PD) Muslimat Hidayatullah Parepare, pengurus, pegawai dan warga kampus Madya Yayasan Pesantren Hidayatullah Parepare.(Sahlah al-Ghumaishaa’)

Yayasan Al-Hijrah Hidayatullah Masamba Tebar Quran bagi Muallaf

0

MASAMBA, HidayatullahSulsel. com — Yayasan Al-Hijrah Kampus Madya Hidayatullah Masamba menggelar raker yayasan 2023 di kampus II Hidayatullah Uraso dengan menghadirkan pewakaf dan aparat pemerintah setempat, Senin (30/1/2023).

Raker yayasan tersebut dihadiri oleh Badan Pembina, Ust Ahkam Sumadiana, Ust Muh. Kaisar dan ust Reskyaman. Hadir pula badan pengawas Ust Muh Rasyid. Sementara turut membersamai Pewakaf, H Diman Tantu.

Ketua Yayasan Al-Hijrah Kampus Madya Hidayatullah Masamba, Ust M Abd Wahab, berharap partisipasi pemerintah lebih khusus aparat dan masyarakat desa untuk sama-sama mendukung program keummatan di pesantren,

“Insya Allah ada timbal balik yang akan kami berikan untuk masyarakat sekitar dengan pembinaan-pembinaan terutama pembinaan Al-Qur’an,” jelasnya.

Perwakilan aparat desa menyampaikan bahwa di 2023 akan dibangun akses jalan di kampus II Uraso. Sementara Pewakaf H. Diman Tantu, mengupayakan pengadaan mesin air untuk santri dan berniat untuk membangun masjid.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan Al-Qur’an kepada para muallaf yang berada di sekitaran kec. Mappedeceng.(kaisar)

*) Untuk mendukung program keummatan Yayasan Al Hijrah dapat disalurkan melalui rekening BRI 064101026423503 An. Yayasan Al Hijrah Hidayatullah Masamba.

Ketua DPW Ajak Pengurus DPD Makassar Makassar Nampakkan Jatidiri Hidayatullah

0

MAKASSAR, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Makassar menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2023 di Gedung Dakwah DPD Hidayatullah Makassar, Tamalanrea, Ahad (29/1/2023).

Rakerda berlangsung sehari dengan tema “Konsolidasi Jatidiri, Organisasi dan Wawasan Menuju Terwujudnya Standarisasi, Sentralisasi dan Integrasi Sistemik”.

Hadiri pengurus BMH Sulsel, pengurus orpen Pemuda Hidayatullah, Mushidah, Aphida, Ketua Yayasan AlBayan Makassar dan warga Yayasan Al Islam.

Ketua DPD Hidayatullah Makassar Ustadz Dr Nasrullah Sapa Lc MM dalam sambutannya mengurai perjalanan DPD Makassar satu tahun terakhir. “Membangun sinergitas antar organisasi terutama organisaai internal di bawah Hidayatullah hal terbaik untuk memperkuat gerakan tarbiyah dan dakwah,” katanya.

Disamping itu, Ia menekankan bagaimana kerja-kerja sosial seharusnya mempergunakan manajemen ikhlas karena merupakan manajement paling tinggi karena diberi gaji atau tidak dia tetap bekerja.

“Karena kita yakin betul tidak mungkin Allah lupa atau tidak melihat apa yang telah kita kerjakan dan Allah memberikan balasan pahala kebaikan,” pungkasnya.

Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ustadz Drs Nasri Buhari hadir membuka Rakerda DPD Hidayatullah Makassar. Ia menyampaikan apresiasi kepada pengurus atas kerja-kerja jariyah yang telah dilakukan.

Ia juga mengajak pengurus menampakan jati diri ke-Hidayahtullah-an baik dari segi fisik atau dalam kegiatan tarbiyah serta mengembangkan potensi pendidikan.

Bendahara DPW Ustad Abdul Kadir SPdI dan Ustad Imran Jufri Kadep Ekonomi Aset DPW hadir sebagi utusan pendamping kegiatan Rakerda 2023 DPD Hidayatullah Makassar.(edy qays)

Hidayatullah Barru Tantang DPW Sulsel Gelar Pelatihan di Pusdiklat Barru

0

BARRU, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kabupaten Barru telah melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Batu Bessi, Barru, Ahad, 6 Rajab 1444 H (29/1/2023).

Sekretaris DPW Hidayatullah Sulsel Ustadz Sumariadi SPdI membersamai sebagai pendamping pada Rakerda tersebut.

Ia menyampaikan bahwa betapa pentingnya pengurus untuk mengangkat program-program besar terkait problematika keummatan sembari mengingatkan statemen Bapak Pemimpin Umum Hidayatullah, “Mari kita mengangkat program besar, sebagai pembuktian Kemahabesaran Allah SWT”.

Olehnya, Ia tekankan pula bahwa musyawarah tahunan ini adalah momentum merumuskan program-program kerja yang disepakati, untuk selanjutnya di ikhtiarkan dengan mujahadah yang maksimal dengan berupaya menerapkan kaidah manajemen modern dan diakhiri dengan munajat, dimana senantiasa berharap bimbingan dan pertolongan Allah SWT dalam setiap melaksanakan tugas, mensukseskan program serta menjalankan aktifitas lainnya.

Selanjutnya, ia menekankan pentingnya menjaga dakwah wasathiyah agar sinergi antar komponen umat Islam tetap senantiasa terjaga khususnya di kalangan harakah-harakah Islam lainnya yang ada.

“Sehingga kehadiran Hidayatullah Barru sebagai wahana untuk menciptakan keharmonisan kehidupan berbangsa semakin dapat dirasakan oleh umat di Kabupaten Barru,” harapnya.

Sementara itu, Ustadz Muh. Arief Alhuzair, Ketua DPD Hidayatullah Barru dalam sambutannya menyampaikan kesiapannya mengangkat program besar, di antaranya adalah mengeksiskan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sekaligus juga siap menjadi tuan rumah dalam setiap event pelatihan apapun yang akan diselenggarakan oleh pihak DPW atau dalam lingkup kecil se Ajatappareng.

“Melalui Pusdiklat nantinya diharapkan dapat melahirkan guru dan instruktur bahasa plus instruktur-instruktur di bidang lainnya untuk memenuhi kebutuhan pondok dan sekolah kita di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Sebelum penutupan, dilakukan sosialisasi terkait dengan Silaturahim Nasional (Silatnas) yang akan diselenggarakan di Kampus Induk Ummul Qura Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur pada 25-28 November 2023.(Arief Alhuzair)

DPD Hidayatullah Pangkep Fokuskan Penuntasan Rumah Al-Qur’an Balocci

0

PANGKEP Hidayatullah.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Pangkep dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di meeting roon Bubur Ocha, Jl.Basuki Rahmat Samping Kantor Bupati Pangkep, Sabtu (28/1/2023), menetapkan program penuntasan pembangunan Rumah Al-Qur’an Hidayatullah Balocci.

“Alhamdulillah, rapat kerja daerah tahun ini kami dari pengurus sudah sepakat akan menuntaskan Rumah Al-Qur’an Hidayatullah Balocci ini agar menjadi rujukan bagi masyarakat agar bisa lebih dalam mengenal Islam,” jelas Ketua DPD Hidayatullah Pangkep Ust Karding.

Pihaknya juga optimis akan optimalnya peran Rumah Quran karena hadirnya tenaga dai baru yang dikirim oleh DPW untuk membantu menguatkan tarbiyah dan dakwah di Hidayatullah Pangkep.

Ustadz Arjun petugas yang baru dikirim ke Hidayatullah Pangkep oleh DPW menyatakan, rumah Al-Qur’an ini sangat strategis untuk pendidikan dan dakwah, apalagi dekat jalan poros Balocci.

“Saya sangat setuju, jika program DPD Hidayatullah Pangkep yang menjadi prihatian adalah Rumah Al-Qur’an, karena ini adalah program nasional dan dekat dengan jalan raya,” jelasnya.(rls/*)

*) Untuk dukungan dan informasi tentang pembangunan Rumah Hidayatullah Balocci dapat menghubungi 082301999854 Ust. Karding. Rekening BSI BSI 7213310717 Ponpes Hidayatullah Pangkep

Semua Masalah Pasti Ada Solusinya (2)

0

Oleh: Ust Nashri Bukhari MPd, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel

HidayatullahSulsel.com — Selanjutnya kiat ketiga agar kita bisa bijak menyikapi masalah dan menyikapi masalah dengan solusi yang tepat;

Ketiga, tabayyun, sikap tak terburu-buru dan tidak sembrono menyimpulkan dan membenarkan sebuah informasi dan data, tanpa memfilter dan melakukan croschek terlebih dahulu akan kebenaran dan kevalidan

Termasuk bagi seorang mukmin ber-tabayyunpada saat tertentu sangat diperlukan dalam menerima dan menyelesaikan masalah. Agar tidak terjadi kesalahan dan ketidaktepatan menyelesaikan permasalahan. Sebagaimana firmanNya di QS.Al Hujurat ayat 6
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓا۟ أَن تُصِيبُوا۟ قَوْمًۢا بِجَهَٰلَةٍ فَتُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِينَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Keempat, sepenuh keyakinan bahwa semua masalah selalu ada jalan keluarnya.

Jalannya adalah nilai dan kualitas taqwa yang kita miliki. Semakin tinggi ketaqwaan semakin mudah keluar dari masalah yang dihadapi.

Seberat apapun masalah bagi orang bertaqwa selalu ada penyelesaiannya. Allah SWT menjanjikannya dalam firmannya QS Ath-thalaq;

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. Ath-Thalaq: 2)

“Dan, barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menjadikan baginya jalan kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq: 4)

“Dan, barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahalanya.” (QS. Ath-Thalaq:5)

Kelima, senantiasa mendahulukan prasangka baik.

Sesorang menyikapi masalah akan menjadi baik bahkan membahagiakan ketika terdapat hati dan jiwa yang diselimuti prasangka baik.

Bukan hanya kepada orang baik dan nampak berpenampilan baik, juga terhadap orang yang membenci dan penuh amarah, dihadapinya dengan prasangka baik. Dan boleh jadi menjadi kebaikan setelahnya.

Prasangka baik, pertama dan utama ditanamkan dari kita adalah kepada Allah, bahwa tidak ada satu pun peristiwa tanpa ada maksud tersurat dan tersirat dari Allah

Selanjutnya kepada manusia agar kita tidak terperdaya pada penampilan dan ucapan seseorang. Dan lebih parah lagi kalau kita sengaja mencari-cari kesalahan orang lain. Berarti kita bagian dan mungkin sumber masalah, Bukan orang yang meretas permasalahan. Hal ini diingatkan Allah dalam QS alHujurat; 12

يَٰٓأَlيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Keenam, Yakini bahwa dalam masalah atau musibah ada Hikmah

Orang beriman akan mendapatkan pelajaran berharga atau hikmah manakala kita mengikat dengan kuat setiap masalah dengan tawakkal kepada Allah. Bahwa semua kita adalah berasal dari Allah, milikNya dan akan kembali kepadaNya.

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). (QS.Al.Baqarah;156)

Mempasrahkan segala sesuatu termasuk masalah (mushibah) niscara akan mendapatkan pengampunan dan penghapusan dosa serta hihmah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW;

“Tidaklah seorang muslim tertimpa kecelakaan, kemiskinan, kegundahan, kesedihan, kesakitan maupun keduka-citaan bahkan tertusuk duri sekalipun, niscaya Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan apa yang menimpanya itu.” (HR. Bukhari)

Dengan demikian akan memunculkan pemikiran dan persepsi bahwa masalah adalah bagian dari hidup dan kehidupan. Bagi orang iman semua masalah ada solusinya, mangandung pembelajaran dan hikmah yang akan menambah kedekatan kepada Allah, mencerdaskan berpokir, serta kedewaan bertindak.

Wallahu A’lam bishshowaf. (*/habis)