Beranda blog Halaman 69

Mahasantri SDH Parepare Praktek Pengajaran Quran di Pinrang

0

Parepare, HidayatullahSulsel.com — Sekolah Da’i Hidayatullah (SDH) Sultanbatara Angkatan IV mengasah kemampuan Praktek Dakwah dan Pengajaran Al Qur’an metode GranD MBA selama 3 hari, Kamis-Sabtu (9-11/3/2023), di gedung tahfidz Daarul Mubarak Hidayatullah Menro Pinrang.

Kegiatan dengan tema “Keutamaan Mempelajari Mengajarkan Al Qur’an” itu diikuti 50 orang santri putra.

Turut didampingi dosen-dosen SDH Sultanbatara, di antaranya Mudir SDH Nursalam SPd, dosen Qur’an Ahmad Syahril SPd, dan dosen Bahasa Arab Ruslan Hanif Lc.



“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan dipilihnya kampus Daarul Mubarak ini sebagai wadah tempat pelatihan dari mahasantri SDH. Kami berharap santri-santri kami yang menjadi objek pelatihan ini mendapatkan manfaat yang besar terutama pengamalan metode praktis GranD MBA dalam kegiatan rutin ta’lim lafziyah subuh,” ucap Ketua DPD Hidayatullah Pinrang Hamka Syaifullah SPd dalam sambutannya.

Ia juga berharap bahwa dari kampus ini lahir dai-dai tangguh yang siap menebar kebaikan dalam estafet perjuangan.

“Semoga dengan asbab kegiatan pelatihan dakwah ini menjadi langkah awal terwujudnya cita-cita besar itu,” harapnya.

Dalam sambutan Mudir SDH Sultanbatara Parepare Nursalam menyampaikan kegiatan ini adalah kebutuhan dan kewajiban SDH agar dapat memberikan nilai lebih pada seluruh mahasantri.

“Juga karena arahan badan pembina SDH agar dapat melakukan ekspansi dakwah yang nyata sehingga butuh untuk melakukan pelatihan ini, sehingga menjadi bekal pada setiap calon dai ini sebelum ditugaskan ke beberapa daerah nantinya,” urainya.

Muatan pembelajaran dalam kegiatan ini meliputi praktek mengajarkan GranD MBA, pengajaran matan Al Jazariyah, praktek bercakap bahasa Arab, praktek ceramah dan praktek pengontrolan lainnya,” tambah Habibi Nursalam SPd

Pada kegiatan ini juga turut hadir membersamai Kadep Dakwah PW Pemuda Hidayatullah Sulsel dan beberapa Pengurus Daerah Pemuda Hidayatullah Parepare sebagai parnert sinergi dakwah.(Abu Haniyyah)

Ketua DPD Hidayatullah Makassar Paparkan Kerangka Peradaban Islam di Bina Mubaligh Pemkot Makassar

0

Makassar, HidayatullahSulsel.com — Muballigh Hidayatullah Makassar mengikuti pembinaan muballigh yang diselenggarakan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Makassar di Gedung Islamic Centre IMMIM Jl Jendral Sudirman Makassar, Kamis (9/3/2023)

Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, M Ansar. Pembinaan muballigh dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1444 H

M Ansar memberikan semangat dan motivasi kepada mubaligh agar dalam menyampaikan dakwahnya dapat menyatukan seluruh umat.

“Penting untuk memperhatikan materi dakwah, agar mampu memberi ketenangan di tengah-tengah umat, menjadikan manusia mukmin lebih mandiri, berbahagia, dan bermanfaat,” ujarnya.

Hadir sebagai Narasumber pembinaan Muballigh Ustadz Dr Nasrullah Sapa Lc MM (Ketua DPD Hidayatullah Makassat), Ustadz Dr Kamaluddin Abu Nawas MAg. (IMMIM), dan Kakan Depag Kota Makassar

Ustadz Nasrullah Sapa dalam uraian materinya menyampaikan intisari pokok bahasan lima surah awal yang merupakan kerangka peradaban Islam yang telah mengantarkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
beserta para shahabat-Nya Radhiallahu anhum mampu membangun peradaban yang sampai sekarang

“Surah pertama yang dijadikan sebagai pola dasar dan landasan gerakan yaitu al-Alaq (1-5), al-Qalam (1-7), al-Muzammil (1-10), al-Muddatsir (1-7) dan al-Fatihah (1-7),” jelas Nasrullah

Kelima surat di atas mengandung prinsip-prinsip utama ajaran Islam, yaitu aqidah, akhlak, ibadah, misi dakwah, dan sistem kehidupan.

Selain itu salah satu ouput pelatihan ini, dilanjutkan dengan memperkuat hubungan antar lembaga dakwah dan penyusunan materi khutbah/ceramah. Kemudian akan dikumpulkan melalui lembaga dakwah masing-masing untuk menjadi bahan kajian.(Edi Qays)

Puasa Sunnah, Santri Nikmati Sajian dari Laznas BMH

0

HidayatullahSulsel.com — Berpuasa bagi santri merupakan sunnah Nabi yang menjadi rutinitas pada Senin dan Kamis. Begitupun yang dilakukan oleh santri Ahlussuffa Hidayatullah Towuti.

Sebanyak 50 santri menikmati sajian berbuka puasa bersama Lembaga Amil Zakat Nasional  Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) di Masjid Umar bin Abdul Aziz.

Sebelum santri berbuka puasa, mereka memanfaatkan waktu mustajab jelang berbuka dengan membaca  Al Quran maupun berdoa.

Diawali dengan minum air putih dan dua biji gorengan mereka melepas dahaga dan dilanjutkan dengan sholat magrib jamaah.  Selesai sholat santri kembali menikmati sajian malam yang di iringi gemericik sungai yang berada tepat di samping masjid.

Menurut Ketua Gerai Laznas BMH Lutim, Muammar, kegaitan serupa rutin tiap Senin dan Kamis dilaksanakan jelang Ramadhan. Sajian buka puasa yang dinikmati santri merupakan amanah dari donatur. Adapun jumlah yang di butuhkan sebanyak 187 santri yang dibagikan untuk santri serta pengurus.

Mari ambil bagian dengan berbagi bagi adik-adik santri senilai Rp 20 ribu proporsinya. Adapun layanan penerimaan zakat Laznas BMH Luwu Timur  berada di Jalan Incoiro No.2, Nekkel, Kec. Nuha, Kabupaten Luwu Timur,  WA/HP +62 822-9156-7327.(*)

Bergembira Menyambut Ramadhan Sebagai Bukti Keimanan

0

Oleh : Ust Drs Nasri Bukhari MPd, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel

HidayatullahSulsel.com — Bergembira terhadap kedatangan tamu dapat dipengaruhi oleh dua hal, yakni kemuliaan tamu yang datang dan faham bagaimana cara menghormati kedatangan tamu agung itu

Mengapa kita memperlakukan Ramadhan secara spesial,? Karena dia adalah tamu agung. Bulan mulia karena dimuliakan oleh Allah dan diperlakukan kemulianannya dalam wujud mengikuti sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam (SAW).

Demikianlah seorang muslim hendaknya harus memiliki perasaan gembira akan datangnya Ramadhan. Bergembira karena Ramadhan merupakan karunia dari Allah kepada orang yang beriman.

Orang beriman harus bergembira atas turunnya ajaran Islam dengan RahmatNya, sebagaimana dalam firmanNya
قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ

“Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (QS.Yunus;58)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa “Dengan adanya hidayah dan agama yang hak ini yang datang kepada mereka, hendaklah mereka bergembira, karena hal itu merupakan sesuatu yang lebih patut untuk mereka gembirakan.”

Allah telah menurunkan hidayah dengan Islam sebagai agama yang hak ini. Di antara rahmat dari agama ini adalah Ramadhan. Bulan yang memilik begitu banyak kemuliaan serta memperoleh kemenangan dan kebahagiaan bagi yang menyikapi dengan berbagai amalan.

Berkat Rahmat dari Allah Ta’ala Ramadhan diturunkanNya, sehingga Ramadhan pun dikenal sebagai bulan Rahmat. Maka orang yang menyambut kedatangan pun akan mendapatkan RahmatNya

Pada ayat tersebut di atas terdapat kata yang mengatakaan {هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ}

Artinya “Karunia dan rahmat Allah itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan. (Yunus: 58)

Tentang kalimat itu, oleh Ibnu Katsir dijelaskan bahwa sesuatu yang “diyakini lebih baik dari pada harta benda duniawi dan semua perhiasannya yang pasti akan fana dan lenyap itu”

Termasuk Ramadhan tentunya, kemuliaannya sebagai Rahmat dari Allah Ta’ala lebih baik dari segala harta dan perhiasan dunia yang kita miliki yang sifatnya sementara, akan lenyap ditelan masa.

Oleh karenanya, ketika telah tertanam iman dalam diri kita, maka hendaklah kita memiliki kerinduan dan kegembiraan dengan kedatangan Ramadhan itu.

Kita berlindung kepada Allah Ta’ala ketika merasa kedatangan bulan Ramadhan dengan perasaan biasa-biasa saja dan tidak ada hal yang istimewa di dalamnya. Bisa jadi kita terluput dari kebaikan atau Rahmat yang banyak.

Bagaimana pula para sahabat, ulama dan orang shalih sangat merindukan dan berbahagia jika Ramadhan akan datang ? Berikut ini beberapa amalannya dalam menyambut kedatangan Ramadhan:
Pertama, memiliki ilmu tentang Ramadhan. Persiapan yang pertama dan utama yang mesti ada adalah persiapan ilmu. Karena orang yang beribadah pada Allah tanpa didasari ilmu, maka tentu ibadahnya bisa jadi sia-sia. Kesempurnaan agama ketika ilmu terlebih dahulu sebelum bertindak.

Sebagaimana pernyataan dari Ibnul Qayyim rahimahullah. “Orang yang beramal tanpa ilmu bagai orang yang berjalan tanpa ada penuntun. Sudah dimaklumi bahwa orang yang berjalan tanpa penuntun tadi akan mendapatkan kesulitan dan sulit bisa selamat.”

Demikian halnya Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Siapa yang terpisah dari penuntun jalannya, maka tentu ia bisa tersesat. Tidak ada penuntun yang terbaik bagi kita selain dengan mengikuti ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat Miftah Daris Sa’adah, 1: 299)

Kedua, mempersiapkan mental. Para sahabat dan ulama terdahulu telah mempersiapkan kedatangannya jauh sebelum kedatangan Ramadhan bulan yang agung itu. Bahkan telah mempersiapkan mentalnya 6 bulan sebelumnya.

Ibnu Rajab Al-Hambali berkata,
ﻗَﺎﻝَ ﺑَﻌْﺾُ ﺍﻟﺴَّﻠَﻒُ : ﻛَﺎﻧُﻮْﺍ ﻳَﺪْﻋُﻮْﻥَ ﺍﻟﻠﻪَ ﺳِﺘَّﺔَ ﺃَﺷْﻬُﺮٍ ﺃَﻥْ ﻳُﺒَﻠِّﻐَﻬُﻢْ ﺷَﻬْﺮَ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ، ﺛُﻢَّ ﻳَﺪْﻋُﻮْﻧَﺎﻟﻠﻪَ ﺳِﺘَّﺔَ ﺃَﺷْﻬُﺮٍ ﺃَﻥْ ﻳَﺘَﻘَﺒَّﻠَﻪُ ﻣِﻨْﻬُﻢْ

“Sebagian salaf berkata, ‘Dahulu mereka (para salaf) berdoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka dipertemukan lagi dengan Ramadhan. Kemudian mereka juga berdoa selama enam bulan agar Allah menerima (amal-amal shalih di Ramadhan yang lalu) mereka.” (Latha’if Al-Ma’arif hal. 232)

Persiapan ini dilakukan karena disamping Ramadhan adalah bulan Rahmat, Ramadhan juga adalah bulan jihad. Jihad yang dimaksud adalah jihad melawan hawa nafsu. Dan jihad untuk berkemampuan memanfaatkan waktu 24 jam selama sebulan penuh berupa ibadah dan amalayah sebagaimana yang telah disunnahkan oleh Rasulullah SAW.

Tiga adalah pemperbanyak puasa sunat Sya’ban serta mengganti hutang puasa Ramadhan tahun lalu.

Sya’ban adalah bulan paling berdekatan dengan Ramadhan,. Rasulullah ﷺ menyambut dengan kedatangan Ramdhan dalam bulan Sya’ban dengan memperbanyak berpuasa, sebagaimana dalam hadisnya dalam riwayat Aisyah berkata:

كَانَ أَحَبُّ الشُّهُورِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانَ، ثُمَّ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ

“Bulan yang paling dicintai oleh Rasulullah ﷺ untuk berpuasa sunah adalah bulan Sya’ban, kemudian beliau menyambungnya dengan puasa Ramadhan.” (HR. Abu Daud no. 2431 dan Ibnu Majah no. 1649)

Rasulullah telah mencontohkannya dengan melakukan puasa sunat di bulan Sya’ban selain sebagai bentuk kegembiraan juga sebagai iddad atau persiapan fisik dan mental menyambut Ramadhan.

Para sahabat sebelum masuk Ramadhan mengganti hutang puasa di tahun sebelumnya, secara maksimal di bulan Syaban. Sebagaimana yang diriwayatkan Sayyidah Aisyah ra.:

كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلاَّ فِي شَعْبَانَ الشُّغُلُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم

“Aku punya hutang puasa Ramadhan dan baru bisa membayarnya pada bulan Sya’ban, karena kesibukanku mengurusi Rasulullah ﷺ (HR. Muslim no. 1146).

Empat adalah dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an. Menjelang Ramadhan, para sahabat semakin sering membaca Al-Qur’an, lebih-lebih saat datang bulan Sya’ban. Hingga Tabiin Salmah bin Kuhail mengatakan bahwa Sya’ban adalah bulan membaca Al-Qur’an.

Pada bulan Sya’ban juga, Tabiin Zubaid Al-Yami sering berkumpul bersama para sahabat yang masih hidup dan saling berlomba-lomba membaca Al-Qur’an, dan mengkhatamkannya lebih dari satu kali.

Kelima adalah adalah dengan memperbanyak berdoa. Dimana Rasulullah ﷺ menganjurkan membaca doa untuk menyambut datangnya hilal awal bulan Ramadhan, :

Dari Abu Ja’far Muhammad bin Ali, ia berkata: “Jika bertemu dengan bulan Ramadhan Rasulullah SAW memanjatkan doa berikut:
اَللّٰهُـمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْاِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْاِسْلَامِ وَالْعَافِيَةِ الْمُجَلَّلَةِ وَدِفَاعِ الْأَسْقَامِ وَالْعَوْنِ عَلَى الصَّلَاةِ وَالصِّيَامِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ

“Ya Allah, pertemukan bulan ini dengan kami dalam keadaan aman, iman, keselamatan, Islam, sehat yang prima, kebal dari penyakit, dan pertolongan untuk shalat, puasa dan membaca Al-Qur’an” (al-Hafidz Ibnu Asakir, Tarikh Dimasyqa 51/186).

Selain doa di atas, kita juga dapat membaca doa berikut;
اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (*)

*) Naskah khutbah oleh Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Sulsel

2 Santri RQH Murad Husain Juara dan Wakili Toraja Utara di STQH Sulsel

0

TORUT, HidayatullahSulsel.com — Dua santri Rumah Qur’an (RQ) Murad Husain Sa’dan mengharumkan nama rumah quran tersebut dalam ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Toraja Utara (Torut), Selasa, (7/3/2023).

Pencapaian itu diraih Haniin Salsabila dan Maysarah Khairani di kategori lomba Hifzil Quran yang digelar di Masjid At Takwa Karassik.

Maysarah Khairani siswa kelas 3 SDN 10 Sa’dan berhasil meraih uara pertama dalam cabang lomba Hifzil Quran 1 juz. Cabang lomba yang mempertandingkan hafalan juz 30 tersebut dia ikutinya mewakili Kecamatan Sesean.

Adapun Haniin Salsabila siswi kelas 4 sebagai terbaik kedua. Keduanya berhasil menyisihkan 30 peserta lainnya dari berbagai kecamatan di Kabupaten Torut.

Pengelola RQ Murad Husain Sa’dan, Ust Iksan Saleh mengapresiasi pencapaian dua santrinya tersebut. Menurutnya, walaupun baru beroperasi belum genap setahun, tapi itu bukan alasan untuk tidak berprestasi.

“Kami sangat bersyukur bisa mencapai hasil ini,” terangnya kepada Hidayatullahsulsel.com.

Atas pencapaian tersebut, Hanin dan Maysarah akan menjadi perwakilan Kabupaten Toraja Utara dalam ajang STQH se-Sulsel yang akan digelar pada April mendatang di Selayar.

“Tadi dikonfirmasi panitia, anakda berdua nanti akan mewakili Toraja Utara untuk tingkat provinsi di Selayar,” ungkap Ikhsan.

RQ Murad Husain merupakan salah satu Rumah Quran yang dikelola DPD Hidayatullah Toraja Utara. RQ tersebut bertempat di sebuah villa di Sa’dan, Kecamatan Sesean, Toraja Utara.

Murad Husain sendiri merupakan tokoh asal Sesean, Toraja Utara yang berhasil di tanah rantau di Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah. Villa tersebut adalah milik pribadi tokoh muslim tersebut, dan dipinjamkan kepada Hidayatullah Toraja Utara untuk dimanfaatkan menjadi Rumah Quran.(Azis Ibnu Basyir)

Kami mengajak ummat yg ingin membantu program dakwah hidayatullah Toraja Utara melalui REK BRI 4941 01 033538 53 7 atas nama DPD Hidayatullah Toraja Utara.

Banjir Berlalu, Laznas BMH-BSI Maslahat Bersih-bersih Masjid

0

HidayatullahSulsel.com — Banjir melanda kawasan Masjid Lukmanul Hakim di Kelurahan Katimbang Kota Makassar, Februari lalu. Di halaman masjid  air tergenang setinggi pinggang orang dewasa.

Sisa banjir tidak cukup sekali di bersihkan. Kali ini tim dari Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) dengan bermitra BSI Maslahat melaksanakan program sosial.

Program meliputi aksi bersih-bersih masjid, perbaikan sarana/fasilitas masjid, serta pembersihan karpet shalat, bantuan Al Quran dan mukena.

Sebuah masjid yang menjadi bagian fasilitas pendidikan di lingkungan Yayasan Al Islam ini sangat terbantu dengan program yang dilaksanakan oleh laznas BMH. Di tempat ini terdapat 72 anak-anak yang mengikuti pendidikan.

“Terimakasih kepada Laznas BMH dan BSI yang telah melaksanakan program ini, lingkungan masjid kami menjadi lebih bersih dan memberikan kenyamanan bagi anak didik kami,” ujar Ustadz Edy seorang pengurus.

Kepala Divisi Program Laznas BMH Sulsel, Basori Shobirin, mengatakan lembaganya melaksanakan program peduli masjid secara serentak di 7 titik di Sulsel. Program ini di maksudkan sebagai kesiapan menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Sebelum memasuki bulan Ramadhan Laznas BMH melaksanakan beberapa event, seperti peduli masjid pedalaman, buka puasa tahfidz Al Quran, serta ekspedisi kebaikan.(rls)

Kantor layanan Laznas BMH, Jalan Tamalanrea Raya No.27A Makassar. Layanan jemput donasi HP/WA : 0857 1994 2004. Rekening Donasi an. Baitul Maal Hidayatullah. BSI: 1000258225.

RA Yaa Bunayya Hidayatullah Makassar Raih Juara 1 Lomba Adzan se-Makassar

0

Makassar, HidayatullahSulsel.com — Raudatul Athfal (RA) Yaa Bunayya Hidayatullah Makassar raih juara 1 lomba adzan tingkat TK se Kota Makassar.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Ikhtiar Fun Vol 4 digelar di Aula SDIT Ikhtiar dengan tema Smart and Fun with Ikhtiar diikuti oleh perwakilan siswa dari berbagai TK se-Kota Makassar, Senin (6/3/2023).

“Event ini menjaring siswa cilik yang memiliki kemampuan mengumandangkan adzan dengan suara yang merdu dan pelafalan yang benar,” kata Panitia kegiatan, Agus.

Di hadapan para juri dan penonton, Muhammad Fauzan Adzima dari perwakilan RA Yaa Bunayya Hidayatullah Makassat tampil sempurna dengan suara sangat merdu.

“Masya Allah lantunan adzan yang dikumandangkan anakda Fauzan membuat merinding dengan suara merdunya, ” kata Guru RA Yaa Bunayya, Musdahika Wahyudin.

Kepala RA Yaa Bunayya, Ustadzah Dra Syamsiah Abdullah, mengharapkan, dengan prestasi ini anak-anak akan termotivasi lagi untuk gemar beramal sholih sehingga kehidupan sehari-hari berorientasi kepada kebaikan.

Selain itu, Syamsiah juga meminta kepada para guru, orangtua untuk lebih bekerjasama mendukung meningkatkan prestasi anak sehingga peserta didik Yaa Bunayya semakin maju.(edy q)


Daftarkan Anakda di RA Yaa Bunayya Tahfidz Metode Tabarak, Target Hafalan 2 Juz

Waktu Pendaftran
Gelombang I : Januari – April 2023
Gelomang II : Mei – Juli 2023

Link Regist online klik https://s.id/1ywnH

Kontak Panitia https://wa.me/+6282152164260 (Ustadz Syamsiah)

Hidayatullah Sulsel Utus Ketua DPD Pangkep, Wajo dan Bulukumba Pelatihan Kepemimpinan

0

HidayatullahSulsel.com –Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Selatan mengutus 3 DPD untuk mengikuti Pelatihan Kepemimpinan di DPP Hidayatullah, Jakarta, Senin, 14 Sya’ban 1444 (6/3/2023).

Tiga Ketua DPD yang mewakili delegasi Hidayatullah Sulawesi Selatan yakni Ketua DPD Hidayatullah Wajo Ustadz Sudirman, Ketua DPD Hidayatullah Bulukumba Ustadz Suparman dan Ketua DPD Hidayatullah Pangkep Ustadz Karding.

Masing-masing 34 DPW se-Indonesia mengutis tiga DPD di wilayahnya mengikuti Training Kepemimpinan bertemakan “Kepemimpinan Manhaji : Visioner dan Progresif ” di Kantor Pusat Dakwah Hidayatullah Cipinang.

Pelatihan yang digelar Hidayatullah Institut (Hi) selama lima hari ini dibuka pada Senin, 14-19 Syaban 1444 H/(6/11/2023) Pagi.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Dr KH Nashirul Haq Lc MA, membuka secara resmi training tersebut.

Ia menyampaikan ihwal fungsi serta pentingnya keberadaan pemimpin dalam pengelolaan kepemimpinan yang efektif dan efesien dalam mencapai target atau tujuan yang telah dicanangkan.

“Itulah mengapa Hidayatullah Institute melakukan pelatihan kepemimpinan ini dengan tema pemimpin manhaji, visioner, dan progresif sebagai interpretasi dari tiga terminologi yang disebutkan dalam Al-Qur’an,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, Ust Drs Nasri Bukhari MPd mengatakan ketika diamanahi sebagai Ketua DPD di Hidayatullah berarti dia adalah orang berkompoten dan kapabel untuk dikader memimpin pada level daerah.

Karena kebutuhuhan pengembangan dan kompleksnya permasalahan yang dihadapi mengharuskan ketua DPD itu perlu dibekali lagi berbagai wawasan dan skill kepemimpinan.

“Semua jaringan organisasi dan amal usaha Hidayatullah secara simultan berkewajiban mensukseskan program strategis hasil Rakerwil 2023 Gerakan Kebangkitan Pendidikan dan Kemandirian Umat,” jelasnya.

Ust Nasri juga menambahkan, pada hakekatnya semua Ketua DPD di Sulsel berhak di updgrade kembali, namun di training HI hanya memilih 3 ketua DPD dengan beberapa pertimbangan.

Mulai dari kriteria berpreatasi sebagai pemimpin terbaik di daerahnya, termasuk pada bidang tertentu khususnya program mainstream tarbiyah dan dakwah, serta integritas-komitmen kepemimpinan.

Kedua bisa menjadi mentor dan membantu kepada DPD lain dalam peningkatan manajemen mutu organisasi dan amal usaha

Serta memiliki waktu dan kemampuan keuangan yang cukup untuk membiayai training ini. (Abu Wildan)

DMU di Hidayatullah Parepare Diikuti 32 Santri Putri

0

Parepare, HidayatullahSulsel.com — Kampus Madya Hidayatullah Parepare menjadi salah satu titik pelaksanaan Daurah Marhalah Ula (DMU) gabungan nasional, untuk santri Hidayatullah Parepare, Pinrang, Enrekang dan Bone.

DMU bagi santri Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) tahun 1444 H/2023 M, serentak dilaksanakan di sekolah Hidayatullah se-Indonesia.

Pengurus Daerah (PD) Muslimat Hidayatullah (Mushida) Parepare selaku panitia pelaksana DMU SLTA Putri.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari dari Rabu sampai Sabtu (1-4/3/2023) bertempat di aula gedung SD Integral Hidayatullah Parepare dengan tema, “Menjadi Kader Hidayatullah yang Cerdas, Disiplin dan Militan.”

Sebanyak 32 orang santri putri sebagai peserta dan lima orang instruktur yaitu Ustadz Ismail Mukhtar Anggota Dewan Murobbi Wilayah Hidayatullah Sulawesi Selatan), Ustadz Abdul Jabbar, Ustadzah Armawati Ibrahim, Ustadzah Miftahussa’adah, dan Sahlah al-Ghumaishaa’

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar, dari seluruh rangkaian dengan waktu yang cukup mulai dari penyampaian materi, tanya jawab, maupun ice breaking dan game yang berkaitan materi yang ada,” jelas Ketua Mushida Parepare Sahlah al-Ghumaishaa’.

Materi inti DMU yang disampaikan mulai dari manhaj nabawi dengan Pola Dasar Sistimatika Wahyu yang dibagi dalam tujuh sesi.

Kemudian dilanjutkan pengenalan Hidayatullah, dan profil Mushida sebagai organisasi pendukung, serta pengenalan halaqah dan praktek langsung berdasarkan susunan acara halaqah ula.

“Selanjutnya alumni DMU akan terbentuk satu halaqah di daerah masing-masing yang dibina satu murabbiyah,” tambahnya.

Penutupan DMU dihadiri Ketua Departemen Organisasi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan Ustadz Anwar Baits, sekaligus memberikan tausiyah.

Juga dihadiri ustadz Muhammad Erwin, Ketua DPD Hidayatullah Parepare. Ustadzah Ratnawati, anggota Majelis Murobbiyah Wilayah (MMW) Mushida Sulawesi Selatan, Pengurus Daerah (PD) Mushida Parepare, dan ibu-ibu warga kampus Madya Hidayatullah Parepare. (rls)

Mahasantri SDH Sultanbatara Bone Persiapkan Pendirian Rumah Quran

0

Bone, HidayatullahSulsel.com — Mahasantri Sekolah Daiyah Hidayatullah (SDH) SultanBatara, Bone, melakukan kerja bakti persiapan pendirian Rumah Quran, Ahad (5/3/2023).

Kerja bakti di halaman rumah  Kepala PLN Cabang Bulukumba, bapak Bahtiar di kompleks perumahan yang lokasinya berdekatan dengan kawasan RSUD Tenriwaru Watampone.

Rumah tersebut akan didirikan RQH Al Falah yang rencananya sudah mulai dibuka di bulan Ramadhan 1444 H ini.

Menurut Pembina SDH Bone Ust H Dwi fi Amanillah, pendirian Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) adalah program prioritas Departemen Dakwah Hidayatulllah di 2023.

“Kehadiran RQH di setiap desa dan kelurahan akan memberikan manfaat dan daya dukung yang sangat besar dalam upaya mempersiapkan generasi unggul yang berakhlak qur’ani serta memiliki wawasan keilmuan Islam (tsaqafah Islamiyah) yang memadai,” urainya.

Pengelolaan RQH ini akan bersinergi dengan DPD Hidayatullah Bone, Pos Dai Sulsel dan Gerai Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Bone.

Program pendirian RQH oleh mahasantri SDH, ungkap Ust Dwi, adalah program sinergi yang juga menjadi rangkaian kegiatan perkuliahan Sekolah Daiyah Hidayatullah (SDH) Sultanbatara Bone.

Pada semester 2 tahun 2023 perkuliahan SDH Bone diarahkan untuk lebih banyak melaksanakan praktek pengabdian pada masyarakat, termasuk mendirikan dan mengelola Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH).

Pada tahun 2023,manajemen SDH Sultanbatara Bone menargetkan mahasantri mampu mendirikan dan mengelola minimal 3 buah RQH di wilayah Watampone.

“Alhamdulillah memasuki bulan Maret 2023 telah berdiri RQH di Kecamatan Tanete Riatang Timur dan segera menyusul pendirian RQH Al Falah di Majang kecamatan Tanete Riatang Kabupaten Bone,” urai Ust Dwi.(rls)