Beranda blog Halaman 143

Pengurus Hidayatullah se-Ajatapareng Kumpul Sarasehan Bahas Pengembangan Dakwah

0

PAREPARE, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Wilayah (DPW Hidayatullah Sulsel menggelar Sarasehan Pengurus se-Ajatappareng (Enrekang, Sidrap, Parepare,Pinrang dan Barru) di Gedung Peradaban Hidayatullah Sulsel, Parepare (25/5/2021).

Sarasehan yang menghadirkan Anggota Dewan Pertimbangan Hidayatullah DR Ir H Abd Aziz Qahhar Mudzakkar MSi dan Ketua Dewan Murobbi Hidayatullah DR H Tasyrif Amin MPdI itu membahas pengembangan program dakwah, tarbiyah hingga kemandirian ekonomi Hidayatullah di Ajatappareng.

Ust Tasrif dalam pemaparannya mengungkapkan sejumlah rencana dan pengembangan Hidayatullah di Sulsel, antara lain berdasarkan visi Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurahman Muhammad.

“Kita memiliki lahan yang potensial di Lamatanre Pinrang, lahan tersebut akan dikembangkan menjadi pusat peternakan kambing dan sapi seluas 4 hektar bagi kemandirian ekonomi pesantren,” tutur pakar pengelolaan manajemen masjid itu di antara sekian rencana yang diutarakannya.

Ust Aziz pada diskusi yang dimoderatori Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Drs H Nasri Bukhari MPd itu menjelaskan kembali Manhaj Nubuwah sebagai methodelogi dan spirit perjuangan Hidayatullah.

“Manhaj Nubuwah terbukti telah efektif menumbuhkan militansi perjuangan sehingga Hidayatullah terus berkembang dan berperan bagi ummat dan bangsa,” tuturnya.

Sarasehan akan juga dilaksanakan bagi pengurus Hidayatullah di region lain di Sulsel “Tentunya ini sebagai upaya memaksimalkan sinergi kepengurusan tiap wilayah,” ujar Ust Nasri.■ fir

Kriteria Pemimpin dan Akhlak pada Pemimpin

0

■ Oleh : Ust Drs H Nasri Buhari MPd, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel

HidayatullahSulsel.com — Salah satu point penting dalam tujuh jati diri Hidayatullah adalah Imamah Jamaah. Kepemimpinan. Karena kehidupan itu membutuhkan keteraturan. Keterutan itu ditentukan oleh kepemimpinan. Maka kepemimpinan itu hakikat sebuah kehidupan.

Sebelum manusia diciptakan,  Allah pun lebih dahulu menciptakan sistem kepemimpinan. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 30, ketika Adam hendak diciptakan, Allah berdialog dengan malaikat tentang rencanaNya akan menciptakan manusia untuk menjadi pemimpin, menjadi khalifah di muka bumi.

وَاِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اِنِّىۡ جَاعِلٌ فِى الۡاَرۡضِ خَلِيۡفَةً ؕ قَالُوۡٓا اَتَجۡعَلُ فِيۡهَا مَنۡ يُّفۡسِدُ فِيۡهَا وَيَسۡفِكُ الدِّمَآءَۚ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ‌ؕ قَالَ اِنِّىۡٓ اَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُوۡنَ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Kepemimpinan itu bermakna imamah dijelaskan Allah dalam QS. Al-Baqarah Ayat 124

وَاِذِ ابۡتَلٰٓى اِبۡرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّ ‌ؕ قَالَ اِنِّىۡ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًا ‌ؕ قَالَ وَمِنۡ ذُرِّيَّتِىۡ ‌ؕ قَالَ لَا يَنَالُ عَهۡدِى الظّٰلِمِيۡنَ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “Dan (juga) dari anak cucuku?” Allah berfirman, “(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zhalim.”

Kepemimpinan juga bermakna sebagai amir termaktub dalam QS. An-Nisa Ayat 59

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَطِيۡـعُوا اللّٰهَ وَاَطِيۡـعُوا الرَّسُوۡلَ وَاُولِى الۡاَمۡرِ مِنۡكُمۡ‌ۚ فَاِنۡ تَنَازَعۡتُمۡ فِىۡ شَىۡءٍ فَرُدُّوۡهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوۡلِ اِنۡ كُنۡـتُمۡ تُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَـوۡمِ الۡاٰخِرِ‌ ؕ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ وَّاَحۡسَنُ تَاۡوِيۡلًا

Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Kepemimpinan juga bermakna sebagai wali sebuah wilayah menjadi pelindungnya. Juga bermakna sebagai malik/penguasa. Yang jelas kepemimpinan merupakan kebutuhan dasar manusia.

Lalu bagaimana kriteria seorang pemimpin menurut Islam, di antaranya

1. Fatonah (Cerdas)
Kecerdasan itu terbentuk dengan mengamalkan perintah iqra yakni banyak membaca dan belajar agar memiliki wawasan.

Namun bukan sekadar cerdas, tapi cerdas yang berdasarkan atas nama Allah (bismirabiq) sehingga dengan kecerdasan menjadi semakin tunduk dan takwa kepada Allah.

2. Siddiq
Karakter ini tertuang dalam surah Al Qalam dan Al Muzamil. Untuk bisa dipercaya maka seorang pemimpin harus yakin bahwa Quran sebagai pedoman hidupnya dan berakhlak al Quran, di antaranya memiliki kelembutan dan kasih sayang.

Sebagai pemimpin, Rasulullah telah memberikan teladan kelembutan akhlak yang tiada tara. Pada sebuah kisah yang mashur ketika rutin melayani seorang tua Yahudi, buta dan sering memaki-maki Rasulullah sebagai pemimpin ummat Islam.

3. Tabliq
Karakter tabliqh ini tertuang dalam surah al Mudatsir. Selalu menyampaikan kebenaran dan melarang pada kemungkaran.

4. Amanah
Karakter pemimpin ini salah satunya diperas dari saripati surah al Fatihah.

Bahwa setiap diri kita adalah khalifah sekaligus juga merupakan pihak yang dipimpin. Maka sepatutnya sebagai orang yang dipimpin mengetahui petunjuk dan akhlak bagaimana menjadi seorang rakyat yang dipimpin.

Hal itu dijelaskan Allah dalam surah al Hujurat ayat 1-4

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُقَدِّمُوْا بَيْنَ يَدَيِ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ – ١

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Ayat ini memberikan petunjuk kepada kita untuk mendahulukan para pemimpin. Memberikan pelayanan terbaik kepada pemimpin.

Sebagaimana kisah shahabat Umar yang menawarkan anaknya Aisyah untuk diperistri, kepada dua shahabatnya Abubakar, Usman dan Ali. Namun mereka menolak karena mendahulukan Rasulullah.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَرْفَعُوْٓا اَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوْا لَهٗ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ اَنْ تَحْبَطَ اَعْمَالُكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تَشْعُرُوْنَ – ٢

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari.

Ayat ini memerintahkan kita untuk tak berlebihan kepada pemimpin. Diantaranya tidak meninggikan suara di hadapan mereka. Sebagai salah satu bentuk akhlak terhadap pemimpin. Jika tidak mengamalkan akhlak inj, Allah ancam akan menghapus amal-amalnya.

اِنَّ الَّذِيْنَ يَغُضُّوْنَ اَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ امْتَحَنَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ لِلتَّقْوٰىۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ عَظِيْمٌ – ٣

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

اِنَّ الَّذِيْنَ يُنَادُوْنَكَ مِنْ وَّرَاۤءِ الْحُجُرٰتِ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ – ٤

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang memanggil engkau (Muhammad) dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.

Dan jangan pula memanggil dan menyahut kepada pemimpin, tapi datangi dengan penuh hormat kepadanya. Wallahuallam.■ fir

* Catatan dari Kajian Manhaj Pengajian Itikaf di Masjid Umar al Faruq Yayasan Al Bayan Hidayatullah Makassar, Rabu (5/5/2021)

Merekayasa Karakter Jujur

0

■ Oleh : Ust Ir Abd Majid MA, Ketua Dewan Murabi Wilayah Hidayatullah Sulsel

HidayatullahSulsel.com — Di Hidayatullah pada prinsipnya kadernya memiliki budaya untuk selalu berusaha menambah yang kurang diketahui. Salah satu kebiasaan untuk menjadi kader ideal.

Apalagi untuk menjadi kader bukan hal yang bisa disulap dalam sekejap. Tapi butuh waktu untuk diperjuangkan dengan berbagai variabel yang mempengaruhinya.

Apalagi sudah ada konsepsi pra wahyu (dalam sejarah kerasulullahan) yang dipahami sangat penting menjadi wawasan kader Hidayatullah agar bisa menciptakan suasananya atau merekayasa kakaderannya. Apalagi bukan persoalan yang sederhana bagaimana memiliki figur dan keteladanan seorang guru untuk bangun katakter santri.

Maka memahami sejarah dan hikmah pra wahyu tersebut sebagai bekal penting untuk siap menerima kebenaran dari Allah ta’alla.

Ada sejumlah fase pra wahyu Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wa syallam. Yakni fase sebagai seorang yatim, fase menggembala, fase berdagang dan fase berkhadijah, dan fase gua hira.

Fase berdagang adalah fase yang kental dengan pembelajaran akan karakter jujur dari Rasulullah sehingga dipercaya. Telah kita ketahui bahwa faktor seseorang itu bisa dipercaya adalah karena kejujuran. Sangatlah mahal dan berat untuk bangun sikap yang bisa dipercaya dan memiliki integrotas sehingga menjadi modal bagi seorang kader untuk diberikan amanah kecil maupun berat.

Bagaimana merekayasa diri dan kader untuk bisa menjadi orang yang dipercaya?

Dari fase keyatiman misalnya kita bisa merekayasa para santri untuk diyatimkan, yakni mengurangi ketergantungan dan manja pada orangtua. Agar semata bergantung kepada Allah ta’alla.

Kedua, di fase menggembala. Sejarah semua nabi diketahui berprofesi sebagai penggembala. Maka saat di pondok untuk belajar menggembala mendampingi adek santrinya agar ada kekuatan dan kesabarannya.

Ketiga berdagang. Ini membentuk karakter jujur. Ini berat karena orang shalat saja dibutuhkan kejujuran, tak boleh main-main saat berkomunikasi dengan Allah.

Jika tiga fase awal ini bisa optimal dilewati maka insyallah akan membentuk karakter kejujuran. Apalagi jika memasuki fase khadijah/beristri.

Lalu dari fase Gua Hira kita mendapatkan petunjuk praktis bagaimana membentuk dan merekayasa diri untuk msmiliki karakter jujur, yakni dengan diturunkannya wahyu tiga surah awal al Alaq al Qalam dan al Mujammil sebagai transformasi nilai ilahiyah untuk diri seseorang yang beriman.

Dalam al alaq kita diminta untuk mengenal Allah. Allah memperkenalkan dirinya bahwa Allah sang pencipta dan paling mulia. Menciptakan manusia dan ajarkan hal untuk diketahui.

Lalu lahir kesadaran bertauhid. Tapi kita tak bisa sempurna bertauhid jika sekedar memahami al Alaq. Apalagi jika hanya teori mengetahui sifat-sifat Allah.

Maka harus naik dengan memahami al Qalam dengan menggantungkan hidup sesuai quran. Karena kejujuran itu seperti dan sesuai dengan kualitas interaksi kita dengan quran.

Jika hal ini sulit maka di al Muzammil kita diwasiatkan 7 ajimat amalan mulai dari shalat malam, wirid pagi dan petang, tilawah maupun sedekah. Maka jika baik sedikit saja kita menunaikan amalan yang diperintahkan dalam surah al Muzamil maka menjadi modal besar dalam implementasikan tauhid.

Contoh kecil jika kita bermasalah wirid pagi petang kita maka akan bermasalah melaksanakan rencana-rencana kita dalam sehari. Karena wirid akan hantar rohani kita siap mengemban amanah dan mengarungi urusan sshari-hari.

Apalagi jika diawali shalat malam, lalu bacaan quran jalan. Maka insyallah kemudahan akan Allah berikan, semuanya untuk mewujudkan karakter Islami dan peradaban Islam. Wallahuallam. ■ fir

*) Catatan dari Pengajian Itikaf di Masjid Umar alFaruq, Albayan Hidayatullah Makassar, Selasa (4/5/2021)

Safari Ramadhan DPW Hidayatullah Sulsel, Kuatkan Sinergi Keumatan dan Kebangsaan

0

DAKWAH, HidayatullahSulsel.com — Ramadhan tahun ini hendaknya menjadi momentum konsolidasi spiritual dan keummatan. Hal ini menjadi pesan Ketua Umum DPP Hidayatullah, ustadz Dr H Nashirul Haq Lc saat digelarnya Tarhib Nasional Hidayatullah menyambut Ramadhan 1442 H.

Topik inilah pulalah yang menjadi tema Safari Ramadhan DPW Hidayatullah Sulsel tahun ini yang dilaksanakan secara serentak di 24 Kab/Kota.

“Topik tersebut dirasa sangat pas karena mencakup kebutuhan kita secara internal dan gerakan keumatann kita secara eksternal,” kata Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, ustadz Nasri Bohari.

Hal tersebut, katanya, menjadi target Hidayatullah Sulsel bagaimana memastikan seluruh warga dan kader Hidayatullah se-Sulawesi Selatan ini benar-benar disiplin menjalankan ibadah agar dapat meraup spirit ramadhan tahun ini secara optimal, makanya diperlukan konsolidasi internal di setiap daerah.

Untuk gerakan keumatan, para dai disebar memenuhi panggilan umat, bahkan hingga ke pelosok memberikan layanan pencerahan agar umat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan penuh khidmat.

Selain itu, ustadz Nasri juga mengingatkan tim safari untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan yang standar mengingat kondisi pandemi saat ini yang masih mewabah.

Karena itu, lanjutnya, jikapun dibatasi melakukan kegiatan yang bersifat publik maka yang digalakkan adalah Dakwah Fardiyah menyasar tokoh-tokoh dari unsur pemerintah, Ormas Islam maupun masyarakat umum.

“Setidaknya menyampaikan keberadaan Hidayatullah di daerah tersebut dan kesiapan kita untuk senantiasa bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam membangun umat dan bangsa,” terangnya.

Safari tahun ini di 24 Kab/Kota tersebut, dibagi tiga zona sehingga tim safari Hidayatullah Sulsel pun dibuat tiga tim dengan melibatkan seluruh pengurus wilayah dan unsur pengurus daerah.

“Pelaksanaanya serentak, di mulai 5-15 Ramadhan, tepatnya pada tanggal 17-27 April. Kita batasi agar seluruh anggota tim safari juga tetap dapat melaksanakan i’tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan,” terang Kadep Dakwah DPW Hidayatullah Sulsel, ustadz Reskyaman.■ rls/sum

Catatan dari Musda Hidayatullah se-Sulsel

0

■ Oleh: Sumariadi SPdI, Sekretaris DPW Hidayatullah Sulsel

HidayatullahSulsel.com — Musyawarah Daerah (Musda) Hidayatullah se-Sulawesi Selatan telah dirampungkan. Musda yang diselenggarakan dengan format zonasi dan gabungan dari beberapa daerah tersebut berlangsung pada 22-25 Desember 2020. Sebagaimana arahan DPP bahwa Musda sudah harus dirampungkan sebelum Rakernas dilaksanakan.

Musda selain dalam rangka menghasilkan keputusan dan ketetapan, forum ini juga diharapkan dapat meningkatkan semangat juang para kader, mempererat ukhuwah, dan meneguhkan komitmen keummatan dan kebangsaan. Demikian ditekankan Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Selatan Drs Nasri Bohari MPd.

Musyawarah Daerah sebagai pertemuan lima tahunan memiliki wewenang mendengarkan laporan pertanggung jawaban DPD kepada DPW, menetapkan ketua dan anggota Dewan Pengurus Daerah, serta menetapkan keputusan-keputusan lainnya. Karenanya, pemilihan Ketua bukanlah agenda utama.

Mengapa langsung penetapan ketua tanpa pemilihan, sebagaimana pada kegiata serupa di organisasi kebanyakan? Karena mekanisme di Hidayatullah itu, Ketua DPD ditunjuk oleh Dewan Pengurus Wilayah setelah dilakukan penyerapan aspirasi dan musyawarah pengurus. Selanjutnya kelengkapan anggota kepegurusan DPD disusun oleh tim formatur yang terdiri dari unsur pengurus DPW dan Ketua DPD tertunjuk.

Menyadari betapa beratnya amanah menjadi penguris di Hidayatullah, Nasri mewasiatkan, hendaknya pengurus senantiasa mengedepankan rasa ketawakkalan yang tinggi, memohon bantuan Allah SWT.

Kesadaran akan keterbatasan serta ketidakmampuan memang hendaknya menjadi pemantik untuk melibatkan semua potensi yang ada, baik secara internal personal warga dan kader maupun secara eksternal seluruh jamaah dan simpatisan, sehingga tercipta budaya kerja yang tersistem dan profesional.

Dari penyampaian Ketua DPW Hidayatullah Sulsel dalam rangkaian Musda di 4 zona terungkap bahwa agenda prioritas Hidayatullah Sulsel pada periode 2020-2025 dalam mewujudkan visi organisasi melalui gerakan tarbiyah dan dakwah mengeksiskan layanan keumatan di segala bidang sesuai yang umat di daerah ini butuhkan.

Sebab memang, Kehadiran Hidayatullah di tengah umat tidak hanya menjadi jawaban atas problematika keumatan namun sesungguhnya juga akan menjadi ukuran eksistensi gerakan dakwah dan tarbiyah.■

Janji Pengurus Hidayatullah Pinrang, Bawa Perubahan Bukan Rintihan

0

PINRANG, HidayatullahSulsel.com–– Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Pinrang Ustad Hamka Syaifullah SPd.I bertekad untuk terus melakukan perubahan dan perbaikan.

Komitmen itu menyusul dilantiknya untuk periode kedua memimpin Hidayatullah Pinrang di arena Musyawarah Daerah (Musda) Hidayatullah Sulsel Zona 2, Parepare, Rabu (23/12/2020).

“Kepengurusan di DPD Hidayatullah Pinrang tetap pada komitmen untuk membawa perubahan dan bukan membawa rintihan. Apalagi ini tempat dilahirkannya pemimpin umum Hidayatullah (KH Abdurahman Muhammad),” ujarnya.

Ust Hamka hadir bersama jajaran pengurus DPD Hidayatullah Pinrang pada acara Musda gabungan DPD Hidayatullah se Ajatappareng itu.

Musda Zona 2 dihadiri oleh Ketua Dewan Murabbi Wilayah SHidayatullah Sulsel Ust Abdul Majid MA, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel ust Nasri Bohari dan juga tidak Ketua Pemuda Hidayatullah Sulsel Ust Abdurahman Abid.

“Insyallah pengurus akan membawa Hidayatullah Pinrang yang bermartabat melalui pengamalan GNH dan menyeimbangkan antara ilmu dan keimanan,” pungkasnya.■ amri/fir

Ust Reskyaman Da’i Hidayatullah Mubaliq Terbaik se-Kota Palopo

0

SOSOK, HidayatullahSulsel.com— Kader Hidayatullah Palopo Ust Reskyaman SW SPd MM berhasil meraih peringkat kedua sebagai mubaliq terbaik se-Kota Palopo.

Predikat tersebut diraih Ust Resky dari ajang yang digelar Pemkot Palopo di arena Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mubaliq se Kota Palopo angkatan ke-2 di Hotel Kamanre, Sabtu-Senin (14-16/11/2020), pekan lalu.

Diklat tersebut dilatari maksud Pemkot Palopo untuk menghimpun dan pemantapan kualitas para da’i di daerah tersebut agar bisa maksimal berdakwah di seluruh masjid di Kota Palopo, terutama yang selama ini belum tersentuh oleh para mubaliq.

Ada sekitar 52 orang dai dari 9 kecamatan terdiri dari perwakilan pengurus/imam masjid, perguruan tinggi, Madrasah Aliyah dan ormas Islam

Pemateri yang hadir dari kalangan dosen perguruan tinggi di Palopo yang kualifikasinya S3 dan beberapa alumni Timur Tengah serta motivator nasional.■ */fir

Ustadz Abdurrahman “Abid” Sibghatullah, Ketua Baru Pemuda Hidayatullah Sulsel

0

SOSOK, HidayatullahSulsel.com — Pemuda Hidayatullah Sulawesi Selatan menggelar Musyawarah Wilayah 5 (Muswil) di Kampus Madya Hidayatullah Parepare. Sabtu-Ahad (14-15/11/2020).

Muswil yang berakhir hari ini, telah menghasilkan keputusan Ustadz Abdurrahman Sibghatullah BSh menjadi ketua terpilih dari organisasi kepemudaan Hidayatullah di Sulsel yang sebelumnya bernama Syabab Hidayatullah, Ahad 29 Rabi’ul Awwal 1442 H siang tadi.

Surat keputusan tersebut dibacakan langsung oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah, Ustadz Mazlis B Mustafa SE secara virtual. menetapkan Ustadz Abdurrahman yang akrab disapa Abid sebagai Ketua Pemuda Hidayatullah SulSel periode 2020-2023.

Ust Abid selanjutnya dilantik oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sulsel Ust Drs Mardhatillah menggantikan Ust Muhammad.

Sebelumnya, pembukaan Muswil bertema “Pemuda Diberdayakan SulSel Gemilang” itu dihadiri Ketua Majelis Murobbi SulSel Ust Ir H Abdul Majid MA, pengurud DPW Hidayatullah SulSel dan pengurus DPD se-Sulsel.

Saat membuka Muswil Pemuda Hidayatullah itu, Ust Mardhatillah mengatakan kalau ada yang bertanya Hidayatullah ke depan akan seperti apa? Maka sederhananya lihat pemudanya sekarang karena pemuda sekarang ini adalah generasi atau kader yang dipersiapkan dalam segala hal.

“Hidayatullah Sulsel sekarang ini salah satu fokusnya adalah mencari dan merawat kader, mempersiapkan kader sebanyak mungkin untuk Sulsel ke depan karena basisnya Hidayatullah adalah di Sulsel,” ujarnya.

Menurutnya syarat agar pemuda bisa unggul harus memiliki tiga hal yaitu pemuda harus memiliki karakter yang profesional dan berakhlak mulia.

Kedua Pemuda Hidayatullah harus unggul dalam kompotensi yaitu pemuda yang senantiasa kritis, kreatif dan progresif. Dan senantiasa bekerja sama atau kolaborasi. “Kalau hanya sendiri-sendiri tidak mungkinlah Islam itu bisa ditampilkan atau dijalankan tapi kita harus memiliki kebersamaan yaitu ada kepemimpinan,” urainya.

Lebih lanjut Ust Marda memotivasi, untuk menguasai sektor pendidikan, ekonomi, politik dan lainnya kira-kira apa referensi kita, yakni Al Quran. “Konsep kita dari surah Al Alaq sampai Al Fatihah sudah mengajarkan kepada kita untuk menguasai dunia bahkan akhirat sudah selesai,” tuturnya.

Bahkan pemuda sekarang ini, tandasnya, harus digenjot pemahamannya agar terbentuk dalam pola Sistematika Wahyu.
Karena pemuda disiapkan untuk menjadi pemimpin yang kuat, yaitu kuat iman, ilmu dan prinsipnya.■ laida/*

Yayasan Darul Qur an Hidayatullah Sidrap Bangun Masjid Permanen Gantikan Masjid Rintisan

0

SIDRAP, HidayatullahSulsel.com — Untuk memaksimalkan ibadah para santri, pengurus Yayasan Darul Qur an Hidayatullah Sidrap membangun masjid, selama ini masih menggunakan masjid dengan konstruksi darurat.

“Masjid lama yang berada di dalam lingkungan pondok masih merupakan masjid yang dibangun saat awal perintisan pondok, menggunakan kayu dan sifatnya darurat,” jelas Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Sidrap Ust Burhanuddin di Sidrap, pekan lalu.

Menurutnya masjid lama sudah tidak layak lagi digunakan, apalagi jumlah santri semakin banyak. Pembangunan masjid baru yang permanen diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 400 juta.

“Kami sangat harapkan dukungan dana dan doa dari pihak pemerintah dan masyarakat daerah ini (Sidrap),” harap Ust Bur.

Panitia pembangunan masjid Ponpes Hidayatullah Sidrap di Bulucenrana, Dua Pitue membuka kesempatan masyarakat berdonasi langsung atau melalui rekening BRI 5062.01.0106462.53.2 atas nama Yayasan Darul Qur an Hidayatullah.■ fir

Hidayatullah Sidrap Kembangkan Unit Usaha Peternakan Itik Lokal. Target Pasok Kebutuhan Pasar Makassar

0

SIDRAP, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Sidrap berencana mengembangkan unit usaha peternakan itik jenis lokal untuk kemandirian ekonomi pondok pesantren.

“Menghadapi krisis ekonomi yang berdampak pada krisis pangan karena pandemi Covid19, kami pengurus Hidayatullah Sidrap akan mengembangkan peternakan itik di pondok,” ungkap Ketua DPD Hidayatullah Sidrap, Ust Burhanuddin di Sidrap, pekan lalu.

Ia menjelaskan prospek usaha peternakan itik akhir-akhir ini semakin menggiurkan. Hal itu seiring makin populer dan digemarinya oleh masyarakat menu masakan khas Nasu Paleko.

Penjajakan dan studi banding ke salah satu sentra pemeliharaan itik di Sidrap telah dilakukan, belum lama ini.

“Ini unit usaha yang kami programkan untuk segera dikembangkan. Kami berharap bisa memasok kebutuhan daging dan telur itik lokal hingga pasaran Makassar,” harap Ust Burhanuddin.■ fir