Beranda blog Halaman 127

Hidayatullah Maros Berpartisipasi pada Musda MUI Maros

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Ketua DPD Hidayatullah Maros Ust Drs Muhammad Kaisar menghadiri musyawarah daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maros di aula kantor Bupati Maros, Sabtu (19/2/2022).

Musyawarah Daerah MUI Maros ke 8 itu mengangkat tema Sinergitas Ulama dan Umara dalam Mewujudkan Maros Religius.

Acara Musda untuk memilih pengurus baru dengan tema yang diangkat mewujudkan masyarakat yang religius.

“Harapan kami semoga MUI bisa menjadi pemersatu ummat khususnya di Maros dan bersama bisa mewujudkan masyarakat yang religius,” harapnya.

Pada Musda ini setiap kecamatan mengutus 3 orang utusan dari MUI kecamatan se-Kabupaten Maros.■ mk

DPD Hidayatullah Pangkep Utus Kader Ikuti Diklat SAR di Bulukumba

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Pangkep mengirim seorang kadernya untuk ikut sebagai peserta Diklat SAR di Bulukumba, Mallengnge, Kamis (17/2/2022).

Kegiatan diklat SAR ini diselenggarakan oleh SAR Hidayatullah Sulawesi Selatan di Bulukumba selama 11 hari pada 18-28. Diklat tersebut untuk membentuk personil SAR Hidayatullah Sulawesi Selatan yang profesional, berdedikasi tinggi, dan berkomitmen untuk untuk memberikan yang terbaik dalam pelayanan pertolongan kebencanaan.

Ketua DPD Hidayatullah Pangkep, Ust Karding mengatakan tujuan diklat SAR ini diantaranya untuk memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan dasar SAR kepada kader Hidayatullah dan segenap pengurus Hidayatullah yang memiliki potensi rescuer.

“Sulsel ini merupakan wilayah yang rawan terjadi bencana, jika semua daerah ada SAR Hidayatullahnya maka, enak kita koordinasi jika ada bencana di daerah masing-masing. dan semoga 11 hari ini para kader diutus bisa memaksimalkan untuk mendapatkan ilmu dan diamalkan ketika ada bencana,” terangnya.

Diharapkan dari diklat ini, dapat membentuk tenaga rescuer yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap dan mental di bidang teknik pencarian dan pertolongan terhadap korban pada tingkat dasar.

Selain itu, juga diharapkan membekali agar mampu melakukan teknik pertolongan di air tingkat dasar, mampu melakukan kegiatan rappeling dan water free jump, dan memiliki sikap mental yang layak sebagai tenaga rescue yang siap membantu siapapun dan dimanapun tanpa memandang suku, ras, dan agama.■ krd

Ketua Akar Bersatu Luwu Timur Hadiri Taksiah Ustadz Rusdin

0

LUWU TIMUR, HidayatullahSulsel.com — Ketua Aliansi Keluarga Rongkong (AKAR) Bersatu Luwu timur, Hedinang (HRD) menghadiri acara taksiah malam kedua meninggalnya Ustadz Rusdin Muis, di Jalan Andi Nyiwi, Desa Asuli, Towuti, Luwu Timur, Jum’at (18/2/2022).

Kehadirian HRD dalam acara tersebut sebagai bentuk duka cita yang dalam atas meninggalnya sahabat yang cukup dekat dengannya.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur Fraksi Demokrat dua periode ini menyampaikan, dalam beberapa kesempatan dirinya dengan Ustadz Rusdin sering berbagi pendapat dalam urusan keummatan.

Disamping itu Ustadz Rusdin, kata HRD, juga selalu turut andil dalam kesempatan dirinya maju pada pemilihan anggota legislatif.

“Saya dengan almarhum cukup dekat, Alhamdulillah dalam urusan ummat, saya biasa berbincang dengan beliau, termasuk, dalam setiap pencalonan saya di DPRD, beliau selalu ada mendukung bahkan sampai beliau meninggal pun namanya masih tercatat sebagai salah satu sahabat yang selalu ada dalam aktifitas saya,” kata HRD.

HRD berharap, semoga segala amal perbuat Ustadz Rusdin semasa hidupnya dibalas pahala yang besar oleh Allah Ta’ala dan Almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah Ta’ala.

“Kita semua doakan beliau, semoga mendapat tempat terbaik disisi Allah subhanahuwata’ala.” tandas HRD.■ ridwan gagah

Departemen Keputrian PW Mushidah Sulsel Gelar Pelatihan Literasi Digital Creative

0

MAKASSAR, HidayatullahSulsel.com — Departemen Keputrian Pengurus Wilayah Muslimah Hidayatullah (PW Mushidah) Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan pelatihan literasi digital creatif.

“Kegiatan tersebut sebagai upaya pengembangan soft skill untuk para kader muslimah secara umum,” jelas Ketua PW Muslimat Sulsel Rahmatia ZR SHi. Kegiatan ini dilakukan melalui virtual zoom pada 12-13 Februari 2022, kemarin

“Saya berharap dengan mengikuti pelatihan ini secara sungguh-sungguh, teman-teman mendapatkan materi yang ‘fresh’ dan ‘insightful’ tentang manfaat google drive dan pemanfaatan canva for education,” kata Rahmatia

Pelatihan tersebut menghadirkan pemateri Edi Qays Beliau yang merupakan Satgas dan Trainer Pandu Digital JSDI Sulawesi Selatan dan Eka Gustiani satgas dan Google Certified Trainer, Trainer Pandu Digital SDN 161 Karya Soppeng.

Serta dipandu oleh moderator Dewi Kurnia Sari, yang merupakan Ketua Departemen Keputrian PW Mushidah Sulawesi Selatan.

Pemateri menjelaskan strategi bagaimana cara muslimah memanfaatkan teknologi digital dari hal basic dan tidak melampaui batas-batasnya.

Peserta tampak antusias terutama pada sesi diskusi.■ rls

Diklat SAR IV Hidayatullah Sulsel, Kader Relawan Tanggap, Tangguh dan Terdepan Jaga NKRI

0

BULUKUMBA, HidayatullahSulsel.com — “Melalui Diklat ini kita tarketkan mendidik dan mengkader relawab yang tabggap, tangguh dan terdepan menjaga NKRI (Indonesia),” tegas Ketua DPW Hidayatullah Sulsel ustadz Drs Nasri Bohari MPd dalam sambutan pembukaan Diklat angkatan ke-4 SAR Hidayatullah Sulawesi Selatan, Jumat (18/2/2022).

“Negara yang tercinta ini adalah warisan para pendiri bangsa dari kalangan ulama, da’i dan santri pejuang kemerdekaan untuk terus kita jaga kedaulatannnya dengan segala keberagaman penduduknya. Olehnya dibutuhkan ketanggapan dan ketangguhan fisik dan mental yang mumpuni dan materi-materi itulah yang akan kita dapatkan dalam Diklat ini”, kata Nasri.

Menurutnya, penyiapan tim SAR yang tangguh dan tanggap merupakan bentuk pengabdian Hidayatullah pada negara ini, sehingga menjadi terdepan memberi sumbangsih, hadir dengan solusi pada situasi bencana dan masalah yang dibutuhkan rakyat.

Diklat SAR IV Hidayatullah dilaksanakan di Appalarang, Bulukumba, diikuti total 50 peserta utusan beberapa daerah se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Ketua Umum (Ketum) SAR Hidayatullah Pusat, Irwan Harun, yang hadir langsung dalam Diklat ini mengatakan, “Dalam memenuhi target yang diharapkan ketua DPW tersebut kita sudah menyiapkan materi dasar yang meliputi Water Rescue, Vertical Rescue, MFR (Medical First Responden), serta navigasi darat.”

“Juga satu hal yang menjadi ciri khas kader SAR Hidayatullah adalah kematangan mental dan spiritualnya, makanya tim instruktur akan menjaga full 24 jam selama Diklat berlangsung, untuk menjamin halaqahnya, baca qur’annya, qiyamullailnya tetap optimal,” terang Irwan.

Dengan integrasi materi fisik dan mental tersebut itulah lulusan dari Diklat tersebut tercapai sesuai target yakni relawan yang disiplin, kompak dan jiwa korsa.

Hadir membersamai Ketum SAR di pembukaan Diklat SAT tersebut Saharuddin Yusuf (Pembina SAR Hidayatullah Pusat), Alfarobi Nur Karim (Kadiv. Diklat SAR Pusat) beserta tim instruktur SAR Hidayatullah Pusat dan wilayah.■ sumariadi

Asa Dakwah Tauhid di Pangkep. Masih Lestarinya Tradisi Kesyirikan

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Pergerakan dakwah di Pangkejene sangat dibutuhkan karena adanya pendangkalan akidah, oleh tradisi setempat.

Seperti halnya adanya semacam faham bahwa bila tidak berkunjungi Saukang ke tempat bersemayamnya roh pembawa rezeki di pesisir akan mengurangi rejeki.

“Dan bila tidak kesana bawakan balok akan membawa sial, astagfirullah,” ungkap seorang dai pedalaman Hidayatullah, Ust Ihsan Wahyuddin.

Menurutnya, dakwah tauhid perlu bersama dan keroyokan dari pegiat dakwah untuk memberikan pemahaman yang benar kepada ummat, agar segera sadar dan tak terpengaruh dengan paham.

Praktek kesirikan itu dijumpai Ust Ihsan ketika berdakwah di sebuah kampung bernama Pandang Lau menunaikan amanah, khutbah Idul Fitri tahun lalu.

“Saya sempat tercengang menyaksikan rumah di tengah laut yang tak berpenghuni setelah di tanyakan ke nakhoda perahu rupanyanya untuk sstempat sesembahan,” jelasnya.■ iw

In Memoriam Ust Rusdin Muis : Tinggalkan Karir di Takaful Merintis Dakwah di Pelosok

0

HidayatullahSulsel.com — Almarhum adalah adik angkatan di Fakultas Ushuluddin UMI, tepatnya pada 1988-1993. Selepas kuliah beliau langsung ikut merintis Asuransi Takaful Makassar, letak kantor Yayasan Al-Bayan dan Asuransi Takaful berhadap-hadapan hanya diantarai oleh Jalan Poros Bawakaraeng.

Awal 1995 saya sendiri sudah ditugaskan untuk melanjutkan rintisan Ponpes Hidayatullah Sorowako sekarang Towuti. Mulai dari ust Mahdi Coleng, kemudia dilanjutkan oleh ust tiga muda yaitu ust Muh Tang sekarang ust DR Khairul Amri, ust Afifuddin kemudian beliau bertiga ditarik untuk ikut nikah murak di Gutem, Kaltim. Lalu dilanjutkan ust Yusuf Gatti kemudian saya sendiri.

Dua tahun kemudian saya bertemu ust Rusdin di Makassar, setelah berbagi pengalaman akhirnya saya mengajaknya ke Sorowako, waktu itu ust Abu Bakar sudah satu tahun di Hidayatullah dengan anak istrinya serta adiknya ust Rusdin Al-Faruk Muis yang sekarang menjadi pengurus Hidayatullah Sila, Bima.

Alhamdulillah ajakan saya ternyata disambut dengan penuh suka-cita bahkan ust Rusdin langsung mengundurkan diri dari Asuransi Takaful demi bergabung dengan lembaga perjuangan ini.

Selayaknya kampus rintisan Hidayatullah Towuti yang waktu itu masih hutan lebat dengan cuaca yang sangat dingin tetap harus menghidupkan kultur Hidayatullah khususnya mengambil spirit Gunung Tembak, yaitu kerja keras, ibadah keras dan belajar keras.

Belum genap setahun almarhum yang waktu itu masih bujang mendapat anugerah yang luar biasa untuk mengikuti Walimah Mubarak di Al-Bayan Makassar.

Mendapatkan seorang istri alumni pesantren Istiqamah Sinjai binaan ust Syamsu Rizal Junaid. Kami lebih bersyukur lagi karena tugasnya tetap di Towuti.

Dua tahun kemudian saya dimutasi ke Palopo tepatnya pada 1999, lokasi yang saat ini menjadi kampus madya Hidayatullah Kota Palopo awalnya ust Abdul Majid MA yang mendapatkan lokasinya kemudian dirintis Ust Yusuf Gatti kemudian saya melanjutkan lagi.

Setahun kemudian Ust Rusdin mendapatkan Surat Tugas untuk merintis kampus baru di Buton Sulawesi Tenggara, beliaulah yang mendapatkan lokasi kampus di Buton yang sekarang cukup berkembang padahal awalnya tempat itu cukup gersang karena bukit berbatu.

Lagi-lagi beberapa tahun kemudian almarhum mendapatkan tugas kembali di Sulsel yaitu Towuti.

Karena tuntutan dan kebutuhan warga dan santri saat itu maka sejak awal almarhum di Hidayatullah Towuti, saya sudah amanahkan di bidang ekonomi dan bisnis, sehingga bakatnya semakin terasah, begitu pula sewaktu diberikan amanah sebagai ketua DPD Luwu Timur tetap saja visi bisnisnya dominan.

Sehingga setelah ada peluang kemandirian kader dan tidak lagi harus berada dalam struktural ormas Hidayatullah, artinya dibolehkannya menjadi kader yang mandiri maka beliau akhirnya memilih untuk mandiri sebagaimana kader-kader yang lainya cukup banyak yang menekuninya.

Namun bukan berarti lepas komitmen dan tanpa konstribusi terhadap lembaga perjuangan ini. Justru almarhum lebih leluasa untuk membahasakan Hidayatullah kepada publik terutama kepada pemerintah daerah Luwu Timur agar bersinergi dan bergandengan tangan dengan Hidayatullah dalam membangun masyarakat dan ummat.

Melalui jalinan almarhumlah sehingga komunikasi bahkan perhatian Pemda Lutim kepada Hidayatullah cukup memadai.

Sebagai seorang kader beliau cukup aktif dan komitmen berhalaqah wustha dan menjalankan GNH dengan baik.

Tentu saja ada kekurangan dan kelemahan yang dia miliki bahkan kesalahan dalam berinteraksi dan berorganisasi dan itu bagian dari proses dalam menjalani ujian dari Allah SWT.

Pada Akhirnya kita harus mendoakan yang terbaik untuknya dan semoga beliau husnul khatimah selamat jalan saudaraku sampai jumpa di hari kemudian.■ Ust Ahkam Sumadiana MA

Wakil Ketua DPRD Luwu Timur Lepas Jenazah Ustadz Rusdin

0

LUWU TIMUR, HidayatullahSulsel.com — Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Usman Sadik, melepas jenazah almarhum Ustadz Rusdin di kediamnnya Jln Andi Nyiwi Desa Asuli, Towuti, Luwu Timur. Kamis, (17/2/2022).

Dalam pelepasan tersebut, Usman Sadik menyampaikan Ustadz Rusdin merupakan orang baik yang istiqomah dalam ketaqwaannya.

“Beliau orang baik, orangnya ramah, dan senantiasa berada di garis terdepan untuk memperjuangkan keadilan. Selain itu beliau juga sangat konsisten beribadah,” katanya.

Ustadz Rusdin, selain sebagai pelaku dakwah, beliau juga menjabat sebagai ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Desa Asuli, Towuti, Luwu timur. Amanah yang cukup menentukan dan mengontrol arah kemajuan desa.

“Kita semua turut berduka merasa kehilangan, karena almarhum semasa hidupnya juga menjabat ketua BPD yang selalu aktif mengontrol pemerintahan desa Asuli,” katanya.

Almarhum bernama lengkap Rusdin Muis. Suami dari Ustazah Hasma, meninggal dunia saat dalam perawatan di RSUD I Lagaligo Wotu, Luwu Timur, Kamis, (17/2) sekitar pukul 12:35.

Kabar duka awalnya beredar di grup WhatsApp Info Hidayatullah Towuti lalu beredar cepat ke grup lainnya termasuk Facebook, Instagram, dan media sosial lainnya.

Setelah penyerahan dari pihak rumah sakit ke keluarga, jenazah lalu dibawa pulang ke rumahnya di Jln. Andi Nyiwi, Desa Asuli.

Ratusan jamaah dari berbagai kalangan ikut menshalatkan almarhum di Masjid Al-Kausar dan mengantarkan jenazah di pemakaman Lioka, sekitar pukul 17:20.

Almarhum juga pernah menjabat sebagai Ketua DPD Hidayatullah Luwu Timur dan pimpinan pondok pesantren Hidayatullah Towuti periode 2005-2010. Ia meninggalkan enam orang anak, tiga laki laki dan tiga perempuan. Diantaranya, Inzdarullah, Nur Hajrah, Musyarrafatul Ifafah, Muh. Thahir Fathah, Abdurrahman AlFatih dan terakhir Fitri Ramadhani.

Semoga amal ibada almarhum diterima oleh Allah Ta’ala serta segala urusan almarhum selanjutnya dimudahkan Allah Subahanahu Wata’ala.■ ridwan gagah

Selamat Jalan Ustad Rusdin

0

HidayatullahSulsel.com — Innalilahi wa Inna ilaihi roji’un. Pejuang yang gigih dan ramah itu telah pergi.

Pada 2009 lalu, aku berpindah tugas, dari Makassar ke Luwu Timur. Tugas dakwah dan pendirian Baitul Maal Hidayatullah Luwu Timur. Sejak saat itu aku mulai mengenalmu.

Adalah Ustad Rusdin Muis, saudara dari Ustad Abu Bakar Muis, Aan dan Ustad Qurais. Saat itu beliau Ketua Yayasan Pesantren Hidayatullah Wawondula.

Saya diajak. “Ayo pindah ke Wawondula, Kita berdakwah di sana, sambil buka BMH” pintanya kepadaku.

Sejak itu, aku ikut pindah. Kutanggalkan tugasku sebagai Ketua BMH Makassar, untuk menemani beliau di Wawondula, Luwu Timur. Bersama beliau lah, didirikan masjid besar Umar Bin Abdul Aziz, sebagai spirit, untuk menjadi seorang pemimpin yang adil.

Beliau yang saya kenal, adalah orang yang berjasa, untuk pembangunan pondok pesantren Hidayatullah di Wawondula. Beliau senantiasa terlibat dalam jama’ah, dan nyaris tidak meninggalkan cacat ukhuwah.

Ustad Rusdin yang saya kenal, beliau sangat giat bekerja. Pantang menyerah. Khusus menghidupkan ekonomi pondok.

2009 itu, setiap Sabtu, kita potong sapi. Untuk dijual di pasar. Kadang 2 hingga 3 ekor per pekan. Beliau juga selalu berusaha ini dan itu. Banyak dusaha ekonominya yang tidak pernah putus.

Dengannya, ukhuwah selalu kuat. Nyaris tidak pernah saya bersinggungan dengannya, meskipun hanya sekedar kata-kata.

Canda tawanya, yang kadang khas, menghiasai ruang hampa disela acara, silaturahmi, pertemuan dan sebagainya. Beliau terasa hangat untuk semua orang. Baik hati dan pemurah.

Saya kembali ke Wawondula, Januari 2021, Ibadahnya, yang saya liat jauh meningkat. berinteraksi kembali dengan Ustad kelahiran Desa Rade, Madapangga, Bima, tahun 1968 ini.

Ibadahnya inilah yang berat untuk saya ikuti. Bahkan kadang saya iri. Betapa khusyuk sholat sunnah beliau. Wirid dan dzikirnya yang tidak pernah putus. Amalan GNH nya jalan. Ngajinya tidak pernah alpa.

Terakhir, beliau banyak jadi Imam Masjid di Masjid Bendungan, entah masjid apa namanya. Meskipun jamaahnya hanya hitungan 5 orang, beliau senantiasa imam di masjid itu.

Bahkan, sambil imam, ia mengajari ngaji, seorang orang tua, jamaah di masjid tersebut. Beliau mengajar Iqra ke orang tua tersebut. Sebuah amalan jariyah.

Akhir 2021, beliau mengutarakan niatnya untuk membuat rumah di dekat pondok. “Saya ada niat buat rumah di pondok, tapi belum ada uang. Rumah yang saya tempati itu rumah pondok” ungkap beliau. Intinya, hingga Ustad Rusdin meninggal, ternyata beliau belum punya rumah.

Saya menikmati persaudaraan bersamanya. Menu sup kambing dan telur asin di rumah, yang kadang tersaji setiap acara, saya sempatkan untuk mengundangnya. Dan meskipun merasa tidak nyaman dengan asam uratnya, beliau tetap saja asyik menikmati hidangan yang ada.

Ustad Rusdin, mungkin tidak ada catatan sejarah yang mencatat semua kebaikan-kebaikan yang engkau lakukan. Tapi Allah, tidak akan luput untuk menghitung dan mencatatnya.

Beliau meninggalkan, satu orang isteri, dan enam orang putra-putri. Selamat jalan Ustad Rusdin, semoga Allah memberikan surga terbaik untukmu. (Sarmadani Karani)

DPC Hidayatullah Marusu Maros Resmi Terbentuk

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah Maros kembali membentuk dan melantik kepengurusan cabang. Kali ini dibentuk dengan resmi Dewan Pengurus Cabang (DPC) Hidayatullah Marusu, Ahad (13/2/2022).

“Pembentukan DPC untuk memaksimalkan peran dakwah DPD Hidayatullah di Maros,” jelas Ketua DPD Hidayatullah Maros, Ust Drs Muhammad Kaisar.

Pembentukan DPC Marusu dilaksanakan di Rumah Qur an Hidayatullah, dengan pimpinan DPC Ust Arsyad.

Peresmian DPC Marusu dihadiri oleh Camat Marusu H Suwardi SE Msi dan tokoh masyarakat Marusu

Suwardi mengapresiasi kehadiran Hidayatullah di Marusu dalam rangka melahirkan penghafal qur an dan membentengi generasi muda dengan Al Qur an.

Marusu merupakan kecamatan yang akan menjadi primadona ke depan karena dilalui jalur kereta api.

Ust Kaisar berharap program Rumah Quran bisa memberikan kontribusi kepada Lemkab Maros dalam melaksanakan visi religius. “Harapan kami bisa semua kalangan bukan saja anak anak tapi remaja dan orang dewasa bisa juga mengaji apalagi Hidayatullah punya metode pembelajaran Al Quran 8 jam,” rincinya.■mk