Rabu, Agustus 19, 2026
BerandaBeritaBerita WilayahMilad Emas Pesantren Hidayatullah, Kiai Naspi Arsyad Tekankan Regenerasi dan Investasi SDM

Milad Emas Pesantren Hidayatullah, Kiai Naspi Arsyad Tekankan Regenerasi dan Investasi SDM

BALIKPAPAN (HidayatullahSulsel.or.id) — Memasuki usia 50 tahun, Hidayatullah didorong semakin serius menyiapkan generasi penerus melalui regenerasi kepemimpinan dan investasi sumber daya manusia (SDM). Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kesinambungan perjuangan organisasi di tengah perubahan zaman.

Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Naspi Arsyad menyampaikan hal itu dalam peringatan Milad Emas ke-50 Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Rabu (5/8/2026).

Menurut Kiai Naspi, keberlanjutan organisasi tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman generasi sebelumnya. Hidayatullah perlu secara sistematis menyiapkan kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan manajerial, wawasan intelektual, dan kecakapan membaca perkembangan zaman.

Karena itu, ia menempatkan program rejuvenasi atau regenerasi kepemimpinan sebagai salah satu agenda strategis organisasi. Penguatan kapasitas pengurus, kata dia, membutuhkan investasi yang direncanakan dan berkelanjutan.

“Kita harus mengalokasikan anggaran khusus untuk meningkatkan kualitas pengurus. Kepemimpinan masa depan membutuhkan kemampuan manajerial, administratif, membaca peluang, dan mengembangkan sumber daya. Semua itu membutuhkan investasi,” tegas Kiai Naspi.

Ia mengungkapkan, DPP Hidayatullah mulai memberikan ruang yang lebih luas kepada kader muda untuk terlibat dalam kepemimpinan. Pemberian ruang tersebut sekaligus diarahkan untuk menjadi proses pembelajaran agar kader memiliki pengalaman dan kompetensi yang memadai ketika menerima amanah yang lebih besar.

Selain kepemimpinan, pengembangan kualitas intelektual kader juga menjadi perhatian. Naspi menyampaikan adanya komitmen untuk memperkuat program pendidikan, termasuk dukungan beasiswa jenjang magister dan doktor.

Bahkan, DPP Hidayatullah menargetkan lahirnya sedikitnya lima profesor dari kalangan kader dalam periode kepengurusan saat ini.

“Kita ingin Hidayatullah dikenal bukan hanya karena dakwahnya, tetapi juga karena gagasan, keilmuan, dan kualitas sumber daya manusianya. Untuk itu kita harus melahirkan lebih banyak doktor, profesor, pemikir, dan pemimpin masa depan,” ujarnya.

Kiai Naspi juga mendorong Pemuda Hidayatullah mengambil peran lebih besar dalam pengembangan gagasan. Kajian, riset, dan berbagai formulasi solusi atas persoalan masyarakat dinilai perlu diperbanyak agar kontribusi kader tidak hanya terlihat dalam aktivitas dakwah, tetapi juga dalam ruang intelektual dan sosial.

Ia menilai usia setengah abad merupakan momentum bagi Hidayatullah untuk memasuki fase organisasi yang semakin matang. Kedewasaan tersebut, menurutnya, harus tercermin dalam kemampuan membaca potensi, mengelola dinamika, serta mengambil keputusan secara bijaksana.

Di tengah proses tersebut, Naspi mengingatkan agar persaudaraan tetap menjadi kekuatan utama organisasi. Dinamika internal merupakan hal yang tidak terhindarkan, tetapi tidak boleh menghilangkan ikatan hati antarkader.

“Yang paling kita syukuri bukan hanya perjalanan lima puluh tahunnya, tetapi ikatan hati yang tetap terjaga. Dinamika tentu ada, tetapi hati kita tidak saling membelakangi,” katanya.

Peringatan Milad Emas di Gunung Tembak juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para perintis Hidayatullah. Kiai Naspi mengajak seluruh keluarga besar Hidayatullah mendoakan para pendiri dan as-sabiqunal awwalun yang telah meletakkan fondasi perjuangan organisasi.

Ia mengingatkan generasi saat ini agar menjadikan warisan perjuangan tersebut sebagai amanah yang harus dilanjutkan, bukan sekadar sejarah yang dikenang.

“Seluruh yang bergabung di Hidayatullah datang untuk berjuang. Karena itu tugas kita adalah mempertautkan hati, menjaga persaudaraan, dan terus menguatkan perjuangan bersama,” pesannya.

Peringatan Milad Emas ke-50 Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak dihadiri Rais Am Hidayatullah KH. Abdurrahman Muhammad, para pembimbing, guru, santri senior, pengurus, serta warga Kampus Hidayatullah dari berbagai generasi. Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda penting untuk memperkuat fondasi kaderisasi dan menyiapkan kepemimpinan Hidayatullah pada masa mendatang.*/

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_imgspot_img

Terbaru lainnya

Recent Comments