Beranda blog Halaman 87

Pondok Tahfidz Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar Mabit Gabungan Santri dan Warga

0

TAKALAR, HidayatullahSulsel. com — Pondok tahfidz Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar menggelar mabit gabungan santri dan warga di Taman Wisata Rita, Galesong, Senin (12/12/2022).

“Mabit ini dalam rangka menguatkan ukhuwah jama’ah sekaligus menyukseskan salah satu program akhir tahun,” jelas Ketua DPD Hidayatullah Takalar, Ust Arham

Rangkaian acara mabit ini dimulai dengan buka puasa sunnah bersama, shalat magrib berjama’ah, makan malam berjama’ah, shalat isya dan wirid berjama’ah puncaknya adalah shalat lail berjama’ah dan taujih ba’da subuh dari pimpinan pondok tahfidz Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar.

Dalam taujihnya, Ust. Arham menyampaikan, mabit ini diselenggarakan selain karena untuk menguatkan ukhuwah berjama’ah antara warga dan santri juga sebagai bentuk silaturrahim dan syi’ar dakwah kepada ummat, khususnya masyarakat takalar

“Mabit ini sengaja kita adakan di luar, selain karena kita ingin memupuk ukhuwah internal jama’ah kita, juga kita ingin menyambung tali silaturrahim dan menebat syi’ar kepada ummat, khususnya masyarakat di Takalar ini” jelasnya.

Sosok yang akrab dengan panggilan Aby ini juga menyampaikan nasihatnya kepada warga dan santri agar tidak risau dengan masalah rezki, sebab Allah telah menjamin rezki dari setiap makhluk yang telah dicptakanNya.

“Acara ini kita adakan bukan bersandar kepada tersedianya materi atau uang, tetapi ini bisa terwujud karena memang diprogram, dimujahadahkan kemudian bertawakal, Alhamdulillah, Allah memberikan pertolongan meskipun bukan dalam bentuk uang tetapi kemudahan-kemudahan dalam prosesnya ini yang terasa betul keterlibatan Allah,” urainya.

Benarlah, terangnya, bahwa sedangkan hewan melata saja berupa cicak yang merayap makanannya adalah nayamuk yang terbang, itu menandakan bahwa ketetapan rezki dari Allah untuk makhluknya itu nyata adanya.

Sementara Zulfadli, salah seorang warga pondok Hidayatullah Takalar mengaku begitu senang sebab mabit ini menjadi pengerat ukhuwah antara santri, warga dan para pembina pondok

Demikian juga Sofyan, salah seorang santri dari pulau Tanahkeke, mengaku ini merupakan hal baru bagi dirinya,

“Kalau di pulau, saya tidak pernah mabit-mabit, di sini pi itu. Bersyukur bisa mondok karena di sini saya banyak mendapatkan hal-hal baru yang positif” ungkapnya

Mabit tersebut dirangkaikan juga dengan rihlah bersama. (mansur)

Untuk Anda yang ingin terlibat memberikan makanan buka puasa dan infak pangan dapur santri Tahfidz, dapat menghubungi Nomor 081343785554/ 085316660220 an. Ust. Arham Baharuddin, Rekening BRI No.0250-01-025239 an Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar

Pacu Hafalan Santri, Pesantren Hidayatullah Sudu Hadirkan Instruktur Hafalan Internasional

0

ENREKANG, HidayatullahSulsel.com — Ulul Albab Integral School Pesantren Hidayatullah Sudu Enrekang mengadakan Workshop Menghafal Al-Qurán Metode Al-Jazi, Selasa lalu (13/12/2022). Workshop tersebut menghadirkan Ustadz Ahmad Jazi Al-Hafizh dari lembaga Al-Qur’an Kreatif Internasional sebagai pemateri tunggal.

Workshop yang digelar dalam format pelatihan sehari full tersebut digelar di aula gedung MTs Ulul Albab Hidayatullah Sudu dan dihadiri ratusan peserta, baik internal maupun umum.

Untuk memaksimalkan kegiatan, panitia membagi peserta menjadi dua sesi. Sesi pertama mulai pukul 07.30 hingga menjelang zhuhur diikuti oleh 250-an peserta akhwat. Kemudian berlanjut ba’da zhuhur hingga menjelang maghrib dengan peserta ikhwan 100-an peserta.

Dalam sambutannya ketika membuka acara, Ustadz Syawal berharap agar kegiatan tersebut dapat diikuti peserta dengan baik.

“Selama ini kita sudah menghafal. Tapi mungkin karena belum tahu metode yang benar, hafalan-hafalan kita itu timbul tenggelam. Makanya kita hadirkan pakarnya langsung, untuk mengajari kita bagaimana cara dan metode yang baik dalam menghafal,” ungkapnya.

Metode Al-Jazi adalah metode yang ditemukan langsung oleh Ustadz Ahmad Jazi. Menurutnya, sejak menyelesaikan hafalan di kelas 2 SMA selama kurang lebih 10 bulan pada 2008, dia telah mengalami bongkar pasang hafalan yang berulang-ulang. Dan kondisi itu berlanjut hingga 2016.



Dan sejak 2016 hingga sekarang, setelah menemukan metode yang tepat, Direktur Al-Qur’an Kreatif Internasional tersebut mulai keliling untuk memperkenalkan metodenya tersebut.

“Alhamdulillah, saya sudah pernah ke Malaysia, Thailand, bahkan ke Makkah untuk memberikan pelatihan seperti ini,” ungkap alumnus Ma’had ‘Aly Ar-Rayah Sukabumi tersebut..

Menurut pemilik sanad qiro’ah sab’ah tersebut, sebelum menghafal al-Qur’an, seorang calon hafizh/ah harus jujur kepada Allah untuk menjadi penghafal.

“Siapa yang jujur kepada Allah, maka Allah akan jujur kepada dia,” katanya mengutip qoul ulama.

Selanjutnya, lanjut dia, adalah memantapkan niat, tekad dan menerapkan SOP-SOP yang harus diberlakaukan. Di antaranya yang dia jelaskan seperti senam otak, olah nafas, meminum air yang cukup, hingga posisi al-Quran yang seharusnya diperhatikan benar sebelum memulai hafalan.

Setelah itu, menurut dia, baru mulai menerapkan metode menghafal. Kunci agar hafalan itu bisa mutqin, adalah mentransfer hafalan dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.

“Di sinilah pentingnya belajar, bagaimana mengelola hafalan agar bisa disimpan di long term memory,” jelas dia.

Setidaknya, lanjut Ust Ahmad Zayi, ada tujuh level yang perlu diperhatikan bagi seorang penghafal untuk menjadi hafizh yang mutqin. Level pertama adalah al-hifzh.

“Selanjutnya adalah at-tikrar, kemudian berikutnya ar-robth,” tambahnya.

Setelah selesai satu juz di tiga level tersebut, baru mulai masuk ke level berikutnya, yaitu al-muraja’ah, kemudian tajdid wa tatsbit, lalu level tarsikh dan terakhir di level al-mu’ahadah.

“Al-Mu’hadah itu adalah semacam perjanjian kita sebagai penghafal untuk mau membersamai al-Qur’an setiap harinya dengan istiqomah,” terang dia.

Menjadi hafizh/ah 30 juz mutqin lalu berhenti sampai di situ, menurut dia, bukan merupakan tujuan. Justru itu menjadi babak awal kebersamaan dengan Al-Qur’an. Sehingga dibutuhkan level berikutnya yaitu al-Muahadah.

Abu Ayman, ketua panitia, yang dikonfirmasi dilokasi acara mengatakan, program ini diadakan untuk memacu hafalan para santri pesantren Hidayatullah Sudu.

“Ada banyak mushaf hafalan al-qur’an, ada banyak juga buku-buku metode menghafal Al-Qur’an, tapi ternyata itu belum mampu untuk meningkatkan hafalan para santri,” ungkapnya.

Mungkin, tambah dia, problemnya karena kita malas membaca dan malas belajar. “Karena itulah kita hadirkan sebuah workshop yang tidak hanya sekedar pelatihan teori, tapi juga praktek langsung, dan dibimbing langsung oleh pakarnya. Harapannya ada semangat baru untuk bisa memacu hafalan para santri,” tambah dia lagi.(AP)

Santri Pondok Tahfidz Darul Hijrah Hidayatullah Tanralili Maros Ujian Tasmi’ Mutqin

0

MAROS, HidayatullahSulsel. com — Di penghujung tahun ini, Yayasan Pondok Tahfidz Darul Hijrah Hidayatullah Maros menyelenggarakan Ujian Hafalan Tasmi’ al Qur’an bagi santri dan santriwatinya, Selasa (13/12/2022).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Darul Hijrah Hidayatullah Maros ustadz Abdul Hadi SPdI yang juga merupakan Sekretaris DPD Hidayatullah Maros.

Mengawali sambutannya, ustadz pehoby badminton ini mengucap rasa syukur kepada Allah, berterima kasih dan mengapresiasi seluruh pengurus yayasan, pengasuh dan stackholder yang terlibat dalam mensukseskan kegiatan ini.

Ia memotivasi para santri agar serius dan bersemangat mengikuti ujian Tasmi ini sampai tuntas.
“Saya berharap kepada para santri dan santriwati sekalian agar serius dan bersemangat,” ucapnya. Disambut dengan pekikan takbir para santri.

Kepala Kepengasuhan ustadz Abdul Karim SHi sekaligus panitia kegiatan ini mengatakan, ujian Tasmi’ ini akan berlangsung selama 2 hari full.

Hari pertama khusus untuk Sima’an Hafalan. Dan hari kedua ujian Tahfidz secara acak oleh tim penguji kompeten yang telah disiapkan.

Direktur Tahfidz ustadz Firdaus menjelaskan tujuan dari ujian Tasmi Mutqin ini paling tidak ada tiga. Yang pertama sebagai sarana evaluasi program dan metode yang dipakai selama ini.

Kedua adalah untuk mengukur dan mengetahui kemampuan santri dalam menghafal. Dan terakhir tentu saja adalah untuk menguji hafalan santri dengan mutqin agar mereka bisa naik ke level berikutnya atau menambah hafalan baru.(AH/*)

Bendahara DPD Hidayatullah Pangkep Silaturahim ke PDAM Pangkep

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Bendahara DPD Hidayatullah Pangkep Ustad Andi Amri SPd melakukan kunjungan silaturahmi di kantor PDAM Pangkep, Selasa (13/12/2022).

Kunjungan tersebut diterima jajaran manajemen PDAM yang juga donatur awal Ponpes Hidayatullah di Balloci, H Akbar.

“Alhamdulillah sejak awal-awal pondok berdiri Haji Akbar sudah banyak membantu baik berupa materi dan motor untuk sukses dakwah Hidayatullah Balocci, ” ujar.

Pada kesempatan tersebut penitipkan souvenir berupa kalender dan majalah Hidayatullah.(karding)

Hidayatullah Toraja Utara Bina Muallaf Butuh Dukungan Wakaf Quran

0

TORUT, HidayatullahSulsel.com — Hidayatullah Toraja Utara intens membina muallaf di Masjid Binaan oleh dai khusus Ust Ikhsan yang ditugaskan sejak beberapa waktu terakhir.

Pengurus DPD Hidayatullah Toraja Utara juga saat ini sedang menjajaki pengembangan Pondok Pesantren Hidayatullah.

Selama 5 tahun terakhir ust Burhanuddin Dai Hidayatullah telah membina muallaf seperti pembelajaran quran. “Untuk kebutuhan pembinaan tersebut dibutuhkan donasi Al Quran,” ujar Ust Burhanuddin.

“Kami mengajak kaum muslimin dan Muslimat yang ingin Wakaf Al Quran dengan nilai paket 1 buah Rp 150.000, paket 5 buah Rp
750.000 dan paket 10 buah
Rp 1.500.000,” rindunya.(abu fauzan)

Bagi yang ingin berwakaf Al Quran bisa menghubungi Ust Ikhsan Saleh no kontak 085215891784 atau Burhanuddin no kontak 081242919592 atau bisa mengirim ke rek Bank BNI no rek 0855735056 an POS Dai Hidayatullah SulSel

Semarak Ujian Hifzil Qur’an TK SD SMP dan SMA Hidayatullah Parepare

0

PAREPARE, HidayatullahSulsel.com — Siswa siswi sekolah Integral Hidayatullah Parepare serentak mengikuti tahap ujian Qur’an, Senin (12/12/2022).

Ujian Hifzil Qur’an ini dimaksudkan untuk menjaga kekuatan hafalan para santri, karena semakin sering diuji hafalan akan semakin itqon tentunya dibarengi dengan Muroja’ah ekstra. Juga menjadi syarat bagi setiap santri untuk naik te tingkat juz hafalan berikutnya,” terang Kepala Tahfidz Putra Ahmad Syahril SPd.

Para penguji dituntut untuk lebih detail mendengarkan setiap lantunan ayat yang dibacakan oleh setiap santri yang diuji.

“Karena memang ikhtiar kita di Pesantren Hidayatullah Parepare ini adalah melahirkan generasi Rabbani yang Itqon hafalannya dan bacaan Qur’annya berstandar Sanad, ” ujar Ketua Yayasan Hidayatullah Parepare Abdul Jabbar SE.

Program tahfidz Putra Putri berstandar sanad menjadi program unggulan Hidayatullah Parepare guna melahirkan generasi Rabbani yang berkarakter Qur’ani.(Abu Haniyyah)

Latih Kemandirian Santri, Sekolah Daiyah Hidayatullah Bone Buka Kebun Organik

0

BONE, HidayatullahSulsel.com — Memanfaatkan lahan kosong di sekitar kampus Putri Hidayatullah Panyula, para mahasantri Sekolah Daerah Hidayatullah (SDH) Sultanbatara (Sulsel, Sulbar dan Sultra) di Bone, membuka lahan perkebunan organik.

“Kegiatan ini sebagai salah satu program pengembangan life skill yang temuat dalam kurikulum pembelajaran SDH Putri Bone,” Pembina SDH Bone, Ustadzah Yusnia di Watampone, Ahad (11/12/2022).

Kebun Organik ini, tambahnya, juga akan menjadi media pembelajaran sekaligus sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan sayur mayur khususnya bagi santri dan warga Pesantren Hidayatullah Putri Panyulla.

Kegiatan berkebun juga diyakini bisa menjadi sarana healing dan hiburan yang bermanfaat bagi kesehatan.

Ia mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan program kebun organik yang sepenuhnya dikelola oleh mahasantri SDH Putri Bone menjadi kebun percontohan di lingkup Pesantren Hidayatullah yang ada di Sulawesi Selatan.

Pos Dai sebagai pendukung utama SDH telah berkomitmen memenuhi kebutuhan pupuk organik dan bibit tanaman yamg akan dibudidayakan di kebun organik.

Saat ini kegiatan pengolahan lahan dan penanaman masih menggunakan peralatan tradisional dalam jumlah yang sangat terbatas. “Semoga semangat kemandirian para mahasantri semakin terasah dan mendapat respon positif dari semua pihak,” harap Ustazah Yusnia.(dwi)

Dakwah Fardiyah DPD Hidayatullah Maros Hingga ke Bakal Capres

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Kunjungan bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan di Makassar Sabtu (10/12/2022) bertepatan pula dengan jadwal dakwah fardiyah pengurus DPD Hidayatullah Maros ust Fatahillah Al Ayyubi.

Sehingga momentum peremuan Ketua LAZ BMH Gerai Maros dengan Anies tersebut juga dimanfaatkan menyampaikan pesan dakwah Hidayatullah dengan menyerahkan Majalah Hidayatullah.

“Apalagi pak Anies saat menjabat Gubernur DKI Jakarta cukup signifikan memberi dukungan terbentuknya Rumah Qur an di jantung kota Jakarta
Beliau juga yang meletakkan pembangunan gedung dakwah DPP Hidayatullah di Jakarta,” jelasnya.

Majalah Hidayatullah masih menjadi alat dakwah yang terus digunakan pula DPD Hidayatullah Maros bersama LAZ BMH Gerai Maros dan Yayasan Darul Hijrah, Muslimat Hidayatullah dan Pemuda Hidayatullah.

Program lain mengembangkan program bersama yang lain dengan mengajak ummat Islam berwakaf, membuat program Wakaf dengan membangun 5 masjid di Maros.

Alhamdulillah pengurus DPD Hidayatullah Maros kembali mengangkat program wakaf dengan tiga kategori donasi Rp 50.000, Rp.500.000 dan Rp.5.000.000.(kaisar)

Bagi yang ingin berwakaf dalam pembangun masjid bisa menghubungi ust Muhammad Kaisar di 081342563546 atau mengirim ke Rek Bank BRI Tanralili 497001020065532 an/DPD Hidayatullah Maros atau bisa datang langsung ke alamat Dusun Baku Desa Lekopancing Kecamatan Tanralili Maros

Hidayatullah Belopa Terima Kunjungan Kadepdik DPW Sulsel Bahas Persiapan PPDB

0

LUWU, HidayatullahSulsel.com — Yayasan Al-Jihad Pesantren Hidayatullah Belopa menerima kunjungan Kepala Departemen Pendidikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel, Ustadz Dwi Subagyo. Sabtu (10/12/2022).

Dalam kunjungan tersebut didiskusikan persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran pendidikan 2023-2024. Ustadz Dwi Subagyo memberikan arahan terkait bagaimana sebuah sistem pendidikan dapat memiliki peserta didik yang berkualitas.

Menurutnua, hanya manusia yang berkualitaslah yang mampu bertahan dalam dunia yang semakin kompetitif.

“Dunia ini kan semakin kompetitif. Kemampuan daya saing itu sangat bergantung dengan kualitas. Itu tujuan kita, bagaimana kita ini bisa memiliki santri atau out put dari pondok kita ini adalah generasi yang berkualitas. Jadi, bukan sekedar kuantitas saja,” ujar ustadz Dwi.

Ketua Yayasan Al-Jihad Pesantren Hidayatullah Belopa, Ustadz Hamzah Sultan, menyampaikan perlunya melakukan persiapan yang matang terkait proses dan keberhasilan PPDB.

“Untuk keberhasilan kita dalam persiapan penerimaan santri baru ini, memang perlu kiranya dipersiapkan jauh-jauh hari agar dalam prosesnya nanti bisa semakin baik dan lancar,” kata Ustadz pehobi bola tersebut.

Dalam diskusi yang berjalan singkat tersebut hadir pula Kepala Sekolah SMP-SMA Pesantren Hidayatullah Belopa, Bendahara Yayasan dan Kedep Kampus Pesantren Hidayatullah Belopa.(Ian Kassa)

Indonesia Negara Ilmu Pengetahuan

0

Oleh : Fatahillah Al Ayubi, Pengurus DPD Hidayatullah Maros

HidayatullahSulsel.com — Anies Rasyid Baswedan hadir menyampaikan kuliah kebangsaan di hadapan para profesor dan rektor serta ratusan masyarakat di Empang Panaikan. Makassar, Sabtu (10/12/22).

Anis Menyampaikan bangsa Indonesia didirikan oleh orang- orang yang memiliki ilmu pengetahuan, dan mereka menyepakati satu bahasa bersama bahasa persatuan, dan itu bukan bahasanya mayoritas tapi bahasa yang paling bisa mempersatukan, kesepakatan ini dibuat 17 tahun. Sebelum ada republik

Semua diperlakukan setara padahal pendiri republik adalah anak-anak kaum aristokrat, namun yang dahsyat semua orang disetarakan kesempatannya ketika membicarakan republik. Ini yang membedakan Indonesia dengan negara-negar lain, aristorasi hanyalah warisan budaya tapi bukan struktur negara, bukan struktur politik.

Menurut cucu Pahlawan kemerdekan ini, menyatakan kemerdekaan sebagai jembatan emas meraih keadilan sosial bagi semuanya, gagasan yang muncul oleh kaum cendekiawan mengirimkan sebuah pesan implisit, menggunakan ilmu pengetahuan untuk menyusun republik. Mereka menggunakan sosiologi, ilmu politik, ilmu sosiologi, ilmu tata negara, ada ilmu di balik hal spektakuler

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menegaskan “Hari ini menjadi PR besar untuk mengembalikan ilmu sebagi nahkoda dalam menjalankan republik ini, republik ini harus diatur pakai ilmu”

Membangun republik harus dengan semangat gerakan, bukan program, tapi gerakan. Dahulu kita kenal ada gerakan berantas buta huruf. Sukarno mengatakan “Bantulah gerakan berantas buta huruf. Intisari dari republik ini adalah gerakan.”

Ia menjelaskan yang harus selalu diingat menjaga semangat ilmu pengetahuan, problem-problem diselesaikan dan membangun kolaborasi.

Negara hadir memberikan kesetaraan untuk semuanya, kami tidak menawarkan visi, tapi rekam jejak yang sudah dilakukan, karena visi misi bisa dikarang dan dibuat sedemikian keren, dan mengatakan tidak membawa bukti, yang lain tidak bisa membantahnya, kalau rekam jejak sudah nyata.

Yang kita bawa bukan target menjadi sesuatu, tapi yang kita bawa misi, kalau target untuk diraih kalau misi untuk dilaksanakan, seperti piala dunia, dapat piala selesai, kalo pilpres selesai disitu misi dilaksanakan

Di hadapan para guru besar dan rektor, Anis menantang mereka semua untuk mengkaji bangsa ini, terkait kebijakan apa yang harus diteruskan, kebijakan apa yang terjadi sekarang yang perlu dikoreksi, kebijakan apa yang perlu dihentikan, kebijakan baru apa yang harus dilakukan.

Penulis sangat bahagia mendengar kuliah Al Alaq kebangsaan tersebut, semakin mempertebal wawasan kebangsaan dan menjadi energi tambahan dalam menjalani kehidupan.

Penulis juga berkesempatan berbagi majalah Hidayatullah sebagai alat yang efektif dan efisien menjelaskan peran dan fungsi Hidayatullah di dalam berbangsa dan bernegara.(*)