Beranda blog Halaman 129

Pemuda Hidayatullah Laksanakan Rakerwil. 2022 Bertekad Lebih Kolaboratif dan Inspiratif

0

MAKASSAR, HidayatullahSulsel.com — Majelis Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah Sulsel melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di aula Yayasan Al Bayan kampus utama Hidayatullah Makassar, Sabtu (12/2/2022).

Hadir pada pembukaan Rakerwil tersebut Ketua Dewan Murabbi Wilayah Hidayatullah Sulsel Ust Ir Abd Majid MA, Pengurus DPW Hidayatullah Sulsel Ust Anwar Bait MPdI, Ketua DPD Hidayatullah Makassar Dr Nasrullah Sapa Lc MA.

Membersamai pula pembukaan Rakerwil tersebut Wakil Ketua III STAI Al Bayan Hidayatullah Makassar yang juga hadir sebagai Direktur AMC H Firmansyah Abd HAR ST dan Ketua Asosiasi Pengusaha Hidayatullah (Aphida) Sulsel Ust Ahmad.

Pembukaan rakerwil dilaksanakan secara hybrid (virtual dan offline). Pemuda Hidayatullah merupakan organisasi pendukung ormas Islam Hidayatullah yang mewadahi kader pemuda Hidayatullah dalam melaksanakan dakwah dan tarbiyah.

Pada kesempatan tersebut, Ketua MPW Pemuda Hidayatullah Sulsel Ust Abdurahman “Abid” Sibgatullah mengakui realisasi program kerja belum bisa terlaksana sepenuhnya.

“Namun ada beberapa yang diapresiasi dari kinerja pengurus mulai dari kemandirian ekonomi organisasi hingga terus melengkapi struktur pengurus daerah di kabupaten/kota,” jelasnya.

Diungkapkan, Pemuda Hidayatullah Sulsel pada tahun ini, 2022, meneguhkan tekad gerakan yang lebih “Kolaboratif dan Inspiratif”. “Ini juga menjadi tagline gerakan Pemuda Hidayatullah Sulsel pada 2022 ini,” jelas ust Abid.

Ia menjelaskan “kolaboratif” dimaksudkan agar Pemuda Hidayatullah siap menjadi mitra strategis dan utama dari setiap program dan kegiatan seluruh elemen Hidayatullah di Sulsel.

“Sedangkan “inspiratif”, menjadi doa dan komitmen dari Pemuda Hidayatullah Sulsel dalam setiap kegiatannya menjadi kebaikan bersama,” tuturnya.

Rakerwil 2022 Pemuda Hidayatullah Sulsel mengangkat tema “Membumikan Diskursus Peradaban aislan Menuju Gerakan Pemuda Hidayatullah yang Progresif dan Beradab”.

Menurut Ust Anwar, tema Rakerwil ini jika dipadukan dengan tema Rakerwil DPW Hidayatullah Sulsel yakni Konsolidasi Jati Diri dan Organisasi maka seharusnya ekspansi dakwah dan tarbiyah Hidayatullah di Sulsel makin progresif, terutama oleh apemuda Hidayatullah di kalangan mahasiswa dan alumni. ■ fir

Halaqoh Sa’ad Bin Abi Waqqas Zona Maros Pangkep Bahas 4 Wanita Terbaik

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel.com — Halaqoh Sa’ad Bin Abi Waqqas zona Maros Pangkep melaksanakan halaqoh pekanan tiap Rabu bertempat di Balocci Kampung Mallengnge Pangkep, Rabu (9/2/2022)

Halaqoh adalah wadah untuk menguatkan spiritualitas, dan meningkatkan imunitas intelektual. Kegiatan halaqoh terdiri dari taddarus Qur’an, tahsin, infak, munasabah ayat-ayat manhaj, evaluasi GNH, nasehat dan silatuttoam wa qohwa, kegiatan ini bergiliran ke setiap anggota halaqoh

Anggota Halaqoh Sa’ad Bin Abi Waqqas berjumalah 10 peserta Ustadz Andi Amri, Ustadz Amal, ustadz Fahri, ustadz Ayyaf, ustadz Ihsan, ustadz Karding, ustadz Firdaus, Ustadz Karim , ustadz Robi, dengan murobbi Ustadz Muhammad Kaisar

Ustadz Karim memberikan munasabah ayat surah Al-Imran ayat 42 , yang artinya “Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu).”

Menurutnya dalam Al-Qur’an ada 4 wanita yg terbaik pada zamannya. Maryam, Siti Khadijah istri Rasulullah, Fatimah binti Rasulullah dan Asiyah Istri Fir’aun.

“Munasabah ayat ini terkait dengan Surah Manhaj yakni, Al-alaq bagaimana kita menyakini, bahwasanya keberadaan kita dalam barisan lembaga perjuangan ini, untuk mengantarkan istri-istri kita bisa seperti wanita Siti Maryam,” ujarnya.

Menurutnya, Alhamdulillah muslimah Hidayatullah dalam menjaga syari’at hijabx yang begitu terjaga apa ta lagi ketika keluar rumah harua ada mahrom atau setip ada acara sudah pasti ada hijab.

Ustadz Karding, selaku tuan rumah diberikan amanah kultum terkait ayat 42 dari Surah Al-Imran. Ia menyampaikan ayat ini keterkaitan dengan surah Manhj, yakni Al-alaq, dijelaskan bagaimana Maryam dipilih oleh Allah sebagai wanita yang memiliki kelebihan dari pada wanita yang lain.

Menurutnya, kalau kita tarik ayat ini dalam konteks berlembaga maka, sebenarnya Allah juga memilih kita untuk mengurus agamanya ini.■ karding

Kekuatan Spiritual Modal Meraih Kesuksesan

0

■ Oleh : KH DR Ustadz Nashirul Haq Lc MA, Ketua Umum DPP Hidayatullah

HidayatullahSulsel.com — Iman itu senatiasa fluktuatif. Iman meningkat dengan ketaatan dan berkumpul dengan orang-orang sholeh. Iman juga bisa berkurang dengan kemaksiatan.

Allah ta’ala berfirman, “Berilah peringatan, saling mengingatkan karena hal itu memberi manfaat bagi orang berimanl”

Demikian pula kepemimpinan berbasis spiritual/iman menjadi kunci penentu kesuksesan dalam menjalankan amanah.

Para Nabi yang meraih gelar ulul azmi mereka adalah sosok yang memilki keyakinan dan kesabaran sangat tinggi dalam menjalankan amanah dari Allah.

Amil adalah karyawan Allah, amil adalah mujahid, maka amil harus mencurahkan segala potensi kemampuan dalam rangka membela agama Allah, maka karakter believe atau kekuatan spiritual adalah kekuatan utama kunci sukses.

Di halaqoh menjadi kekuatan pembentukan spiritual. Di dalamnya ada muhasabah dari amaliayah yaumiayah seperti infak, sholat malam dan seterusnya. Maka sepatutnya jam halaqoh dimasukan sebagai jam kerja di BMH

Untuk meraih capain target lembaga dibutuhkan tiga pilar utama yang dinamakan supra struktur yakni : jati diri, visi misi dan value. Ketiga hal tersebut bisa tercapai dengan adanya Sumber Daya Insani yang kuat.

Penguatan yang dimaksud melalui 4 aspek. Aspek ruhuhiyah, akliayah, material dan manajerial. Semua tidak dapat berjalan baik tanpa pengorganisasian yang baik

Dalam mengelola kepemimpinan mesti ditopang dengan kekuatan fikiran yang cerdasd hati yang ikhlas dan aksi yang baik.

Memadukan fikir dan zikir pemimpin dalam Islam tidak boleh menurun spiritualnya. Karena orang yang jiwanya bersih selalu dibimbing oleh Allah melampaui apa yang difikirkannya.

Aspek ruhuyia sangat penting dalam kepemimpinan. Seorang melakukan rapat harus selalu mendahului dengan pendekatan ruhuyia, dimunjatkan dahulu kepada Alllah, karena akal ini sangat terbatas tidak mampu menjangkau hal yang tersembunyi.

Mengapa para sahabat dan pendahulu ketika diingatkan dengan ayat langsung semangat. Ketika Allahuyarham Abdullah Said mendoktrin dan langsung menyentuh karwna ayat-ayat Al Qur’an benar-benar dipegang sebagai sebuah prinsip.

Dalam hadits qudsi “Sesungguhnya Allah bersama dengan prasangka hambanya”

Demikian pula dalam menghadapi persoalan dan kemungkinan-kemungkinan yang buruk, dengan mengintensifkan munajat, banyak silaturahim kepada semua tokoh berpengaruh, mengemas kiprah program-program dan memberikan bantuan harus dipastikan agar tidak salah sasaran.

Selain keyakinan sebagi faktor kesuksesan yang kedua adalah kesabaran. Ayat-ayat yang mengulas hal berat-berat, selalu ditutup dengan perintah untuk sabar.

Ada empat jenis kesabaran. Sabar dalam belajar, sabar mengamalkan, sabar mendakwahkan dan sabar dalam meninggalkan kemaksiatan.

Amil tidak boleh mengutamakan kepentingan keluarga, hal-hal yang tidak pantas. Amil jangan memanfaatkan fasilitas di luar haknya, menerima pemberian hingga membuat admistrasi laporan yang palsu.

Mari terus meningkatkan kualitas karakter believe atau kekuatan spiritual sebagai sumber terbesar kesuksesan dalam mencapai target lembaga.■ fathi

*) Sumber: Disarikan dari taujih di hadapan Amil BMH, Kamis 9 Rajab 1443 (10/2/2022)

Forum Sinergi Maros Terbentuk

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Forum Sinergi Maros terbentuk melalui rapat perdana yang dihadiri Bendahara Dewan Pengurus wilayah (DPW) Sulawesi Selatan yang juga merupakan Ketua Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sulsel, Maros, Sabtu, ( 8/2/2022).

Pada rapat tersebut Ketua DPD Hidayatullah Maros, Ust Drs Muhammad Kaisar memberikan spirit Al Fatihah sebagai energi jamaah harus terkelola dengan barisan yang lurus dan rapat, bagaimana potensi- potensi yang ada dimaksimalkan untuk turun tangan membantu pergerakan perjuangan di Maros.

Ketua DPC Moncongloe, Ustadz Ayyap memberikan masukan, “BMH gerai Maros harus diisi oleh orang-orang profesional agar bisa mendapatkan income yang lebih baik lagi.

Sedangkan Kadep Dakwah DPD Hidayatullah Maros, Ust Robianto, berharap agar masing-masing fokus pada tupoksi, konsentrasi terhadap amanah yang diberikan. Ia meminta agar bendahara DPD Maros difokuskan mengurus BMH gerai agar bisa mencapai target.

Ketua BMH Gerai Maros Fatahillah sangat berharap forum sinergi ini bisa terlaksana setiap satu bulan sekali. “Kita harus fokus menguatkan internal, memberikan kesempatan untuk ambil peran signifikan kepada masing-masing pihak baik DPD, DPC, BMH, yayasan, mushida dan pemuda,” ujarnya.

Forum Sinergi Maros terbentuk untuk menguatkan tali ukhuwah dan menyerap aspirasi serta mendengarkan ide gagasan dan masukan demi tercapainya kesuksesan keberkahan secara jama’i.

Rapat DPD
Di tempat yang sama, DPD Hidayatullah Maros mengadakan rapat rutin Rabu (9/2/2022). Ustadz Kaisar, memberikan penguatan agar program-program yang telah disepakati untuk diseriusi, di antaranya gerakan infak anggota, kelengkapan administrasi baik data base anggota, dan kelengkapan surat-surat pondok

Ia juga mensupport kegiatan SAR (Search And Rescue) di Bulukumba 18-28 Februari mendatang. DPD Hidayatullah Maros siap memfasilitasi kendaraan dan mengirim peserta terbaik.

Kepala Departemen Pendidikan DPD Hidayatullah Maros, Ustadz Karim, telah menyiapkan program kegiatan ekstrakurikuler santri, diantaranya pandu , camp English , dan merancang desain pendidikan yang lebih menarik.

Ustadz Robi sebagai Kepala Depertemen Dakwah, mengaku program bulan Februari ini, dengan gencarkan silaturahmi ke Kemenag , Muhammadiyah, NU dan Zipur, dan perlu diperkuat tata kelola santri terkait administrasi , kesepakatan syarat-syarat, dan pengabdian.(fathi)

Bersama Kadep Ekonomi DPW, Pengurus DPD Hidayatullah Luwu Silaturahim di Kodim Palopo

0

LUWU, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Luwu, bersama perwakilan Baitul Maal Hidayatullah Palopo, serta Kepala Departemen Ekonomi dan Aset Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel, Ustadz Imran Djufri SPdI, mengadakan pertemuan silaturahim di Komando Distrik Militer (Kodim) 1403, Kota Palopo, Sulsel. Senin (8/2/2022).

Dalam kunjungan tersebut, Perwira Seksi Teritorial (PASITER) Kodim 1403, Kapten Jufri Upara SH menyambut hangat kehadiran rombongan Hidayatullah Sulsel di ruangannya.

Imran Djufri menyampaikan kunjungan tersebut sebagai momen mempererat ukhuwah dan saling menjajaki kerjasama.

“Kami bersyukur untuk masuk di TNI ada jalur khusus untuk alumni pesantren yang menghafal Qur’an. Alhamdulillah banyak santri dari Hidayatullah yang telah menjadi TNI dan Polri” ujarnya.

Jufri mengaku anaknya juga seorang santri. “Pesantren itu sangat diperlukan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia ke depan. Agar kelak, anak-anak kita ini bisa membangun dan menjaga negaranya dengan berlandaskan ketakwaan kepada Allah,” ucapnya.■ Ian Kassa

Bendahara DPW Sulsel Beri Motivasi Santri Pesantren Hidayatullah Tanralili

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — Bendahara Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan, Ustadz Kadir SE memberikan nasehat dan motivasi selepas sholat Magrib di hadapan puluhan santri pesantren Hidayatullah Tanralili Yayasan Darul Hijrah Maros, Selasa, (8/2/2022)

Ustadz Kadir menuturkan pengalaman hidupnya sebagai motivasi bagi santri. Sosok yang juga menjabat Ketua perwakilan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sulsel sejak 2015 itu meminta agar para santri dan ustadz senantiasa mendoakan dalam menjalankan amanah dengan baik.

Menurutnya, setiap amanah akan diminta pertanggungjawaban kelak di akhirat, amanah merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan.

Ustadz 4 anak, dari istri pertamanya itu juga mengingatkan, ketika santri pulang ke rumah , cium tangan orabg tua, jangan pernah menolak keinginan orang tua kecuali hal yang dilarang agama.

Pria yang suka senyum ini berharap jika pulang ke rumah para santri harus memberikan teladan ke orangtua masing. “Harapan kami dari sini lahir calon pemimpin yang hafal Qur’an sehingga bisa memberi pengaruh yang besar untuk kemajuan ummat,” pungkasnya.■ fathi

Ustad Aziz Qahhar Silaturahim di Hidayatullah Sidrap

0

SIDRAP, HidayatullahSulsel.com — Dalam perjalanan menuju Belopa, Luwu, Ustad Dr H Abdul Aziz Qahhar Muzakkar MSi, menyempatkan diri untuk singgah di Hidayatullah Bulucenrana, Sidrap, Selasa (8/2/2022).

Dalam silaturahmi tersebut, Ustad Aziz berharap, agar dilakukan penataan pondok yang indah di Hidayatullah Bulucenrana. Khususnya penataan kolam ikan yang sudah ada.

“Perlu dirapikan kolam ikannya, dibuat segi empat, dan di tengahnya dibuat tempat duduk beruoa Gasebo,” Ustad Aziz memberi saran.

Pada kesempatan tersebut, Ustad Aziz juga langsung melihat budidaya ikan Nila di Pondok Tahfidz Darul Qur’an Hidayatullah Bulucenrana. Tidak sekedar melihat juga sempat memberi pakan untuk ikan di kolam.

Pondok Tahfidz Darul Qur’an saat ini melakukan budidaya ikan Nila sebanyaj 2.500 ekor bibit ikan nila. Ikan nila tersebut rencananya akan dibuat untuk lauk santri tahfidz, dan juga akan dipasarkan, sebagai bentuk kemandirian Pondok Tahfidz Darul Qur’an.

Pada silaturahmi tersebut, Ustad Aziz diterima jajaran pengurus dan santri Hidayatullah Sidrap. Hadir pula Pak Hasan, salah seorang sahabat Ustad Aziz, yang juga pernah terlibat dalam perintisan Yayasan Al Bayan di Makassar.■ Abu Fathun

Kolaborasi PLN dan BMH Wujudkan Pesantren Berdaya

0

MAROS, HidayatullahSulsel.com — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi bersama Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) wujudkan pesantren berdaya di Dusun Baku Desa Lekopancing, Tanralili, Maros , Selasa, ( 8/2/2022)

Ketua Dewan Pengurus Daerah ( DPD) Hidayatullah Maros, Ust Drs Muhammad Kaisat mengaku bahagia dan berterima kasih kepada PLN dan BMH yang telah banyak membantu pesantren. Ia berjanji untuk memaksimalkan setiap bantuan sehingga pesantren bisa lebih baik lagi kedepannya,

Mewakili manajemen PLN, Jamal, menjelaskan kunjungan ke pesantren Hidayatullah di Maros merupakan kali kedua bersilaturahmi.

Ia berjanji membantu komunikasi ke tingkat pusat setiap usulan program yang diajukan. Ia juga menantang pengurus untuk membuat program yang berkelanjutan. “Semoga bantuan budidaya ikan dan ayam petelur dimanfaatkan sebaik-baiknya,” harapnya.

Fatahillah Amil Laznas BMH mengatakan lrogram pemberdayaan pesantren ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab bersama.

“Kita harus berjamaah dan berkolaborasi, karena berjamaah adalah kekuatan. Semangat berkolaborasi memberdayakan Pesantren harus terus-menerus digelorakan,” ucapnya.

Menurutnya peran dan kontribusi pesantren dalam melahirkan tunas-tunas bangsa yang cerdas, sholeh dan bertaqwa sangatlah signifikan. Sehingga wajib untuk terus didukung dengan totalitas.■ fathi

BMH Sulsel Komiten Tuntaskan Masjid Muhammad Al-Fatih Pesantren Hidayatullah Pangkep

0

PANGKEP, HidayatullahSulsel — Manajemen Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sulsel berkunjung di Pondok Pesantren Hidayatullah Pangkep. Kunjungan dalam rangka diskusi penyelesaian pembangunan Masjid Muhammad Al-Fatih, Senin (7/2/2022).

Hadir pada kunjungan tersebut Kepala Divisi Prodaya BMH SulSel, Ust Basori dan tukang, Bapak Pranda. Rombongan BMH Sulsel diterima pengurus pondok pesantren beserta ketua RT Kampung Mallengnge, Surya Nanda.

Ketua Yayasan Dinul Kamil Al-Muhajirin Ust Karding menyampaikan ada berapa titik bagian masjid belum tuntas, seperti dinding luar dan kanopi timur belum dicat, serta atap terutama bagian mihrab ada yang bocor.

“Alhamdulillah, Kami senang jika BMH Sulsel ingin menuntaskan pembangunan Masjid Muhammad Al-Fatih ini, dan kami berharap semoga banyak masyarakat atau donatur BMH bisa terlibat dalam menuntaskan Rumah Allah ini,” harapanya.■ karding

Integritas Pendakwah

0

■ Oleh: . Ust Dwi Subagio Ssi, Kepala Departemen Tarbiyah dan Kepesantrenan, DPW Hidayatullah Sulsel

HidayatullahSulsel — Integritas seorang muslim menjadi tolak ukur dakwah bisa menarik dan merubah seseorang dan sebuah kaun.

Integritas pula yang menjadi keharusan dimiliki, setiap muslim. Integritas adalah kata yang berasal dari bahasa latin yaitu, “integer” yang artinya utuh dan lengkap.

Integritas adalah sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran.

Seseorang yang berintegritas merupakab orang yang pada dirinya berpadu dan bersatu antara kata dan perbuatan.

Allah membenci seseorabg apalagi pendakwah yang tak memiliki integritas. Sebagaimana Firman-Nya, ”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS Shaff, 2-3).

Dengan integritas seorang santri memiliki modal dan harus mampu memberikan da’wah kepada orang tuanya, walaupun hanya dengan da’wah bil hal.

Menjadi kebiasaan yang harus ada pada diri setiap santri. Di pesantren jadi santri di luar pesantren juga tetap sebagai santri. Di antara waktu shalat menjadi perhatian yang utama.

Juga menghindari sifat was-was dan berprilaku sombong, untuk menghindari peluang syaiton menguasai diri kita.

Dengan integritas yang menstimulus hafirnya sifat-sifat mulia akan menjadikab kampus (pesantren) menjadi potret kawasan yang mampu menjadi daya tarik, membuat orang tertarik masuk ke dalam dengan sambutan yang ramah/hangat para penghuninya.■ lukman al fath

*) Disarikan dan diadaptasi dari taklim bada Subuh di masjid Raodatul Jannah Pesantren Hidayatullah Masago