GOWA (HidayatullahSulsel.or.id) — DPD Hidayatullah Gowa kembali menggelar pengajian rutin program Dakwah Pedalaman di Dusun Balang Buki, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (11/9/2026). Kegiatan bertajuk “Menembus Jarak, Menyebar Cahaya Islam” itu diikuti ibu-ibu majelis taklim se-Dusun Balang Buki.
Pengajian yang menggandeng pengurus Mujahidah Sulsel tersebut menghadirkan Ustadz Reskyaman SW, M.Pd., anggota Persaudaraan Dai (POS Dai) Sulsel, sebagai pemateri.
Sekretaris DPD Hidayatullah Gowa Ustadz Mardi Maing, S.Pd.I., turut mendampingi kegiatan bersama sejumlah pengurus lainnya serta pengurus Mushida Gowa.

Dalam kajiannya, Ustadz Reskyaman mengawali pembahasan dengan menekankan dua prinsip penting dalam kehidupan seorang Muslim, yakni kewajiban mentauhidkan Allah dan berbuat baik kepada kedua orang tua.
Ia mengingatkan bahwa Islam melarang umatnya menyembah selain Allah sekaligus memberikan perhatian besar terhadap kewajiban berbakti kepada orang tua.
Pesan tersebut, menurut dia, antara lain ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 23, yang memerintahkan manusia agar tidak menyembah selain Allah dan berbuat ihsan kepada kedua orang tua.
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.”
Selain membahas kewajiban anak kepada orang tua, Ustadz Reskyaman juga mengajak para peserta melihat pendidikan keluarga dari sisi sebaliknya: orang tua memiliki tanggung jawab spiritual untuk terus mendoakan anak-anak mereka.
Ia mencontohkan doa Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah agar dikaruniai keturunan yang saleh.
Salah satu doa tersebut terdapat dalam Surah Ash-Shaffat ayat 100:
“Rabbi hab li minas-shalihin.”
Artinya, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang termasuk orang-orang saleh.”
Menurut Ustadz Reskyaman, doa orang tua tidak berhenti pada permohonan agar anak menjadi saleh. Orang tua juga perlu memohon agar dirinya dan keturunannya senantiasa menjaga ibadah, khususnya shalat.
Ia mengutip doa Nabi Ibrahim AS dalam Surah Ibrahim ayat 40:
“Rabbi-j‘alni muqimash-shalati wa min dzurriyyati, rabbana wa taqabbal du‘a.”
Artinya, “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pengajian Dakwah Pedalaman karena pembinaan keagamaan tidak hanya menyasar aspek pengetahuan, tetapi juga penguatan peran keluarga dalam menjaga tauhid, ibadah, dan akhlak generasi.
Program Dakwah Pedalaman DPD Hidayatullah Gowa sendiri menjadi salah satu ikhtiar untuk mendekatkan pembinaan Islam kepada masyarakat di wilayah yang relatif jauh dari pusat kegiatan dakwah.
Melalui pengajian rutin, masyarakat diharapkan memperoleh akses pembelajaran agama secara berkelanjutan sekaligus memiliki ruang untuk memperkuat silaturahmi dan kehidupan keislaman di lingkungan masing-masing.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya SitujuPlus, Hisana Fried Chicken, PD Mushida Gowa, Rapid, dan BMH.




