BerandaBeritaBerita WilayahDua Hari Menembus Pedalaman, Safari Dakwah Hidayatullah Sulsel Sasar Rongkong dan Seko

Dua Hari Menembus Pedalaman, Safari Dakwah Hidayatullah Sulsel Sasar Rongkong dan Seko

LUWU UTARA (HidayatullahSulsel.or.id) — DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan menggelar Safari Dakwah selama dua hari di wilayah pedalaman Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis-Jumat, 10-11 September 2026. Rangkaian kegiatan tersebut menyasar dua kawasan, yakni Komba, Kecamatan Rongkong, dan Lambiri, Kecamatan Seko.

Safari Dakwah ini tidak hanya diisi dengan silaturahmi bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat, tetapi juga dirangkaikan dengan tausiyah, penyebaran khatib ke sejumlah masjid, tabligh akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW se-Kecamatan Seko, hingga penjajakan kembali aktivasi sekolah dan pesantren Hidayatullah di Seko.

Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, Ustadz Dr. Muhammad Saleh, memimpin langsung rombongan yang terdiri atas jajaran pengurus DPW, unsur pendidikan, sosial, ekonomi, serta jaringan dakwah Hidayatullah di Luwu Utara.

Rombongan tersebut terdiri atas Ustadz Baso Zulfikar, S.H.I., selaku Bendahara DPW; Ustadz Drs. Muhammad Kasira, Kepala Departemen Organisasi DPW; Ustadz Sudirman, S.E., Kepala Departemen Sosial DPW; Ustadz Abdul Jabbar, S.E., Kepala Departemen Ekonomi DPW; Ustadz Jumaruddin, M.Pd., Kepala Departemen Pendidikan DPW; Ustadz Alauddin Subandi, S.Sos.I., Pimpinan Pesantren Al-Hijrah Masamba Luwu Utara; serta Ustadz Abdullah, S.Sos.I., Ketua ULZ BMH Luwu Utara.

Hari Pertama di Komba, Rongkong

Rangkaian Safari Dakwah dimulai pada Kamis, 10 September 2026, di Komba, Kecamatan Rongkong.

Di wilayah tersebut, rombongan melakukan silaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Pertemuan menjadi ruang untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus mendengarkan aspirasi terkait kebutuhan dakwah dan pembinaan keislaman di kawasan pedalaman.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan tausiyah umum di masjid yang diikuti masyarakat setempat.

Kehadiran rombongan DPW Hidayatullah Sulsel di Rongkong menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap wilayah 3T, khususnya dalam aspek dakwah dan pembinaan keagamaan.

“Safari dakwah ini kami niatkan bukan sekadar kunjungan, tetapi untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan melihat bentuk kontribusi yang paling tepat. Dakwah harus hadir bersama masyarakat dan tumbuh dari kebutuhan mereka,” ujar salah seorang pengurus DPW Hidayatullah Sulsel.

Hari Kedua Menjangkau Seko

Perjalanan Safari Dakwah berlanjut pada Jumat, 11 September 2026, dengan pusat kegiatan di Lambiri, Kecamatan Seko.

Seko menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian safari karena selain memperkuat silaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, rombongan juga melakukan penyebaran khatib ke sejumlah titik masjid.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat, terutama di kawasan yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses terhadap tenaga dakwah.

Pada hari yang sama, digelar pula tabligh akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW se-Kecamatan Seko. Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, Ustadz Dr. Muhammad Saleh, tampil sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan Maulid sekaligus menjadi momentum mempertemukan jaringan dakwah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan jamaah dari sejumlah wilayah di Seko.

“Safari dakwah di Seko harus dipandang sebagai bagian dari ikhtiar jangka panjang. Kehadiran dai bukan hanya untuk mengisi mimbar, tetapi juga membangun pembinaan umat, pendidikan, dan kaderisasi yang dapat berlangsung secara berkelanjutan,” kata Muhammad Saleh.

Menjajaki Kembali Sekolah dan Pesantren Hidayatullah

Salah satu agenda strategis dalam kunjungan ke Seko adalah penjajakan kembali aktivasi sekolah dan pesantren Hidayatullah di wilayah tersebut.

Untuk mendukung rencana tersebut, tiga dai khusus ditunjuk untuk mendapat penugasan di Seko. Penugasan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kembali basis pembinaan dakwah dan pendidikan Hidayatullah di kawasan tersebut.

Penguatan pendidikan menjadi bagian penting karena dakwah di daerah pedalaman tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan insidental. Kehadiran dai yang menetap dan memiliki program pembinaan berkelanjutan dinilai diperlukan untuk menopang pendidikan keislaman masyarakat sekaligus menyiapkan kader lokal.

“Rencana aktivasi kembali sekolah dan pesantren merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan yang berkelanjutan. Kami berharap keberadaan tiga dai yang ditugaskan nantinya dapat menjadi embrio pengembangan pendidikan dan pembinaan generasi muda di Seko,” ujar Ustadz Jumaruddin.

Digawangi Dai Asli Seko

Pelaksanaan Safari Dakwah di Seko tidak terlepas dari peran Ustadz Bahtiar, S.H., dai asli Seko yang merupakan alumni STIS Hidayatullah Balikpapan.

Bahtiar menjadi salah satu penghubung utama rombongan dengan masyarakat setempat. Ia mengonsolidasikan jamaah dan jaringan dakwah di Seko sehingga berbagai agenda Safari Dakwah dapat dipersiapkan dan terlaksana dengan baik.

Konsolidasi tersebut juga melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Seko, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat setempat.

Kehadiran dai yang berasal dari Seko sendiri dinilai menjadi modal penting dalam membangun kesinambungan dakwah. Selain memahami karakter masyarakat dan kondisi geografis setempat, jaringan lokal juga memudahkan komunikasi antara lembaga dakwah dengan masyarakat.

“Kami tentu bersyukur rombongan DPW dapat hadir langsung di Seko. Kehadiran ini memberikan semangat kepada masyarakat dan jaringan dakwah di sini. Ke depan, yang paling penting adalah bagaimana komunikasi dan program yang sudah dibangun selama safari dapat dilanjutkan secara konsisten,” kata Bahtiar.

Dari Safari Menuju Program Berkelanjutan

Dua hari Safari Dakwah di Rongkong dan Seko menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat pedalaman tidak hanya berkaitan dengan kegiatan dakwah di masjid, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan, pembinaan mualaf, sosial kemanusiaan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Karena itu, keterlibatan sejumlah departemen di lingkungan DPW Hidayatullah Sulsel dalam rombongan menjadi bagian dari upaya melihat kebutuhan masyarakat secara lebih komprehensif.

Selain unsur dakwah dan pendidikan, BMH Luwu Utara turut mendukung rangkaian kegiatan melalui jaringan sosial dan kemanusiaannya. Sinergi antara Hidayatullah dan BMH diarahkan untuk memperluas manfaat program bagi masyarakat di wilayah pedalaman.

“Potensi sinergi di Seko cukup besar. Tantangannya adalah memastikan program sosial dan kemanusiaan tidak berhenti pada momentum kunjungan, tetapi dapat ditindaklanjuti berdasarkan kebutuhan masyarakat yang benar-benar ada di lapangan,” ujar Ustadz Abdullah.

Safari Dakwah DPW Hidayatullah Sulsel di Luwu Utara ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat keberadaan dakwah di wilayah 3T. Dengan menggabungkan silaturahmi, pelayanan keagamaan, penguatan jaringan dai, serta penjajakan kembali pendidikan Hidayatullah, safari tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi program pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan di Rongkong dan Seko.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tulisan Terkait
- Advertisment -spot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_img

Terbaru lainnya

Baca Juga

Recent Comments

Recent Comments