JENEPONTO (HidayatullahSulsel.or.id) — Pesantren Tahfizh Cilik Auladi Hidayatullah Jeneponto kembali menggelar pengajian bulanan yang dirangkaikan dengan pembinaan wali santri dan kunjungan orang tua kepada santri, Ahad (23/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pondok pesantren dan orang tua dalam mendukung proses pendidikan serta pembinaan keagamaan santri.
Pengajian yang berlangsung di lingkungan Pesantren Tahfizh Cilik Auladi Hidayatullah Jeneponto tersebut sekaligus menjadi pengajian perdana bagi wali santri baru tahun pelajaran 2026/2027. Kegiatan diisi Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan, Ustaz Dr. Muhammad Soleh Usman, S.S., M.I.Kom.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Soleh menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan. Menurutnya, interaksi seorang Muslim dengan Al-Qur’an tidak cukup berhenti pada aktivitas membaca, tetapi harus dilanjutkan dengan upaya memahami dan mengamalkan petunjuk yang terkandung di dalamnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman kehidupan agar seorang Muslim tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan.
“Orang yang tidak peduli dengan Al-Qur’an pada akhirnya akan menyesal dan berharap dapat dikembalikan ke dunia untuk memperbaiki kehidupannya sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an,” ujar Ustaz Soleh dalam tausiyahnya.
Selain penguatan wawasan keislaman, pembinaan wali santri menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para orang tua diberikan pemahaman mengenai kehidupan, pendidikan, dan pembinaan anak selama berada di lingkungan pesantren.
Pihak pondok mengajak wali santri membangun komunikasi yang terbuka serta memahami proses pendidikan yang dijalani anak. Dengan demikian, berbagai kekhawatiran maupun prasangka terhadap kehidupan santri di pesantren dapat diminimalkan melalui komunikasi dan pemahaman yang baik.
Pembinaan wali santri tersebut juga diarahkan untuk membangun kesamaan visi antara keluarga dan pesantren. Pendidikan anak, terutama dalam pembentukan karakter dan pembinaan keagamaan, dinilai membutuhkan keterlibatan bersama antara lembaga pendidikan dan orang tua.
Program Rutin dengan Kurikulum Tahunan
Pengajian dan pembinaan wali santri di Auladi Hidayatullah Jeneponto merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara periodik. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum silaturahmi, tetapi juga dirancang sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan bagi wali santri.
Dalam pelaksanaannya, pihak pesantren menghadirkan pemateri profesional secara bergantian sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Materi pengajian disusun dalam kurikulum selama satu tahun agar pembinaan wali santri berlangsung secara sistematis, berkesinambungan, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan keluarga serta pesantren.
Dengan pola tersebut, setiap pertemuan diharapkan tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari rangkaian pembinaan yang saling berkaitan. Tema-tema yang diberikan diarahkan untuk memperkaya pemahaman keislaman sekaligus meningkatkan kapasitas orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang dan pendidikan anak.
Kegiatan pengajian bulanan ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara Auladi Hidayatullah Jeneponto dan para wali santri, membuka ruang komunikasi yang lebih intensif, serta menumbuhkan kepercayaan antara keluarga dan pesantren.
Sinergi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan proses pendidikan dan pembinaan santri berjalan secara konsisten, baik selama berada di pesantren maupun ketika kembali ke lingkungan keluarga.*/Ibaz




