“Bertahan di Tengah Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Ini bukan curhat. Bukan pula sekadar rangkaian kata-kata. Ini hanya berbagi cerita—agar kita sama-sama melihat bahwa di balik setiap gerak perjuangan, selalu ada proses yang tidak mudah.
Semalam, tiba di Palu setelah perjalanan panjang—lebih dari 24 jam dari Makassar. Badan terasa lelah. Sesampainya di rumah, rasanya ingin langsung terbaring. Capek dan lapar menyertai. Padahal perjalanan bisa lebih cepat, jika saja tidak tertahan oleh kemacetan di Pangkep dan antrean solar di Mamuju.
Namun pagi ini, pikiran kembali penuh.
Rencana demi rencana sudah menunggu untuk ditunaikan.
Insya Allah siang ini, DPW Hidayatullah Sulawesi Tengah akan menerima kunjungan dari rombongan Sekolah Tinggi Agama Islam (STIS) Hidayatullah Balikpapan. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi bagian dari ikhtiar mencari dan menyiapkan kader masa depan.
Di sisi lain, urusan kantor DPW juga mulai mengerucut. Masih dalam proses mencari solusi terbaik untuk tempat yang akan dikontrak. Bukan hanya soal bangunan, tetapi juga tentang desain, sistem, dan manajemen yang akan menopang aktivitas ke depan.
Belum lagi amanah lain yang datang. Informasi dari Ketua Lembaga Pemeriksa Halal Hidayatullah Sulawesi Utara menyebutkan adanya sekitar 12 SPPG di Luwuk Banggai yang membutuhkan pendampingan auditor halal. Ditambah lagi agenda Muslimah Hidayatullah (Mushida) Sulawesi Tengah yang juga memerlukan perhatian serius.
Semua ini berjalan bersamaan.
Dan kita mulai menyadari, bahwa perjuangan ini bukan hanya membutuhkan stamina dan dana. Lebih dari itu, ia membutuhkan konsistensi.
Sederhana, tetapi tidak sepele.
Sering kali kita keluar dari rencana awal. Lalu membuat rencana baru. Kemudian muncul program baru. Namun pada akhirnya, tidak sedikit yang berhenti di tengah jalan. Program lama tidak selesai, program baru pun tidak tuntas. Di sinilah ujian sesungguhnya.
Bukan pada kemampuan memulai, tetapi pada kemampuan bertahan.
Bertahan dalam lelah.
Bertahan dalam keterbatasan.
Bertahan meski harus mengulang dari awal.
Kadang kita jatuh. Kadang rencana tidak berjalan sesuai harapan. Namun perjuangan bukan tentang tidak pernah gagal, melainkan tentang terus mencoba setelah gagal.
Dari rencana kecil, dari langkah sederhana, dari usaha yang terus diulang—di situlah perlahan hasil akan tampak.
Mungkin tidak cepat.
Mungkin tidak langsung besar.
Namun ia tumbuh—karena dijaga.
Maka hari ini, yang kita butuhkan bukan hanya ide besar, tetapi hati yang kuat untuk bertahan. Bukan hanya semangat di awal, tetapi kesabaran untuk menuntaskan.
Karena dalam perjalanan panjang ini, kemenangan bukan milik yang paling cepat, tetapi milik mereka yang tidak berhenti.
Semoga Allah menguatkan langkah kita, menjaga kesabaran kita, dan menuntun setiap usaha kecil kita menjadi amal yang bernilai.
Palu, 5 Mei 2026
Sarmadani.



