Saturday, January 31, 2026
HomeKolom KhususSpirit WahyuSpirit Wahyu: Amanah yang Tidak Pernah Libur

Spirit Wahyu: Amanah yang Tidak Pernah Libur

إِنَّا عَرَضْنَا ٱلْأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا ٱلْإِنسَـٰنُ

(QS. Al-Ahzāb: 72)

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, lalu dipikullah amanah itu oleh manusia.”

Amanah tidak mengenal kalender.
Ia tidak tahu kapan tahun berganti.
Ia juga tidak bertanya apakah kita sedang lelah atau siap.

Bagi sebagian orang, pergantian tahun adalah jeda. Ada yang menutup buku lama, ada yang menata rencana baru, ada pula yang sengaja memperlambat langkah. Namun bagi para pengemban amanah, waktu sering kali berjalan tanpa tombol pause. Yang ada hanyalah kesinambungan tanggung jawab, bergerak dari satu titik ke titik lain, dari satu tugas ke tugas berikutnya.

Pasca tahun baru, kami berangkat dari Makassar, setelah sejenak mengisi liburan bersama anak-anak. Perjalanan kemudian berlanjut menyusuri wilayah tugas di Sulawesi Tengah.

Di Kabupaten Poso, sebuah armada dakwah, Mobil D-Max Double Cabin yang selama ini menjadi kendaraan operasional Pos Dai Sulteng, diserahkan kepada kami.

Dari Poso, perjalanan diteruskan menuju Ampana (Tojo Una-Una), lalu Banggai, hingga akhirnya tiba di Banggai Kepulauan. Perjalanan panjang itu ditutup sederhana: durian dan ikan bakar, di sebuah sudut pulau, sebagai penanda lelah yang manusiawi.

Namun di balik semua itu, ada satu hal yang tidak ikut beristirahat: amanah.

Kita boleh berpindah tempat.
Kita bisa berganti peran.
Tetapi amanah tetap mengikuti dalam diam. Senyap, namun berat.

Ia hadir saat kita sendiri.
Ia menguji justru ketika tubuh letih dan pikiran penat.
Dan sering kali ia menuntut pembuktian pada saat hati sedang rapuh.

Amanah bukan sekadar jabatan struktural, bukan pula tumpukan tugas administratif. Amanah adalah kesiapan batin untuk tetap lurus ketika tidak ada yang mengawasi, tetap setia ketika tidak selalu dipahami, dan tetap melangkah ketika jalannya sunyi. Ia adalah komitmen yang hidup di ruang terdalam hati, jauh dari sorot kamera dan tepuk tangan.

Di titik inilah banyak orang gugur. Bukan karena tidak mampu secara teknis, tetapi karena lelah menjaga niat. Sebab yang paling berat dari amanah bukanlah pekerjaannya, melainkan konsistensi hati untuk tetap ikhlas dan jujur dari hari ke hari.

Allah mengingatkan kita melalui ayat ini bahwa amanah adalah beban yang bahkan ditolak oleh langit, bumi, dan gunung-gunung. Mereka khawatir tidak sanggup menunaikannya. Maka jika hari ini kita merasa berat, itu bukan serta-merta tanda lemahnya iman. Justru itu tanda bahwa kita sedang memikul sesuatu yang memang besar, sesuatu yang tidak ringan sejak awal penciptaan.

Masih banyak pekerjaan di DPW Hidayatullah Sulawesi Tengah yang belum tertuntaskan. Tidak semuanya dapat diurai di ruang tulisan ini. Tetapi cita-cita besar itu nyata: menghadirkan Sulawesi Tengah yang lebih maju, lebih tertata, dan lebih berperadaban melalui kerja dakwah yang sabar dan berkelanjutan. Cita-cita itu tidak selalu berjalan lurus, dan sering kali menuntut pengorbanan yang tidak kecil.

Karena itu, refleksi di awal tahun seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan, “Apa target saya?”
Lebih dari itu, ia perlu bergeser menjadi pertanyaan yang lebih jujur dan mendasar:
“Apakah saya masih setia pada amanah ini?”

Kadang kita memang perlu menepi.
Bukan untuk berhenti, tetapi untuk meluruskan kembali arah.
Bukan untuk mengeluh, tetapi untuk memastikan bahwa langkah yang kita tempuh masih bernilai ibadah.

Amanah memang tidak pernah libur. Namun Allah Maha Adil. Setiap letih dicatat, setiap niat dijaga, dan setiap kesungguhan, meski tidak sempurna, tidak pernah sia-sia. Selama amanah itu dipikul dengan kejujuran dan kesetiaan, selalu ada makna yang tumbuh, meski perlahan dan dalam diam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_imgspot_img

Terbaru lainnya

Recent Comments