Sunday, February 15, 2026
HomeBeritaRakerda Gabungan Bone–Soppeng–Wajo Resmi Dibuka, Tegaskan Kepemimpinan Berbasis Amal Sholeh

Rakerda Gabungan Bone–Soppeng–Wajo Resmi Dibuka, Tegaskan Kepemimpinan Berbasis Amal Sholeh

BONE (HidayatullahSulsel.or.id) – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gabungan Kabupaten Bone, Soppeng, dan Wajo resmi dibuka pada Senin, 14 Sya’ban 1447 (2/2/2026) dengan penegasan kuat pada spirit kepemimpinan Qur’ani dan penguatan amal sholeh sebagai basis utama program organisasi.

Pembukaan Rakerda berlangsung khidmat dan dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri dari unsur Dewan Pengurus Wilayah (DPW), pengurus DPD Bone, Soppeng, dan Wajo, unsur pengurus DPC se-Kabupaten Bone, serta perwakilan Muslimat yang mengikuti rangkaian acara hingga sesi pembukaan.

Dalam sambutan pembuka, Anggota Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Sulsel, Usatdz Drs. Ismail Mukhtar, menekankan pentingnya menjadikan Q.S. Al-Baqarah ayat 30 sebagai spirit dasar dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Ia mengingatkan bahwa prediksi malaikat tentang potensi kerusakan manusia dalam kekhalifahan bisa menjadi nyata apabila kepemimpinan kehilangan fondasi spiritual.

“Jika spiritual pemimpin tidak baik, maka kekhawatiran malaikat itu bisa terbukti. Karena itu, amanah harus selalu dilibatkan dengan Allah SWT,” tegasnya.

Ustadz Ismail juga menekankan pentingnya pembinaan ruhiyah melalui penguatan ibadah, termasuk shalat berjamaah dan shalat lail, yang dikemas dalam apa yang ia sebut sebagai Program Al-Muzzammil.

Menurutnya, tugas seorang khalifah bukan hanya mengelola program, tetapi terus mengintrodusir barisan jamaah agar senantiasa meluruskan niat dan menjauhkan diri dari tendensi non-ikhlas dalam beramal.

Ia juga mengingatkan agar para istri pengurus menjadi bagian integral dari dukungan perjuangan dakwah dan pengabdian yang dijalani para suami.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, Dr. Muhammad Saleh, dalam arahan umumnya menegaskan bahwa istilah “program kerja” dalam perspektif Al-Qur’an sejatinya adalah amal sholeh. Ia menyebut keberadaan kader di lembaga ini bukan sekadar berorganisasi, melainkan untuk beriman dan beramal sholeh secara kolektif dan terstruktur.

“Semua program yang kita jalankan hakikatnya adalah amal sholeh. Karena itu, harus dikomunikasikan dengan baik dan dilandasi niat yang benar,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar uang tidak dijadikan tolok ukur dalam beramal, karena Nabi Muhammad SAW tidak pernah menjadikan materi sebagai syarat utama dakwah. Usatdz Muhammad Saleh mencontohkan perkembangan dakwah di Bone dan Soppeng yang menurutnya tumbuh dari keyakinan, bukan dari kekuatan finansial.

Mengutip Q.S. At-Taubah ayat 105, ia menegaskan bahwa keyakinan harus diikuti dengan kerja nyata. Namun, ia juga mengingatkan bahwa banyaknya amal tidak otomatis bernilai di sisi Allah jika disertai kezaliman dan niat yang keliru.

“Bahkan amal para ahli Al-Qur’an, mujahid, dan dermawan bisa gugur jika tidak ikhlas karena Allah,” tegasnya.

Ia menutup arahannya dengan penekanan bahwa dakwah harus menjangkau seluruh lapisan, mulai dari pedesaan, perkotaan, hingga kalangan pejabat, tanpa menjadikan pendekatan dakwah semata-mata untuk kepentingan finansial.

Rakerda Gabungan ini juga ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) pengurus DPC oleh DPD Bone untuk sejumlah wilayah, yakni DPC Tanete Riattang Barat (Ust. Bachtiar), Amali (Ust. Darman), Patimpeng (Ust. Munshif), Kahu (Ust. Herman), Ponre (Ust. Kaharuddin), dan Sibulue (Ust. A. Muh. Ishak).

Rakerda dijadwalkan berlangsung hingga seharian penuh, dengan agenda utama sinkronisasi program dakwah, pendidikan, dan pelayanan umat lintas kabupaten, serta penguatan soliditas struktur organisasi di tingkat daerah dan cabang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_imgspot_img

Terbaru lainnya

Recent Comments