Rabu, Maret 18, 2026
BerandaArtikelQiyamul Lail dan Relevansinya dengan Keberhasilan Dakwah Seorang Dai

Qiyamul Lail dan Relevansinya dengan Keberhasilan Dakwah Seorang Dai

Oleh : Muh. Nashrullah Alwi*

Dalam lanskap pendidikan Islam dan dakwah masa kini, keberhasilan seorang dai atau instruktur sering diukur dari kemampuan retorika, kecakapan manajerial, atau penguasaan metodologi pengajaran. Ukuran semacam ini tentu penting. Namun dalam tradisi keilmuan Islam, ada satu fondasi yang jauh lebih menentukan daya ubah sebuah dakwah, yaitu keselarasan antara ilmu dan amal.

Para ulama sejak dahulu mengingatkan bahwa kefasihan lisan tanpa kedalaman spiritual dapat melahirkan krisis kepercayaan. Seorang pendakwah bisa saja tampil memukau di mimbar, tetapi kehilangan pengaruh di hati para pendengarnya. Dalam literatur klasik, keadaan ini sering dikritik sebagai bentuk kemunafikan dalam praktik, yakni ketika ucapan tidak sejalan dengan amal.

Karena itu, kekuatan dakwah dalam Islam tidak hanya bertumpu pada kemampuan berbicara. Ia bertumpu pada integritas batin yang dibangun melalui kedekatan seorang dai dengan Allah.

Qiyamul Lail sebagai Fondasi Dakwah

Al-Qur’an memberikan pelajaran penting tentang bagaimana dakwah besar dimulai. Sebelum Rasulullah ﷺ menerima tugas berat menyampaikan risalah kepada umat manusia, Allah lebih dahulu membina kekuatan ruhaniahnya melalui ibadah malam.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا … إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

Wahai orang yang berselimut. Bangunlah pada malam hari untuk beribadah kecuali sedikit. … Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.
(QS Al-Muzzammil ayat 1–5)

Ayat ini mengandung pesan yang sangat mendalam. Kekuatan kata-kata dalam dakwah tidak pertama kali lahir dari mimbar ceramah, melainkan dari kesunyian sajadah di sepertiga malam terakhir. Di situlah hati ditempa, kesabaran dipupuk, dan keikhlasan dimurnikan.

Tanpa fondasi spiritual ini, dakwah berpotensi berubah menjadi sekadar aktivitas komunikasi. Informasi mungkin tersampaikan, tetapi ruh perubahan tidak hadir.

Cahaya Dakwah dalam Pandangan Ulama

Para ulama generasi awal Islam sangat menekankan pentingnya ibadah malam bagi para penuntut ilmu dan para pendidik. Bagi mereka, qiyamul lail bukan hanya ibadah tambahan, tetapi sumber kekuatan ruhani yang melahirkan wibawa dan ketulusan.

Al-Hasan al-Bashri pernah mengatakan

لأنهم خلوا بالرحمن فألبسهم نورا من نوره

Artinya kira kira, bahwa orang-orang saleh itu berduaan dengan Ar-Rahman pada malam hari, lalu Allah memakaikan kepada mereka cahaya dari cahaya-Nya.

Ungkapan ini menjelaskan mengapa sebagian ulama memiliki pengaruh yang begitu kuat meskipun mereka hidup sederhana. Bukan penampilan yang membuat mereka dihormati, tetapi cahaya keikhlasan yang terpancar dari kedekatan mereka dengan Allah.

Sebaliknya, Al-Qur’an juga memberikan peringatan keras kepada mereka yang hanya pandai berbicara tetapi tidak mengamalkan.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan. Sangat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan. (QS As-Saff ayat 2–3)

Ayat ini sering dijadikan pengingat bagi para pendidik dan dai agar menjadikan diri mereka sebagai contoh pertama dari apa yang mereka sampaikan.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Abu Hamid al-Ghazali. Dalam karya-karyanya tentang pendidikan dan penyucian jiwa, beliau menegaskan bahwa otoritas moral seorang guru lahir dari amal, bukan sekadar dari keluasan pengetahuan.

Salah satu ungkapan yang sering dinisbatkan kepada beliau berbunyi

من لم يكن له ورد فهو قرد

Maknanya kira kira bahwa orang yang tidak memiliki wirid atau rutinitas ibadah hanya akan menjadi peniru kata-kata bijak tanpa ruh pengamalan.

Ungkapan ini tentu bersifat peringatan keras. Maksudnya bukan merendahkan, tetapi mengingatkan bahwa ilmu yang tidak dibarengi ibadah berisiko kehilangan keberkahannya.

Spiritualitas sebagai Pilar Kaderisasi

Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, pesan ini memiliki implikasi yang sangat praktis. Sistem manajemen pendidikan tidak cukup hanya menyiapkan kurikulum, metode pengajaran, atau program kaderisasi. Ia juga harus memberi ruang bagi pembinaan spiritual para penggeraknya.

Instruktur, guru, dan aktivis dakwah perlu didorong untuk membangun tiga fondasi utama.

Pertama, keselarasan antara ucapan dan perbuatan. Seorang pendidik idealnya menjadi praktisi pertama dari ilmu yang diajarkannya.

Kedua, ketahanan psikologis. Di tengah tekanan tugas administratif dan aktivitas dakwah yang padat, qiyamul lail menjadi sarana memperbarui energi ruhani dan mental.

Ketiga, lahirnya wibawa alami. Dalam tradisi ulama disebut sebagai haibah. Ia bukan hasil jabatan atau posisi struktural, melainkan buah dari keikhlasan dan kedekatan kepada Allah.

Ketika ketiga unsur ini hadir, dakwah tidak lagi sekadar kegiatan mengajar. Ia berubah menjadi proses transformasi yang menyentuh hati.

Dakwah yang Lahir dari Amal

Pada akhirnya, dakwah adalah amanah besar yang menuntut kesiapan lahir dan batin. Ilmu memang harus disampaikan, tetapi ia harus terlebih dahulu hidup dalam diri orang yang menyampaikannya.

Abdullah bin Mubarak pernah menjelaskan tahapan perjalanan ilmu. Menurut beliau, ilmu dimulai dari niat, lalu mendengarkan, memahami, menghafal, mengamalkan, dan setelah itu barulah menyebarkannya kepada orang lain.

Urutan ini memberi pelajaran penting. Penyebaran ilmu seharusnya lahir setelah proses pengamalan. Tanpa tahap itu, dakwah berisiko kehilangan integritasnya.

Karena itu, bagi para dai, guru, dan aktivis pendidikan Islam, qiyamul lail bukan sekadar ibadah tambahan. Ia adalah tempat di mana dakwah dipersiapkan. Dari sanalah kata-kata memperoleh kekuatannya, dan dari sanalah perubahan umat perlahan dimulai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_imgspot_img

Terbaru lainnya

Recent Comments