Saturday, January 31, 2026
HomeBeritaBerita DaerahMusda Gabungan Zona Bosowa Resmi Dibuka di Bone, DPW Tekankan Kader Militan...

Musda Gabungan Zona Bosowa Resmi Dibuka di Bone, DPW Tekankan Kader Militan Menuju Indonesia Emas 2045

BONE (HidayatullahSulsel.or.id) — Musyawarah Daerah (Musda) Gabungan Hidayatullah Zona Bosowa yang diikuti Dewan Pengurus Daerah (DPD) Bone, Soppeng, dan Wajo resmi dibuka pada Senin (22/12/2025).

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kampus Pesantren Al-Hikmah Panyula, Kabupaten Bone, ini dijadwalkan berlangsung selama satu hari penuh dengan agenda konsolidasi kepemimpinan dan penguatan arah gerak organisasi di tingkat daerah.

Pembukaan Musda diawali dengan sambutan panitia dan tuan rumah oleh H. Burhanuddin Jabbar, yang mengajak peserta untuk melihat perjalanan kader dan pengurus secara lebih adil dan objektif. Ia mengingatkan agar dinamika organisasi tidak semata-mata diwarnai oleh ingatan terhadap kekurangan personal, tetapi juga oleh apresiasi terhadap karya dan pengabdian yang telah dilakukan.

“Jangan hanya kesalahan orang yang kita ingat hingga memengaruhi keputusan dan kebijakan. Lihatlah karya-karya yang telah mereka lakukan. Sering kali, ketika sudah berpisah, barulah kita merasakan kerinduan kepada orang-orang yang selama ini kita nilai negatif,” ungkapnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Anggota Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Sulawesi Selatan, KH. Ismail Mukhtar. Dalam arahannya, ia menekankan dimensi spiritual sebagai fondasi utama perjalanan kader dan kepengurusan di Hidayatullah. Menurutnya, banyak keputusan penting dalam organisasi lahir dari “surat dari langit” berupa lintasan ilhami yang Allah hadirkan kepada hamba-Nya yang menjaga keikhlasan dan kedekatan dengan-Nya.

Ia mengingatkan bahwa amanah perjuangan di lembaga dakwah merupakan pekerjaan yang berat, sehingga menuntut kondisi spiritual yang senantiasa terjaga dengan baik. Ketika kedekatan hati dengan Allah melemah, persoalan kecil pun akan terasa sangat berat dijalankan.

Karena itu, ia mengajak para kader untuk segera melakukan muhasabah ketika menghadapi kesulitan yang terasa berlebihan. Menurutnya, bisa jadi ada jarak yang mulai terbentuk antara hati seorang pejuang dengan Rabb-nya, entah karena kelalaian dalam menjaga shalat wajib, kurangnya shalat sunnah, atau berkurangnya interaksi dengan Al-Qur’an.

“Jika hal-hal sepele terasa berat, jangan buru-buru menyalahkan keadaan, tapi cek kembali kualitas ibadah kita,” pesannya.

Musda Gabungan Zona Bosowa kemudian secara resmi dibuka oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan, Dr. Muh. Sholeh Utsman, S.S., M.I.Kom. Dalam sambutan pembukaannya, Ketua DPW menegaskan kembali mainstream perjuangan Hidayatullah yang bertumpu pada pendidikan, dan dakwah.

Ia menekankan bahwa dakwah tidak boleh berhenti hanya karena Rasulullah SAW telah wafat. Justru, menurutnya, dakwah harus terus berlanjut melalui program-program yang mengajak manusia mengenal Islam secara utuh. Oleh karena itu, tahapan utama gerakan Hidayatullah adalah merekrut, membina, dan melahirkan kader yang loyal serta militan dalam perjuangan.

Dalam konteks menyongsong Indonesia Emas 2045, Ketua DPW menilai kebangkitan bangsa tidak mungkin terwujud tanpa etos kerja yang kuat, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam beramal. Ia mengingatkan bahwa budaya malas, kurang disiplin, dan terlalu banyak berleha-leha justru akan menjauhkan cita-cita besar tersebut.

“Hidayatullah harus hadir melahirkan kader-kader militan untuk menjawab tantangan kebangkitan menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kader militan tidak mungkin lahir tanpa mengikuti pola sistematika wahyu, yang dimulai dari Iqra’ bismi rabbik, kemudian Nun wal qalami, Ya ayyuhal muzzammil, Ya ayyuhal muddatsir, hingga Al-Fatihah.

Menurutnya, Surat Al-‘Alaq menjadi fondasi aqidah yang benar, sementara Surat Al-Qalam meneguhkan visi hidup yang berlandaskan Al-Qur’an.

Ketua DPW menambahkan bahwa indikator keimanan seseorang dapat dilihat dari kedekatannya dengan Al-Qur’an, mulai dari mengimaninya, membacanya, mentadabburinya, hingga memperjuangkannya dalam kehidupan nyata. Kader militan, lanjutnya, adalah mereka yang teruji loyalitas dan integritasnya dalam kondisi apa pun.

Pada bagian akhir sambutan, ia mengingatkan bahwa dakwah Al-Qur’an merupakan amanah besar yang jika salah urus justru dapat mendatangkan murka Allah SWT. Karena itu, Musda menjadi momentum penting untuk meluruskan niat, menguatkan komitmen, dan menata kepemimpinan daerah agar sejalan dengan nilai-nilai wahyu.

Musda Gabungan Zona Bosowa ini merupakan rangkaian lanjutan konsolidasi Musda DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, setelah sebelumnya digelar di zona Makassar Sekitar dan Zona Selatan. Selama Musda berlangsung, peserta akan membahas agenda penetapan kepemimpinan DPD, penyusunan struktur pengurus, serta arah kebijakan organisasi untuk periode mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_imgspot_img

Terbaru lainnya

Recent Comments