PALOPO (HidayatullahSulsel.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan, Ustadz Dr. Muhammad Saleh, menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai poros sinergi bangsa dalam menyiapkan fondasi Indonesia Emas 2045. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Dialog dan Silaturahmi Pemuda Hidayatullah Palopo yang digelar di Aula Pesantren Al-Mubarak, Kota Palopo, Senin (5/1/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri atas pengurus DPD Hidayatullah Palopo, Pengurus Daerah Pemuda Hidayatullah Palopo, serta unsur mahasiswa dan mahasiswi dari sejumlah perguruan tinggi di Palopo. Dalam forum dialog tersebut, Ustadz Dr. Muhammad Saleh tampil sebagai pemateri utama.
Dalam arahannya, Usatdz Dr. Muhammad Saleh menekankan bahwa kualitas pemuda harus dibangun di atas fondasi iman yang kokoh dan filosofi hidup Islami yang bersumber dari Al-Qur’an.
“Syarat utama pemuda adalah beriman kepada Allah SWT. Dari iman itulah Allah akan menambah kualitas seorang pemuda, baik dari sisi ilmu maupun amal,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an telah memberikan gambaran ideal tentang sosok pemuda beriman, salah satunya melalui kisah Nabi Ibrahim AS. Menurutnya, Ibrahim AS digambarkan sebagai pemuda yang teguh dalam keimanan dan berani mengambil sikap, sehingga layak menjadi teladan bagi generasi muda hari ini.
Usatdz Dr. Muhammad Saleh juga menggarisbawahi perbedaan antara ilmu dan teori ilmu. Ia menyebut, ilmu sejati adalah pengetahuan yang telah terwujud dalam amal.
“Jika pengetahuan itu sudah diamalkan, maka itulah ilmu. Sedangkan yang masih berada pada tataran konsep, itu baru sebatas teori,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa salah satu ciri utama pemuda adalah sikap proaktif dalam belajar dan berbuat. Ia mengingatkan bahwa perintah pertama yang diturunkan Allah SWT adalah iqra’ (bacalah), sementara perintah salat datang setelahnya. “Ini menunjukkan bahwa pemuda harus rajin belajar dan membaca agar menjadi pribadi yang berkualitas,” tegasnya.
Menurutnya, wacana kejayaan Indonesia Emas 2045 tidak akan pernah terwujud jika pemudanya tidak berkualitas. “Tidak mungkin ada kejayaan di tahun 2045 jika pemuda (hari ini) tidak berkualitas. Itu hanyalah ilusi,” ujar Usatdz Dr. Muhammad Saleh dengan nada tegas.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan agar pemuda tidak terjebak pada kecintaan berlebihan terhadap bacaan umum hingga melupakan Al-Qur’an. “Jangan sampai pemuda lebih gemar membaca buku daripada Al-Qur’an. Itu pemuda palsu namanya,” katanya.
Menutup arahannya, Dr. M. Saleh menyampaikan bahwa dalam Islam hanya ada dua golongan yang dibenarkan untuk begadang, yakni mereka yang melakukan ribath atau piket penjagaan, serta para penuntut ilmu yang bersungguh-sungguh dalam belajar. Ia berharap pemuda Hidayatullah mampu mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal dalam kehidupan nyata sebagai bekal membangun masa depan bangsa.



