Sunday, February 15, 2026
HomeBeritaRakerda Gabungan Soppeng–Bone–Wajo Ditutup, Tekankan Konsistensi Amal Sholeh dan Penguatan Ukhuwah

Rakerda Gabungan Soppeng–Bone–Wajo Ditutup, Tekankan Konsistensi Amal Sholeh dan Penguatan Ukhuwah

SOPPENG (HidayautullahSulsel.or.id) – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gabungan Kabupaten Soppeng, Bone, dan Wajo resmi ditutup pada Senin sore, 14 Sya’ban 1447 H (2/2/2026) dengan penegasan komitmen pelaksanaan program berbasis amal sholeh, penguatan moralitas kader, serta penjagaan ukhuwah dalam seluruh lini organisasi.

Penutupan Rakerda diikuti oleh unsur Dewan Pengurus Wilayah (DPW), Dewan Murabbi Wilayah (DMW), pengurus DPD dari tiga kabupaten, unsur pengurus DPC, serta peserta rakerda lintas struktur yang sejak awal mengikuti rangkaian pembahasan dan perumusan program kerja.

Dalam sambutan penutupnya, Anggota Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Sulsel, Ustadz Drs. Ismail Mukhtar, menegaskan bahwa seluruh program yang telah disepakati harus dijalankan sebagai amal sholeh dan wasilah mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan sekadar kewajiban administratif organisasi.

“Jangan sampai kita menyesal di akhirat karena program ini tidak dijalankan dengan maksimal,” tegasnya di hadapan peserta.

Ia juga menekankan pentingnya budaya kerja kolektif dengan membiasakan aktivitas berkantor bersama, minimal sekali dalam sepekan, sebagai sarana konsolidasi, koordinasi, dan penguatan kebersamaan antarstruktur. Menurutnya, kesibukan menjalankan program di siang hari harus diimbangi dengan kesungguhan beribadah pada malam hari.

“Allah bersama orang-orang yang baik. Maka siang kita bekerja sungguh-sungguh, malam kita maksimalkan ibadah,” ujarnya.

Ustaddz Ismail Mukhtar menegaskan bahwa keberadaan DMW memiliki peran strategis dalam menjaga moralitas kekaderan, yang dijalankan secara sinergis dengan para murabbi halaqah. Ia juga mengingatkan bahwa aspek kemurobbian melekat pada kepemimpinan, mulai dari tingkat pusat hingga cabang.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ustadz Dr. Muhammad Saleh dalam arahan umumnya menekankan bahwa seluruh program kerja harus dibangun di atas kesepakatan dan kemauan bersama. Ia mengibaratkan sebuah program tidak akan terwujud tanpa kesepahaman, sebagaimana sebuah gazebo tidak akan berdiri jika tidak ada kerja sama antar pihak.

Ia juga mengurai sejumlah faktor yang kerap melahirkan sikap “tidak mau” dalam menjalankan program, di antaranya karena tidak memahami program, terjadi salah paham, atau faktor kondisi personal seperti sakit. Karena itu, ia menegaskan pentingnya kehadiran pendamping atau konselor dalam struktur untuk membantu memahamkan program kepada kader.

“Jika kita mengaku sebagai kader, maka hindari segala sesuatu yang bisa merusak ukhuwah,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua DPW juga menekankan bahwa Marhalah Ula merupakan standar dasar keimanan, keislaman, dan ketakwaan seseorang secara hakiki, yang harus menjadi pijakan bersama dalam menjalankan seluruh agenda dakwah dan organisasi.

Rakerda Gabungan Soppeng–Bone–Wajo ini ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk mengimplementasikan seluruh hasil rakerda secara konsisten di masing-masing wilayah, serta memperkuat sinergi lintas kabupaten demi efektivitas dakwah, pendidikan, dan pelayanan umat di Sulawesi Selatan bagian selatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_imgspot_img

Terbaru lainnya

Recent Comments