Tana Toraja (HidayatullahSulsel.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan, Dr. Muh. Shaleh Utsman, S.S., M.I.Kom., menghadiri dan memberikan sambutan pada kegiatan Wisuda Tahfizh Malea ke-III yang digelar di Ma’had Tahfizh PLTA Malea, Tana Toraja, Selasa (6/1/2026).
Kegiatan yang diiukuti 38 wisudawan ini menjadi penanda penguatan kolaborasi dakwah dan pendidikan Al-Qur’an antara Hidayatullah dan PLTA Malea.
Selain dihadiri langsung oleh Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, wisuda tersebut juga dihadiri unsur pimpinan PLTA Malea Muhammad Syakur, jajaran pengelola Rumah Qur’an, serta Yayasan Jabal Nur Pondok Pesantren Hidayatullah Bone yang dipimpin H. Burhanuddin Jabbar, S.Ag., M.Pd. Hadir pula perwakilan mitra kelembagaan dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Dr. Muh. Shaleh Utsman menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan fondasi utama pembentukan keimanan dan peradaban umat Islam.
Ia menyebut Al-Qur’an sebagai wahyu Allah SWT yang diturunkan melalui perantaraan Malaikat Jibril AS kepada Rasulullah SAW, sekaligus mukjizat yang tetap hidup hingga akhir zaman.
“Untuk mengukur bukti keimanan seseorang di akhir zaman, patokannya adalah Al-Qur’an. Di antara enam rukun iman, satu-satunya yang tidak ghaib dan dapat disaksikan langsung hari ini adalah Al-Qur’an,” tegas Ketua DPW Hidayatullah Sulsel tersebut.
Program Rumah Qur’an Tahfizh Malea sendiri telah berjalan sejak Oktober 2023, melalui kerja sama PLTA Malea dengan Hidayatullah, di mana pada awalnya Hidayatullah Toraja berperan sebagai fasilitator dan Hidayatullah Bone sebagai mitra penyuplai santri.

Seiring perkembangannya, santri tidak lagi berasal dari satu daerah, melainkan dari berbagai wilayah, seperti Jakarta, Sulawesi Tenggara, serta sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Manajer PLTA Malea, Muhammad Syakur, sebagai perwakilan PLTA Malea menjelaskan bahwa kebijakan penerimaan santri dibuka secara luas sejak tahun ketiga pelaksanaan program.
“Mulai tahun ketiga, santri boleh berasal dari daerah mana saja, asalkan memiliki kesungguhan, kedisiplinan, dan fokus dalam menghafal Al-Qur’an,” ujar Manager PLTA Malea, Muhammad Syakur, yang hadir dan mendampingi jalannya kegiatan wisuda.
Apresiasi untuk Kalla Group
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Dr. Muh. Shaleh Utsman juga menyampaikan apresiasi kepada Dr. H. M. Jusuf Kalla, selaku pimpinan Kalla Group dan pembina Hidayatullah Pusat, atas dukungan berkelanjutan terhadap program-program dakwah dan pendidikan Al-Qur’an.
Ia turut menyebut peran Suhaili Kalla, pimpinan PLTA Malea, sebagai penggagas hadirnya program Al-Qur’an di kawasan Malea.
“Sinergi ini menunjukkan bahwa pembangunan energi terbarukan dapat berjalan seiring dengan pembangunan spiritual umat,” ujarnya.
Sebagai informasi, PLTA Malea merupakan pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas daya terpasang 315 megawatt, di mana sekitar 90 megawatt disalurkan ke PLN, sementara 225 megawatt lainnya memasok kebutuhan listrik Smelter Bua, Kabupaten Luwu.
PLTA Malea merupakan bagian dari unit usaha Kalla Group yang bergerak di sektor energi terbarukan.
Menutup sambutannya, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel berharap sinergi antara Hidayatullah dan Kalla Group, khususnya PLTA Malea, dapat terus diperkuat dan diperluas.
“Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan melahirkan lebih banyak penghafal Al-Qur’an yang berakhlak, berilmu, dan siap mengabdi untuk umat,” pungkasnya.
Reporter: Reskyaman
Editor: Redaksi



