MAKASSAR (HidayatullahSulsel.or.id) — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Makassar melaksanakan kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) dengan agenda Mainstreaming Jati Diri dan Konsolidasi Organisasi di kawasan Wadi Barakah, Pucak, Tompobulu, Kabupaten Maros, pada Rabu kemarin (31/12/2025.)
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus DPD Hidayatullah Makassar sebagai bagian dari ikhtiar penguatan ruhiyah, pemantapan jati diri, serta konsolidasi organisasi dalam rangka menyiapkan arah gerak dakwah lima tahun kepengurusan ke depan.
Ketua DPD Hidayatullah Makassar, Dr. Irfan Yahya, M.Si., dalam pemaparannya menegaskan pentingnya perumusan grand desain organisasi sejak awal masa kepengurusan. Menurutnya, konsep besar tersebut menjadi pijakan strategis agar pengurus dapat lebih fokus pada implementasi program dakwah dan tarbiyah.
“Grand desain lima tahun harus dituntaskan sejak awal, sehingga energi pengurus tidak habis pada pembahasan teknis, tetapi dapat diarahkan pada aksi dan refleksi,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan mabit diawali dengan sesi materi dan diskusi brainstorming terkait jati diri Hidayatullah serta penguatan konsolidasi organisasi. Pada malam hari, peserta melaksanakan qiyamullail sebagai penguatan ruhiyah, dilanjutkan pada pagi hari dengan Grand MBA, tilawah Al-Qur’an, dan wirid.
Puncak kegiatan diisi dengan taujih manhaji oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan, Dr. Sholeh Utsman, S.S., M.I.Kom. Dalam taujihnya, ia menekankan urgensi pemahaman jati diri sebagai hamba Allah dan pentingnya menjaga keikhlasan dalam setiap amal dakwah.
Ia menjelaskan bahwa Surah Al-‘Alaq menjadi landasan manhaji bagi para pejuang dakwah karena mengajarkan manusia untuk mengenal hakikat dirinya dan Rabb-nya. Menurutnya, kesombongan merupakan penyakit yang dapat menggugurkan nilai amal, meskipun secara lahiriah tampak besar.
“Seluruh amalan bisa bernilai nol jika tidak dilandasi keikhlasan. Kesombongan inilah yang menghancurkan iblis, yang sebelumnya termasuk hamba yang beriman,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berpegang teguh pada manhaj Al-Qur’an akan melahirkan pribadi yang teratur dan lurus dalam cara berpikir, berkeyakinan, berakhlak, serta menganalisis persoalan kehidupan. Hal tersebut sebagaimana yang selalu dimohonkan oleh kaum beriman dalam doa ihdinash shirathal mustaqim.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan jati diri, soliditas organisasi, serta peneguhan arah dakwah DPD Hidayatullah Makassar agar senantiasa berada dalam koridor manhaj Al-Qur’an dan Sunnah.
Rep: Ahmad Sabil



